<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189</id><updated>2011-09-16T06:45:07.668-07:00</updated><title type='text'>"ahlan wa sahlan sahabat"</title><subtitle type='html'>Subhanallah...ketika amanah itu datang...ketika kita tidak tau apa yang akan terjadi pada kita....yakinlah bahwa Allah tau akan seluruh kebutuhan kita dan akan memberikan yang terbaik selama usaha itu tidak goyah....begitupun dengan curahan DO'a yang tidak pernah putusnya diungkapkan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>101</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-1976513487823578213</id><published>2010-12-03T02:25:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T02:28:15.947-08:00</updated><title type='text'>PERAN DAN MEKANISME AKSI HABBATUSSAUDA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Oleh dr Hendrik, S. Ked., M.Kes. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis dan publikasi studi-studi yang telah dilakukan di beberapa negara seperti di Pakistan, Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di benua Eropa, pada seperempat abad terakhir menunjukkan bahwa habbatus sauda’ memiliki kandungan zat nutrisi yang sangat tinggi, seperti protein, lemak, karbohidrat, thiamin, riboflavine, pyridoxine, niacine, folacine, kalsium, zat besi, seng, dan fosfor. Adanya habbatus sauda’ pada saat ini telah menegaskan mengenai pemberlakuan kembali pemakaian obat-obatan seperti yang digunakan di zaman-zaman Mesir kuno, Yunani, dan Romawi. Habbatus sauda’ juga telah dinyatakan oleh Avicenna (Ibnu Sina, salah seorang pakar kesehatan zaman dahulu), yang tertuang dalam salah satu buku terkenalnya dengan judul “Canon of Medicine,” bahwa habbatus sauda’ memiliki beberapa aksi terhadap tubuh manusia, di antaranya sebagai ekspektoran (zat pengencer dahak/lendir), pembangkit energi tubuh, dan membantu pemulihan dari gejala-gejala fatique (tidak bergairah) dan dispiritedness (tidak ada semangat untuk hidup).&lt;br /&gt;Di negara Pakistan dan Yunani Timur bagian tengah, habbatus sauda’ telah digunakan untuk mendorong pengeluaran air seni (diuretic), pengobatan keluhan discharge yang terjadi saat menstruasi (emmenagogue), penormalan pengeluaran keringat (diaphrotic), meningkatkan pengeluaran air susu ibu (galactagogue), pengobatan flu, pengobatan semua tipe penyakit alergi, pengobatan bronkhitis kronis, pengobatan asma bronkhial, dan pengobatan peradangan pada mata (conjunctivitis), pengobatan penyakit kuning (icteric), pengobatan kelumpuhan (paralysis), dan demam malaria tertiana. Di India, habbatus sauda’ digunakan untuk penyakit maag, kolik (nyeri pada bagian perut yang amat sangat), dan infeksi-infeksi parasit (seperti cacingan). Beberapa mekanisme aksi habbatus sauda’ secara detil telah berhasil didapatkan dan dinyatakan melalui studi-studi yang telah dilakukan, bahkan ada beberapa yang telah dipublikasikan, sekitar 10 – 20 tahun terakhir di beberapa negara di dunia, di antaranya adalah studi mengenai mekanisme-mekanisme aksi habbatus sauda’ sebagai antioksidan (anti radikal bebas), antihipertensi dan penyakit jantung, antidiabetes (kencing manis), antikolesterol, antikanker, antiperadangan, antihistamin, antiasma bronkhial, antiinfeksi bakteri, virus dan parasit, antinyeri, antimaag, dan penambah darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai zat antioksidan(anti zat-zat radikal bebas)&lt;br /&gt;Ekstrak habbatus sauda’ (terutama zat utamanya, yaitu thymoquinone) telah menunjukkan efek proteksi terhadap mekanisme toksisitas (keracunan) pada sirkulasi/aliran darah, hati, ginjal, dan lain-lain yang diinduksi sebelumnya oleh obat-obatan antikanker dan beberapa racun(toksin). Hal ini dapat dilihat pada beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan, di antaranya adalah salah satu penelitian yang dilakukan pada mencit, yang hasilnya menunjukkan bahwa pemberian habbatus sauda’ dapat mencegah penurunan nilai Hb dan jumlah leukosit pada mencit yang telah menerima cisplatine (salah satu obat antikanker). Nigella sativa (nama lain dari habbatus sauda’) bersama dengan cysteine (salah satu asam aminonya), vitamin E, dan cross sativus dapat memproteksi terjadinya beberapa toksisitas (keracunan) pada sistem sirkulasi/aliran darah, hati, dan ginjal yang telah terinduksi oleh cisplatine.&lt;br /&gt;Thymoquinone dan fixed oil yang terkandung dalam habbatus sauda’ juga dilaporkan menghambat proses peroksidasi non-enzimatik pada lisosom-lisosom fosfolipid sel otak. Thymoquinone memproteksi sel-sel hepatosit (sel monosit pada organ hati) tikus yang diisolasi terhadap toksisitas yang diinduksi oleh ter-butyl-hydroperoxide. Thymoquinone juga menunjukkan efek proteksi hati (hepatoprotective) mencit terhadap toksisitas yang diinduksi oleh CCL4. El-Dakhakhany, et al juga telah melaporkan efek proteksi minyak Nigella sativa terhadap CCL4 dan D-galactosamine yang dapat menginduksi terjadinya toksisitas pada tikus. Pada studi ini proteksi terhadap toksisitas hati ditunjukkan dengan terjadinya penurunan aktivitas-aktivitas serum (pada liver function test [LFT]) yang bermakna, seperti penurunan serum-serum alkaline phosphatase, lactate dehydrogenase, malate dehydrogenase, aspartate aminotransferase, alanine aminotransferase, dan lain-lain, serta penurunan glutathione reductase secara bermakna.&lt;br /&gt;Badary, et al melaporkan adanya efek proteksi thymoquinone terhadap mencit yang menderita Sindrom Fanconi yang telah terinduksi ifosfamide (salah satu obat antikanker), dan terhadap tikus yang menderita nefropathy (kelainan ginjal) yang telah terinduksi doxorubicine (salah satu obat antikanker), yang manifestasinya adalah terjadi perbaikan-perbaikan terhadap sign/symptoms yang telah ada (sebelumnya), yaitu fosfaturia (air seni mengandung ion fosfat [PO4]), glukosuria (air seni mengandung gula/glukosa [C6H12O6]), dan peningkatan creatinine dan ureum secara bermakna, serta terjadinya perbaikan-perbaikan terhadap adanya deplesi glutathione dan akumulasi lipid peroxide pada ginjal sebelumnya secara bermakna.&lt;br /&gt;Bruits dan Bucar lebih lanjut melaporkan bahwa minyak Nigella sativa dan empat zat utamanya (thymoquinone, carvacrol, t-anethol, dan 4-terpineol) memiliki efek antioksidan (antiradikal bebas) yang ditunjukkan pada beberapa proses pengujian dengan menggunakan chemical assay, di antaranya adalah menggunakan diphenylpicrylhydracyl assay (untuk mengobservasi aktivitas atom hydrogen [H2] non spesifik dan donasi elektronnya), dan the assay for non-enzymatic peroxidation in liposomes and deoxy-ribose degradation assay (untuk mengobservasi berbagai OH-radical scavenger). Studi mutakhir lainnya yang dilakukan oleh Turkdogan, et al melaporkan adanya aksiproteksi Nigella sativa terhadap kelinci yang menderita sirosis hepatis (pengecilan hati disebabkan oleh tumbuhnya jaringan fibrosis setelah mengalami penyakit infeksi hati menahun [hepatitis kronis] atau keganasan pada hati) yang telah terinduksi oleh CCL4. dan El-Sherbeny yang juga melaporkan adanya efek proteksi Nigella sativa terhadap aksi genotoxic (penghancuran gen sel tubuh) dari suatu zat toksik 2,4-D-herbisida.&lt;br /&gt;Ekstrak alkohol yang terkandung dalam Nigella sativa juga dilaporkan memiliki efek kombinasi, yaitu memampukan Nigella sativa menghasilkan persentase tertinggi penghambatan hydrogen peroxide (H2O2) pada mikrosom sel hati mencit yang telah diterapi lindane. Studi ini juga menunjukkan bahwa ekstrak Nigella sativa dapat lebih memproteksi tubuh manusia terhadap kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh zat-zat oksidatif (radikal bebas) dibanding suplemen-suplemen antioksidan sintetis lainnya.&lt;br /&gt;Salah satu studi mutakhir terpublikasi lainnya, yang dilakukan oleh Mahmood MS, et al di Pakistan tahun 2003, melaporkan bahwa ekstrak Nigella sativa dapat menurunkan produksi nitric oxide (NO). Studi ini juga mengindikasikan bahwa ekstrak Nigella sativa dapat menunjukkan efek inhibisi (penghambatan) pada pembentukan NO (salah satu mediator pro-inflamasi/peradangan yang dapat bersifat sebagai radikal bebas) oleh sel-sel makrofage.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei pasien-pasien kanker ± 20 sampai 30 % pasien yang sedang menjalani khemoterapi dan/atau radiasi (radioterapi), alhamdulillah, ternyata Nigella sativa membuktikan dapat mengurangi dan mencegah timbulnya beberapa efek samping akut yang diakibatkan oleh pemberian khemo/radioterapi tersebut secara bermakna tanpa mengurangi efektivitas kinerja dari pengobatan khemo/radiotrapi. Terutama dapat mengatasi beberapa efek samping berupa penurunan sel darah merah (Hb), sel darah putih (leukosit), dan sel pembekuan darah (trombosit), penurunan nafsu makan (anoreksia), tidak bergairah hidup (malaise), perontokan rambut (alopesia), dan lain-lain. Di sisi lain, juga didapatkan data dari pasien-pasien yang sering terpapar zat-zat antioksidan lainnya, seperti asap pabrik, asap masakan, asap rokok, asap dari pembakaran sampah, dan asap kendaraan bermotor, mengalami penurunan gejala-gejala klinisnya, seperti penurunan frekwensi batuk, pengeluaran riak/lendir dari tenggorokan, dan perasaan berat di sekitar dada secara bermakna. Pengkonsumsian habbatus sauda’ (bentuk kapsul) tersebut adalah dengan dosis pemberian 200 – 300 mg/kg berat badan (dibagi dalam 3 kali pemberian melalui mulut), setelah makan, dan dapat juga dikombinasi dengan minyak zaitun dan madu cair dengan dosis 3 kali dengan takaran ½ sampai 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Efek habbatus sauda’ terhadap sistem kardiovaskuler&lt;br /&gt;Pengobatan tradisional di Arab Saudi, Nigella sativa dalam sediaan tunggal atau dalam kemasan kombinasi dengan madu dan bawang putih telah dipromosikan untuk pengobatan hipertensi. Salah satu studi pada hewan uji tikus yang dilakukan oleh El-Tahir, et al membuktikan bahwa Nigella sativa mempunyai efek terhadap sistem kardiovaskuler. Thymoquinone dan Volatile oil-nya dapat menghasilkan suatu dosis dependen yang dapat menurunkan tekanan darah arteri dan frekwensi jantung. Efek-efek ini secara bermakna berlawanan dengan beberapa obat seperti atrophine, cyproheptadine, hexamethonium, dan sumsum tulang (spinal pithing).&lt;br /&gt;Studi tersebut menunjukkan bahwa efek yang ditimbulkan nigella sativa dimediasi secara sentral (melalui sistem saraf pusat [otak]), yaitu reseptor 5-hydroxytryptaminergic dan muscarinic. Pada studi tersebut juga menunjukkan bahwa pemberian ekstrak minyak nigella sativa dengan dosis 0,6 ml/kg/hari, dengan cara seperti meminum obat. Hal itu akan menimbulkan efek penurunan tekanan darah (tensi) yang sama dengan pemberian nifedipine (salah satu obat antihipertensi dari golongan calcium-blocker)dengan dosis 0,5 mg/kg/hari, dengan cara seperti meminum obat, dan pemberian furosemide (salah satu obat antihipertensi dari golongan diuretik) dengan dosis 0,5 mg/kg/hari, dengan cara seperti meminum obat.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei pasien-pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah (hipertensi), penurunan tekanan darah (hipotensi), dan lemah/gagal jantung (dekompensasio kordis), sekitar 10 sampai 15 pasien. Pada umumnya para pasien yang mengalami hipertensi mempunyai tensi rata-rata 160 – 170/90 – 100 mmHg (hipertensi derajat sedang/berat), dan para pasien yang mengalami hipotensi mempunyai tensi rata-rata 70 – 80/50 – 60 mmHg, semuanya berumur rata-rata minimal 50 tahun, yang telah menjalani pengobatan minimal 1 sampai 2 tahun, dan telah mendapat beberapa pengobatan standar medis terbaik, seperti adalat, lasix, dan lain-lain. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah SWT dan kesabaran yang dijalani oleh para pasien tersebut, pengobatan dengan ketentuan penggunaan habbatus sauda’ dan kaidah pengobatan yang rasional secara syariat maupun medis, dalam jangka waktu sekitar rata-rata 1 sampai 2 minggu keadaan tekanan darahnya dapat distabilkan, menjadi rata-rata ± 120 – 130/70 – 80 mmHg.&lt;br /&gt;Sementara untuk para pasien yang menjalani pengobatan habbatus sauda’ pada penyakit lemah/gagal jantung, gejala atau keluhan klinis yang menyertainya, seperti pembengkakan pada kedua tungkai, hipertensi, peningkatan denyut jantung, mudah lelah, sesak nafas, dan lain-lain, alhamdulillah, berangsur-angsur penyakit itu menghilang, dimulai dengan menurunnya tensi dan penstabilan denyut jantung, disertai dengan pengisutan pembengkakan pada kedua tungkainya melalui peningkatan frekwensi dan kuantitas pengeluaran air seni rata-rata minimal terjadi setelah hari ke-2 dan ke-3 setelah pemberian habbatus sauda’, dan selanjutnya rata-rata minimal mulai hari ke-14 keadaan lemah/gagal jantungnya secara klinis berkurang secara bermakna (terjadi penstabilan/penormalan kondisi kinerja jantungnya secara klinis sebesar 70 – 80 %). Pengonsumsian habbatus sauda’ (berbentuk kapsul) dengan dosis pemberian 80 – 100 mg/kg berat badan, dibagi dalam 3 kali, diminum seperti mengonsumsi obat, setelah makan, dapat juga dikombinasi dengan minyak zaitun dan madu cair dengan dosis 3 kali, dengan takaran ½ sampai 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebagai antidiabetes mellitus (penyakit kencing manis)&lt;br /&gt;Salah satu studi yang dilakukan oleh Al-Awadi dan Gumma (di institusi kedokteran, yang berhubungan dengan diabetes mellitus di Kuwait) melaporkan bahwa penggunaan nigella sativa dikombinasikan dengan beberapa tanaman obat (herbal medicine) lainnya (yang terdiri dari Myrr, Gum Olybanum, Gum Asofeetida, dan Aloe), pada tikus yang menderita diabetes mellitus, dapat menimbulkan efek hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) secara bermakna. Dari studi diabetes mellitus lainnya menunjukkan bahwa terjadinya efek hipoglikemia pada pemberian nigella sativa ditentukan melalui adanya mekanisme aksi dari nigella sativa yang menghambat terjadinya proses glukoneogenesis (pembentukan glikogen [gula darah] baru dari pemecahan-pemecahan lemak dan protein tubuh) di hati. Volatile oil yang terkandung dalam ekstrak nigella sativa juga menimbulkan efek hipoglikemia yang bermakna pada hewanhewan uji kelinci yang menderita diabetes mellitus dan telah terinduksi oleh aloxan (tanpa adanya efek perubahan pada insulinnya).&lt;br /&gt;Pada studi lebih lanjut, Bamosa et al melaporkan terjadinya penurunan kadar gula darah pada orang sehat yang menerima nigella sativa dengan dosis 2 x 1 g/hari. Studi paling mutakhir terpublikasi, yang dilakukan pada 55 penderita diabetes mellitus oleh Tissera MHA et al tahun 1998, melaporkan terjadinya penurunan kadar gula darah secara bermakna pada 72,7 % dari penderita diabetes mellitus yang menerima ekstrak minyak nigella sativa dengan dosis pemberiannya 2 x ½ sendok teh (2,5 ml)/hari , dengan cara diminum selama sebulan.&lt;br /&gt;Sementara itu, terdapat juga studi yang pernah dilakukan di Indonesia, yaitu studi uji klinis efek hipoglikemia ekstrak jinten hitam (nigella sativa) pada penderita diabetes mellitus tipe 2, yang dilakukan oleh Ahmad dan Yasin, pada tahun 1998 di SMF Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya – RSUD Dr Saiful Anwar, Malang, Jawa Timur. Studi tersebut dilakukan untuk mencari obat alternatif yang mampu mengendalikan kadar glukosa darah dengan menggunakan tanaman tradisional, dan untuk membuktikan efek hipoglikemik ekstrak jinten hitam (nigella sativa) pada penderita diabetes mellitus tipe 2 tersebut. Desain studi ini adalah uji klinis fase 2, open-lable, dengan jumlah subjek uji 5 orang penderita diabetes mellitus tipe 2 yang sativa (berasal dari Yayasan Achmad Ismail, Jeddah, Arab Saudi) dalam bentuk sediaan larutan suspensi dengan dosis pemberian 60 ml dengan cara diminumkan ke pasien setiap hari, dalam waktu 4 bulan. Hasil yang didapat dari studi ini adalah pemberian ekstrak nigella sativa (sediaan larutan tersuspensi) pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan dosis pemberian 60 ml setiap hari secara bermakna dapat menurunkan kadar gula darah (efek hipoglikemik) pada menit ke-90 dan ke-150 (p &lt; 0,05 [p = 0,035 dan 0,026]) setelah diminumkan. Sedangkan pada menit ke-30 setelah penerimaan ekstrak tersebut tidak memberikan nilai yang bermakna&lt;br /&gt;(p &gt; 0,05 [p = 0,180]). Kemudian dari sisi keamanan (safety) dari pemberian ekstrak tersebut selama masa studi tidak ditemukan adanya keluhan atau efek samping obat (adverse event drugs) yang bermakna pada semua subjek ujinya. Selanjutnya, hasil studi tersebut dapat disimpulkan bahwa efek kerja (efficacy) dari ekstrak jinten hitam (nigella sativa) belum nampak jelas pada menit ke-30 pasca pemberiannya.namun demikian, efek kerjanya mulai jelas terlihat setelah menit ke-90 pasca pemberiannya, dan efek kerjanya semakin jelas dan meningkat setelah menit ke -150 pasca pemberiannya. Mekanisme hipoglikemiai yang terjadi selama masa studi tersebut masih diperkirakan pada beberapa aspek, yaitu menurunkan angka glukoneogenesis (proses pembentukan gula darahyang terjadi melalui pengubahan senyawa-senyawa yang bukan dari jenis glukosa [seperti lemak dan protein] dari tempat penyimpanan atau cadangannya di dalam tubuh), meningkatkan glikolisis (proses penghancuran glukosa di dalam suatu sel atau jaringan tubuh, yang akan digunakan sebagai salah satu bahan untuk memungkinkan terjadinya proses metabolisme tingkat selnya) di jaringan perifer, menghambat pengeluaran hormon kontra regulator, meningkatkan sekresi insulin, meningkatkan sensitivitas insulin pada sel-sel otot dan hati, dan menghambat proses absorbsi (penyerapan) glukosa di usus.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei pasien-pasien kencing manis (diabetes mellitus) kronis, sekitar 5 sampai 10 pasien yang menerima habbatus sauda’, alhamdulillah, dari pasien yang telah divonis dokter dengan komplikasi sistemik (menyeluruh ke seluruh tubuhnya), dengan adanya borok yang sangat berbau (ulkus gangrene diabetes mellitus), kelainan nyeri dada (ischemic heart disease) dan stroke ringan-sedang, serta pengobatan rutinnya dengan insulin, sampai pasien diabetes mellitus berderajat ringan-sedang, dapat distabilkan/dinormalkan kadar gula darahnya, rata-rata minimal setelah pengonsumsian habbatus sauda’ (berbentuk kapsul) 1,5 hingga 2 bulan, dengan dosis pemberian 200 – 300 mg/kg berat badan, dibagi dalam 3 kali pemberian dengan cara diminum, setelah makan, dan juga dapat dikombinasi dengan minyak zaitun dengan dosis 3 kali dengan takaran ½ sampai 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebagai antikolesterol&lt;br /&gt;Mekanisme antikolesterol yang dihasilkan nigella sativa sama seperti yang telah dijelaskan pada studi-studi mekanisme nigella sativa sebagai antioksidan, yang secara umum berperan dalam penghambatan terjadinya proses peroksidase lipid non-enzimatik sel dan sebagainya. Salah satu studi paling mutakhir terpublikasi, yang dilakukan pada 17 penderita dislipidemia (kelainan kadar-kadar kolesterol, trigliseride, HDL, dan LDL dalam darah), berusia 40 sampai 70 tahun, oleh Tissera MHA et al pada tahun 1997, melaporkan terjadinya penurunan kadar-kadar kolesterol total, LDL, dan trigliseride, dan peningkatan kadar HDL secara bermakna pada para penderita dislipidemia yang menerima ekstrak minyak nigella sativa dengan dosis pemberian 2 x ½ sendok teh (2,5 ml)/hari, dengan cara diminum, selama 1 bulan.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei pasien-pasien berpenyakit kelainan kadar kolesterol darah/dislipidemia, baik peningkatan trigliseride, kilomikron, dan LDL, sekitar 5 sampai 7 pasien, alhamdulillah, dapat distabilkan semuanya rata-rata minimal setelah menjalani pengobatan selama 1,5 sampai 2 bulan. Pengonsumsian habbatus sauda’ (berbentuk kapsul) dengan dosis pemberian 100 – 200 mg/kg berat badan, dibagi dalam 3 kali dengan cara diminumkan, setelah makan, dan dapat juga dikombinasi dengan minyak zaitun dengan dosis 3 kali dengan takaran ½ sampai 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sebagai BRM dan antikanker&lt;br /&gt;Beberapa studi mutakhir melaporkan bahwa BRM (Biological Response Modiffier) dapat meningkatkan imunitas (jumlah sel darah putih dan proliferasi [pematangan] sel limfosit), hasil khemoterapi (terapi kimia untuk pengobatan kanker, seperti cyclophosphamide), dan terapi adjuvant (tambahan) pada hepatocarcinoma atau kanker hati (seperti fluouracyl), serta menghambat penurunan sel darah putih akibat pemberian khemoterapi (sebelumnya), penyebaran dan pertumbuhan kanker. BRM juga dilaporkan aman untuk penggunaan jangka panjang. Hasil studi-studi lainnya juga melaporkan bahwa BRM menunjukkan efek cytotoxic terhadap cell line kanker manusia, antikanker hati, imunomodulasi (peningkatan fungsi sel-sel limfosit T dan B, sel NK [natural killer], sel makrofage, sel CTL, produksi IL-2 dan 3, TNF-β4, dan menghambat apoptosis [pematian sel terprogram] secara spontan pada sel thymus normal). Studi mutakhir mengenai BRM yang dilakukan secara in vitro oleh Effendy, S., dan Reksodiputro, AH., Jakarta 2000, melaporkan bahwa ekstrak ethanol dapat menginduksi apoptosis , baik terhadap sel limfoid maupun sel kanker leukemia (non specific cells), BRM dapat memacu apoptosis selektif pada sel-sel kanker (mieloid) sampai dengan 52 %, BRM dapat meningkatkan viabilitas (pengaktifan) sel-sel imun – effector (limfoid) sampai 72 %, BRM dengan ethanol dapat meningkatkan efek potensiasi (penguatan) apoptosis terhadap sel kanker leukemia (salah satu kanker ganas sel darah putih), dan BRM dapat menimbulkan efek apoptosis pada sel kanker leukimia melalui jalur yang lebih spesifik daripada sifat umum jalur apoptosis yang dapat ditimbulkan oleh ethanol.&lt;br /&gt;Studi BRM mutakhir lainnya yang dilakukan oleh Sajuthi, D., et al di Bogor tahun 2002 juga melaporkan bahwa peningkatan dosis BRM dapat menunjukkan peningkatan efektivitas penghambatan pertumbuhan sel-sel tumor dan kanker, melalui mekanisme kerja yang sinergis antara stimulasi sistem imun dan penghambatan aktivitas proses pembelahan sel-sel tumor/kanker dan peningkatan apoptosis sel tumor.&lt;br /&gt;Ekstrak nigella sativa dianggap suatu BRM karena banyak studi-studi mutakhir yang menunjukkan bahwa ekstrak nigella sativa sangat beracun (toksik) terhadap pertumbuhan dan perkembangan sel-sel kanker (cytotoxic). Dari studi-studi tersebut, ternyata zat-zat aktif utama dari ekstrak nigella sativa (thymoquinone dan dithymoquinone) dapat menghambat sel-sel tumor dan kanker, walaupun sel-sel ini telah kebal terhadap pengobatan antikanker sebelumnya, seperti cisplatine dan doxorubicine.&lt;br /&gt;Studi mengenai aktivitas antikanker dari ekstrak nigella sativa pertama kali dilakukan oleh El-Kadi dan Kandil, yang melaporkan bahwa pemberian ekstrak nigella sativa akan memperkuat aktivitas sel-sel natural killer (NK) sebesar ± 200 – 300 % pada pasien-pasien yang menderita kanker dan sudah menjalani program pengobatan imunoterapi (salah satu jenis pengobatan kanker).&lt;br /&gt;Studi lainnya yang dilakukan pada kasus-kasus keganasan secara topical (jaringan kulit), pada hewan uji tikus, menunjukkan bahwa ekstrak nigella sativa yang dikombinasikan dengan crocus sativus dapat menghambat dua tingkat fase pertumbuhan dan perkembangan, yaitu fase inisiasi dan fase promosi pada selsel kanker kulit (papilloma dan skin carcinoma formations). Pada studi ini juga menunjukkan bahwa ekstrak nigella sativa dapat menghambat terjadinya aktivitas 20-methylcholantrene yang diinduksi oleh kanker ganas jaringan lunak Sarkoma. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa ekstrak nigella sativa mengandung asam-asam lemak yang secara eksperimen dari jaringan/hewan uji (in vitro) dapat menimbulkan efek aktivasi penghancuran sel-sel kanker (cytotoxic) sebesar 50 % terhadap kanker-kanker hati (Ehrilch ascites carcinoma [EAC]), Dalton’s lymphoma ascites (DLA), dan sel kanker ganas Sarkoma-180, dan secara eksperimen dari hewan uji pada tikus dapat menghambat perkembangan EAC secara sempurna.&lt;br /&gt;Thymoquinone dan dithymoquinone (suatu zat aktif yang terkandung dalam nigella sativa) memiliki efek aktivasi penghancuran sel-sel kanker (cytotoxic) lebih baik terhadap pertumbuhan sel-sel tumor/kanker yang telah 10 kali lebih kebal terhadap pemberian obat-obatan kanker doxorubicine dan etoposide. Pada studi lainnya, yang dilakukan pada tikus betina Swiss, menunjukkan bahwa thymoquinone menurunkan insidensi (angka kejadian) dan pelipatgandaan aktivitas benzo-α-pyrene dan 20-methylcholanthrene yang terinduksi oleh sel-sel kanker ganas fibrosarkoma yang terjadi sampai 70 %.&lt;br /&gt;Pada studi lainnya, fraksi kromatografi kolum ethyl-acetat (CC5)pada ekstrak ethanol nigella sativa juga menunjukkan efek cytotoxic terhadap pertumbuhan beberapa sel-sel kanker yang berbeda, seperti Hep.G2, Molt.4, dan Lewis lung carcinoma – salah satu jenis kanker paru-paru. Pada studi selanjutnya dilaporkan bahwa CC5 dan α-hydrine (AH) yang terkandung dalam ekstrak nigella sativa menghasilkan suatu dosis dependen yang dapat menghambat laju pertumbuhan sel-sel tumor/kanker dan sebanding dengan penggunaan antikanker cyclophosphamide – salah satu obat kanker.&lt;br /&gt;Studi-studi mutakhir terpublikasi mengenai efek nigella sativa melaporkan bahwa ekstrak nigella sativa – terutama zat-zat aktifnya, seperti thymoquinone – memiliki banyak khasiat penghambatan dan pematian terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel kanker pada tubuh manusia. Di antaranya dapat berfungsi sebagai potentian chemopreventive, cytotoxic, antiangiogenic activity (aktivitas pertumbuhan faktor-faktor pembentukan formasi pembuluh-pembuluh darah baru pada proses keganasan/kanker). Dan hipoksia-induced angiogenesis [HIF-1α] (pada para pasien yang menderita kanker payudara, kolon [usus besar], dan prostat), dan pencetus apoptosis (pematian sel-sel kanker secara terprogram) pada pasien-pasien yang menderita kanker colorectal (usus besar).&lt;br /&gt;Beberapa studi paling mutakhir terpublikasi, telah dilakukan oleh Notwood dan Farah. Norwood et al pada tahun 2006 telah melakukan studi klinis secara in vitro yang bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan mekanisme aksi dari beberapa antioksidan (scavenger of ROS – Reactive Oxygen Species [zat radikal bebas yang sangat reaktif di dalam tubuh – sangat mengganggu terjadinya proses metabolisme pada sel/jaringan tubuh, sehingga memungkinkan sekali terjadinya kerusakan daripadanya- yang terbentuk dari beberapa senyawa atau unsure yang mengandung oksigen]) yang dapat berperan sebagai agent khemoterapi, yaitu thymoquinone (nigella sativa), Epigallocatechin-3-gallate – EGCG (green tea), dsn 5-fluorouracil (5-FU), serta mengevaluasi dosis efektif dari ketiga antioksidan tersebut dalam pengobatan kanker usus besar. Hasil studi ini menunjukkan bahwa ketiga antioksidan tersebut dapat menimbulkan aksi peningkatan penghancuran sel kanker (apoptosis) dimulai sejak 24, 48, dan 72 jam setelah pemberian dan faktanya mulai bekerja dari kedua antioksidan tersebut (thymoquinone dan EGCG) hamper sama dengan 5-FU. Adanya data ini dapat dijadikan sebagai suatu kesimpulan bahwa thymoquinone (nigella sativa) dan EGCG (green tea) secara in vitro dapat berperan sebagai sebagai suatu agent khemoterapi seperti agent khemoterapi lainnya yang sudah standar (yaitu 5-FU) pada pengobatan kanker kolon.&lt;br /&gt;Sebelumnya Farah et al pada tahun 2005 juga telah melakukan studi klinis secara in vitro yang bertujuan untuk menentukan perbandingan aspek kemanfaatan (efficacy aspect) dan aspek keamanan (safety aspect) thymoquinone (Black Seed) dengan vitamin E terhadap dampak metabolisme tingkat sel, dari sel A549 (MDA) yang dikultur selama 24, 48, dan 72 jam. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa thymoquinone secara bermakna menurunkan level MDA selama masa studi. Sebaliknya, vitamin E menimbulkan efek toksisitas dan kerusakan sel A549 tersebut lebih besar disbanding efek proteksi selnya.&lt;br /&gt;Data lainnya yang didapat adalah 24 jam setelah pemberian thymoquinone – terhadap sel A549 tersebut – menunjukkan adanya aktivitas perbaikan/pemulihan (berupa sintesis protein) metabolisme tingkat sel tertinggi disbanding vitamin E. setelah 72 jam pemberian thymoquinone aktivitas pemulihan metabolisme tingkat sel ini mulai mengalami penurunan sampai tingkat terendah, begitu juga dengan pemberian vitamin E. kemudian jumlah sel yang mengalami kerusakan atau kelainan perkembangan (akibat terjadinya metabolisme sel A549 tersebut), juga mengalami penurunan secara bermakna setela 24 jam pemberian thymoquinone dan masih terus mengalami penurunan yang bermakna selama masa studi tersebut, disbanding dengan pemberian vitamin E. Adanya data ini dapat dijadikan sebagai suatu kesimpulan bahwa thymoquinone (Black Seed) memiliki efektivitas yang sangat besar terhadap viabilitas (keutuhan/kehidupan) dan fungsi suatu sel.&lt;br /&gt;Studi-studi mutakhir lainnya juga menunjukkan bahwa thymoquinone juga dapat mencegah beberapa efek samping yang ditimbulkan dari pengobatan-pengobatan kanker terhadap tubuh, seperti CCl4 (toksik pada hati dan ginjal) dan lain-lain.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei pasien-pasien yang mengalami kanker leukemia, tumor payudara, dan peningkatan kadar hiperbilirubin akibat penyakit hati/sirosis hepatic, sekitar 5 pasien. Alhamdulillah, seorang pasien telah mengalami penurunan kadar bilirubin secara bermakna (dari 11 menjadi 2 – 3 skala laboratorium standar) dalam waktu 3 hari, tiga pasien yang lain mengalami penurunan angka leukosit (dari 145.000 menjadi 5.000 – 7.000 skala laboratorium standar) dalam waktu rata-rata minimal 1 bulan – tanpa menggunakan khemoterapi, dan seorang pasien lagi mengalami penghilangan tumor payudara – berdasarkan pemeriksaan klinis spesialis bedah dan pemeriksaan CT-scan dan pencitraan standar lainnya. Pengonsumsian habbatus sauda’ (bentuk kapsul) dengan dosis pemberian 100 – 200 mg/kg berat badan, dibagi dalam 4 – 5 kali pemberian kepada pasien dengan diminumkan, setelah makan, dan dapat juga dikombinasi dengan minyak zaitun dan madu cair dengan dosis 3 kali dan takaran 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;6. Efek habbatus sauda’ terhadap sistem imunitas tubuh&lt;br /&gt;Beberapa studi telah dilakukan untuk meneliti dan mengevaluasi efektivitas ekstrak nigella sativa pada sistem imun (kekebalan) tubuh manusia dan hasilnya membuktikan bahwa ekstrak nigella sativa dapat merangsang dan memperkuat sistem kekebalan tubuh manusia melalui peningkatan jumlah, mutu dan aktivitas sel-sel kekebalan tubuh manusia secara bermakna.&lt;br /&gt;Salah satu studi yang dilakukan oleh El-Kadi dan Kandil melaporkan bahwa efek nigella sativa terhadap sistem imun tubuh setelah diberikan pada orang sehat dengan dosis 2 x 1 g/hari ternyata dapat memperkuat fungsi-fungsi imun tubuh, yang manifestasinya ditunjukkan dengan terjadinya perbaikan/peningkatan rasio sel limfosit T helper (Th-4), sel limfosit T suppressor (Ts-8) dan aktivitas sel natural killer (NK). Namun demikian, terdapat penurunan pada beberapa kadar immunoglobulin/antibody (seperti IgA, IgG, dan IgM). Studi lebih lanjut yang dilakukan oleh Haq, et al melaporkan bahwa efek ekstrak nigella sativa dapat memperkuat produksi interleukin-3 (IL-3) pada sel-sel limfosit manusia dan meningkatkan interleukin-1beta (IL-1β) yang dihasilkan pada sel-sel makrofage tubuh.&lt;br /&gt;Studi lainnya pada kultur sel-sel limfosit yang dilakukan juga oleh Haq et al melaporkan bahwa ekstrak nigella sativa dan protein-protein yang terkandung di dalamnya dapat menghasilkan efek stimulator pada sistem imun tubuh yang sebanding dengan efek supressornya. Efek stimulator tersebut ditunjukkan dengan adanya protein-protein (P1 dan P2) dari ekstrak nigella sativa yang terfraksinasi (fractionated proteins), yang menghasilkan efektivtas maksimum pada kadar 10 αg/ml, dan produksi TNF-α (tumour necrotizing factors-α), baik pada sel-sel yang telah dan yang belum teraktivasi oleh mitogen (yang dapat menimbulkan mitosis/pembelahan sel). Sedangkan efek suppressor dari ekstrak nigella sativa tersebut ditunjukkan dengan terjadinya aktivasi sel-sel limfosit akibat adanya poked-weed mitogen (salah satu jenis zat yang bersifat mitogen). Studi tersebut juga melaporkan bahwa dari media kulturnya, yang terdiri dari sel-sel mononuclear (seperti makrofage dan limfosit) yang nonaktif pada darah perifer, ditunjukkan bahwa ekstrak nigella sativa dapat memproduksi banyak sekali sel-sel IL-1β (dengan tidak menunjukkan efek sekresi IL-4).&lt;br /&gt;Studi lainnya yang dilakukan melalui pengamatan terhadap fraksi (bagian) kromatografi ethyl-acetate ekstrak ethanol nigella sativa juga telah dilaporkan bahwa ekstrak nigella sativa tersebut dapat memperkuat respons kekebalan sel tubuh manusia.&lt;br /&gt;Studi-studi mutakhir lainnya melaporkan bahwa ekstrak nigella sativa dapat menghasilkan efek penghambatan pada aktivitas virus HIV (human immunodeficiency virus) yang dapat menyebabkan penyakit AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) - walaupun mekanisme yang mendasarinya belum dapat diidentifikasikan lebih lanjut, menyembuhkan penyakit-penyakit alergi dan asma bronkhial (melalui mekanisme-mekanisme penstimulasian sel-sel limfosit T helper-1 [Th-1] dan penghentian proses peradangan yang ditimbulkan oleh sel-sel eosinofil secara selektif pada aliran darah dan dinding saluran nafas), dan menyembuhkan penyakit-penyakit infeksi virus seperti flu, cacar, herpes, infeksi saluran kemih (akut dan kronis), penyakit peradangan pada pelvis/rongga panggul (neuroimmune appendicitis, Crohn’ disease [inflammatory bowel syndrome], dan kanker usus besar), dan kelumpuhan pada persarafan wajah akibat peradangan atau infeksi (cerebral facial palsy) – melalui mekanisme penstimulasian BCG-like Th-1.&lt;br /&gt;Salah satu studi paling mutakhir terpublikasi yang dilakukan pada 152 pasien yang menderita penyakit alergi (rhinitis alergica) seperti pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, asma bronchial, dan dermatitis kontak alergi (eksim atopik pada kulit) oleh Kalus, U. et al yang dilakukan di Jerman tahun 2003 melaporkan bahwa ekstrak nigella sativa yang diberikan dalam bentuk kapsul dengan dosis 40 – 80 mg/kg/hari dengan cara diminumkan dapat menurunkan kepekaan individu terhadap rangsang alergi – yang ditunjukkan dengan terjadinya penurunan nilai-nilai dari suatu skala yang mengukur kepekaan terhadap allergen, yaitu subjective severity of target symptoms, dan terbukti dapat digunakan sebagai terapi adjuvant (tambahan) untuk penyakit-penyakit alergi tersebut.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei sekitar 20 sampai 30 pasien yang mengalami penurunan daya tahan tubuh, terutama pasien-pasien kanker yang sedang menjalani khemo/radioterapi dengan pengonsumsian habbatus sauda’ (berbentuk kapsul) dengan dosis pemberian 200 – 300 mg/kg berat badan, dibagi dalam 3 kali pemberian dengan cara diminumkan, setelah makan, dan dapat juga dikombinasi dengan minyak zaitun dan madu cair dengan dosis 3 kali dan takaran 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sebagai antiperadangan dan antinyeri&lt;br /&gt;Banyak studi yang telah dilakukan untuk meneliti dan mengevaluasi efektivitas ekstrak nigella sativa sebagai antiinflamasi/peradangan dan antinyeri/analgesia, dan hasilnya membuktikan bahwa nigellone - suatu polimer karbonil dari thymoquinone, dithymoquinone, thymohydroquinone (zat-zat aktif yang terkandung dalam ekstrak nigella sativa) dapat berfungsi sebagai fasilitas antiinflamasi dan zat yang diharapkan untuk pencegahan dan pengontrolan pada penyakit-penyakit asma bronkhial dan yang disebabkan oleh kondisi-kondisi alergi. Di Arab Saudi dan negara-negara tetangganya telah menggunakan ekstrak nigella sativa sebagai obat anti asma bronchial. Indikasi ini juga bersamaan dengan penggunaannya sebagai pengobatan topical (pengobatan melalui jaringan kulit) untuk mengatasi keluhan nyeri dan kekakuan pada sendi-sendi tulang tubuh.&lt;br /&gt;Salah satu studi yang dilakukan oleh Houghton et al pada hewan uji tikus melaporkan bahwa ekstrak minyak nigella sativa dengan zat aktifnya thymoquinone dapat menghambat aktivitas jalur cyclooxygenase (COX) dan 5-lipooxygenase (5-LOX) dari metabolisme arakhidonat sel-sel leukosit peritonealnya, yang ditunjukkan melalui mekanisme penghambatan dosis dependen formasi thromboksan B2 (Tx-B2) dan leukotriens B4 (LTs-B4). Studi ini kemudian dilanjutkan oleh Mutabagani, El-Mahdi, dan AL-Ghamdi yang memperkuat hasil studinya, bahwa ekstrak minyak nigella sativa memang dapat menghambat aktivitas jalur COX dan 5-LOX dari metabolisme arakhidonatnya tersebut, dan hasilnya relative sebanding dengan efek dari penggunaan indometacine dan aspirine - keduanya termasuk obat antiinflamasi non steroid (AINS).&lt;br /&gt;Menurut Houghton et al dalam salah satu studinya menyatakan bahwa mekanisme antiinflamasi dari ekstrak minyak nigella sativa berhubungan dengan penghambatan pada pembentukan zat (sintesis) eicosanoid, sedangkan mekanisme antinyeri (analgesia) dari ekstrak minyak nigella sativa berhubungan dengan aktivasi reseptor opiate pada system saraf pusat (otak), yaitu reseptor-reseptor supraspinal mu 1 [μ1] (yang dapat menimbulkan efek-efek analgesia [penghilang rasa nyeri], euphoria [rasa senang hati/gembira], dan penurunan suhu [hipotermia]) dan kappa-opioid (yang dapat menimbulkan efek-efek spinal analgesia, depresi [menurunkan frekwensi] nafas, miosis [mengecilkan bola mata/pupil], dan hipotermia), yang mana aktivasi ini dapat diperoleh dari efek antinosiseptik ekstrak minyak nigella sativa, dan juga dari efek-efek antagonis pada obat-obatan naloxone, naloxonazine dan nor-binaltorphimine.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei sekitar 20 sampai 30 pasien yang mengalami pegal linu (myalgia) dan rematik (rheumatoid arthritis). Alhamdulillah, pasien mengalami penyembuhan rata-rata minimal setelah penggunaan selama 3 sampai 4 minggu. Pengonsumsian habbatus sauda’ (berbentuk kapsul) dengan dosis pemberian 80 – 100 mg/kg berat badan, dibagi dalam 3 kali pemberian dengan cara diminumkan, setelah makan, dan dapat juga dikombinasi dengan minyak zaitun dan madu cair dengan dosis 3 kali dengan takaran ½ sampai 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sebagai antihistamin&lt;br /&gt;Studi mengenai efek antihistamin pertama kali dilakukan oleh El-Dakhakhany, yang melaporkan bahwa thymoquinone – salah satu zat aktif dari nigella sativa – dapat menghentikan proses penyempitan saluran nafas (bronchospasme) yang telah terinduksi oleh histamin pada musang. Hasil studi lainnya yang dilakukan secara in vitro oleh Chakarvati menunjukkan bahwa nigellone – salah satu polimer karbonil thymoquinone – secara efektif dapat melepaskan histamin dari sel-sel mast (basofil) darah melalui penurunan kadar kalsium intrasel dan penghambatan aktivitas protein kinase C.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan data dari hasil studi ilmiah terbaru berdasarkan penelitian mutakhir pada tahun 2008, yang dilakukan oleh Arantrinita di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang menunjukkan bahwa pemberian habbatus sauda’ (minyak jinten hitam) dengan dosis 30 μ/20 g berat badan pada seekor mencit per hari terbukti dapat menurunkan angka limfosit CD4+ bronchus mencit Balb/C model alergi inflamasi.&lt;br /&gt;Hasil dari studi-studi tersebut juga menunjukkan bahwa efek-efek yang dapat ditimbulkan tersebut, bersamaan dengan efek-efek antiinflamasi dan analgesia, dapat mendukung penggunaan ekstrak nigella sativa untuk pengobatan penyakit-penyakit eksim (dermatitis kontak alergi), asma bronkhial, akibat sengatan kalajengking serta laba-laba, dan akibat gigitan kucing, anjing, serta ular.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei penyembuhan pasien-pasien yang mengalami batuk-pilek alergi dan biduran (urtikaria), sekitar 40 sampai 50 pasien. Alhamdulillah, setelah satu kali 24 jam mengonsumsi habbatus sauda’ pasien mengalami penyembuhan. Pengonsumsian habbatus sauda’ (berbentuk kapsul) dengan dosis pemberian 80 – 100 mg/kg berat badan, yang dibagi dalam 3 kali pemberian pada pasien dengan cara diminumkan, setelah makan, dan dapat juga dikombinasi dengan minyak zaitun dan madu cair dengan dosis 3 kali dan takaran ½ sampai 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;9. Sebagai obat penyakit asma bronkhial&lt;br /&gt;Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, bahwa di Arab Saudi dan negara-negara tetangganya telah menggunakan ekstrak minyak nigella sativa sebagai obat antiasma bronkhial. Hasil dari beberapa studi menunjukkan bahwa nigellone – sebagai suatu polimer dari thymoquinone – terbukti berperan sebagai suatu zat pencegah (profilaksis) dan pengobatan yang terbaik untuk penyakit-penyakit asma bronchial dan bronchitis asmatis, dan ternyata penggunaannya lebih efektif diberikan pada penderita anak-anak dibandingkan pada penderita dewasa.&lt;br /&gt;Hasil studi lainnya yang dilakukan oleh El-Tahir et al pada hewan uji tikus menunjukkan bahwa ekstrak minyak nigella sativa secara sentral dapat memperbaiki pernafasan dan tekanan saluran nafas (intra trakhea), yang mana efek ini hamper sama dengan efek yang ditimbulkan oleh endometacine, hydrocortisone, dan diethyl carbamazine (obat-obatan antiinflamasi/peradangan) dan berlawanan dengan efek yang ditimbulkan oleh mepyramic, atropine, dan reserpine.&lt;br /&gt;Hasil studi mutakhir yang dilakukan oleh Aqel, MB dam Smith, LJ juga melaporkan bahwa mekanisme ekstrak nigella sativa dan tanaman obat-obatan (herbal medicine) lainnya untuk menyembuhkan penyakit asma bronchial ditunjukkan melalui penghambatan aktivitas jalur cyclooxygenase (COX) dan lipooxygenase (LOX) dari metabolisme arakhidonat dan leukotriens (LTs) yang merupakan salah satu zat biokimia yang memproduksi terjadinya proses inflamasi dan penyempitan pada saluran nafas – yang kekuatannya 1000 kali zat histamin, dan pelepasan zat-zat histamin dari sel-sel mast (basofil) darah secara kuat.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan data dari hasil studi ilmiah terbaru berdasarkan penelitian mutakhir tahun 2008, yang dilakukan oleh Arantrinita di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang menunjukkan bahwa pemberian habbatus sauda’ (minyak jinten hitam) dengan dosis 30 μ/20 g berat badan pada seekor mencit per hari terbukti dapat menurunkan angka limfosit CD4+ bronchus mencit Balb/C model alergi inflamasi.&lt;br /&gt;Penulis juga mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei pasien-pasien asma bronkhial, sekitar 6 sampai 7 pasien. Alhamdulillah, mengalami perbaikan yang bermakna dalam waktu satu kali 24 jam setelah pemberian habbatus sauda’. Pengonsumsian habbatus sauda’ (berbentuk kapsul) dengan dosis pemberian 80 – 100 mg/kg berat badan, yang dibagi dalam 3 kali pemberian pada pasien dengan cara diminumkan, setelah makan, dan dapat juga dikombinasi dengan minyak zaitun dan madu cair dengan dosis 3 kali dan takaran ½ sampai 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sebagai antiinfeksi (bakteri, virus, dan parasit)&lt;br /&gt;Studi yang pertama kali dilakukan oleh Topozala et al dan dilanjutkan oleh El-Fatatry melaporkan bahwa fraksi fenol dan volatile oil dari ekstrak minyak nigella sativa dapat meningkatkan aktivitas system imun tubuh untuk membunuh kuman-kuman (bakteri) gram positif. Hasil studi lainnya yang dilakukan oleh Hanafi dan Hatem melaporkan bahwa diethyl ether dari ekstrak nigella sativa dapat menghambat dan menghentikan aktivitas dan kehidupan bakteri-bakteri gram positif, seperti bakteri Staphylococcus aureus, dan gram negatif seperti bakteri Pseudomonas aeroginosa dan Escherichia coli, dan juga menunjukkan efek sinergistik (saling memperkuat efektivitas) terhadap obat-obatan antibiotic lainnya, seperti spectinomycine, erythromycine, tobramycine, doxycycline, chloramphenicol, nalidixic acid, ampicillin, lincomycine, dan cotrimoxazole. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas dan kehidupan dari Candida albicans – salah satu jenis jamur. Pada studi terbaru ditunjukkan bahwa ekstrak nigella sativa dapat berperan baik pada pengobatan bakteri-bakteri gram positif dan negatif yang telah resisten terhadap pengobatan multi antibiotic sebelumnya.&lt;br /&gt;Studi lainnya yang dilakukan oleh Salem, MI dan Hossain, MS pada hewan uji tikus melaporkan bahwa ekstrak nigella sativa secara mencolok menghambat dan mematikan aktivitas virus (cytomegalovirus) yang ada di dalam limpa dan hati, melalui mekanisme peningkatan produksi dan fungsi dari sel interferon gamma (IFN-γ).&lt;br /&gt;Studi lainnya yang dilakukan oleh Akhtar dan Riffat, serta Agarwal, R et al melaporkan bahwa ekstrak nigella sativa dan fraksi alkohol yang terkandung di dalamnya dapat menurunkan persentase jumlah telur-telur cacing, seperti earth worms (Pheritima posthuma, Ascaris lumbricoides, Ankylostoma duodenale, Necator americanus, dan Oxyuris oxyuria), tapeworms (Taenia solium), hookworms (Bunostomum trigonocephalum), dan nodular worms (Oesophagustomum colombionum) dalam feses anak-anak penderita cacingan saat diberikan dengan cara meminumkannya dengan dosis 1 ml/kg (dalam sediaan ekstrak minyak menthol) dan 200 mg/kg (dalam keadaan serbuk), yang sebanding dengan pemberian obat-obat cacing lainnya, seperti netobimine (20 mg/kg) dan piperazine (upixone). Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa ekstrak nigella sativa dapat mencegah terjadinya kerusakan hati akibat infeksi dari cacing Schistosoma Mansoni.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei pasien-pasien, sekitar 10 sampai 20 % pasien yang berpenyakit ISPA/influenza dan satu pasien berpenyakit TBC (tuberculosis) paru-paru. Pengonsumsian habbatus sauda’ (berbentuk kapsul) dengan dosis pemberian 80 – 100 mg/kg berat badan, yang dibagi dalam 3 kali pemberian pada pasien dengan cara diminumkan. Untuk influenza/ISPA, atau 100 – 200 mg/kg berat badan, yang dibagi dalam 3 kali pemberian pada pasien dengan cara diminumkan, begitu juga untuk penyakit TBC, obat tersebut diminum setelah makan, dan dapat juga dik,,.inasi dengan minyak zaitun dan madu cair dengan dosis 3 kali dan takaran ½ sampai 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Sebagai antipanik (anxietas) dan depresi&lt;br /&gt;Studi mutakhir terpublikasi pada hewan uji mencit yang dilakukan oleh Parvahdeh, S dan Hosseinzadeh, H pada tahun 2003 melaporkan bahwa thymoquinone yang diberikan dengan dosis 80 mg/kg/hari, dengan cara diminumkan, tidak menimbulkan efek hipnotik, tetapi akan menimbulkan relaksasi otot. Sedangkan pemberian dengan dosis 1 – 2 mg/kg/hari, dengan cara diminumkan, dapat menekan aktivitas lokomotor pada system saraf pusat dan perilaku yang berhubungan dengannya. Hasil studi ini menunjukkan bahwa thymoquinone dapat berperan sebagai obat antipanik (antianxietas) melalui mekanisme-mekanisme perelaksasian otot (perangsangan pada reseptor gamma [γ], yang dapat menimbulkan efek penghambatan aktivitas sel-sel otot) dan menurunkan aktivitas lokomotor pada system saraf pusat.&lt;br /&gt;Hasil studi terpublikasi paling mutakhir yang dilakukan oleh Al-Naggar, TB et al di Spanyol pada tahun 2003 menunjukkan bahwa ekstrak menthol yang terkandung dalam nigella sativa juga dapat mempengaruhi aktivitas system saraf pusat dan menimbulkan efek antidepresi yang kuat terhadap tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Efek habbatus sauda' terhadap system saluran pencernaan&lt;br /&gt;Studi-studi yang dilakukan di Yunani telah melaporkan bahwa ekstrak nigella sativa dapat digunakan untuk penyembuhan sakit perut dan berfungsi sebagai zat-zat yang dapat memperlancar pencernaan, pencahar, dan gangguan pada saluran empedu hati (antijaundice). Studi lainnya yang dilakukan pada hewan uji musang oleh Chopra et al melaporkan bahwa serbuk ekstrak nigella sativa yang diberikan dengan cara diminumkan dapat mempermudah pengeluaran gas flatus (kentut) dari dalam tubuh, sedangkan nigellone (salah satu polimer karbonil thymoquinone) dapat berfungsi sebagai antagonis (penghambat) aktivasi terjadinya kontraksi pada saluran pencernaan yang telah terinduksi oleh zat histamin.&lt;br /&gt;Studi lainnya yang dilakukan pada hewan uji tikus oleh El-Dakhakhani et al melaporkan bahwa ekstrak nigella sativa dapat menurunkan sekresi (pengeluaran) gastrin – salah satu hormone eksokrin tubuh pada organ lambung dan usus halus – dan menyembuhkan perlukaan/borok (ulkus) pada lambungnya. Hasil dari studi ini juga menunjukkan bahwa pemberian nigella sativa dapat melindungi dinding lambung dan saluran pencernaan terhadap terjadinya ulkus sampai dengan 53,56 % dengan cara meningkatkan kadar musin (salah satu hormone eksokrin tubuh di organ lambung dan usus halus) dan glutathione (salah satu zat antioksidan yang dapat memperbaiki kondisi sel-sel lambung dan saluran pencernaan), serta menurunkan kadar zat histamin (yang terkandung dan disekresi lambung dan saluran pencernaan) dan formasi pembentukan ulkus pada organ-organ tersebut.&lt;br /&gt;Studi mutakhir lainnya yang dilakukan pada hewan uji kelinci, melaporkan bahwa ekstrak nigella sativa pada dosis 0,1 – 3 mg/ml dapat menunjukkan efek perelaksasian otot-otot polos dinding saluran pencernaan secara spontan, dan efek penghambatan kontraksi otot-otot polos tersebut yang telah terinduksi oleh ion kalium, yang terjadi melalui mekanisme calcium channel blockade (penutupan pintu masuk ion kalsium [Ca2+]) pada sel-sel saluran pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Efek habbatus sauda' terhadap system perdarahan&lt;br /&gt;Di Kuwait, ekstrak nigella sativa dan lemak alami digunakan untuk pengobatan perdarahan dari hidung (epistaksis). Studi yang dilakukan pada hewan uji tikus oleh Ghoneim et al di Kuwait pada tahun 1983 melaporkan bahwa minyak-minyak yang terkandung dalam ekstrak nigella sativa secara bermakna dapat memperpendek atau mempercepat terjadinya proses perdarahan (ditunjukkan oleh nilai indikator waktu perdarahan [bleeding time - BT] yang rendah), dan terjadinya pembekuan darah (yang ditunjukkan oleh nilai indikator waktu pembekuan darah [clotting time - CT] yang rendah).&lt;br /&gt;Salah satu studi mutakhir terpublikasi yang dilakukan pada pasien oleh Tissera, MHA et al pada tahun 2001 melaporkan terjadinya peningkatan kadar Hb (haemoglobin) dan sel darah merah (erythrosit) secara bermakna pada para pasien yang menderita anemia defisiensi, anemia karena gangguan pada sumsum tulang belakang, dan snemia karena kehamilan, yang menerima ekstrak minyak nigella sativa dengan dosis pemberian 2 x ½ sendok teh (2,5 ml)/hari dengan cara diminumkan selama dua bulan.&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan beberapa pengalaman klinis pada survei pasien-pasien kanker, sekitar 10 pasien, yang mengalami perdarahan pasca persalinan, kurang darah (anemia) dalam kehamilan/persalinan, mual-muntah dalam kehamilan (hiperemesis gravidarum), ASI terhambat/lactagoge (pasca persalinan), penambah nafsu makan, stamina dan gairahhidup, mengatasi lemah syahwat dan ejakulasi dini, dan lain-lain. Pengonsumsian habbatus sauda’ (berbentuk kapsul) dengan dosis pemberian 40 – 80 mg/kg berat badan, yang dibagi dalam 3 kali pemberian pada pasien dengan cara diminumkan, setelah makan, dan dapat juga dikombinasi dengan madu cair dengan dosis 3 kali dan takaran ½ sampai 1 sendok teh setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari studi-studi ilmiah tersebut dapat ditunjukkan bahwa ekstrak minyak nigella sativa memiliki khasiat terhadap sebagian besar penyakit yang menyerang tubuh manusia. Di antara khasiat-khasiatnya adalah sebagai pencegah penurunan Hb (haemoglobin) dan jumlah leukosit, serta pencegah kerusakan-kerusakan pada hati, darah, dan ginjal akibat pemberian obat-obatan kanker,sebagai pengobatan penyakit sindroma fanconi (yang timbul akibat pemberian obat kanker), sebagai antioksidan, dapat menyembuhkan penyakit sirosis hepatis, sebagai antihipertensi (sebanding dengan diuretik dan Ca-blocker), sebagai antidiabetes mellitus, sebagai antikolesterol (penyakit dislipidemia), sebagai antikanker payudara, usus besar, paru-paru, hati, dan prostat, sebagai antitumor, sebagai antikanker darah (leukimia), dapat meningkatkan system kekebalan tubuh, sebagai antihistamin, sebagai antiinflamasi/peradangan, sebagai antibiotik (baik untuk bakteri-bakteri gram positif maupun gram negatif), sebagai antivirus, sebagai antijamur, sebagai anticacing, dapat menghambat aktivitas infeksi HIV (virus AIDS), sebagai antiflu, sebagai antipilek dan hidung tersumbat (rhinitis), sebagai antinyeri, sebagai antiinfeksi saluran kemih, sebagai antiperadangan di rongga pelvis/panggul, sebagai pengobatan appendicitis, sebagai pengobatan Crohn' disease(inflammatory bowel syndrome), dan kanker usus besar, sebagai pengobatan cerebral facial palsy, seagai antipanik, sebagai antidepresi, sebagai antirematik, sebagai antiosteoporosis, sebagai antiasma, sebagai antibronkhitis, sebagai antibisa hewan, seperti ular, kalajengking, laba-laba, kucing, anjing, kelinci, dan monyet, dapat juga sebagai antistroke, sebagai antikejang, sebagai antiepilepsi, sebagai antigastritis, sebagai obat pencahar, dapat juga mempercepat proses pembekuan darah, sebagai suplemen tubuh, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;* dr. H. Hendrik, S.Ked., M.Kes. Aktivitas sehari-hari adalah di Bagian Radiologi-Radioterapi Onkologi, RSUD DR Moewardi, Surakarta, Jawa Tengah. S1 dan profesi dokter dari FK Universitas Indonesia, Program Pascasarjana MMKO-IKM, FKU UGM, Program Pendidikan Dokter Spesialis di Bagian Radioterapi-Onkologi, FKUI RSCM&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-1976513487823578213?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/1976513487823578213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/12/peran-dan-mekanisme-aksi-habbatussauda.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/1976513487823578213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/1976513487823578213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/12/peran-dan-mekanisme-aksi-habbatussauda.html' title='PERAN DAN MEKANISME AKSI HABBATUSSAUDA'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-6719783675474403279</id><published>2010-06-29T05:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T05:24:03.355-07:00</updated><title type='text'>Mendambakan Listrik Murah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/TCnlxyTJ_lI/AAAAAAAAAMI/EeDNXW46KVU/s1600/flood_helpless1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 205px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/TCnlxyTJ_lI/AAAAAAAAAMI/EeDNXW46KVU/s320/flood_helpless1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488170264406130258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dengan rata-rata 10 persen yang dimulai 1 Juli 2010 telah membuat sebagian besar rakyat Indonesia mengalami kebingungan ketika mendengar dinaikkannya harga tarif tersebut. Pasalnya hampir di sebagian besar sektor industri dan rumah tangga tergantung kepada energi listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam masalah ibadah pun masyarakat sangat tergantung kepada adanya daya tersebut. Namun, ironisnya kenaikan TDL ini sebagaimana kejadian sebelumnya tidak diikuti dengan pelayanan publik yang memadai serta dalam upaya untuk meningkatkan keandalan listrik dan menambah daya. Karena, sering terjadinya pemadaman listrik. Baik terencana (terjadwal) maupun mendadak. Itu disebabkan karena PLN kekurangan daya, akibat mesin-mesinnya banyak yang sudah tua dan rusak, ketiadaannya biaya investasi, menyebabkan harus dilakukan overhaul, yang akhirnya merugikan masyarakat banyak dengan pemadaman listrik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui teknologi listrik termasuk teknologi tinggi banyak alat-alat yang masih harus diimpor dan harganya mahal. Padahal APBN terbatas. Akibatnya, kenaikan Tarif Dasar Listrik secara periodik (rutin) menjadi pilihan. Kenaikan ini sebenarnya sudah berlangsung berkali-kali sejak zaman Soeharto hingga masa Susilo Bambang Yudhoono (SBY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pun pemerintah telah memastikan akan menaikkan kembali Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk yang ke sekian kalinya. Tepatnya pada bulan Juli tahun 2010. Lebih dari itu, karena keterbatasan PLN untuk memasok ketersediaan listrik, pemerintah mengundang swasta untuk ikut membangun fasilitas pembangkit dan transmisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swasta menjawab undangan ini dengan meminta kontrak karya (keharusan PLN membeli listrik mereka, tentu dengan harga lebih mahal). Ini pun sudah berlangsung lama. Akibatnya, dalam perkembangan selanjutnya, PLN tidak lagi menjadi pemain tunggal dalam kelistrikan. Apalagi UU Listrik yang disahkan baru-baru ini memberikan peluang lebih lebar lagi kepada pihak swasta/asing untuk bersaing dengan PLN dalam penyediaan listrik. Termasuk dalam proyek penyediaan listrik 10.000 MW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya, listrik benar-benar menjadi barang ekonomi. Apalagi pemerintah akan terus mengurangi subsidi bagi PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Ekonomi Konvensional Pengamat ekonomi di Indonesia sudah banyak yang berpendapat, bahwa mengalihkan beban biaya produksi listrik yang tinggi kepada rakyat melalui kenaikan TDL (yang tidak diikuti pelayanan yang baik) bukanlah satu-satunya alternatif solusi dan juga bukan solusi terbaik. Masih ada alternatif lain yang lebih baik, yaitu mengevaluasi kembali kinerja PLN itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLN saat ini dikenal sebagai perusahaan yang memiliki kinerja dengan 3 kombinasi yang tidak logis, yaitu: sudah disubsidi, tarifnya mahal, rugi lagi. Kombinasi yang dianggap logis menurut logika ekonomi konvensional adalah: disubsidi, rugi, dan tarifnya murah; atau kombinasi yang lain yaitu: disubsidi, untung, dan tarifnya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, ada 3 sumber masalah yang menyebabkan terjadinya kombinasi tidak logis pada PLN tersebut, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Banyak terjadi korupsi di tubuh PLN.&lt;br /&gt;2. Ketidakefesienan dalam pengelolaan PLN.&lt;br /&gt;3. Pengadaan listrik swasta melalui sejumlah konsorsium, yang mengharuskan PLN membeli listriknya dengan harga yang mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika 3 sumber masalah dalam tubuh PLN tersebut dapat diatasi manajemen PLN yang ada sekarang ini dan tentu saja dengan dukungan politik yang kuat oleh pemerintah, maka opsi kenaikan TDL dapat dihindari. Solusi tersebut adalah solusi yang banyak ditawarkan oleh pakar-pakar ekonomi konvensional saat ini, yang senantiasa berujung pada 2 kalimat besar, yaitu penghapusan korupsi dan pengelolaan perusahaan yang lebih efesien. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah solusi di atas sudah merupakan solusi terbaik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar Masalah: Pendekatan 'Dagang' teori-teori ekonomi konvensional yang berkembang saat ini tidak pernah keluar dari kerangka ideologi Kapitalisme. Inti ajaran Kapitalisme dalam persoalan ekonomi yang paling 'saklar' adalah ekonomi pasar bebas. Pengelolaan ekonomi yang paling baik adalah pengelolaan ekonomi yang diserahkan kepada pihak swasta melalui mekanisme pasar bebas-nya. Semakin sedikit negara ikut campur dalam urusan ekonomi, maka akan semakin baik ekonomi negara tersebut (Deliarnov, 1997 Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Rajawali Press,&lt;br /&gt;Jakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah paham yang selama ini menjadi 'penjara' bagi segenap pengembangan teori ekonomi konvensional. Akibatnya, tidak pernah ada solusi yang 'berani' keluar dari pemikiran ekonomi di atas. Landasan paham seperti ini pulalah yang dijadikan 'dalil' oleh pihak IMF dan Bank Dunia untuk memaksa Indonesia agar terus-menerus melakukan liberalisasi ekonomi di semua sektornya. Termasuk sektor listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu per satu perusahaan milik negara 'dipreteli' melalui program privatisasi dan divestasi sehingga menjadi milik swasta, yang ujung-ujungnya tidak lain adalah swasta asing, yaitu para kapitalis kelas dunia. Akibatnya penjajahan mereka atas negara-negara seperti Indonesia ini tetap bisa dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan status PLN dari perusahaan jawatan yang lebih berorientasi pada pelayanan menjadi PT yang lebih berorientasi laba/ profit, yang sahamnya boleh dibeli oleh pihak swasta mana pun. Demikian juga munculnya listrik swasta yang mengharuskan PLN membeli 'strum'-nya dengan harga yang mahal, merupakan bagian dari skenario ekonomi kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu akar permasalahannya tidak hanya sekadar apakah PLN sudah terbebas dari segala bentuk korupsi atau tidak. Termasuk juga apakah PLN sudah efesien dalam pengelolaanya atau belum. Tidak hanya sekadar itu. Persoalan yang lebih mendasar adalah status PLN yang berbentuk PT dan berorientasi pada profit tersebut dapat dibenarkan atau tidak? Juga keberadaan swasta. Apakah bisa dibenarkan atau tidak? Inilah titik persoalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori ekonomi syariah Islam, harta kekayaan yang ada di muka bumi mempunyai kejelasan status kepemilikan. Hal ini tidaklah seperti teori ekonomi kapitalis yang memandang bahwa seluruh harta kekayaan di muka bumi bebas dimiliki oleh individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani menyebutkan bahwa status kepemilikan harta dalam Islam dikategorikan dalam tiga kelompok, yaitu: pertama, kepemilikan individu. Kedua, kepemilikan umum. Ketiga, kepemilikan negara. (Taqiyuddin an-Nabhani, an-Nizhom al-Iqtishadi fi al-Islam). Dan, listrik merupakan bagian dari energi (api) yang merupakan kepemilikan umum; yakni penetapan negara sebagai wakil rakyat untuk mengatur produksi dan distribusi energi tersebut untuk kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: Manusia berserikat dalam tiga hal: air, hutan, dan api&lt;br /&gt;(energi). (HR Abu Dawud). Hadis tersebut memberikan pengertian pada sarana umum. Tentu saja sarana umum tidak terbatas pada ketiga jenis barang di atas. Sarana umum ini menurut Islam, adalah milik umum dan tidak boleh dikuasai oleh pribadi atau swasta. Oleh karena itu, langkah melakukan privatisasi PLN sejak 10 tahun lalu tidak bisa dibenarkan menurut hukum Islam. Sebab, dengan privatisasi itu berarti negara menjual barang/ aset yang bukan miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi, air, sungai, lautan, tambang-tambang, hutan, jalan-jalan, dan segala sarana dan prasarana umum, termasuk yang dikelola PLN adalah milik umum kaum Muslim. PLN sebagai alat negara adalah hanya pemegang amanah untuk mengelola harta milik umum. Karena itu, dalam kasus ini, manakala memang PLN tidak bisa diefisienkan lagi, maka subsidi harus dipertahankan bahkan ditingkatkan (dengan laba PLN sama dengan nol) agar mendapatkan harga TDL termurah (bahkan jika bisa gratis) bagi mayarakat umum pengguna listrik rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsidi dari mana? Dari hasil eksploitasi hutan, lautan, tambang-tambang minyak, gas, dan barang-barang tambang lainnya. Dengan itu ada harapan TDL turun dan rakyat hidup lebih sejahtera. Namun demikian jika dalam keadaan tertentu (suatu misal) negara benar-benar tidak mampu untuk mengelola dan mengoperasikan sendiri pengadaan listrik bagi rakyatnya, maka dalam pandangan Islam, negara boleh menyerahkannya kepada pihak swasta, dengan catatan, status pihak swasta tersebut hanya sebagai pekerja yang dibayar dengan akad ijarah ajir oleh Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika rakyat harus membayar listrik, itu hanya sekadar untuk menutup biaya operasional atau biaya produksi saja. Pemerintah tetap tidak boleh mengambil untung dari aktivitas pelayanan listrik bagi rakyatnya (Abdurrahman al-Maliki, 2001, Politik Ekonomi Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Agar Listrik Murah' sesungguhnya persoalan listrik tidaklah berdiri sendiri. Ia tentu terkait dengan sumber-sumber energi lain, yaitu BBM, batubara, gas, tenaga air, tenaga panas bumi, tenaga matahari, tenaga nuklir, dan sebagainya. Seluruh sumber energi tersebut harus tetap didudukkan sebagai kepemilikan umum atau rakyat. Oleh karena itu, peran pemerintah hanya satu, yaitu bagaimana agar hak milik rakyat tersebut dapat dinikmati untuk sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat, dengan semurah-murahnya bahkan jika bisa gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memberikan prinsip pengelolaan bagi pemerintah, yakni memberikan kemudahan bukan memberi kesulitan pada masyarakat. Rasulullah SAW bersabda, tatkala beliau berpesan kepada dua orang gubernur baru yang akan memerintah di Yaman: Mudahkanlah mereka dan janganlah kalian persulit (HR al-Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah yang memang telah menjadi wakil rakyat untuk mengurusi seluruh urusan mereka. Termasuk dalam hal ini pengelolaan listrik yang telah menjadi tanggung jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara harus benar-benar mengupayakan berjalannya secara optimal pengelolaan listrik tersebut karena rakyat sangat membutuhkannya. Dari semua itu, bila pemerintah mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam niscaya listrik murah dapat dinikmati oleh rakyat karena persoalan listrik hanya bisa diselesaikan dengan solusi penerapan syariah Islam dalam seluruh tatanan kehidupan masyarakat dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Andi Perdana Gumilang S Pi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengamat dan Ketua MT Almarjan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB 2007-2008, Tim Laboratorium Syiar BKIM IPB&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Email: andi.sangpenakluk@gmail.com&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;web: www.bkimipb.org&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-6719783675474403279?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/6719783675474403279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/06/mendambakan-listrik-murah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6719783675474403279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6719783675474403279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/06/mendambakan-listrik-murah.html' title='Mendambakan Listrik Murah'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/TCnlxyTJ_lI/AAAAAAAAAMI/EeDNXW46KVU/s72-c/flood_helpless1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-3974006565367343431</id><published>2010-06-26T06:18:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T06:35:28.699-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Bulan Rajab dalam Timbangan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah telah memuliakan beberapa hari, malam, dan bulan atas sebagian yang lainnya. Semua ini sesuai dengan hikmah ilahiyah yang sangat dalam. Tujuannya, agar para hamba lebih giat melaksanakan kebaikan dan memperbanyak amal shalih di dalamnya. Tetapi, syetan dari jenis manusia dan jin senantiasa berusaha menghalangi mereka dari jalan yang lurus dan mengintai mereka dari segala penjuru agar tidak jadi melaksanakan kebaikan-kebaikan. Syetan juga menipu umat manusia dengan menanamkan keyakinan bahwa saat-saat yang utama dan penuh rahmat tersebut adalah kesempatan  mereka untuk berleha-leha dan bersantai serta menuruti nafsu dan syahwat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syetan juga menggoda kelompok yang lain -biasanya dari kalangan juhal yang terlihat agamis, para pemimpin, dan tokoh masyrakat- dengan ditakut-takuti akan kehilangan kesempatan memperoleh pahala yang besar sehingga mereka berlomba-lomba menciptakan ibadah baru (bid'ah) yang tidak pernah Allah turunkan perintah tentangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hassan bin 'Athiyah berkata, "Tidaklah suatu kaum membuat kebid'ahan dalam agama mereka kecuali Allah mencabut perkara sunnah dari mereka yang semisal, dan tidak akan mengembalikannya kepada mereka hingga hari kiamat." (Al-Hilyah: 6/73)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bahkan Ayyub Al-Syakhtiyani mengatakan, "Tidaklah pelaku bid'ah bersungguh-sungguh dalam kebid'ahannya kecuali akan menambah jauh dari Allah," (Al-Hilyah: 3/9)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di antara perkara yang paling nampak dari kebid'ahan dari musim tersebut adalah perbuatan bid'ah yang telah dikerjakan oleh sebagian ahli ibadah di pelosok negeri pada bulan Rajab. Berikut ini kami tampilkan beberapa persoalan yang sudah diperbincangkan para ulama untuk mengingatkan umat dari mengada-adakan perkara baru dalam berislam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Tidaklah pelaku bid'ah bersungguh-sungguh dalam kebid'ahannya kecuali akan menambah jauh dari Allah,"&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;(Al-Hilyah: 3/9)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah Rajab memiliki keutamaan khusus dibandingkan bulan lainnya?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnul Hajar &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; berkata, "Tidak ada hadits shahih yang bisa dijadikan hujjah (argument) untuk menunjukkan keutamaan bulan Rajab baik dengan puasanya, berpuasa pada hari-hari tertentu daripadanya dan qiyamullail yang khusus di dalamnya. Telah ada orang yang mendahuluiku dalam memastikan hal itu yaitu Imam Abu Ismail Al-Harawi al-Haafidz, kami telah meriwayatkan darinya dengan sanad yang shahih, begitu juga kami telah meriwayatkan pula dari yang selainnya." (Tabyin al-'Ajab bimaa Warada fii Fadhli Rajab, Ibnul Hajar, hal. 6. Lihat pula Al-Sunan al-Mubtadi'aat, Imam al-Syuqairi, hal. 125)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau berkata lagi, "Adapun hadits yang menerangkan tentang keutamaan Rajab, atau keutamaan shiyamnya, atau puasa pada sebagian hari darinya sangatlah jelas, yaitu ada dua macam: Dhaif dan maudlu'. . . " (Al-Tabyiin, hal. 8)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Adapun hadits yang menerangkan tentang keutamaan Rajab, atau keutamaan shiyamnya, atau puasa pada sebagian hari darinya sangatlah jelas, yaitu ada dua macam: Dhaif dan maudlu'. . . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Shalat Raghaib&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terdapat satu riwayat dari Anas, dari Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;yang menerangkan sifat shalat Raghaib, hanya saja status riwayat tersebut maudhu' (palsu). Ringkas dari riwayat tersebut sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Tidak ada seorang pun yang berpuasa pada hari Kamis (yakni Kamis pertama dari bulan Rajab) lalu shalat antara Isya' dan pertengahan malam, yakni pada malam Jum'at sebanyak 12 rakaat, pada setiap rakaatnya dia membaca surat Al-Fatihah sekali, surat Al-Qadar 3 kali, dan surat Al-Ikhlash sebanyak dua belas kali; dia memutus setiap dua rakaat dengan salam. Dan apabila selesai dari shalatnya dia membaca shalawat atasku (Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;) 70 kali, lalu membaca dalam sujudnya,  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"&lt;em&gt;Engkau Dzat yang Mahasuci (dari kekurangan dan hal tidak layak bagi kebesaran-Mu), Mahaagung, Rabb para malaikat dan Jibril.&lt;/em&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu mengangkat kepalanya dan membaca sebanyak 70 kali, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَتَجَاوَزَ عَمَّا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْأَعْظَمُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu sujud untuk yang kedua kalinya sambil membaca seperti yang dibaca pada sujud pertama, kemudian dia meminta hajatnya kepada Allah, pasti hajatnya akan dikabulkan." Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah satu orang atau satu umat yang shalat dengan shalat ini kecuali Allah akan mengampuni seluruh dosanya, walaupun seperti buih di lautan, sebanyak bilangan pasir, seberat gunung, sebanyak daun pepohonan, dan di hari kiamat dia mendapat hak untuk memberikan syafaat bagi 700 orang dari keluarganya yang seharusnya masuk ke dalam neraka." (Lihat: Ihya' Ulumid Dien, oleh Imam Al-Ghazali: 1/202 dan Tabyin al-'Ajab, Ibnul Hajar, hal. 22 dan 24)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para ulama telah membicarakan tentang shalat Raghaib tersebut. Seperti Imam al-Nawawi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; yang menyebutkannya sebagai perkara bid'ah yang buruk dan sangat munkar, karenanya wajib ditinggalkan dan dijauhi, sedangkan pelakunya wajib diingkari." (Fatawa al-Imam al-Nawawi, hal. 57)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Nuhaas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;rahimahullah &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;berkata, "Dia adalah bid'ah, hadits yang menerangkannya adalah maudlu' (palsu) berdasarkan kesepakat ulama ahli hadits." (Tambih al-Ghafilin, hal. 497)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Taimiyah &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; berkata, "Adapun Shalat Raghaib: tidak ada dasarnya, bahkan dia perkara yang diada-adakan dan tidak disunnahkan baik terhadap jama'ah atau perorangan. Sungguh telah disebutkan dalam Shahih Muslim, bahwa Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; melarang untuk menghususkan malam Jum'at dengan shalat malam dan pagi harinya dengan berpuasa. Sedangkan atsar yang menyebutkan tentangnya adalah dusta dan palsu dengan kesepakatan ulama, dan tiadak seorangpun dari ulama salaf dan para imam yang menyebutkan dasarnya." (Majmu' Fatawa Libni Taimiyyah: 23/132, 134, dan 135)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Imam al-Thurthusyi telah menyebutkan awal munculnya shalat ini, sebagaimana yang beliau sandarkan kepada Abu Muhammad al-Maqdisi, bahwa pada awalnya di Baitul Maqdis tidak didapati shalat model ini (shalat Raghaib) yang dikerjakan pada bulan Rajab dan Sya'ban. Perkara ini pertama kali terjadi pada tahun 448 Hijriyah. Pada saat itu ada seorang laki-laki yang dikenal dengan Ibnu Abil Hamra' yang memiliki bacaan bagus. Dia shalat di Masjid al-Aqsha pada malam nisfu Sya'ban . . .  sampai ucapan dari Abu Muhammad, "Adapun shalat Rajab tidak didapati di Baitul Maqdis kecuali setelah tahun 480 Hijriyah, yang sebelum itu kami tidak pernah melihat dan mendengar di sana." (Al-Haqadits wa al-Bida': hal. 103)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnul Jauzi dalam &lt;em&gt;Al-Maudhu'aat&lt;/em&gt;, Al-Hafidz Abul Khuthab, Abu Syamah, Ibnul Haajj, Ibnu Rajab, dan yang lainnya telah memastikan kemaudhu'an (palsunya) riwayat tentang shalat Raghaib. (Lihat Al-Baa'its 'ala Inkaril Bida' wal Hawadits, hal. 61, 62, 105; Lathaif al-Ma'arif, hal. 228 dan lainnya)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Walau demikian, banyak para tokoh dan pemimpin muslim yang tetap melestarikan ibadah bid'ah ini dengan alasan untuk menjaga perasaan orang awam dan supaya mereka tetap mau meramaikan masjidnya. Padahal siapa yang meyakini keabsahan shalat ini atau menganjurkannya maka dia telah menipu orang awam yang seharusnya dia beri petunjuk tentang hakikat yang sebenarnya dan juga telah berlaku mendustakan syariat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Adapun Shalat Raghaib: tidak ada dasarnya, bahkan dia perkara yang diada-adakan dan tidak disunnahkan baik terhadap jama'ah atau perorangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;(Ibnu Taimiyah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Isra' dan Mi'raj&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di antara Mu'jizat yang dialami Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; adalah di-Isra'kannya beliau dari masjidl Haram menuju masjid al-Aqsha, kemudian di-Mi'rajkan menuju langit ke tujuh. Hampir di seluruh negeri muslim, terdapat perayaan peringatan malam Isra'-Mi'raj yang dilaksanakan pada malam ke-27 dari bulan Rajab, padahal peristiwa Isra' Mi'raj tidaklah terjadi pada malam tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnul Hajar berkata, "Sebagian ahli kisah menuturkan peristiwa Isra' terjadi pada bulan Rajab." Beliau berkata, "Dan itu bohong," (Tabyin al-Ajab, hal. 6). Ibnu Rajab berkata, "Telah diriwayatkan dengan sanad yang tidak shahih, dari al-Qasim bin Muhammad bahwa Isranya Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; terjadi pada tanggal 27 Rajab, dan (kesimpulan ini) telah diingkari oleh Ibrahim al Harbi dan lainnya." (Zaad al-Ma'ad, Ibnul Qayyim: 1/275) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnul Hajar telah menyebutkan dalam Fathul Baari (7/242-243) beberapa pendapat tentang bulan terjadinya Mi'raj: Rajab, Rabi'ul Awal, Ramadlan, atau Syawal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Taimiyah juga pernah menyebutkan bahwa tidak ada dalil pasti yang menerangkan tentang bulannya dan tanggalnya. Pendapat dalam hal itu sangat banyak dan beragam, tidak ada yang dikuatkan. (Lihat Lathaif al-Ma'ruf, Ibnu Rajab, hal. 233)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan seandainya diketahui kepastian malam Isra' dan Mi'raj, maka tidak disyariatkan bagi seseorang mengistimewaknnya dengan ibadah dan perilaku tertentu. Sebabnya, karena tidak ada keterangan bahwa Nabi, atau para sahabat, atau Tabi'in mengistimewakan malam tersebut atas yang lainnya. Apalagi dengan mengadakan perayaan untuk memperingatinya, padahal perayaan tersebut termasuk bid'ah yang munkar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dan seandainya diketahui kepastian malam Isra' dan Mi'raj, maka tidak disyariatkan bagi seseorang mengistimewaknnya dengan ibadah dan perilaku tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Menyembelih di bulan Rajab&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada dasarnya, menyembelih hewan untuk Allah pada bulan Rajab secara umum tidak dilarang, sebagaimana menyembelih pada bulan selainnya. Tapi, orang-orang jahiliyah biasa melakukan korban (penyembelihan) yang disebut dengan &lt;em&gt;'Athirah&lt;/em&gt;. Karenanya para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya, namun mayoritas mereka menyatakan bah hal itu telah dibatalkan oleh Islam berdasarkan sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;dalam Shahihain, dari Abu Hurairah &lt;em&gt;radliyallah 'anhu&lt;/em&gt;, "Tidak ada &lt;em&gt;Fara'&lt;/em&gt; (anak pertama dari unta atau kambing yang disembelih sebagai persembahan bagi berhala) dan &lt;em&gt;'Athirah&lt;/em&gt; (hewan yang disembelih pada sepuluh hari pertama dari bulan Rajab sebagai persembahan bagi berhala, juga dikenal dengan Rajabiyah)."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagian yang lain berpendapat tetap menggapnya sebagai sunnah. Dasarnya, beberapa hadits yang menunjukkan dibolehkannya. Hal ini dijawab, bahwa hadits Abu Hurairah &lt;em&gt;radliyallah 'anhu&lt;/em&gt; lebih shahih dan kuat, maka ia yang lebih layak diamalkan. Bahkan ada sebagian ulama, seperti Ibnul Mundzir menyatakan hadits-hadits tersebut telah dinaskh (dihapus), karena masuk Islamnya Abu Hurairah yang belakangan. Maka dibolehkannya menyembelih hewan dalam rangka ta'abbudan (ibadah) pada awal Islam, lalu dinaskh, dan ini adalah pendapat yang lebih rajih. (Lihat Lathaif al-Ma'arif, hal. 227 dan Al-I'tibaar fin Naasikh wal Mansukh minal Atsar, Imam Al-Hazimi, hal. 388-390)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Imam Al-Hasan al-Bashri berkata, "Di dalam Islam tidak ada 'Athirah, sesungguhnya 'Athirah pada zaman jahiliyah, salah seorang mereka berpuasa dan ber'Athirah." (Lathaif al-Ma'arif, hal. 227)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Rajab menyerupakan penyembelihan di bulan Rajab dengan mengadakan hari tertentu dari bulan Rajab untuk berpesta dengan makan manisan dan semisalnya. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas &lt;em&gt;radliyallah 'anhuma&lt;/em&gt;, dia tidak suka Rajab dijadikan hari raya." (Lathaif al-Ma'arif, hal. 227)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Menghususkan puasa dan i'tikaf di bulan Rajab&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Rajab berkata, "Adapun puasa, tidak ada keterangan yang sah dari Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;dan para sahabatnya tentang keutamaan puasa khusus pada bulan Rajab." (Lathaif al-Ma'arif, hal. 228)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; berkata mengenai hadits-hadits tentang kekhususan berpuasa di bulan Rajab, “Seluruh hadits-haditsnya lemah, bahkan maudlu' (palsu), tidak ada seorang ulama pun yang bersandar padanya. Hadits-hadits tentang keutamaanya bukan saja dhaif tapi umumnya termasuk maudlu' dan dusta." . .  Telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya, dari Ibnu Majah, dari Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;, bahwa Beliau melarang puasa di bulan Rajab, namun dalam isnadnya masih perlu diteliti. Tapi terdapat riwayat shahih bahwa Umar bin Khathab pernah memukul tangan manusia agar mengambil makanan pada bulan Rajab dan berkata, "Jangan kalian serupakan dengan Ramadlan . . sedangkan menghususkan I'tikaf pada tiga bulan Rajab, Sya'ban, dan Ramadlan saya tidak mengetahui ada perintahnya. Tapi siapa berpuasa yang masyru' dan ingin beri'tikaf dalam puasanya itu, boleh-boleh saja. Dan jika beri'tikaf tanpa puasa terdapat dua pendapat yang masyhur menurut ahli ilmu." (Majmu' Fatawa: 25/290-292)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Puasa yang dilarang di bulan Rajab&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memang tidak ada riwayat shahih yang menyebutkan keutamaan puasa khusus bulan Rajab. Namun bukan berarti tidak boleh berpuasa sunnah sama sekali di dalamnya, padahal banyak nash-nash secara umum yang menyebutkan adanya puasa sunnah baik di bulan Rajab atau lainnya; misalnya, puasa Senin-Kamis, tiga hari setiap bulan, puasa Dawud (sehari puasa-sehari tidak). Sesungguhnya puasa yang dimakruhkan, menurut Al-Thurthusi adalah puasa dalam tiga bentuk berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; Apabila kaum muslimin menghususkan puasa setiap tahunnya, seperti yang banyak dilakukan oleh kalangan awam dan jahil terhadap syari'ah, sehingga terkesan seolah-olah hukumnya fardlu sebagaimana puasa Ramadlan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt; Diyakini bahwa puasa tersebut hukumnya sunnah dan sangat-sangat dianjurkan oleh Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; sebagaimana shalat sunnah rawatib.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt; Diyakini puasa di dalamnya akan mendapat pahala besar dan fadhilah yang agung daripada puasa di bulan selainnya. Keutamaan puasa ini diyakini seperti puasa Asyura, seperti keutamaan shalat di akhir malam daripada awalnya. Dalam hal ini masuk wilayah fadhail (keutamaan) bukan wilayah sunnah atau wajib. Kalau seandainya benar seperti itu, pastinya Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;pernah menjelaskannya atau melaksanakannya walau sekali dalam hidupnya, namun jika tidak pernah melaksanakannya, maka batallah keyakinan yang memiliki keutamaan khusus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tidak ada riwayat shahih yang menyebutkan keutamaan puasa khusus bulan Rajab. Namun bukan berarti tidak boleh berpuasa sunnah sama sekali di dalamnya, . . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Umrah di bulan Rajab&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagain orang sangat bersemangat melakukan umrah pada bulan Rajab dengan keyakinan bahwa umrah pada bulan itu memiliki keistimewaan yang lebih. Keyakinan ini tidak memiliki dasar dalil. Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Ibnu Umar &lt;em&gt;radliyallahu 'anhuma&lt;/em&gt;, berkata: "Sesungguhnya Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; pernah melakukan umrah sebanyak empat kali, salah satunya di bulan Rajab."  Maka Aisyah berkata, "Semoga Allah merahmati Abu Abdirrahman, Tidaklah Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; melaksanakan umrah kecuali dia ikut serta, dan sama sekali beliau tidak pernah umrah di bulan Rajab." (HR. Bukhari dalam Shahihnya no. 1776)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal ini menunjukkan bahwa Aisyah sepakat dengan Ibnu Umar tentang jumlah umrahnya Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;, yaitu empat kali. Namun beliau tidak sepakat dengan Ibnu Umar tentang penetapan bulan umrahnya &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;. Aisyah menganggap Ibnu Umar lupa, karenanya beliau &lt;em&gt;radliyallah 'anha&lt;/em&gt; menyatakan bahwa Ibnu Umar senantiasa ikut serta menemani Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; dalam umrahnya, namun beliau tidak pernah berumrah pada bulan Rajab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="float: left;" src="http://www.voa-islam.com/photos/Bataku/Doa_rajab.jpg" alt="" width="217" height="302" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnul 'Aththar berkata, "Kabar yang sampai kepadaku tentang penduduk Makkah (semoga Allah menambah kemuliaan Makkah) tentang kebiasaan mereka memperbanyak (menyeringkan) umrah pada bulan Rajab, dan kebiasaan ini adalah persoalan yang saya tidak mengetahui dasar (dalil)nya." (Al-Musajalah Baina Al-'Izz bin Abdissalam wa Ibnus Shalah, hal. 56. Lihta juga : Fatawa al-Syaikh Muhammad bin Ibrahim: 6/131)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Allamah Ibnu Bazz (dalam Fatawa Islamiyah, dikoleksi Prof. Muhammad: 2/303-304) menuturkan tentang waktu yang paling afdhal untuk melaksanakan umrah: Bulan Ramadlan, berdasarkan sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;, "&lt;em&gt;Umrah di Bulan Ramadlan menyamai haji,&lt;/em&gt;" setelah itu, Umrah di bulan Dzul Qa'dah, karena seluruh umrah beliau &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;dilaksanakan pada bulan Dzul Qa'dah. Dan Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt; telah berfirman: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"&lt;em&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.&lt;/em&gt;" (QS. Al-Ahzab: 21)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Semoga Allah merahmati Abu Abdirrahman, Tidaklah Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; melaksanakan umrah kecuali dia ikut serta, dan sama sekali beliau tidak pernah umrah di bulan Rajab." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;(HR. Bukhari dari perkataan Aisyah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Zakat di bulan Rajab&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagain penduduk negeri menjadikan bulan Rajab sebagai waktu mengeluarkan zakat. Ibnu Rajab berkata, "Tidak ada dasar untuk masalah itu dalam sunnah dan tidak diketahui dari salah seorang salaf. . . pada prinsipnya: zakat wajib dikeluarkan apabila sudah sempurna haul dan cukup nishab. Setiap orang memiliki haul yang khusus (tersendiri) sesuai waktu dia memiliki nishab harta. Jika sempurna haulnya, wajib mengeluarkan zakatnya pada bulan apa saja." Kemudian beliau menyebutkan bolehnya menyegerakan zakat pada waktu yang mulia seperti Ramadlan, . . . " (Lathaif al-Ma'arif: 231-232)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Tidak ada peristiwa besar pada bulan Rajab&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Rajab berkata, "Telah diriwayatkan bahwa pada bulan Rajab terjadi beberapa peristiwa besar, padahal tidak ada keterangan yang shahih tentang hal itu. Telah diriwayatkan bahwa Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;dilahirkan pada malam pertama dari bulan tersebut, beliau diutus pada tanggal 27-nya, dan ada pendapat pada tanggal 25-nya, padahal riwayat tentang itu tidak ada yang shahih." (Lathaif al-Ma'arif: 233)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Nasihat untuk para dai&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada hari ini banyak dai yang melestarikan beberapa perkara bid'ah musiman, seperti bid'ah di bulan Rajab. Sebenarnya sebagian mereka tahu perkara itu tidak disyariatkan, namun dengan alasan takut orang-orang tidak sibuk dengan ibadah kalau perkara bid'ah itu ditinggalkan, maka perkara bid'ah itu terus dilestarikan. Padahal perkara bid'ah adalah dosa yang paling berbahaya sesudah syirik. Ditambah cara dakwah dan metode merubah sangat berbahaya, menyelisihi petunjuk Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;. Wajib bagi seorang da'i untuk menyeru manusia hanya kepada sunnah yang tanpanya istiqamah tidak bisa tegak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;. . Dan perkataan, amal, dan niat tidak bisa tegak kecuali sesuai dengan sunnah. . .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sufyan al-Tsauri berkata, "Para Fuqaha' berkata, "Perkataan tidak bisa tegak tanpa amal. Perkataan dan amal tidak bisa tegak tanpa niat. Dan perkataan, amal, dan niat tidak bisa tegak kecuali sesuai dengan sunnah." (Al-Ibanah al-Kubra, Ibnu Baththah: 1/333)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wajib bagi mereka untuk mempelajari sunnah dan mengajarkannya serta menyeru dirinya dan orang di sekitarnya untuk menerapkannya, karena Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda: "Siapa yang menjalankan satu amalan (ibadah) yang tidak ada perintahnya dari kami, maka dia tertolak." (Muttafaq 'alaih)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abul 'Aliyah pernah berkata kepada murid-muridnya, "Pelajarilah Islam, jika kalian sudah mempelajarinya jangan benci kepadanya. Dan tetaplah di atas shiratal mustaqim (jalan yang lurus), sesungguhnya shiratahl mustaqim adalah Islam. Jangan menyimpang dari shiratal mustaqim, baik ke kanan maupun ke kiri. Peganglah sunnah Nabi kalian dan jauhilah hawa nafsu-hawa nafsu ini yang menyebabkan kebencian dan permusuhan di antara para pelakunya." (Al-Ibanah al-Kubra, Ibnu Baththah: 1/338)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;. . .Peganglah sunnah Nabi kalian dan jauhilah hawa nafsu-hawa nafsu ini yang menyebabkan kebencian dan permusuhan di antara para pelakunya. . .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terakhir, para du'at hari ini dan segenap umat Islam dituntut untuk mengikuti sunnah Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;semata dalam setiap perkaranya secara sempurna sebagaimana dituntut untuk mengikhlaskan amal semata-mata &lt;em&gt;&lt;strong&gt;LILLAH TA'ALA&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Hal ini menjadi syarat mutlak jika mereka mengharapkan keselamatan, keberuntungan, kemuliaan dan mendapatkan pertolongan Allah &lt;em&gt;'Azza wa Jalla&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"&lt;em&gt;Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.&lt;/em&gt;" (QS. Al-Kahfi: 110)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.&lt;/em&gt;" (QS. Al-Hajj: 40)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;•    Diterjemahkan (dengan sedikit penambahan) oleh Purnomo WD, dari Artikel &lt;em&gt;Fadhail Syahri Rajaba Fi al-Miizaan&lt;/em&gt;, Faishal bin Ali Bu'dani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-3974006565367343431?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/3974006565367343431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/06/keutamaan-bulan-rajab-dalam-timbangan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3974006565367343431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3974006565367343431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/06/keutamaan-bulan-rajab-dalam-timbangan.html' title='Keutamaan Bulan Rajab dalam Timbangan'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-5520880785958114900</id><published>2010-06-26T06:10:00.002-07:00</published><updated>2010-06-29T05:28:30.655-07:00</updated><title type='text'>Tak Perlu Malu Mengaku Tak Tahu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;ADA kecenderungan pada diri manusia untuk ingin menjadi sosok paling tahu. Tahu tentang banyak hal, baik menyangkut ilmu dunia maupun akhirat. Bahkan hal-hal tak penting pun, ada semacam ego untuk ingin menjadi orang pertama yang tahu. Dengan mengetahui sesuatu lebih dulu, manusia merasa dirinya menjadi orang penting. Semua orang akan datang dan merujuk kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ego manusia seperti ini, nama kerennya adalah ghorizah baqo. Naluri untuk mempertahankan diri dan gengsi apabila ada hal-hal yang tak diketahuinya. Jadilah orang-orang seperti ini menjadi sosok yang sok tahu apabila ia tidak tahu tapi dituntut untuk tahu. Ia akan uring-uringan apabila ada hal yang terlewat sehingga membuatnya tidak tahu. Padahal tidak tahu adalah sebuah kewajaran dalam kehidupan agar manusia tahu kelemahan dirinya bahwa tidak semua hal di dunia ini diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari titik inilah, manusia seharusnya merenung bahwa ternyata sangat banyak hal di dunia ini yang masih tidak diketahuinya. Sehingga tak pantas bagi manusia untuk bersikap sok-sokan menjadi orang yang sok tahu. Jujurlah mengatakan tidak tahu bila memang ada hal yang tak diketahuinya. Tak perlu malu, tak perlu takut dan tak perlu gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Jujurlah mengatakan tidak tahu bila memang ada hal yang tak diketahuinya. Tak perlu malu, tak perlu takut dan tak perlu gengsi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita lebih baik tidak tahu apabila ketahuan itu hanya akan membawa kita pada sesuatu yang berakibat dosa. Ghibah misalnya. Biarlah kita tidak tahu apa aib apa yang menimpa tetangga daripada tahu tapi kemudian kita menjadi pihak yang ikut menyebarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada kalanya ketidaktahuan itu melecut diri untuk semakin rajin menuntut ilmu. Karena sungguh, Allah mencintai orang yang berilmu pengetahuan dan mengangkatnya beberapa derajat daripada orang yang tidak berilmu. Ketidaktahuan ini adalah bekal untuk untuk menyadarkan diri bahwa ternyata sehebat apapun manusia, ternyata ada sisi-sisi ilmu dan kehidupan yang tak diketahuinya. Apabila hal ini disadari dengan sepenuh hati maka akan jauhlah diri dari sifat sombong, merasa benar sendiri, takabur dan riya’ atau pamer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabarlah menjadi orang yang tidak tahu, karena itu berarti terbuka lahan untuk mencari ilmu. Tak perlu menyalahkan orang lain, tak guna menyesali diri mengapa sampai tidak tahu dan tak membawa manfaat pula ketika hati gundah hanya karena ketidaktahuan ini. Dari sini terbuka ladang pahala untuk menata hati apakah langkah menuntut ilmu itu lillahi Ta’ala karena Allah semata ataukah ada niat lain demi eksistensi saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Bersabarlah menjadi orang yang tidak tahu, karena itu berarti terbuka lahan untuk mencari ilmu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah dan yang bersangkutan saja yang tahu kondisi niat dalam hati. Karena itu sungguh merugi mereka yang amalnya banyak namun seperti debu ditiup angin alias sia-sia ketika ada niat lain yang mengotori. Karena itu luruskan niat dalam memberantas ketidaktahuan ini menjadi tahu yang mencerahkan umat karena niat yang lurus dan ikhlas demi Allah semata. Semoga kita berada di barisan orang-orang seperti ini, insya Allah. Barisan orang yang tak malu mengaku tak tahu tapi kemudian rajin menimba ilmu demi mengharap ridho-Nya saja, bukan karena ingin dipandang manusia. Wallahu ‘alam. [Ria Fariana/voa-islam.com]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-5520880785958114900?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/5520880785958114900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/06/tak-perlu-malu-mengaku-tak-tahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/5520880785958114900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/5520880785958114900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/06/tak-perlu-malu-mengaku-tak-tahu.html' title='Tak Perlu Malu Mengaku Tak Tahu'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-1683627572641608759</id><published>2010-06-26T06:10:00.001-07:00</published><updated>2010-06-26T06:14:08.934-07:00</updated><title type='text'>Sendal Jepit Istriku</title><content type='html'>Baitijannati.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh… betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop ini rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin nggak ketulungan. “Ummi… Ummi, kapan kau dapat memasak dengan benar…? Selalu saja, kalau tak keasinan…kemanisan, kalau tak keaseman… ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.”Sabar bi…, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul…? ” ucap isteriku kalem. “Iya… tapi abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini…!” Jawabku dengan nada tinggi. Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya sudah merebak.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan ‘baiti jannati’ di rumahku. Namun apa yang terjadi…? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal burak (pecah). Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta pora di dapur, dan cucian… ouw… berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan detergen tapi tak juga dicuci.&lt;br /&gt;Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada. “Ummi…ummi, bagaimana abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini…?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Ummi… isteri sholihat itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah…?” Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis…,” batinku berkata dalam hati. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihat…? Isteri shalihat itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai dipipinya. “Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja untuk jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. “Aduh, Mi… abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. “Ya sudah, kalau abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam bus dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi. “Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan. Pertemuan hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai.&lt;br /&gt;Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin sendiri. Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Dug! Hati ini menjadi luruh. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus. “Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku. “Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar.&lt;br /&gt;Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berbaya gelap dan berjilbab hitam melintas. “Ini dia mujahidahku!” pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri. Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku.&lt;br /&gt;Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” Sedang aku..? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar memperlakukan isterinya dengan baik. Sedang aku…? terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terdzalim!!! “Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berbaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia. “Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Sungguh, aku baru melihat isteriku segirang ini. “Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Alhamdulillah, jazakallahu…,”ucapnya dengan suara tulus. Ah, Maryam, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud dan ‘iffah sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku…?&lt;br /&gt;Semoga berguna bagi kita semua….amin ya rabbal alamien&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-1683627572641608759?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/1683627572641608759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/06/sendal-jepit-istriku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/1683627572641608759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/1683627572641608759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/06/sendal-jepit-istriku.html' title='Sendal Jepit Istriku'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-8542056962418150106</id><published>2010-04-08T06:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T06:14:37.941-07:00</updated><title type='text'>Perlakuan Terhadap Yahudi dalam Masa Khilafah Usmani di Abad ke-19</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah tim dikirim Departemen Luar Negeri AS tahun 1877 untuk menilai perlakuan terhadap orang-orang Yahudi dalam Masa Khilafah Usmani. Temuan mereka bahwa orang-orang Yahudi itu diperlakukan dengan sangat baik dan tidak dianiaya digambarkan dalam sebuah artikel berita di bawah ini yang diterbitkan pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 1877 oleh the New York Times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menteri Amerika Serikat mengatakan bahwa keadilan yang diberikan Turki memaksanya untuk mengakui bahwa orang-orang Israel diperlakukan lebih baik oleh Khilafah Usmani daripada oleh banyak kekuatan Barat dan sehingga memberi kesan bahwa mereka diperlakukan lebih baik oleh Imperium itu dibandingkan perlakukan oleh orang-orang Kristen.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG-ORANG ISRAEL DI TURKI.STATISTIK YANG DIPEROLEH DARI MENTRI AMERIKA SERIKAT.TERDAPAT 500.000 ORANG IBRANI DI IMPERIUM USMANI.MEREKA DIPERLAKUKAN DENGAN LEBIH BAIK OLEH ORANG-ORANG TURKI DARIPADA PERLAKUAN YANG DIBERIKAN OLEH ORANG-ORANG KRISTEN.PERLINDUNGAN OLEH PARA PEJABAT AMERIKA DIPERPANJANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, 22 Agustus. Suatu delegasi yang dikirim Departemen Luar Negeri Menteri Amerika Serikat ke&lt;br /&gt;Turki memberikan rincian menarik tentang jumlah, status, dan penganiayaan atas orang-orang Israel pada Imperium Ottoman. Jumlah orang-orang Israel yang ada di Kekaisaran itu adalah 500.000 orang. Dari jumlah ini, orang Israel Rumania sebanyak 250.000 orang, Israel Asia Turki 80.000 orang, Israel Eropa Turki&lt;br /&gt;75.000 orang. Israel Serbia 2.000 orang.. Menteri Amerika Serikat mengatakan bahwa keadilan di Turki memaksanya untuk mengakui bahwa orang-orang Israel diperlakukan lebih baik oleh Imperium Ottoman daripada oleh banyak kekuatan Barat dan yang memberikan kesan bahwa mereka mendapat perlakuan lebih baik di Imperium itu dibandingkan perlakuan dari orang-orang Kristen. Mereka diakui sebagai komunitas keagamaan independen yang memiliki hak-hak istimewa dengan aturan keagamaan mereka sendiri, dengan memiliki Kepala Rabi di Turki, yang disebut Chacham Bashi, dan sebagai akibat dari fungsinya itu, memiliki pengaruh yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Luar Negeri Turki melakukan protes kepada Maynard dimana ketika dalam zaman pemerintahan Turki orang-orang Israel selalu menikmati setiap hak istimewa dan kekebalan yang diberikan oleh undang-undang Usmani. Penganiayaan terhadap orang-orang Israel yang menjadi perhatian Kedutaan Amerika Serikat di Konstantinopel selama kunjungan resmi Maynard, hanyalah terhadap Rabi Sneersohn, seorang warga negara Amerika. Pada tanggal 28 November 1874, Rabi itu diserang oleh sejawat seagamanya, orang-orang Yahudi di Tiberias, dengan merampok uangnya dalam jumlah besar, dan yang paling memalukan adalah karena dia dipenjarakan, dilempari batu, ditelanjangi, dan dalam kondisi compang-camping itu dia melalui jalan-jalan Tiberias, dan nyaris tewas. Konsul Amerika Serikat di Beyrout kemudian pergi ke Tiberias dan menangkap para pelakunya.&lt;br /&gt;Sebagian pelakunya itu mendapatkan perlindungan Inggris, dan kemudian lolos dari negara itu dengan terbang ke luar negeri. Teman-temannya yang lain berkumpul, menyergap pihak berwenang, dan kemudian menyelamatkan mereka. Kedutaan AS di Konstantinopel kemudian mengambil alih masalah itu, dan kemudian didorong-secepat mungkin kedalam situasi- yakni ketika Rabi sang korban itu, yang pasti sangat lelah dan menjadi miskin, pergi ke Perancis dan karena ketidakhadirannya itu tidak dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi yang dipegang oleh orang-orang Israel Imperium itu, karena kompleksnya sistem dan situasi, dan adanya heterogenitas ras, kondisi peradaban dan adanya permusuhan agama, kewenangan kecil yang dilakukan oleh Pemerintah Ottoman atas provinsi-provinsi bahkan pada saat biasa, (memprotes pernyataan&lt;br /&gt;bahwa negara itu seharusnya tidak dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran-pelanggaran di provinsi-provinsi itu,) membuat sulitnya solusi atas seluruh masalah, bahkannya sulitnya penjelasan. Sebagian orang-orang Israel itu mengklaim berada di bawah perlindungan Inggris, sebagian yang lain mengatakan&lt;br /&gt;berada di bawah perlindungan Rusia. Banyak juga dari mereka yang menganggap mereka adalah orang-orang yang merdeka, yang tidak perlu kesetiaan kepada Pemerintah manapun, dan hanya ketika mereka dianiaya atau merasa marahlah maka mereka mencari perlindungan dari setiap orang yang memiliki kekuasaan. Sementara semua pemerintahan, terutama Pemerintah Amerika Serikat, adalah yang paling ingin memberikan simpati dan perlindungan, memberikan pertanyaan-pertanyaan internasional dan kesamaan dimata hukum&lt;br /&gt;menjadi terganggu dan mencegah perlindungan penuh atas mereka seandainya mereka adalah warga tetap dari Pemerintah manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Amerika Serikat di Konstantinopel telah meminta petugas konsuler dari pemerintahannya, melalui Imperium Usmani, untuk mengamati dengan seksama kondisi orang-orang Israel dalam sebagian yurisdiksi mereka, dan melaporkan kepada kedutaannya di Konstantinopel tanpa penundaan kasus-kasus penganiayaan atas orang-orang itu yang mungkin terjadi. (khilafah.com, 5/4/2010)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-8542056962418150106?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/8542056962418150106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/04/perlakuan-terhadap-yahudi-dalam-masa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/8542056962418150106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/8542056962418150106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/04/perlakuan-terhadap-yahudi-dalam-masa.html' title='Perlakuan Terhadap Yahudi dalam Masa Khilafah Usmani di Abad ke-19'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-1849359361147909746</id><published>2010-04-08T06:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T06:15:06.915-07:00</updated><title type='text'>Potret Gemilang Islam di Era Abbasiyah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya terobosan dalam tata pemerintahan, pada masa Abbasiyah, tradisi keilmuan berkembang pula. Salah satu yang terlihat jelas adalah metode penulisan sejarah. Philip K Hitti dalam History of the Arabs menyatakan, pada masa Abbasiyah, metode penulisan sejarah telah matang untuk melahirkan karya sejarah formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa sebelumnya, penulisan sejarah dilakukan berdasarkan legenda dan anekdot pada masa pra-Islam. Pun, didasarkan pada tradisi keagamaan yang berkisar pada nama dan kehidupan Nabi. Namun, saat Dinasti Abbasiyah berkuasa, penulisan sejarah mengalami kemajuan. Penulisan dilekatkan pada legenda, tradisi, biografi, geneologi, dan narasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah juga diriwayatkan melalui penuturan para saksi atau orang yang sezaman dengan penulis. Ini dilakukan melalui sejumlah mata rantai para saksi sejarah. Metode ini dinilai telah menjamin keakuratan data bahkan hingga penanggalan kejadian, meliputi bulan dan hari kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan formal pertama pada masa itu adalah Ibn Qutaybah yang bernama lengkap Muhammad ibn Muslim Al Dinawari. Ibn Qutaybah meninggal dunia di Baghdad pada 889 Masehi setelah menuntaskan penulisan bukunya, Kitab Al Maarif atau Buku Pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan ternama lainnya yang sezaman dengannya adalah Abu Hanifah Ahmad ibn Dawud Al Dinawari. Ia tinggal di Isfahan. Karya utama Al Dinawari adalah Al Akhbar Al Thiwal (Cerita Panjang), yang merupakan sejarah dunia dari sudut pandang Persia. Di kemudian hari, muncul nama Abu Al Hasan Ali Al Mas’udi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan sejarawan Muslim, ia mendapat julukan Herodotus bangsa Arab. Sebab, Al Mas’udi dianggap sekelas dengan sejarawan Yunani, Herodotus yang hidup pada abad ke-5 Masehi. Al Mas’udi oleh para pemikir dianggap telah memprakarsai metode tematis dalam penulisan karya-karya sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang Al Mas’udi gunakan tidak seperti metode yang digunakan sejarawan ternama, Al Thabari, yang dalam menyusun karya sejarah berdasarkan tahun kejadian. Dalam menulis, ia mengelompokkan berbagai peristiwa sejarah berdasarkan dinasti, raja, serta masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode tersebut kemudian diikuti oleh para ahli sejarah lain, seperti Ibn Khaldun. Al Mas’udi juga merupakan orang yang pertama kali menggunakan anekdot-anekdot sejarah. Ia berkelana mencari ilmu hingga ke Baghdad, Asia, dan Zanzibar. Pada dekade terakhir kehidupannya, Al Mas’udi berada di Suriah dan Mesir untuk menulis 30 jilid buku yang berjudul Muruj al Dzahab wa Ma’adin al Jawhar (Padang Emas dan Tambang Batu Mulia). Ini karya geografis bergaya ensiklopedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian awal karyanya, Al Mas’udi mengatakan daerah-daerah yang tandus pada mulanya adalah lautan dan daerah yang sekarang lautan pada mulanya adalah daerah tandus. Menurut dia, hal tersebut terjadi karena kekuatan alam. Sedangkan dalam karyanya yang berjudul Al Tanbih wa Al Isyraf, Al Mas’udi mengungkapkan pemikirannya tentang filsafat sejarah dan alam. Ia juga mengutip sejumlah pendapat ahli filsafat pada masa itu. (republika.co.id, 7/4/2010)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-1849359361147909746?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/1849359361147909746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/04/potret-gemilang-islam-di-era-abbasiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/1849359361147909746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/1849359361147909746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/04/potret-gemilang-islam-di-era-abbasiyah.html' title='Potret Gemilang Islam di Era Abbasiyah'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-4408245047927793316</id><published>2010-04-06T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T08:29:50.287-07:00</updated><title type='text'>Belajar Jatuh Cinta Lagi</title><content type='html'>Berulang kali al-Quran mengatakan bahwa kenikmatan dunia ini adalah sementara. Salah satunya adalah terjadi dalam pernikahan. Tidak sedikit pasangan yang diam-diam sudah merasakan kejenuhan dalam pernikahan. Berumah tangga menjadi rutinitas yang tidak menggairahkan lagi. Beda dengan awal pernikahan yang selalu hangat dan sepertinya selalu ada sesuatu yang baru bersama si dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal pernikahan kita menjadi begitu bergairah dan selalu hangat karena memang itulah momen awal kebersamaan kita dengan pasangan. Grafik hubungan kita dengan si dia meningkat. Ternyata si dia itu romantis, lembut, penuh perhatian. Begitupula ketika bersentuhan dengannya adalah hal yang sama sekali baru. Di awal pernikahan, rata-rata semua mengatakan, adalah sensasi yang memesonakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seiring perjalanan waktu rumah tangga menjadi membosankan. Karena sepertinya sudah tak ada hal baru yang ditemukan. Tak ada lagi sesuatu untuk di-explore. Kita sudah hapal kebiasaan si dia, bahkan bisa menebak gerak-geriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebosanan ini pun merembet hingga ke hubungan intim. Berdekatan dengan si dia menjadi sesuatu yang membosankan. Apalagi jika pasangan sudah memiliki kesibukan masing-masing; suami dengan kerja di kantor, istri sibuk mengurus si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini sebenarnya bahaya mengancam hubungan keduanya. Tak jarang orang berselingkuh karena alasan pernikahan mereka sudah membosan. Dalam perselingkuhan mereka serasa atau mencoba mendapatkan hal yang baru. Na’udzubillahi min dzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kebosanan bukan alasan untuk berselingkuh. Tidak ada alasan yang bisa dibenarkan untuk menghalalkan perselingkuhan. Cukuplah keharaman yang diberikan syariat adalah alasannya. “Janganlah dekati zina, karena sesungguhnya zina itu ialah keji dan seburuk-buruknya jalan,” (QS al-Isra [17]: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sudah menyadari adanya kebosanan dalam berumah tangga, maka solusinya adalah belajar bersama untuk mencintai kembali pasangan. Hal yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kuatkan kembali memori Anda bahwa pernikahan bertujuan untuk ibadah. Ikatan pernikahan adalah pernikahan yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. bukan sekedar basa-basi di hadapan mertua, saksi dan hadirin. Karenanya setia pada pasangan, mencintai dia apa adanya, dan bersama-sama memperbaiki hubungan bernilai pahala yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ingat kembali kenangan indah saat bersamanya. Bagaimana Anda bisa demikian jatuh cinta padanya dan merasa bahagia. Singkirkan keluhan-keluhan yang datang dari sikap subyektif kita pada pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, belajarlah untuk memaafkan kekurangan pasangan. Tak ada gading yang tak retak. Demikian pula si dia. Belum tentu orang lain bisa demikian memahami Anda dalam pernikahan, termasuk orang yang mungkin mengajak atau diajak untuk berselingkuh. [januar]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-4408245047927793316?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/4408245047927793316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/04/belajar-jatuh-cinta-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/4408245047927793316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/4408245047927793316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/04/belajar-jatuh-cinta-lagi.html' title='Belajar Jatuh Cinta Lagi'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-3507989617051129396</id><published>2010-03-26T04:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T06:15:38.223-07:00</updated><title type='text'>Janji Kemenangan Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Muhammad Rahmat Kurnia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana syariah bisa tegak bila masyarakat perutnya lapar!” Begitu, kata sebagian orang.  Memang, harus diakui bahwa langkah perjuangan bukanlah hal mudah.  Penuh kesulitan.  Bukan sekadar masalah ekonomi, setumpuk masalah lain pun terus menimpa.  Sebut saja secara internal, kondisi ekonomi umat Islam masih terpuruk.  Kemiskinan masih di atas 35 juta jiwa.  Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Hermawan, angka kemiskinan ini hingga 2010 diprediksi tidak akan jauh berbeda dengan angka kemiskinan tahun ini.  Hanya saja, kondisi ini sejatinya justru menjadi dorongan besar untuk berjuang lebih sungguh-sungguh.  Sebab, tanpa perubahan sistem dan orang niscaya kondisi tak akan pernah beranjak.  Tengoklah para pendukung dakwah para Nabi banyak dari kalangan miskin, misalnya Bilal bin Rabah, Abu Dzar al-Ghifari, dan Salman al-Farisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada sikap kaum Muslim yang menerima keadaan, puas dengan kondisi yang ada.  Bahkan, mengatakan sistem yang ada sudah final.  Perjuangan pun jalan sendiri-sendiri.  Upaya penyatuan langkah sering kali kandas di tengah pragmatisme.  Akhirnya, tidak jarang pihak yang disebut ulama dan tokoh Islam mendiamkan kemungkaran.  Sebagai contoh kecil, tak banyak kalangan Islam yang bersuara terkait skandal century gate. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, penguasa kini semakin liberal dan pro Barat (west friendly).  Sampai-sampai merasa perlu membuat patung Obama.  Padahal, dialah yang menumpahkan darah kaum Muslim di Afghanistan dan Pakistan sekarang.  Suara kritis dari parlemen hilang karena partai-partai berkoalisi menjadi pendukung partai penguasa.  Kini, tengah ada upaya untuk merubah UU Antiterorisme sedemikian rupa sehingga “Penindakan harus dimulai  sejak tahap provokasi &amp;amp; eksploitasi radikalisme”.  Dengan kata lain, Internal Security Act (ISA) seperti di Malaysia sedang dijajaki untuk dihidupkan.  Hal ini dapat bersifat liar menjadi kriminalisasi pendakwah.  Dari eksternal pun tantangan luar negeri masih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi demikian, haruskah pesimis?  Jawabannya tegas: tidak!  Sebaliknya, kaum Mukmin harus selalu optimis.  Mengapa?  Pertama, kesulitan merupakan sunnatullah dalam perjuangan.  Allah SWT menegaskan: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (TQS. al-Baqarah[2]:214).  Imam al-Qurthubi memaknai bahwa mereka ditimpa kebutuhan dan keserbakurangan/kefakiran yang sangat, celaan dan malapetaka, serta keguncangan berupa tidak takut dan gentarnya musuh-musuh terhadap mereka.  Hal ini menjadikan mereka menyangka lambatnya pertolongan Allah.  Namun, justru dalam kondisi demikian Allah SWT menyatakan bahwa pertolongan-Nya dekat, Dia akan meninggikan kaum Mukmin di atas musuh-musuh mereka, memenangkannya, meninggikan kalimat-Nya,  memberikan janji yang telah diberikan-Nya kepada mereka, dan memadamkan api peperangan para musuhnya (Jami al-Bayan fi at-Ta`wil al-Quran, Juz IV, hal. 288).  Ini menunjukkan bahwa rasa pesimis yang hampir hinggap di dada para sahabat ditepis oleh Allah SWT.  Akhirnya, mereka pun kembali menyadari bahwa kesulitan merupakan pangkal keberhasilan.  Kesulitan merupakan sunnatullah dalam perjuangan.  Optimisme mereka pun kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Allah SWT menjanjikan kemenangan.  Di antara janji-Nya adalah: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik (TQS. an-Nur[24]:55).  Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyatakan: “Ini adalah janji dari Allah kepada Rasul-Nya SAW.  Dia akan menjadikan umatnya sebagai para khalifah di bumi ini, yakni para pemimpin dan para wali bagi manusia.  Melalui merekalah berbagai negeri akan baik, pada merekalah para hamba akan tunduk.  Dia pun akan mengubah rasa takut mereka menjadi rasa aman dan keadilan pada mereka.  Allah telah membuktikan hal ini” (Tafsir Ibnu Katsir, Juz VI, hal. 77).  Janji ini akan kembali terbukti bagi umat Muhammad masa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kini ada kelompok umat Islam yang teguh pada kebenaran, menyerukan Islam dengan sejujurnya.  Tidak sedikit para aktivisnya ditangkap karena dakwah yang dilakukannya.  Kata Nabi SAW, mereka yang tetap bersikap demikian akan mendapatkan kemenangan.  Realitas ini persis sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW: “Akan selalu ada kelompok dari umatku yang berdiri di atas kebenaran, dan mereka dalam kemenangan.  Orang-orang yang menentang dan melawan mereka tidak akan membahayakan mereka hingga Allah Tabaroka wa Ta'ala mendatangkan kemenangan pada saat mereka dalam kondisi seperti itu (di atas kebenaran dan menang) (HR. Abu Dawud, Turmudzi, Baihaqi).    Hadits ini mengajarkan hal penting untuk dilakukan adalah konsisten berada dalam kebenaran dan istiqamah menyerukannya.  Kesulitan apapun tak akan pernah membahayakan.  Dan, kemenangan hanya tinggal waktu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, upaya menegakkan Islam secara kaffah makin mendapatkan sambutan, terlebih dari kalangan muda.  Bukan hanya berumur muda, mereka banyak dari kalangan mustadh'afin, juga berasal dari kalangan menengah.  Padahal, mustadh'afin, kalangan pemuda, dan kelas menengah merupakan ujung tombak perjuangan.  Hal ini mengingatkan kita pada perjuangan Nabi SAW yang juga didukung oleh kalangan ini.  Beliau didukung oleh mustadh'afin seperti Bilal, Abu Dzar, dan banyak mantan budak. Beliau sendiri diangkat menjadi Nabi dan Rasul pada usia masih belia, 40 tahun.  Pendukung awal beliau  tercatat banyak dari kaum muda seperti Ali bin Abi Thalib (8), Thalhah bin Abdullah (11), Arqam bin Abi Arqam (12), Said bin Zaid (20), Saad bin Abi Waqash (17), Utsman bin Affan dan Khabab bin Art (20-an), Mush'ab bin Umair yang kelak menjadi utusan Nabi di Madinah (24), Umar bin Khathab (26), Bilal bin Robah (30), Abu Bakar (37), Hamzah bin Abdul Muthalib (42), dll.  Sejarah kemanusiaan pun mencatat perubahan senantiasa dipelopori oleh kalangan muda.  Realitas ini meniscayakan optimisme dalam perjuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, kebobrokan, ketidakadilan, korupsi, dan kezhaliman yang terus terjadi semakin menyadarkan masyarakat bahwa sistem sekulerisme, kapitalisme, dan demokrasi yang kini diterapkan tetap melanggengkan semua itu.  Muncul tuntutan sistem alternatif. Dan, sistem alternatif itu hanya satu: Islam.  Tidaklah mengherankan pertengahan 2009 tidak kurang hadir 7000 orang dalam acara Muktamar Ulama Nasional (MUN) di Istora Senayan, Jakarta.  Mereka adalah ulama yang datang dari berbagai daerah Indonesia.  Seruannya sama, jalan keselamatan manusia adalah penerapan syariah dan penyatuan dalam Khilafah.  Sambutan dari para ulama ini menggambarkan adanya harapan dan optimisme baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, secara imani, kemenangan tinggal menunggu waktu.  Secara faktual, kini sedang menggelinding perjuangan yang memadukan para ulama dan kaum muda dari kelas menengah ditopang oleh kekuatan mustadh'afin.   Sementara, kalangan atas mulai melirik Islam.  Hal ini meniscayakan makin bertambahnya optimisme dalam perjuangan menegakkan Islam.&lt;br /&gt;sumber : www.mediaumat.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-3507989617051129396?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/3507989617051129396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/janji-kemenangan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3507989617051129396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3507989617051129396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/janji-kemenangan-islam.html' title='Janji Kemenangan Islam'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-6632741504736524572</id><published>2010-03-26T04:46:00.000-07:00</published><updated>2010-03-26T04:49:41.439-07:00</updated><title type='text'>Baju Islam, Otak Barat</title><content type='html'>Tuesday, 23 March 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImageAmerika dan Barat mendukung individu atau organisasi yang seide dengan budaya Barat untuk menghantam Islam yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim ter-besar di dunia. Keber-adaannya memegang peran penting di dunia Islam. Andai Indonesia bangkit dengan Islam, maka hal ini tidak saja membahayakan kawasan tapi dunia pada umumnya, khusus-nya hegemoni Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengherankan bila Barat mencoba 'mengerem' bangkitnya Islam dari Indonesia. Mereka tidak ingin Islam muncul sebagai kekuatan dalam sebuah negara. Berbagai cara dilakukan. Salah satu caranya adalah bagaimana Barat mengarahkan ghirah Islam yang mulai muncul ke arah yang melenceng dari Islam dan justru sesuai dengan cara pan-dang Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen Rand Corpora-tion bisa menjadi bukti akan hal itu. Lembaga think tank yang dibiayai oleh Gedung Putih AS ini pada 2007 lalu mengeluarkan sebuah kajian setebal 217 halaman berjudul: “Building Mode-rate Muslim Network”. Dalam laporan yang mengandungi sepuluh bab itu, Rand Corporation menjelaskan latar belakang kajian ini, yaitu mewujudkan ketidakseimbangan kekuatan antara Muslim radikal-fundamentalis dan Muslim moderat-liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan politik belah bambu ini, Amerika dan Barat mendukung kalangan moderat untuk mengecam kesalahan persepsi Islam yang dikembangkan kaum yang mereka sebut ekstrimis karena ingin menegakkan Islam kaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Rand Corporation menggariskan peta jalan (road map) bagaimana untuk membangun jaringan Muslim moderat ini dengan memberikan bantuannya kepada pihak-pihak yang dianggap mampu mengemban pemikiran tersebut. Mereka adalah 1) Para akademik dan intelektual Muslim yang liberal dan sekuler, 2) Mahasiswa muda berpaham moderat, 3) Komunitas aktivis, 4) Organisasi-organisasi yang mengampanyekan persamaan jender, 5) Wartawan dan penulis moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rand Corporation juga menjelaskan secara terperinci kriteria kalangan Muslim Moderat-Liberal yang akan dijadikan sahabat Amerika, yaitu 1) Pendukung demokrasi, 2) Pejuang hak-hak manusia, kesetaraan jender dan kebebasan beragama, 3) Menghargai pluralisme, 4) Menerima sumber hukum yang bukan mazhab, 5) Menentang terorisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola-pola ini pula yang digunakan di Indonesia. Amerika dan Barat mendukung tokoh-tokoh-tokoh yang masuk dalam kriterianya. Tak segan-segan Amerika dan Barat memberikan bantuan dana dan penghargaan kepada tokoh-tokoh tersebut. Termasuk pula membiayai me-reka untuk melanjutkan pendi-dikan di dunia Barat. Milyaran rupiah dana dikucurkan untuk proyek liberalisasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh yang berjasa dalam proyek ini pun diberi penghargaan. Lihat saja, Musdah Mulia. Profesor UIN Syarif Hidaya-tullah Jakarta yang pro homo-seksual ini mendapat penghar-gaan International Women of Courage dari Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice di kantor kementerian luar negeri Amerika Serikat (AS), Washington pada Hari Perempuan Dunia 8 Maret tahun 2008. Amerika Serikat memberikan penghargaan kepa-da 100 perempuan dari seluruh dunia 'yang dianggap berani membuat perubahan demi ke-majuan perempuan di nega-ranya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya ia bersama kawan-kawannya yang seide dibantu The Asia Foundation lembaga donasi dari Amerika yang sering mendukung gagasan liberalisme terus mengasongkan gagasan nylenehnya. Ia bahkan muncul kembali bersama para penulis buku Fiqih Lintas Agama. Yang oleh sebagian kaum Muslim dianggap banyak membuang makna teks dan menggunakan aspek konteks secara amburadul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemahaman saya sering dicap terlalu kebarat-baratan dan saya tidak akan terkejut, sekem-bali dari Amerika Serikat, saya akan dicap sebagai antek Ame-rika," kata Musdah seolah telah siap dengan segala risikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang sama diberikan kepada Ulil Abshar Abdala. Dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL) ini malah diberi kesempatan untuk melanjutkan studinya di Amerika. Sebelumnya JIL men-dapat bantuan dana dari The Asia Foundation untuk menyebarkan ide-ide liberal di kalangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan juga diberi-kan kepada Abdurrahman Wahid. Tidak tanggung-tanggung, Gus Dur diundang ke Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian pada Mei 2008. Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarena-kan ia dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelin-dung kaum Zionis Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Mus-lim terbesar seperti Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazimnya acara penganu-gerahan penghargaan, ada juga sejumlah dolar yang dihadiahkan Shimon Wiesenthal Center kepa-da sang penerima. Hanya saja, berapa besar jumlah hadiah be-rupa uang ini tidak disebutkan dalam situs resmi Wiesenthal Center tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model yang sama diberikan kepada Goenawan Mohamad. Bos Tempo ini pada Juni 2007 menerima penghargaan Cheva-lier dans l'Ordre des Arts et des Lettes dari Kementrian Kebudaya-an dan Komunikasi Prancis. Goenawan dianggap berjasa dalam penyebaran budaya baik di Perancis atau pun di dunia. Bagi Pemerintah Prancis, Goena-wan Mohamad adalah sosok yang memperjuangkan kebebas-an dan demokrasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya GM -pang-gilannya- diberikannya penghar-gaan 'Dan David Prize' oleh Tel Aviv University. Pemberian peng-hargaan yang dilakukan oleh Universitas Tel Aviv (TAU) itu didasarkan kepada aktivitas Goenawan selama 30 tahun terakhir yang memperjuangkan kebebasan pers dan jurnalisme yang independen di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbanyak di dunia. GM mene-rima hadiah uang senilai 250 ribu dolar AS (sekitar Rp 2,3 milyar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan GM ini tidak lepas dari perannya meng-orbitkan tokoh-tokoh liberal ke jagad politik Indonesia melalui Majalah Tempo. Ia tergolong sukses menggerakkan proses sekulerisasi di Indonesia. Fakta pun menunjukkan betapa Tempo ini sangat anti Islam.[] humaidi&lt;br /&gt;sumber : www.mediaumat.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-6632741504736524572?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/6632741504736524572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/baju-islam-otak-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6632741504736524572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6632741504736524572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/baju-islam-otak-barat.html' title='Baju Islam, Otak Barat'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-4021499405059028024</id><published>2010-03-26T04:44:00.000-07:00</published><updated>2010-03-26T04:45:10.368-07:00</updated><title type='text'>Kehidupan Yahudi di Bawah Pemerintahan Islam</title><content type='html'>Oleh: Dr Muzaffar Iqbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorang pun bisa membicarakan tentang kehidupan Muslim di bawah pemerintahan Yahudi, terutama di tanah yang dijanjikan kepada orang-orang Yahudi dan kemudian ditolak karena pembicaraan tersebut (atau tulisan tentang hal ini) sama sekali tidak diperbolehkan dalam dunia ‘yang beradab’ di mana aku kebetulan hidup sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia yang ‘beradab’  ini hanya tertarik pada Muslim ‘teroris’ yang hidupnya bisa diambil sewaktu-waktu, misalnya, oleh sebuah pesawat tanpa awak di Pakistan - sebuah negara berdaulat yang tidak bisa melindungi kedaulatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun di dunia ‘beradab’ kami yang tertarik untuk mengetahui bahwa sebuah pesawat tanpa awak tidak memiliki cara untuk membedakan antara seorang bayi kecil tertidur lelap di sisi ibunya dengan teroris sebenarnya yang duduk ribuan mil jauhnya dari sebuah kantor tempat pesawat tersebut dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, hal-hal semacam itu membutuhkan hati yang dapat merasakan rasa sakit dan penderitaan. Rasa sakit dan penderitaan di atas penderitaan manusia tidak diperbolehkan di seluruh pelosok benua yang luas ini, yang oleh penulis Heart of Darkness bisa dengan mudah digunakan sebagai tempat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi setiap pidato atau tulisan tentang kehidupan Muslim di bawah pemerintahan Yahudi tidak akan pernah menemukan jalan ke media ‘gratis’  di negeri ini dan akan segera diberi label anti-Semit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, untungnya, seseorang masih bisa bicara tentang kehidupan kaum Yahudi di bawah kekuasaan Islam, walau harus membuka jendela masa lalu yang tak seorangpun mau mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang seharusnya ingat waktu itu, sebagian besar umat Islam, mereka tidak mampu, hanya karena mereka tidur panjang selama empat abad - yang selama tidur, seluruh dunia di sekitar mereka telah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak mengherankan bahwa jendela ke masa lampau ini sedang dibuka oleh Amnon Cohen, seorang Yahudi, yang menghabiskan bertahun-tahun dalam menguraikan dokumen-dokumen Pengadilan Turki Utsmani di Yerusalem dan diterbitkan beberapa artikel mengenai hal ini di berbagai jurnal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, jilid keduanya, A World Within: Jewish Life as Reflected in Muslim Court Documents from the Sijill of Jerusalem merupakan kunci kita ke jendela yang ingin kita buka untuk melihat masa lalu di kolom ini. Bahkan cerita ini menceritakan abad keenam belas dokumen yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat penelitian Cohen membawanya ke kantor administrasi wakaf dan Dewan Tinggi Islam di Yerusalem Timur, di mana ia diberikan akses ke arsip masa Utsmani : 420 jilid buku bersampul kulit hampir tidak tersentuh oleh para sarjana asing atau lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen-dokumen ini disimpan di gedung pengadilan selama berabad-abad, tetapi selama Perang Dunia II dokumen ini dipindahkan ke tempat yang baru dibentuk kantor administrasi wakaf di jalan utama Yerusalem Timur  yang dinamai dengan nama seorang yang setiap Muslim sekarang ingin kembali untuk menyelamatkan saudara-saudara mereka dari situasi yang merendahkan martabat mereka: Sholahuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen Cohen menemukan draft asli kasus-kasus pengadilan yang menggambarkan proses sehari-hari . Setiap volume berisi sekitar 450 halaman. Setiap halaman meliputi beberapa kasus.  Prosiding harian Pengadilan Muslim di Yerusalem selama masa Ottoman mengandung berbagai kasus, tetapi yang menarik dari arsip ini adalah kasus-kasus yang melibatkan pihak orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah bagian dari catatan pengadilan sehari-hari, tanpa membedakan golongan. Yaitu, mereka diperlakukan sebagaimana kasus-kasus pengadilan pada umumnya walaupun mereka tergolong kepada kelompok agama minoritas yang hidup di bawah hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen-dokumen ini memberikan banyak informasi tentang kehidupan sehari-hari orang Yahudi di Yerusalem. Mereka menyembelih daging mereka sendiri, mengikuti hukum-hukum agama mereka sendiri dalam segala hal. Sebagai penukar uang, terdapat pilar-pilar fiskal ekonomi lokal, dan mereka hidup di bawah kebebasan penuh. Terdapat sistem yang sangat aktif dalam serikat pedagang daging, penukaran uang, pabrik, pedagang biji-bijian, perhiasan, dan perdagangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cohen mengungkap beberapa pandangan ke dalam kehidupan Yahudi. Patut dicatat hal ini merupakan alasan-alasan mengapa orang Yahudi pergi ke pengadilan syariah, daripada ke pengadilan mereka sendiri. Kasus-kasus pengadilan ini tidak saja melibatkan menangani konflik antara orang Yahudi dan Muslim atau Yahudi dan Kristen; pengadilan ini juga penuh dengan kasus-kasus yang melibatkan sesama orang-orang Yahudi saja. Jadi, mengapa orang-orang Yahudi pergi ke pengadilan Syariah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka berpaling kepada Shariah,” Cohen menyimpulkan, “untuk mencari ganti rugi sehubungan dengan perbedaan-perbedaan internal, dan bahkan untuk masalah internal keluarga mereka (hubungan intim antara suami dan istri, pemberian nafkah, pembayaran untuk cerai, perwalian bayi, dll ). Hal-hal lain yang murni sifat religius juga diperkenalkan ke pengadilan Islam; selendang doa Yahudi dan phylacteries, lembaga-lembaga Yahudi tradisional dan komunal, hari libur Yahudi dan bahkan terkait masalah mimpi orang Yahudi  … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh akan cukup: Volume 58, untuk tahun 1578-1579 M, mengandung sebuah dokumen (no. 122c), tanggal 7 Rabi’ul-Awwal, 986 H, yang menyatakan: “Orang Yahudi Yaqub bin Yusif  menyatakan di pengadilan bahwa mulai sekarang ia tidak akan bertentangan dengan ayahnya, dan akan melibatkan diri secara mendalam dalam studi membaca dan menulis. Sang ayah berusaha untuk menikahkannya dengan seorang perempuan Yahudi dari Safed sejak ia secara resmi menyatakan dirinya tidak akan menjalin hubungan tertentu dengan perempuan Yahudi lainnya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 17 Syawal, 986, Yaqub bin Yusif yang sama datang lagi di pengadilan. Pada hari itu dia menyatakan di pengadilan bahwa ia menceraikan istrinya Sara binti Ibrahim dari Safed, yang disaksikan oleh dua saksi Yahudi. Kedua belah pihak, yaitu Yaqub dan ayahnya di satu pihak, serta  Sara dan ibunya di pihak lain, membebaskan satu sama lain dari kewajiban atau utang apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang dari sebulan kemudian, Yaqub  bin Yusif yang sama muncul di pengadilan pada tanggal 9 Dhul-Qa `da,” menuntut Yahudi lain, Shmuil bin Khalifa, yang telah menjanjikan kepadanya 25 koin emas sebagai maskawin dengan anak perempuannya, Mazaltuf. Shmuil menyangkal dan dimaksud pengadilan untuk deposisi sebelumnya oleh penggugat yang sama di mana yang dimaksud Yaqub adalah khusus kepada putrinya dan sama sekali tidak terkait dengannya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan yang Menarik.  Lain waktu, lain zaman . Namun, begitu banyak yang bisa dipelajari. Hanya jika umat Islam mau bangun dan mulai belajar dari sejarah mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah kolumnis lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :http://thenews.com.pk/daily_detail.asp?id=229878&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-4021499405059028024?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/4021499405059028024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/kehidupan-yahudi-di-bawah-pemerintahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/4021499405059028024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/4021499405059028024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/kehidupan-yahudi-di-bawah-pemerintahan.html' title='Kehidupan Yahudi di Bawah Pemerintahan Islam'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-7962999055872622434</id><published>2010-03-26T04:38:00.002-07:00</published><updated>2010-03-26T04:44:00.881-07:00</updated><title type='text'>Pelayanan Kesehatan dalam Khilafah</title><content type='html'>Barack Obama menandatangani RUU kontroversial kesehatan AS menjadi undang-undang setelah berbulan-bulan perdebatan sengit terjadi dalam menggodok RUU Kesehatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan di AS telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir dan mendapat perhatian internasional setelah Michael Moore merilis film dokumenter yang berjudul “Sicko” tiga tahun lalu. Di dalam filmnya tersebut Michael Moore memusatkan perhatian pada kegagalan sistem kesehatan Amerika. Perhatian khusus diberikan kepada Perusahaan Asuransi dan bagaimana tujuan mereka yang ternyata bukan untuk membantu orang yang membutuhkan melainkan untuk meningkatkan keuntungan. Solusi yang diusulkan adalah untuk memiliki sistem kesehatan publik yang serupa dengan yang ada di Kanada, Inggris, Perancis dan Kuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ekonomi yang berantakan dan meningkatnya biaya pengeluaran negara dari perang Irak dan Afghanistan, kita mungkin bertanya-tanya apa yang salah dengan skala prioritas AS? Perdebatan panjang tentang perawatan kesehatan di AS berpusat pada apakah ada hak untuk pelayanan kesehatan dasar, atau siapa yang seharusnya memiliki akses ke perawatan kesehatan dan kualitas yang diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang kedokteran dikutip sebagai satu-satunya faktor terbesar pada 62% dari semua kebangkrutan personal di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50 juta orang Amerika tidak memiliki asuransi kesehatan. Sekitar 18.000 dari 50 juta orang meninggal dunia setiap tahun karena mereka tidak memiliki asuransi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat tidak melihat kesehatan sebagai hak dasar, tetapi sebagai hak istimewa. Barack Obama menantang pandangan ini melalui reformasi RUU untuk menyediakan perawatan kesehatan universal melalui asuransi kesehatan untuk semua orang. Hal inilah yang menyebabkan ‘kemurkaan’ dari kelompok sayap kanan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS tidak menyediakan program yang didanai pemerintah dengan anggaran terbesar untuk biaya ataupun asuransi kesehatan. Tetapi pada umumnya terserah kepada individu untuk memperoleh asuransi kesehatan atau tidak. Kebanyakan warga pekerja AS mendapatkan hal tersebut melalui majikan mereka tempat perusahaan mereka bekerja, tetapi yang lain mendaftar pada skema asuransi swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut syarat-syarat yang paling terencana, warga AS harus membayar premi secara teratur, tetapi diharuskan untuk membayar sebagian dari biaya pengobatan mereka sebelum menutup pengeluaran dari pihak asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah situasi dari 250 juta orang yang memiliki solusi perawatan kesehatan. Hal ini telah umum terjadi bagi mereka yang memiliki asuransi kesehatan, harus menanggung banyak utang setelah dikurangi untuk asuransi kesehatan, menyebabkan sejumlah besar orang bahkan harus menjual rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagaimana masa depan Khilafah akan menangani masalah kesehatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatur urusan rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah sebuah sistem unik yang diwahyukan Allah SWT yang menyediakan kebutuhan baik bagi individu dan masyarakat. Allah sebagai sang Khaliq - Sang Pencipta dari semua yang ada - akan jelas tahu apa yang terbaik untuk kita. Dengan pengetahuan Nya yang tak terbatas, sistem-Nya akan dapat memberikan solusi untuk masalah manusia yang telah atau akan hadapi. Berkaitan dengan pemerintahan, Khalifah dipercayakan dalam menerapkan hukum-hukum Allah. Khalifah secara langsung bertanggung jawab sebelum Allah SWT, untuk setiap masalah yang mempengaruhi warga negara yang ada di dalam Negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Dia yang berkuasa atas lebih dari sepuluh orang akan membawa belenggu pada hari kiamat sampai keadilan melonggarkan rantainya atau tindakan tiraninya membawa dia kepada kehancuran.” [Tirmidzi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa tidak hanya perlu menanggapi orang-orang di bawah perawatan tetapi juga harus menjawab kepada otoritas yang lebih tinggi, Malik-al-Mulk (Penguasa dari segala Kedaulatan). Dengan demikian, penguasa harus memenuhi kewajiban yang diletakkan di atas dirinya karena hal ini tidak hanya merupakan mandat dari negara, tetapi adalah hukum Allah SWT. Oleh karena itu Khalifah harus peduli bagi setiap kebutuhan warga negara dan memastikan bahwa mereka tidak menghadapi kesulitan yang tidak pantas seperti kurangnya akses ke pelayanan kesehatan atau bahkan menunggu dengan sangat lama untuk mendapat perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Siapa pun yang mengepalai salah satu urusan kaum muslimin dan tetap menjauhkan diri dari mereka dan tidak membayar dengan perhatian pada kebutuhan dan kemiskinan mereka, Allah akan tetap jauh dari dirinya pada hari kiamat…. “[Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas jelas menunjukkan beratnya tanggungjawab orang yang berkuasa. Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, ia terlihat agak murung. Salah seorang pembantunya bertanya mengapa dia begitu sedih dan khawatir. Umar menjawab, “Siapa pun yang berada di bawah tanggung jawabku; aku harus menyampaikan dan memberikan kepada mereka semua hak-hak mereka, apakah mereka menuntut atau tidak akan hak-hak mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan bagi orang-orang yang berada di bawah otoritas negara tidak dinilai berdasarkan anggaran tahunan atau aspirasi politik melainkan didasarkan pada hak-hak yang diberikan kepada mereka oleh Allah SWT. Hal ini mewajibkan Khalifah untuk menyediakan hak-hak mereka dengan sangat hati-hati dengan kepedulian yang terbaik dari kemampuan yang dimiliki dirinya, apakah warga negara menyadari hak itu atau tidak, dan apakah mereka telah meminta untuk itu atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan dalam Khilafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda: “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab untuk orang-orang yang dipimpin. Jadi, penguasa adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya.” [Bukhari &amp; Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam bertanggung jawab untuk mengelola urusan-urusan rakyat. Salah satu kebutuhan dasar adalah bahwa Khilafah harus menyediakan layanan kesehatan. Ketika Rasulullah SAW sebagai kepala negara di Madinah diberikan seorang dokter sebagai hadiah, ia tugaskan dokter tersebut ke umat Islam. Kenyataan bahwa Rasulullah SAW menerima hadiah dan dia tidak menggunakannya, bahkan dia menugaskan dokter itu kepada kaum muslimin, dan hal ini adalah bukti bahwa kesehatan adalah salah satu kepentingan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena negara berkewajiban untuk membelanjakan anggaran negara pada penyediaan sistem kesehatan gratis untuk semua orang, maka Baitul-Mal harus menyusun anggaran untuk kesehatan. Jika dana yang tersedia tidak mencukupi maka pajak kekayaan akan dikenakan pada umat Islam untuk memenuhi defisit anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan sistem kapitalis, sistem Islam memandang penyediaan kesehatan kepada warga negaranya dari perspektif manusia dan bukan aspek ekonomi. Ini berarti bahwa pemimpin Negara Islam terlihat untuk menyediakan sarana kesehatan yang memadai dan berkualitas baik kepada rakyat, bukan demi memiliki tenaga kerja yang sehat yang dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian tetapi demi memenuhi tugasnya mengurus kebutuhan orang-orang dalam ketaatan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedokteran keunggulan dalam sejarah Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Islam diterapkan sebagai sebuah sistem lengkap, Islam menyediakan sarana untuk berprestasi di segala bidang seperti ilmu pengetahuan dan teknologi. Di masa lalu, individu di bawah Khilafah membuat kontribusi yang luar biasa untuk bidang medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilafah pada masa itu menyediakan banyak rumah sakit kelas satu dan dokter di beberapa kota: Baghdad, Damaskus, Kairo, Yerusalem, Alexandria, Cordova, Samarkand dan banyak lagi. Kota Baghdad sendiri memiliki enam puluh rumah sakit dengan pasien rawat inap dan pasien rawat jalan dan memiliki lebih dari 1.000 dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah sakit umum seperti Bimaristan al-Mansuri, didirikan di Kairo pada tahun 1283, mampu mengakomodasi 8.000 pasien. Ada dua petugas untuk setiap pasien yang melakukan segala sesuatu untuk diri pasien agar mendapatkan kenyamanan dan kemudahan dan setiap pasien mendapat ruang tidur dan tempat makan sendiri. Para pasien baik rawat inap maupun rawat jalan di beri makanan dan obat-obatan secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apotik dan klinik berjalan untuk perawatan medis bagi orang-orang cacat dan mereka yang tinggal di desa-desa. Khalifah, Al-Muqtadir Billah, memerintahkan bahwa setiap unit apotik dan klinik berjalan harus mengunjungi setiap desa dan tetap di sana selama beberapa hari sebelum pindah ke desa berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari catatan sejarah di atas, kita melihat bahwa ketika Penguasa benar-benar menerapkan aturan Allah SWT, barulah saat itu masyarakat akan benar-benar berkembang dan berhasil. Namun, penting untuk diingat bahwa kemajuan materi tidak menyamakan dengan kesuksesan sejati - mencari keridhaan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi khalifah hal tersebut bukan hanya tentang bagaimana menyediakan pelayanan medis, melainkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang dirinya dipercayakan untuk bertanggung jawab atas mereka. (khilafah.com, 23/3/2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-7962999055872622434?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/7962999055872622434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/pelayanan-kesehatan-dalam-khilafah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/7962999055872622434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/7962999055872622434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/pelayanan-kesehatan-dalam-khilafah.html' title='Pelayanan Kesehatan dalam Khilafah'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-9130833778602905229</id><published>2010-03-26T04:38:00.001-07:00</published><updated>2010-03-26T04:38:28.217-07:00</updated><title type='text'>Strategi Baru Amerika Terhadap Islam di Indonesia</title><content type='html'>Nasir Tamara muda memberanikan diri ke kantor Ford Foundation, suatu hari di awal 1980-an. Tekadnya hanya satu, ia butuh dana untuk belajar Islam dan politik. Ia ingin Ford Foundation mensponsori studinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ia keluar kantor dengan tangan kosong. Pemerintah Amerika Serikat, yang menyokong dana Ford Foundation, menolak permohonannya. ”AS tidak tertarik dengan Islam,” kata Nasir, mengenang peristiwa itu, pada Washinton Post , baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik, penolakan Ford Foundation ada hubungannya dengan Presiden AS saat ini, Barack Obama. Hubungan itu lewat mendiang ibu si Presiden, Ann Dunham. Ann adalah antropolog AS yang sudah menetap lebih dari satu dekade di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset Ann di Indonesia, yang tentu dilirik oleh AS, tidak mengutamakan bidang politik maupun agama. Dua bidang itu, menurutnya, terlalu sensitif. Apalagi saat itu Indonesia dikuasai oleh penguasa, yang menurutnya, berpaham sekuler. Riset Ann fokus pada pembangunan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Nasir Tamara datang ke Ford Foundation pascapenyerangan World Trade Center, 11 September 2001, situasinya pasti lain. Bisa jadi ia benar-benar dibiayai studi di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Washington Post mencatat, pendekatan AS terhadap Islam di Indonesia mengalami perubahan besar-besaran setelah menara kembar itu dihantam dua pesawat. AS menyediakan dana untuk ‘mencetak’ Muslim moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Paman Sam menerbangkan ratusan ulama Indonesia untuk ikut kursus tentang Islam moderat di AS. Mereka menerbitkan buku panduan khutbah. Memberi garis besar isu-isu khutbah. Bahkan, salah satu organisasi swasta di AS mencoba membuatkan materi khutbah Jumat untuk para ulama Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skala tertentu, apa yang dilakukan AS di awal dekade 2000-an terhadap Islam di Indonesia, meniru strategi perang dingin mereka terhadap komunisme dan Uni Sovyet. Kala itu, AS ‘jor-joran’ menyokong program pendidikan dan budaya antikomunisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sudah dilakukan The Asia Foundation di sini. Yayasan yang disokong resmi oleh Pemerintah AS, tapi lewat saluran dana rahasia. The Asia Foundation bekerja sama dengan USAID membiayai program ‘Islam and Civil Society’ di Indonesia. ”Kami ingin menantang pemikiran Islam garis keras,” kata Ulil Abshar Abdalla, intelektual muda yang mendirikan Jaringan Islam Liberal di 2001. The Asia Foundationlah yang menyediakan dana bagi Ulil untuk mendirikan JIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat dana itu, JIL bisa siaran mingguan di salah satu radio swasta. Tema siaran tentu saja mengkritisi interpretasi literal yang biasa dilakukan Islam garis keras. JIL juga sempat membuat program televisi yang memperlihatkan Islam warna-warni di Indonesia. Tak lupa mereka menyebarkan selebaran Islam liberal di sejumlah masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah AS benar-benar ‘kepincut’ model moderat Ulil. Ia diterbangkan ke Washington pada 2002. Di ibu kota negara ini, Ulil bertemu barisan pejabat penting. Mulai dari Depdagri AS hingga Pentagon. Ia berdialog dengan Paul D Wolfowitz, saat itu wakil Menteri Pertahanan AS dan mantan duta besar AS di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, pendekatan kultural ala perang dingin ini gagal total. Justru gara-gara JIL muncul, lebih banyak lagi umat Muslim konservatif yang benci pada AS. Mereka menilai AS bermain di air keruh, mencoba mengoyak-ngoyak akidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ditambah hadirnya perang Irak. ”Perang Irak ‘menghancurkan semuanya’,” kata Ulil, yang mulai menerima ancaman dibunuh setelah mendirikan JIL. Reaksi keras terus bertebaran. Majelis Ulama Indonesia malah menolak paham JIL. MUI mengeluarkan fatwa untuk menolak sekularisme, pluralisme, dan liberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buntutnya kembali ke uang. The Asia Foundation tak lagi mengucurkan dana bagi JIL. Mereka mengubah strateginya. Masih tetap menyediakan dana bagi organisasi Islam lokal, tapi menghindari isu keagamaan yang sensitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana akan mengucur bila ada proposal seperti pelatihan pengawasan anggaran, pemberantasan korupsi, hingga penanganan kemiskinan. ”Yayasan menilai perdebatan pemikiran Islam di Indonesia akan lebih maju tanpa keterlibatan organisasi internasional,” kata Kepala Kantor The Asia Foundation Jakarta, Robin Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Washington Post , Pemerintah AS selalu memerhatikan arah angin Islam di Indonesia. Betapa tidak. Indonesia adalah salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Jumlah penganut Islam di nusantara lebih banyak dari jumlah seluruh penduduk negara Teluk Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini adalah pertarungan ide. Pertarungan masa depan Indonesia,” kata Kepala USAID Jakarta, Walter North. Pertarungan ini mencuatkan pertanyaan penting: Cukupkah AS hanya mengamati perkembangan Islam di Indonesia, atau terjun langsung dan mempromosikan Muslim sesuai keinginan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, menurut  Washington Post , perkembangan di Indonesia sesuai dengan arah yang diinginkan AS. Ini terlihat dari sejumlah gejala. Misalnya, terorisme yang melibatkan Islam. Ketika salah satu tersangka peledakan bom Ritz Carlton, Juli 2009, ditembak mati oleh Detasemen Khusus 88 (yang dilatih oleh AS). Warga desa tempat korban dilahirkan menolak jenazah dimakamkan di desa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas protes keras Front Pembela Islam terhadap kedatangan bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa. Menurut AS, FPI tidak lagi ambil pendekatan kekerasan dengan menghancurkan bar, klub malam, atau hotel, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat kebencian publik Indonesia ke AS terkait perang Irak pun diklaim turun. Salah satu faktor pendukungnya adalah hengkangnya George W Bush dan naiknya Barack Obama. Pada 2003, tahun pertama perang Irak, 15 persen orang Indonesia yang disurvei oleh Pew Research Center mendukung AS. Bandingkan dengan 75 persen dukungan sebelum Bush menjabat. Posisi dukungan sekarang, setelah Obama memerintah, ada di level 63 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Washington Post , sejumlah faktor penting ikut andil memengaruhi perbaikan citra AS ini. Pertama, ekonomi Indonesia yang relatif baik di tengah krisis keuangan. Kedua, suksesnya pemilu yang bebas dan adil. Ketiga, kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono, jenderal lulusan AS, yang merangkul partai Islam dalam koalisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara menurut Masdar Mas’udi, ulama senior di Nahdlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di dunia, faktor lain adalah kebijakan AS yang tidak lagi mencampuri urusan agama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Intervensi AS terhadap urusan agama di Indonesia justru memicu lawan tanding. Bahkan, memperkuat mereka. Makanya, ada perubahan di kebijakan AS. Sekarang mereka menyasar ke pengentasan kemiskinan, terutama petani Muslim,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala USAID di Indonesia, Walter North, menambahkan, sekarang bukan lagi saatnya ikut campur masalah agama. ”Kita terjun untuk langsung memecahkan masalah riil di Indonesia, yaitu kemiskinan dan memberantas korupsi. Mencoba melahirkan generasi pemimpin Muslim seperti yang diinginkan AS tidak laku lagi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Republika, (26/3/2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-9130833778602905229?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/9130833778602905229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/strategi-baru-amerika-terhadap-islam-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/9130833778602905229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/9130833778602905229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/strategi-baru-amerika-terhadap-islam-di.html' title='Strategi Baru Amerika Terhadap Islam di Indonesia'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-449145632715370220</id><published>2010-03-23T21:18:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T21:28:44.841-07:00</updated><title type='text'>Ulil JIL: Dunia Islam Paling Banyak Melanggar HAM, Harus Berguru pada Obama</title><content type='html'>SEMAKIN banyak berbicara, semakin terlihat kejahilannya. Itulah ciri khas kelompok liberalis. Setidak-tidaknya, itu diperlihatkan Ulil Abshar Abdalla dalam acara "Debat Kontroversi kedatangan Obama" di studio TVOne, Jakarta, Rabu (17/3/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam debat bertema “Obama Disayang Obama Ditentang” itu dihadiri dua kubu yang saling berseberangan. Dari pihak yang mendukung kedatangan Obama ke Indonesia, tampil dua narasumber: Ulil Abshar (Jaringan Islam Liberal) dan Effendy Choirie (Partai Kebangkitan Bangsa), sedangkan dari pihak yang menolak Obama diwakili oleh dua narasumber: Ismail Yusanto (Hizbut Tahrir Indonesia), Ali Mocthar Ngabalin (Partai Bulan Bintang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debat yang disiarkan secara langsung mulai pukul pukul 19.30 WIB itu dibagi dalam dua sesi yang diselingi dengan berbagai iklan. Pada sesi pertama, Ismail Yusanto berdebat dengan Ulil Abshar, disusul dengan debat sesi kedua antara Ali Mochtar Ngabalin dengan Effendy Choirie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulil Abshar berapi-api menyatakan dukungannya terhadap rencana kedatangan Obama ke Indonesia, dengan ungkapan khas Arab “ahlan wa sahlan bihuduri Obama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak didik Amerika, agaknya bisa dimaklumi bila Ulil sangat memuji Obama dan Amerikanya. Mungkin itulah apresiasi balas jasa yang dipersembahkan kepada negara yang telah memberikan beasiswa program magister di Universitas Boston, dan studi tingkat PhD di Department of Near Eastern Languages and Civilizations di Universitas Harvard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Ulil –yang lama hidup di negara Amerika– itu menjadi sangat tidak wajar jika ia tidak tahu tentang Amerika. Berangkat dari ketidaktahuan itulah, Ulil memuji Amerika sembari menghina Islam, lalu menganjurkan umat Islam supaya belajar (baca: berkiblat) ke Amerika dalam mengatasi masalah diskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada pelajaran penting yang bisa diambil dari pengalaman Obama di Amerika.&lt;br /&gt;Ini luar biasa. Jadi orang Islam harus belajar bagaimana mereka mengatasi diskriminasi. Di dalam negara Islam itu diskriminasi masih banyak sekali,” kata Ulil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak puas menyebut kaum Muslimin sebagai negara yang kaya diskriminasi, menantu Kiyai Mustafa Bisri ini bahkan menyebut dunia Islam paling banyak mengoleksi pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ...Pelanggaran HAM paling banyak di dunia Islam. Umat Islam harus belajar kepada Amerika, tegas Ulil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelanggaran HAM paling banyak itu di dunia Islam. Umat Islam harus belajar. Ada hal positif yang bisa diambil dari Amerika,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi tudingan Ulil terhadap umat Islam, Ismail Yusanto menjawab dengan santai. Juru bicara HTI ini tidak membantah langsung, tapi membandingkan pendapat Ulil yang bertolak belakang dengan data Amnesti Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu tadi menurut Ulil. Bahwa pelanggaran HAM itu paling banyak di negeri Islam. Tapi menurut Amnesti Internasional, pelanggaran HAM terbesar di dunia itu Amerika, yang sekarang presidennya Barrack Obama,” jelas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mana yang lebih kredibel, Saudara Ulil atau Amnesti Internasional?” tanya dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulil nampak kaget dan tidak percaya dengan pernyataan jubir HTI itu. Ulil rupanya belum pernah membaca data Amnesti Internasional bahwa Amerika adalah pelaku pelanggaran HAM terbesar di dunia. Ulil pun tidak terima jika bapak asuhnya disebut sebagai pelanggar HAM terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya minta dibuktikan kalau data itu ada,” protes dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silakan, itu sudah berulangkali dilansir di media,” jawab Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulil yang belum membaca data itu, spontan berkata, “Saya sih nggak percaya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada debat sesi kedua,  meski yang dihadapinya bukan Ulil, tapi Ali Mukhtar Ngabalin masih menyempatkan untuk menyindir Ulil. Tidak terima umat Islam disuruh belajar kepada Amerika untuk mengatasi diskriminasi dan pelanggaran HAM, salah satu pendiri Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini menyemprot Ulil agar jangan menjadi “jongos” Amerika, sembari mengutip petuah Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingat pesan Soekarno, kita boleh berteman dengan Amerika, tapi jangan mentang-mentang menerima beasiswa dari Amerika, kemudian menjadi jongos Amerika!” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ...Jangan mentang-mentang menerima beasiswa dari Amerika, kemudian menjadi jongos Amerika!” tegas Ali Mochtar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengingatkan agar para intelektual tidak berpikir picik menjadi boneka Amerika hanya karena dapat beasiswa dari Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan mentang-mentang belajar di Amerika kemudian menjadi corong Amerika, menjadi boneka,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan anggota DPR RI dari PBB ini juga memperingatkan bahwa sejak dulu kedatangan presiden Amerika ke Indonesia tidak pernah membawa manfaat bagi Indonesia, malah memperluas jajahannya. Antara lain Obama datang ke Indonesia dalam rangka evaluasi terhadap kontrak kerja Freeport, Chievron, ExxonMobil, dll. Kembali, ia mengingatkan petuah Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soekarno pernah mengajarkan kepada kita, Amerika itu tidak pernah menawarkan sesuatu yang baik kepada negara-negara berkembang atau dunia ketiga. Itu sebabnya, Amerika harus kita setrika, Inggris kita linggis! Masak kita intelektual masak berpikir sepicik itu?” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amnesti Internasional: AS Terbanyak Langgar HAM dalam 50 tahun terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konferensi pers di London (26/5/2004), Amnesti Internasional, sebuah LSM HAM internasional yang berbasis di London ini melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) adalah pelaku pelanggaran HAM terburuk di seluruh dunia, selama 50 tahun terakhir, sejak negara adidaya itu mengeluarkan kebijakan perang terhadap terorisme dan invasinya ke Iraq. Berita ini dilansir berbagai media internasional semisal AFB, BBC, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen Amnesti International, Irene Khan mengatakan, negara-negara berkuasa yang menyumbangkan pasukan tentara untuk Iraq telah mengabaikan hukum internasional dengan mengorbankan HAM secara `membabi-buta' atas nama keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agenda keamanan dunia yang diperjuangkan oleh AS tidak mempunyai visi dan prinsip yang jelas,'' kata Irena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perbuatannya melanggar HAM di negara sendiri, sikapnya menutup mata terhadap insiden-insiden dan penyiksaan di luar negeri serta penggunaan kekerasan pasukan dengan sewenang-wenang telah menggugat keadilan serta menjadikan dunia ini lebih berbahaya,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan tersebut juga mengungkapkan butir-butir terperinci mengenai pembunuhan warga sipil oleh pasukan penjajah AS di Iraq dan juga mengenai siksaan yang pasukannya atas tahanan Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ...Lebih dari 600 warga negara asing ditahan tanpa tuduhan yang jelas atau proses hukum, di penjara Guantanamo, Kuba. AS juga menahan sejumlah tawanannya di beberapa lokasi yang tidak diketahui...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Invasi dan penguasaan wilayah Iraq oleh otoritas yang dibentuk negara-negara koalisi, menyebabkan ribuan orang di Iraq ditahan. Laporan itu juga menyebutkan, ratusan orang dari sekitar 40 negara, dipenjarakan AS tanpa proses hukum di Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Amnesti International itu juga menyentil sikap AS terhadap ratusan orang dari berbagai belahan dunia yang terus ditahan oleh AS tanpa dakwaan di Guantanamo, Kuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lebih dari 600 warga negara asing ditahan tanpa tuduhan yang jelas atau proses hukum, di penjara Guantanamo, Kuba. Mereka tidak diberi akses ke keluarga atau ke penasihat hukum. Orang-orang ini ditahan atas dugaan terkait dengan Al-Qaeda. Selain di Guantanamo, diduga AS menahan sejumlah tawanannya di beberapa lokasi yang tidak diketahui,” papar laporan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irene menyatakan, perang terhadap terorisme seharusnya dibarengi dengan upaya melindungi hak asasi manusia, tapi pada kenyataannya, kampanye antiterorisme dan perlindungan terhadap hak asasi manusia, saling bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena mengatakan, dunia telah melihat kenyataan yang sebenarnya, setelah foto-foto penyiksaan dan pelecehan di penjara Abu Guraib tersebar di masyarakat luas. Ini adalah konsekuensi logis, dari perburuan yang membabi buta yang dilakukan AS sejak peristiwa 11 September. AS telah mengabaikan dan menempatkan dirinya diluar sistem hukum yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ...AS telah kehilangan moral dan potensinya untuk melakukan segalanya dengan cara yang damai, kata Irene...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AS telah kehilangan moral dan potensinya untuk melakukan segalanya dengan cara yang damai,” kata Irene dalam keterangan persnya di London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amnesti Internasional menyatakan, pihak Departemen Kehakiman AS telah mengakui ada problem besar dalam menangani ratusan tahanan warga negara asing sejak peristiwa 11 September.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tidak memberikan akses pada keluarganya, AS juga tidak memberi akses agar para tahanan bisa didampingi pengacara agar proses hukumnya bisa segera dilakukan. Selain itu, bukti-bukti menunjukkan adanya pola penyiksaan fisik maupun verbal yang dilakukan oleh para penyidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amnesti Internasional juga memaparkan pelanggaran Ham lainnya yang dilakukan AS, antara lain, penahanan sekitar 6.000 anak-anak migran dengan tuduhan melakukan kenakalan remaja. Anak-anak ini ditahan sampai berbulan-bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, polisi dan penjaga penjara di AS, telah menyalahgunakan senjata dan menggunakan bahan kimia terhadap para tahanannya, yang menyebabkan kasus tewasnya sejumlah tahanan di penjara AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ...Amnesti Internasional juga memaparkan pelanggaran Ham lainnya yang dilakukan AS, antara lain, penahanan sekitar 6.000 anak-anak migran dengan tuduhan kenakalan remaja, sampai berbulan-bulan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amnesti Internasional juga mengkritisi penerapan hukuman mati di AS. Sepanjang tahun 2003, sudah 65 orang yang menjalani hukuman mati di AS. Total, sudah ada 885 orang yang menjalani hukuman mati sejak AS menerapkan kembali hukuman itu pada tahun 1976. AS dinilai juga telah melanggar aturan internasional dalam menerapkan hukuman mati ini, karena telah mengenakkannya pada anak dibawah umur 18 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling hangat, Amnesti Internasional, mengkritik AS karena berupaya mendapatkan kekebalan hukum dari pengadilan internasional bagi tentaranya yang melakukan kejahatan perang. [taz/dari berbagai sumber](www.voa-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-449145632715370220?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/449145632715370220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/ulil-jil-dunia-islam-paling-banyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/449145632715370220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/449145632715370220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/ulil-jil-dunia-islam-paling-banyak.html' title='Ulil JIL: Dunia Islam Paling Banyak Melanggar HAM, Harus Berguru pada Obama'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-4821190394004492285</id><published>2010-03-23T21:05:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T21:15:56.187-07:00</updated><title type='text'>Menjijikkan, Tentara Homo Akan Dilegalkan di Amerika</title><content type='html'>WASHINGTON (voa-islam.com): Polisi Washington menahan dua tentara gay Amerika, yang memborgol dan merantai dirinya sendiri diluar pagar Gedung Putih untuk melakukan demonstrasi. Mereka berdua adalah pengunjuk rasa berumur 44 tahun, James Petrandzhelo dan 29 tahun Daniel Chow, mereka merantai diri sendiri ke pagar di sisi utara tempat tinggal presiden tersebut, mereka lalu ditemukan patroli. Sebagaimana dinyatakan dalam jumpa pers, polisi telah tiga kali memperingatkan mereka untuk tidak melakukan protes ilegal. Mereka kemudian ditangkap dan dibawa ke pengadilan, lapor koran "Today".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pengunjuk rasa tersebut merupakan veteran Irak, mereka secara "terang-terangan mempraktekkan" homoseksualitas. Mereka tidak puas dengan situasi tertekan akibat perilaku menyimpang dalam Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, dan merantai diri mereka di pagar dalam rangka untuk "menyampaikan pesan kepada Presiden. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut prinsip militer, jika mereka secara terbuka diakui sebagai homoseksual, maka dilarang menjadi tentara. Undang-undang militer menyediakan demobilisasi dalam kasus-kasus itu, jika homoseksualitas mereka terbukti selama penyelidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ..Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates dan Ketua Kepala Gabungan Staf Mike Mullen pada sidang di Senat mengumumkan kampanye bagi legalisasi sodomisasi di militer, yang nanti akan mengarah pada penghapusan lengkap prinsip "jangan tanya - jangan bilang" (Don't Ask - Don't Tell)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye untuk melegalkan homoseksual dan lesbian telah mulai pada awal bulan Februari tahun ini. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates dan Ketua Kepala Gabungan Staf Mike Mullen pada sidang di Senat mengumumkan kampanye bagi legalisasi sodomisasi di militer, yang nanti akan mengarah pada penghapusan lengkap prinsip "jangan tanya - jangan bilang" (Don't Ask - Don't Tell).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1993, Presiden dari Demokrat Bill Clinton pernah akan membuang aturan pelarangan kepada tentara yang melakukan "penyimpangan" di militer, tetapi badan legislatif dan kepala-kepala pasukan AS menentang langkah ini, mereka percaya bahwa hal ini akan merusak kesiapan Angkatan Bersenjata. Sebagai contoh, di Inggris setelah disahkannya penyimpangan sodomi di Angkatan Bersenjata Royal, mulai memicu pemberhentian massa para perwira yang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli menyatakan bahwa keputusan pemerintah AS ini telah membuka kotak Pandora, memicu konflik antara aktivis LGBT dan kepemimpinan militer, yang akan membawa suasana barak Amerika menjadi "parade gay".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat ukuran perkiraan masalah ini, sebelumnya pernah tercatat bahwa, menurut "Times Army", pada tahun 2009 akibat perlakuan homoseksualitas di Angkatan Darat Amerika Serikat telah dipecat 428 perwira, sedangkan di tahun 2008 - 619 perwira juga dipecat akibat kelakuan homo mereka. Sedang sejak tahun 1993 hingga sekarang, lebih dari 10 ribu perwira berkelakukan "aneh" ini telah diturunkan pangkatnya. [Cno]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-4821190394004492285?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/4821190394004492285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/menjijikkan-tentara-homo-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/4821190394004492285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/4821190394004492285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/menjijikkan-tentara-homo-akan.html' title='Menjijikkan, Tentara Homo Akan Dilegalkan di Amerika'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-8755398860033490233</id><published>2010-03-12T14:20:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T19:20:52.034-08:00</updated><title type='text'>www.izzahaliyyah.wordpress.com</title><content type='html'>&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-8755398860033490233?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/8755398860033490233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/wwwizzahaliyyahwordpresscom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/8755398860033490233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/8755398860033490233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/wwwizzahaliyyahwordpresscom.html' title='www.izzahaliyyah.wordpress.com'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-1885934932893036635</id><published>2010-03-08T20:45:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T20:46:13.893-08:00</updated><title type='text'>''Agama Baru'' dan Rasionalitas Islam</title><content type='html'>Oleh: Nurdin Sarim*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversial perihal pencabutan Undang-Undang (UU) Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama terus mendapat sorotan publik, seiring dengan kontroversialnya draf Undang-Undang Nikah Siri, kasus Bank Century  dan pernyataan Lutfi Syaukani tentang penyamaan Lia Eden dan Nabi Muhammad SAW. Terkait dengan pencabutan Undang-Undang Penodaan Agama ini, Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menyatakan bahwa UU tersebut tidak lagi relevan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan sekaligus juga tidak sejalan dengan semangat konstitusional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih jadi alat perlindungan bagi kelompok agama, yang terjadi justru sebaliknya. UU itu malah dijadikan alat pembenaran bagi perilaku penodaan, bahkan tindakan kekerasan dan penistaan terhadap kelompok agama tertentu. UU itu lebih banyak dipakai mendiskreditkan kelompok yang memiliki pemahaman berbeda dengan arus utama, seperti dinyatakan Musdah mulia (Kompas, 9/2/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, para ulama Islam Indonesia malah khawatir dengan pencabutan UU tersebut. "Jika UU Penodaan Agama dicabut, akan muncul nabi-nabi palsu baru. Saat UU itu masih ada saja, nabi baru sudah sering muncul, apalagi jika sampai dicabut.” Demikian disampaikan Ketua MUI Jatim, KH. Abdussomad Buchori" (Hidayatullah.com 19/2/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan KH Abdussomad Buchori adalah pertanda bagi kita bahwa masyarakat Islam Indonesia masih banyak yang tidak mengerti agamanya. Kemunculan agama dan nabi-nabi palsu dan maraknya pengikut keduanya, adalah fakta jelas perihal ketidakmengertian umat terhadap agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan Rasionalitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah pemegang nomor satu dalam kuantitas muslim terbesar di dunia, namun kebesaran kuantitas ini tidak menjadi jaminan bagusnya kualitas Islam bangsa Indonesia. Munculnya nabi-nabi dan agama palsu adalah bukti bobroknya akidah umat. Apa sebab? Umat Islam Indonesia masih terkukung taklid buta dan kebodohan. Merasa cukup dengan peninggalan leluhur, tidak mau belajar, dan malas berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang paling banyak memusatkan pengikutnya pada penggunaan rasio dan nalar dalam beragama. Dalam Al-Quran terdapat lebih dari 1000 ayat yang terus mendorong kaum muslim untuk menggunakan akalnya. Ini fakta bahwa Islam mendorong rasionalitas beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yusuf Qardawi dalam bukunya "Akal dan Ilmu dalam Al-Quran" telah menerangkan panjang lebar perihal perhatian Al-Quran terhadap pentingnya penggunaan akal untuk berfikir dan pentingnya peningkatan ilmu pengetahuan dalam segala bidang, termasuk bidang agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian Al-Quran terhadap penggunaan nalar dalam beragama menjadikan kaum orientalis terkagum-kagum dengan Al-Quran. Jack Burke, seorang orientalis kawakan asal Prancis dan ahli ilmu sosial, bertutur setelah menerjemahkan Al-Quran, "Kini jelas sudah bagiku bahwa Al-Quran mendorong rasionalitas, berfikir cerdas dalam tiap-tiap surat-surat dan ayat-ayatnya. Ini adalah hasil perjalanan panjangku bersama Al-Quran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maxime Rodinson, penulis Yahudi beraliran Marxisme asal Prancis berkata, "Al-Quran adalah kitab suci yang memperhatikan rasionalitas dengan perhatian luar biasa. Allah, Tuhan penurun Al-Quran telah menjelaskan di dalamnya seluruh bangunan rasionalitas dengan argumen-argumen rasional. Bahkan Al-Quran sendiri adalah bukti bagi rasionalitas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sendiri terus mendorong umatnya untuk senantiasa belajar, sebagaimana diutarakan dr. Sigrid Hunke dalam bukunya "Syamsu al-Arab tasta'u 'ala al-Ghorb".  Rasulullah terus mendorong umatnya untuk senantiasa menggunakan akal dan mengatakan bahwa menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim. Rasulullah memperingatkan umatnya bahwa penghapusan kebodohan adalah bagian dari agama, dan setiap umat Islam harus membuang kebodohan dan taklid buta pada leluhur. Kebodohan adalah gerbang kemiskinan dan kemiskinan gerbang kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan para ulama Islam Indonesia atas rencana pencabutan Undang-Undang Penodaan Agama, sekali lagi adalah bukti bahwa umat ini masih terkukung penyakit kebodohan dan tidak menggunakan akal dalam beragama. Sejauh ini umat Islam Indonesia beragama masih atas dasar keturunan dan taklid pada leluhur semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Amru Syarif dalam bukunya "Intelectuall Journey" menyatakan bahwa hubungan manusia dengan agama bersifat rasional, sedangkan hubungan manusia dengan Tuhan bersifat empati/perasaan, namun tidak menafikan kerja nalar dalam pencarian Tuhan. Umat muslim Indonesia hendaknya meresapi perkataan Dr. Amru ini bahwa hubungan manusia dengan agama adalah hubungan yang rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan umat Islam Indonesia sudah ber-Islam sejak kecil, akan tetapi keber-Islam-an ini hanya sebatas taklid semata. Hendaknya umat Islam Indonesia tidak hanya berhenti pada tahap taklid, akan tetapi bergerak jauh ke depan melintasi batas dimensi taklid leluhur, yang menghendaki iman taklid menjadi iman haqul yakin dan ditopang oleh argumen dan bukti-bukti rasional. Sebab Al-Quran menuntut hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nasihat Al-Quran untuk menggunakan akal dan mencari kebenaran lewat nalar rasional dijalankan dan diresapi, mestinya rencana pencabutan Undang-Undang Penodaan Agama tak menjadikan umat Islam Indonesia gundah dan khawatir. Kekhawatiran itu hanya menambah bobroknya umat Islam Indonesia dan betapa jauhnya umat ini dari nilai-nilai ajaran Al-Quran dan Rasulnya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agama Baru" Perlu Diuji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama benar-benar dicabut oleh pemerintah, dan kekhawatiran munculnya agama dan nabi-nabi palsu benar-benar terjadi, maka agama dan nabi baru itu mesti diuji kebenarannya dengan pendekatan rasional dan nalar cerdas, bukan dengan pengerusakan dan kekerasan. Kekerasan atas agama hanya akan menimbulkan kemunafikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga komponen yang harus diterapkan jika nanti agama dan nabi-nabi palsu benar-benar bermunculan di Indonesia.  Ketiga komponen itu adalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama komponen yang menyangkut keabsahan kandungan ajaran agama tersebut, hal ini meliputi; Pertama; agama tersebut harus menjelaskan secara detail perihal konsep Tuhan. Dua; harus menjelaskan tujuan keberadaan manusia di dunia ini secara jelas. Tiga; ajaran agama tersebut mesti dapat diterima oleh akal dan perasaan manusia. Empat; agama baru tersebut dapat menunjukan bukti-bukti rasional atas bantahan yang ditujukan padanya. Lima; tidak ada pertentangan dalam kandungan ajaran agama tersebut. Enam; ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan fitrah akhlak manusia. Tujuh: kandungan ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan capaian ilmu pengetahuan. Delapan: ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan realitas umat manusia secara umum. Sembilan: ajaran agama tersebut seiring sejalan dengan kemajuan peradaban mansuia, dan mendorong pengikutnya untuk terus berkembang dalam segala bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen kedua terkait dengan pemahaman atas utusan atau rasul dan sifat-sifat nabi baru tersebut. Pertama: agama baru tersebut harus menjelaskan secara rinci perihal utusan atau Rasul dan bagaimana hubungan antara utusan tersebut dengan Tuhan dan dengan makhluk-makluk-Nya. Dua: ajaran agama tersebut harus menjelaskan bahwa nabi-nabi dan rasul bertugas sebagai penyampai risalah, bukan untuk pamer diri. Tiga: Ajaran agama baru tersebut harus menjelaskan bahwa nabi-nabi baru itu adalah orang-orang yang luhur budi, sempurna dalam akhlak, dan menjadi qudwah hasanah bagi seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen ketiga, dengan konsep Tuhan, yang mencakup beberapa poin di antaranya, satu; agama baru tersebut harus memberikan bukti keberadaan Tuhan dengan rinci dan rasional, dan memberikan bukti  bahwa keberadaan Tuhan telah wujud di dalam fitrah manusia. Dua: agama baru tersebut harus mensifati Tuhan dengan sifat yang paling sempurna, tidak boleh dengan sifat-sifat manusia pada umumnya. Tiga: agama baru tersebut harus menjelaskan konsep kehidupan, manusia dan alam semesta secara rinci dan rasional (Dr. Amru Syarif. 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga komponen di atas adalah alat uji dan ukur kebenaran sebuah agama, dan ketiga komponen tersebut telah jelas termaktub dalam ajaran agama Islam. Namun, jika ada agama baru yang muncul, maka penerapan alat uji di atas adalah harga mutlak. Dengan kata lain, "Apakah agama baru tersebut lebih hebat dari Islam atau tidak?" Jika tidak, berarti Islam adalah agama yang benar. Jika ya, berikan argumen yang rasional dan masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ketiga komponen di atas dikuasai dan sikap kritis umat Islam Indonesia terhadap ajaran-ajaran sesat, serta penguasaan terhadap pandangan hidup dan ajaran Islam secara intergral sudah dipenuhi, maka tidak akan mungkin akan ada lagi ajaran sesat dan nabi-nabi palsu bergentayangan di Indonesia. Munculnya agama dan nabi palsu adalah hikmah ilahiyah yang mesti direnungi dan menjadi pendorong sikap kritis umat Islam Indonesia, sebagai mana perkataan Ali karramallah wajhah, "Barang siapa tidak tahu apa itu kekufuran, maka ia tidak akan tahu apa itu keimanan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, peran para ulama dan cendikiawan muslim Indonesia sangat perlu, ajaran dan pandangan hidup Islam dan konsep-konsepnya harus terus diajarkan ke seluruh lapisan umat Islam Indonesia secara simultan dan integral, tidak setengah-setengah. Islamisasi jiwa adalah kata layak untuk Umat Islam Indonesia saat ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurdin Sarim; Mahasiswa Filsafat Universitas al-Azhar Kairo Mesir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-1885934932893036635?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/1885934932893036635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/agama-baru-dan-rasionalitas-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/1885934932893036635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/1885934932893036635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/agama-baru-dan-rasionalitas-islam.html' title='&apos;&apos;Agama Baru&apos;&apos; dan Rasionalitas Islam'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-5706301472422620684</id><published>2010-03-08T20:44:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T20:45:14.892-08:00</updated><title type='text'>Duhai Akhwat Facebooker, Renungkan ini...</title><content type='html'>Duhai akhwat yang kukagumi&lt;br /&gt;Yang memiliki iman di hati&lt;br /&gt;Dengarlah suara hati para lelaki&lt;br /&gt;Sudahi menebar simpati&lt;br /&gt;Hentikan bermanja pada kami&lt;br /&gt;Kami ikhwan biasa yang tidak suci&lt;br /&gt;Yang ingin teguh di jalan Ilahi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai yang kukasihi para akhwat&lt;br /&gt;Yang memiliki malu, hormat dan martabat&lt;br /&gt;Kami adalah pria biasa yang mudah terpikat&lt;br /&gt;Iman kami tak sekuat para nabi dan shahabat&lt;br /&gt;Fotomu bertebaran menggoda dan mengusik syahwat&lt;br /&gt;Kecantikanmu menembus hati yang taat syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai akhwat yang kusanjungi&lt;br /&gt;Jangan hajar emosi dan jiwa kami&lt;br /&gt;dengan perhatian yang murah&lt;br /&gt;Jiwa ini terasa gerah&lt;br /&gt;dengan pujian yang membuncah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai akhwat yang kupuja&lt;br /&gt;Engkau adalah mutiara berharga&lt;br /&gt;Harapan bangsa dan agama&lt;br /&gt;Bukan hanya fisik yang harus dijaga&lt;br /&gt;Akhlak juga harus dihiasi&lt;br /&gt;dengan lembaran hidup islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau akan terlihat anggun&lt;br /&gt;Bukan karena pengagummu yang berjibun&lt;br /&gt;Tapi karena sikapmu yang santun&lt;br /&gt;Engkau semakin mempesona&lt;br /&gt;Dengan izzahmu yang terjaga&lt;br /&gt;Engkau semakin cantik memikat&lt;br /&gt;Karena kepribadianmu yang sesuai syari'at&lt;br /&gt;Renungkanlah duhai akhwat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[flowerhijab@yahoo.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-5706301472422620684?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/5706301472422620684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/duhai-akhwat-facebooker-renungkan-ini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/5706301472422620684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/5706301472422620684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/duhai-akhwat-facebooker-renungkan-ini.html' title='Duhai Akhwat Facebooker, Renungkan ini...'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-1217803779924877758</id><published>2010-03-08T20:43:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T20:44:22.115-08:00</updated><title type='text'>Wahai Ikhwan Facebooker, Jangan Lumpuhkan Hati Kami</title><content type='html'>Wahai Ikhwan FB,&lt;br /&gt;Yang masih memiliki hati&lt;br /&gt;Dengarlah jeritan hati kami&lt;br /&gt;Sudahi merayu kami&lt;br /&gt;Hentikan menebar simpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanyalah akhwat&lt;br /&gt;Yang  ingin menggapai cinta Ilahi&lt;br /&gt;Yang  mempunyai iman setipis ari&lt;br /&gt;Menghadapi sikapmu yang  tak terkendali&lt;br /&gt;Terkadang kami tak cukup kuat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wahai Ikhwan FB,&lt;br /&gt;Yang masih mempunyai nurani&lt;br /&gt;Dengarlah suara hati kami&lt;br /&gt;Jangan rintangi dakwah kami&lt;br /&gt;Jangan matikan komitmen kami&lt;br /&gt;Jangan serang kami dengan komentar basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanyalah akhwat biasa&lt;br /&gt;Yang  sedang mencari jati diri sejati&lt;br /&gt;Yang  tak sekuat iman istri para Nabi&lt;br /&gt;Kami risih dengan candamu yang  menjadi-jadi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wahai Ikhwan FB,&lt;br /&gt;Yang mempunyai lubuk hati&lt;br /&gt;Dengarlah keluhan jiwa kami&lt;br /&gt;Jangan goda kami dengan ta'aruf islami&lt;br /&gt;Jika hanya sekedar mencari sensasi&lt;br /&gt;Hati kami bukanlah kelinci semurah kue serabi&lt;br /&gt;Kami akhwat yang menjunjung amanah Ilahi&lt;br /&gt;Mengemban dakwah dalam naungan visi dan misi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wahai Ikhwan FB,&lt;br /&gt;Yang memiliki belas asih&lt;br /&gt;Dengarlah pinta kami&lt;br /&gt;Hargai hijab lebar kami&lt;br /&gt;Bantulah kami kokohkan harga diri&lt;br /&gt;Jangan lucuti semangat kami&lt;br /&gt;Jangan runtuhkan ketegaran kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong kami,&lt;br /&gt;Wahai para ikhwan FB&lt;br /&gt;Jika kalian masih  mempunyai hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[yuliana/voa-islam.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-1217803779924877758?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/1217803779924877758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/wahai-ikhwan-facebooker-jangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/1217803779924877758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/1217803779924877758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/wahai-ikhwan-facebooker-jangan.html' title='Wahai Ikhwan Facebooker, Jangan Lumpuhkan Hati Kami'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-2933908093345765538</id><published>2010-03-08T20:27:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T20:28:38.151-08:00</updated><title type='text'>Peran Sabar dalam Kehidupan</title><content type='html'>Manusia dalam kehidupannya senantiasa dihadapkan pada berbagai kesulitan dan bencana. Semua itu memerlukan ketegaran dan kekuatan. Jika tidak, manusia akan terseret arus lalu lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dunia adalah tempat ujian dan beramal. Sedangkan akhirat tempat pertanggung-jawaban dan hisab. Dan selama manusia  masih hidup di dunia maka tidak akan pernah luput dari ujian dan cobaan hidup sebagai sarana untuk membuktikan kebenaran iman seorang hamba Allah. Maka sungguh aneh orang yang ketika mendapat musibah dan kesulitan hidup lalu menggerutu, mencaci sana-sini, bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Tidak sadarkah bahwa ia masih di dunia? Sedangkan dunia merupakan tempat ujian dan beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Al-Mulk: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan selama manusia  masih hidup di dunia maka tidak akan pernah luput dari ujian dan cobaan hidup sebagai sarana untuk membuktikan kebenaran iman seorang hamba Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian Bagian Dari Sunnatullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabut: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengabarkan tentang hikmah (kebijaksanaan)-Nya yang sempurna, bahwa Dia tidak akan membiarkan begitu saja orang yang mengatakan "aku seorang mukmin" dan mengaku dirinya telah menyandang predikat iman, tanpa ditimpa fitnah dan ujian yang akan menggoda imannya. Kalau seandainya seperti itu, maka tidak ada bedanya antara orang-orang yang benar dalam beriman dan yang berdusta, yang mukmin sejati dan munafik, yang pengecut dan pemberani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sunnah (ketetapan) Allah yang sudah berlaku bagi umat-umat terdahulu dan masih tetap berlaku bagi umat ini bahwa Allah akan menimpakan kepada mereka ujian-ujian berupa kesenangan maupun kesusahan, kesulitan maupun kemudahan, kekayaan maupun kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiyaa': 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    . . . bahwa Allah akan menimpakan kepada mereka ujian-ujian berupa kesenangan maupun kesusahan, kesulitan maupun kemudahan, kekayaan maupun kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dari semua itu untuk supaya Allah mengetahui (dan Allah Maha tahu sesuatu yang telah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan terjadi) siapa di antara mereka yang beriman dan menghambakan diri kepada Allah semata dalam semua kondisi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. Al-Ankabut: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian manusia ketika mendapat kesenangan, kemudahan dan kekayaan menjadi orang shalih, tapi ketika terjepit dalam kesedihan, kesulitan, dan kemiskinan menjadi orang yang ingkar. "Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi (keraguan). Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang (ingkar kepada Allah). Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (QS. Al-Hajj: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada pula yang sebaliknya. "Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan dan di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan  gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung, maka mereka berdo'a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta'atan kepada-Nya semata-mata: "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur". Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa  yang benar." (QS. Yunus: 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang benar dalam beriman ia akan senantiasa bertakwa kepada Allah dan menghambakan diri kepada-Nya dalam kondisi apapun. Bila ia mendapat kesenangan, kemudahan, dan kekayaan ia bersyukur. Namun jika ditimpa kesulitan, kesusahan, dan kemiskinan ia bersabar.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sungguh seluruh urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika ditimpa kesenangan ia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka hal itu juga baik baginya." (HR. Muslim dari Shuhaib ar-Rumi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     . . . orang yang benar dalam beriman ia akan senantiasa bertakwa kepada Allah dan menghambakan diri kepada-Nya dalam kondisi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterpurukan Umat Islam Ujian Bagi Mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dominasi kafir atas umat Islam merupakan bagian dari ujian Allah. Serangan musuh-musuh atas mereka dengan lisan, tulisan, informasi, sampai invasi militer, baik dilakukan dengan tangan-tangan kafir musyrik secara langsung maupun melalui tangan-tangan antek-antek mereka dari kalangan thaghuut, merupakan bagian ujian keimanan bagi mereka. Siapakah yang tetap istiqamah dalam kondisi fitnah ini? Dan siapakah yang berpaling dan menjual keimanannya kepada orang-orang kafir untuk mendapatkan dunia? Siapa yang benar-benar membela Allah dan siapa yang takut kepada musuh-musuhNya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Al-Hadid: 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa. Tidak ada sesuatu yang melemahkan dan mengalahkanNya. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan pernah terjadi. Dia Maha Kuasa untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya. Tetapi Dia menguji para waliNya dengan musuh-musuhNya supaya nampak jelas siapa yang mau menolong Allah dan rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Lalu Dia akan menolong siapa yang menolong-Nya dan meneguhkan langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu "Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal." (QS. Ali Imran: 160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tetapi Dia menguji para waliNya dengan musuh-musuhNya supaya nampak jelas siapa yang mau menolong Allah dan rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lalu Dia akan menolong siapa yang menolong-Nya dan meneguhkan langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Bagi Seorang Mukmin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim dalam kehidupannya banyak memerlukan kesabaran. Ia senantiasa berada dalam kebaikan selama ia mampu menjaga kesabarannya. Ketaatan membutuhkan kesabaran. Meninggalkan maksiat juga membutuhkan kesabaran. Apalagi dalam menghadapi musibah, sangat dibutuhkan kesabaran. Karenanya, kesabaran adalah kekuatan yang tiada bandingnya. Cahaya yang senantiasa meyinari pemiliknya dan senantiasa menuntun kepada al-haq dan kebenaran. Wajarlah jika seorang muslim yang sabar banyak mendapat pujian dari Allah dan derajat yang tinggi di sisi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ  أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji'uun" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami akan kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 155-157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman terbagi menjadi dua bagian; setengahnya sabar dan sisanya adalah syukur. Barangsiapa yang mengharapkan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat hendaknya tidak menyepelekan dua hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad menyebutkan bahwa kata sabar disebutkan oleh Allah pada 90 tempat dalam Al-Qur'an yang diikuti dengan keterangan-keterangan tentang berbagai kemuliaan dan derajat yang tinggi, serta menjadikan kemuliaan dan derajat yang tinggi ini sebagai buahnya. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allah telah memuji orang-orang yang sabar dan mejanjikan bagi mereka pahala yang tidak terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Allah senantiasa menyertai mereka dengan hidayah, pertolongan, dan kemenangan yang dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Allah mencintai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar." (QS. Ali Imran: 146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Allah menjadikan syarat kepemimpinan dalam dien ada pada sabar dan yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآَيَاتِنَا يُوقِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." (QS. As-Sajdah: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dengan sabar dan takwa musuh tidak akan mampu mengalahkan umat Islam sekuat apapun mereka. Sedangkan tipu daya mereka tidak lah beguna atas orang-orang yang penyabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan." (QS. Ali Imran: 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." (QS. Ali Imran: 186), dan keutamaan-keutamaan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(PurWD/voa-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-2933908093345765538?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/2933908093345765538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/peran-sabar-dalam-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2933908093345765538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2933908093345765538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/peran-sabar-dalam-kehidupan.html' title='Peran Sabar dalam Kehidupan'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-4398563434950643393</id><published>2010-03-08T20:25:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T20:27:28.312-08:00</updated><title type='text'>Manfaat Jilbab Menurut Islam dan Sains</title><content type='html'>Allah memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya untuk kebaikan manusia. Dan setiap yang benar-benar manfaat dan dibutuhkan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya. Di antara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanita muslimah.  Berikut ini beberapa manfaat berjilbab menurut Islam dan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada dua macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Terhindar dari pelecehan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaiman sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, “Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang??? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Memelihara kecemburuan laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah subhanahu wata'ala tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Akan seperti biadadari surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka laksana permata yakut dan marjan.” (QS. Ar-Rahman: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.” (QS. Ash-Shaffaat: 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Mencegah penyakit kanker kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanker ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita. Hanya saja, wanita memiliki daya tahan tubuh lebih rendah daripada laki-laki. Oleh karena itu, wanita lebih mudah terserang penyakit khususnya kanker kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV. Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Memperlambat gejala penuaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin Dyang berperan penting terhadap kesehatan kulit. Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin. Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ternyata jilbab tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Allah memberi kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat islam yang sempurna. (PurWD/Kaskus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan terkait:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Ternyata Jilbab Cegah Penyakit Kulit&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-4398563434950643393?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/4398563434950643393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/manfaat-jilbab-menurut-islam-dan-sains.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/4398563434950643393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/4398563434950643393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/manfaat-jilbab-menurut-islam-dan-sains.html' title='Manfaat Jilbab Menurut Islam dan Sains'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-4656413659659129443</id><published>2010-03-08T20:24:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T20:25:53.788-08:00</updated><title type='text'>Sejarah Islam yang Dipinggirkan</title><content type='html'>DEISLAMISASI penulisan Sejarah Nasional Indonesia suatu sistem penulisan sejarah yang meminggirkan peranan ulama atau pimpinan Islam serta penegatifan nilai kejuangan umat Islam. Hal ini terjadi setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, Jumat Legi, 9 Ramadan 1364 Hijriah, ulama menswastanisasi diri mereka dengan tidak terlibat dalam penguasaan departemen, lembaga, kantor dari pemerintah Indonesia. Selain itu, tidak ada perhatian untuk mendirikan Lembaga Sejarah dan memikirkan permasalahan arsip nasional, museum sejarah, kurikulum sejarah. Para ulama mensterilisasikan diri mereka dari campur tangan problema kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama membebaskan diri dari permasalahan administrati pemerintahan. Mereka memercayakan kepada kebijakan pejabat pemerintahan yang sudah dikuasai bangsa sendiri. Hal itu juga terjadi juga diakibatkan pengaruh proklamasi yang awalnya berhasil menghilangkan silang sengketa politik pada masa Kebangkitan Kesadaran Nasional 1900-1942. Terlupakannya dan terfokus menghadapi musuh bersama, common enemy, sekutu dan Belanda. Ulama lebih memilih di medan perang ketimbang duduk di departemen pemerintahan dan kantor pemerintahan. Seusai perang kemerdekaan, mereka kembali ke pesantren dan menjadikan pesantren mandiri. Mereka lebih merasa mulia jika tidak bergantung kepada pejabat pemerintah. Hilangnya orientasi kekuasaan (Q.S. 2 : 30) berdampak meluas pada segenap aspek kehidupan umat Islam, terutama deislamisasi sejarah sehingga menghilangkan kesadaran sejarah. Generasi muda Islam kehilangan pemikiran dan pijakan keindonesiaan mereka. Hal ini terjadi sebagai dampak lanjut ulama melakukan "pemindahan kekuasaan" dari pemerintah kolonial kepada orang yang ideologinya menentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, segera dibentuk pemerintahan, mulai dari presiden, menteri kabinet, dirjen departemen, gubernur hingga lurah. Saat itu, ulama kurang berselera duduk dalam jabatan pemerintahan. Alasannya, pada masa pendudukan bala tentara Jepang, para ulama mendapatkan porsi pimpinan kemiliteran, menjadi tentara Pembela Tanah Air (Peta) dan Lasykar Hizbullah. Tidak mendapatkan kesempatan menduduki pamong praja. Dapat dipahami jika kedudukan kepamongprajaan dipegang oleh mantan pangreh praja masa kolonial Belanda. Kelompok pangreh praja yang dididik oleh penjajah bersikap tidak simpati pada Islam atau ulama sebagai kekuatan politik. Dengan adanya pemindahan kekuasaan yang demikian ini, terjadilah penegatifan peran ulama dan umat Islam dalam penulisan sejarah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ulama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Mohammad Yamin sebagai penganut Tan Malakais yang berhaluan Marxist sebagai Menteri P dan K, mulailah penulisan deislamisasi sejarah. Diawali penulisan laporan dokumen pidato pertemuan Badan Persiapan Usaha Kemerdekaan (BPUK), 1 Juni 1945, pada zaman pendudukan Jepang. Yang dituliskan hanya pidato Bung Karno, Bung Hatta, Mohammad Yamin. Tidak seorang pun pandangan ulama yang ikut urun pikir dituliskan di dalamnya. Dalam buku Mohammad Hatta Memoir, Hatta menyatakan, ketidakbenaran tulisan laporan M. Yamin tersebut, terutama isi pidato M. Yamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam tulisan tentang "Sumpah Indonesia Raya". Dituliskan adanya dua kerajaan yang melahirkan kesatuan bangsa dan negara. Pertama, Kerajaan Buddha Sriwijaya, dengan "Sumpah Bukit Barisan", melahirkan negara kesatuan pertama. Kedua, Kerajaan Hindu Majapahit, dengan "Sumpah Bukit Penanggungan", melahirkan kesatuan bangsa dan negara kedua. Ketiga, "Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928", di Jakarta, melahirkan negara proklamasi Republik Indonesia, 17 Agustus 1945. Dari ketiga proses sejarah di atas ini, M. Yamin meniadakan peranan Islam di dalamnya atau deislamisasi tulisan sejarahnya. Padahal, dalam realitas sejarah, umat Islam dan ulama dengan "Sumpah Syahadat" sebagai pelopor perlawanan terhadap penjajah Barat. Sebaliknya, kedua kerajaan Hindu dan Buddha tersebut telah tiada ketika penjajahan Barat mulai mendera Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik penulisan sejarah deislamisasi dari M. Yamin juga dapat dilihat dari cara melukiskan peristiwa sejarah dalam "Lukisan Sejarah". Di dalamnya, terdapat lukisan peristiwa sejarah umat Islam yang tidak realistis. Dalam melukiskan "Sejarah Indonesia", dari 110 lukisan, "Sejarah Islam Indonesia" hanya ada dalam 28 lukisan atau hanya empat persen. Dalam penuturan "Sejarah Dunia", dilukiskan 90 dari 442 lukisan atau lima persen. Politik penulisan sejarah dari Menteri P dan K yang demikian ini, besar pengaruhnya terhadap penulisan sejarah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, Drs. Soeroto, "Indonesia di Tengah-tengah Dunia dari Abad ke Abad", jilid 1, Penerbit Djambatan, cetakan 1955-1962. Di dalamnya terdapat kisah prasejarah delapan halaman. Sejarah India menuturkan prasejarah India, agama Hindu dan Buddha sebanyak 32 halaman. Sementara agama dan kerajaan Islam hanya delapan halaman. Anehnya lagi, Khulafaurrasyidin hanya dituliskan namanya dan tahun pemerintahannya, tanpa ada penjelasannya. Abubakar (tahun 632-634 M), Umar (634-644 M), Usman (644-656 M), dan Ali (tahun 656-661 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, sejarah Tiongkok dari halaman 50-101, diikuti sejarah Indonesia-Hindu dari halaman 107-149 atau 42 halaman. Dari perbandingan penulisan sejarah di atas, Islam di Indonesia ditiadakan dan Islam di Timur Tengah dan India dituliskan hanya delapan halaman dari 149 halaman. Buku sejarah ini digunakan para pelajar SMA yang mayoritas beragama Islam. Politik penulisan sejarah yang demikian ini, Islam dipinggirkan dan ditanamkan rasa kebanggaan terhadap Hindu, Buddha, dan Kong Fu Tsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal demikian ini terjadi pada masa Orde Lama dan Orde Baru. Dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) berubah menjadi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), politik penulisan sejarahnya bertumpu pada pemikiran deislamisasi sejarah. Kebijakan penulisan sejarah untuk madrasah dari Departemen Agama mengikuti kebijakan P dan K dan Depdiknas. Dampak lanjutnya terhadap penentuan kalender pun terjadi deislamisasi. Kalender Masehi diutamakan dan kalender Hijriah dikerdilkan pencetakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalender ditentukan pemerintah berdasarkan kalender Masehi. Kalender tahun Hijriah dengan bulan kamariah hanya dijadikan dasar penentuan hari besar Islam. Bukan dijadikan landasan orientasi waktu kerja dan kurikulum studi. Huruf nama bulan, huruf nama hari, angka tanggal, angka tahun Masehi dicetak jauh lebih besar. Sementara huruf nama bulan, tahun Hijriah, bulan kamariah, angka tanggal Hijriah sangat kecil sekali. Walaupun kalender itu dikeluarkan Kantor Wilayah Departemen Agama Jabar, tahun Masehi lebih besar ketimbang tahun Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan deislamisasi kalender Depag Jabar di atas berpengaruh luas kepada masyarakat Islam. Misalnya, pengaruhnya terhadap majalah Al Kisah yang Islami, tetapi tidak mau menggunakan bulan dan tahun penerbitannya dengan tahun Hijriah dan bulan kamariah. Misalnya, dapat dibaca, majalah Kisah Islam al Kisah, No. 25/tahun VII/14-27 Desember 2009/Rp 15.000,00. Walaupun majalah Al Kisah ini memuat tuntunan doa akhir tahun dan permulaan tahun Hijriah, penulisan tahun Masehi lebih ditonjolkan. Demikian juga majalah Islam lainnya, seperti Khalifah, tetap saja menulis edisi 16 November 2009, tampak lebih besar ketimbang tahun Hijriahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis pernah melihat spanduk tempat pendaftaran haji dari KBIH Bandung. Dituliskan pendaftaran calon haji tahun Masehi, tanpa disertakan bulan kamariah dan tahun Hijriahnya. Padahal, haji terjadi setiap 9 Zulhijjah. Hal ini semuanya terjadi akibat ulama membiarkan kekuasaan atau pemerintah "dipindahkan" kepada pihak yang tidak berorientasi Islam secara kafah. Barangkali, contoh-contoh di atas terjadi akibat kehilangan kontak sejarah yang pernah dirintis ulama terdahulu, seperti H.O.S. Tjokroaminoto tentang proses perlunya kekhalifahan atau kekuasaan yang Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.O.S. Tjokroaminoto dalam membangkitkan kesadaran nasional umat Islam Indonesia merumuskan langkah dalam paradigma Lima-K, yaitu kemauan, kekuatan, kemenangan, kekuasaan, dan kemerdekaan. Untuk menjadikan umat Islam sebagai kekuatan pendobrak pemerintah Belanda, diutamakan kemauan untuk merdeka. Dari kebangkitan kemauan, akan berdampak pada kekuatan, dengan kekuatan akan diperoleh kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setelah kemenangan, umat Islam harus menduduki kekuasaan. Tanpa menduduki kekuasaan, tidak akan memperoleh kemerdekaan. Kemerdekaan politik dan terbebas dari penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemenangan, umat Islam harus menduduki kekuasaan. Tanpa menduduki kekuasaan, tidak akan memperoleh kemerdekaan. Kemerdekaan politik dan terbebas dari penjajah. Tanpa memperoleh kemerdekaan politik dengan kekuasaannya, tidak mungkin dapat menciptakan kemerdekaan sejati, yakni kemakmuran untuk seluruh bangsa. (PurWD/Pikiran rakyat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis: Ahmad Mansur Suryanegara (Sejarawan Islam Unpad Bandung dan Penulis Buku API SEJARAH), dengan judul Terjadi Pengerdilan Sejarah Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-4656413659659129443?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/4656413659659129443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/sejarah-islam-yang-dipinggirkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/4656413659659129443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/4656413659659129443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/sejarah-islam-yang-dipinggirkan.html' title='Sejarah Islam yang Dipinggirkan'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-7089310233562184559</id><published>2010-03-08T20:23:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T20:24:44.320-08:00</updated><title type='text'>Akhwat Genit, Apaan Tuh?</title><content type='html'>Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa Arab artinya saudara perempuan. Namun sudah maklum (diketahui) bahwa saudara yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain," (HR. Muslim, no. 2564).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, berarti yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, berarti yang berjilbab pendek bukan akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu aliran atau gerakan, yang beda aliran dan gerakan bukan akhwat. Tentu kita lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Dan makna ini yang kita pakai di dalam tulisan saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar'inya (pakaian muslimah yang sesuai ajaran Islam), melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, keistiqomahan seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar'i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar'i, dan sungguh Allah tidak akan memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya kecuali itu adalah sebuah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar'i, . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang sungguh sayang, sebagian akhwat yang berhijab syar'i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya menganggap hijab syar'i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari'at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wal'iyyadzubillah!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang disebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar'i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari'at. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar'i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu," (HR. Muslim). Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik, namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik, namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering memberi nasehat-nasehat kepada seorang kawan itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman yang artinya: "Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya." (QS. An-Nur : 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri akhwat genit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Berpakaian yang mengundang pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang dikenakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Senang dilihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Kata-kata mesra yang Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan kata-kata mesra kepada para ikhwan. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. misalnya; Jazakallah yach akhi; Akh, antum bisa saja dech; Pak, jangan sampai telat makan lho; sesungguhnya Allah menyukai hamba-Nya yang qowi; Kaifa haluka akhi; minta tausiah dunks; Akh, besok syura jam 9, jangan mpe telat lhoo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    SMS tidak penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan Afwan atau Jazakallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Banyak bercanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Tidak khawatir berikhtilat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saat-saat di mana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mukmin yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya, bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat, akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Berbicara dengan nada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja. Semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan bekas pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syari'at. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang maruf." (QS. Al Ahzab: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama meng-qiyaskan (menganalogikan) merendahkan suara untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syari'at. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: "Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(PurWD/ istanasurgaku)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-7089310233562184559?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/7089310233562184559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/akhwat-genit-apaan-tuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/7089310233562184559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/7089310233562184559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/akhwat-genit-apaan-tuh.html' title='Akhwat Genit, Apaan Tuh?'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-7434681552983611614</id><published>2010-03-08T20:22:00.001-08:00</published><updated>2010-03-08T20:22:58.621-08:00</updated><title type='text'>Kesurupan Jin itu Fakta ataukah Fiktif ?</title><content type='html'>Ikhwati fillah rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu penulis membaca satu artikel dalam salah satu media masa elektronik mengenai masalah kesurupan, dimana kesimpulannya bahwa kesurupan bukan hal yang berbau mistis yang dikaitkan dengan merasuknya jin kedalam tubuh manusia, namun merupakan penyakit jasad seperti penyakit-penyakit yang lain. Maka apa pandangan islam mengenai hal ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini saya ingin menukilkan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ketika ditanya dalam dalam masalah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata: “ Alhamdulillah, tentang adanya jin telah ditetapkan berdasarkan Al Qur’an dan sunah RasulNya shallallahu alaihi wasallam serta kesepakatan pendahulu umat ini dan para imamnya. Demikian pula masuknya jin kedalam badan manusia benar ada berdasarkan kesepakatan imam ahli sunah dan jamaah.&lt;br /&gt;Allah Ta’alaa berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الله تعالى : { الذين يأكلون الربا لا يقومون إلا كما يقوم الذي يتخبطه الشيطان من المس }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: ( Dan orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila)QS Al Baqarah:275.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam riwayat yang shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن النبي صلى الله عليه وسلم { إن الشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: (sesungguhnya setan berjalan dalam diri bani adam melalui saluran darah ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah berkata Abdullah bin Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullah, aku berkata kepada ayahku: bahwa sebagian kaum mengatakan: sesungguhnya jin tidak masuk kedalam badan orang yang kesurupan. Maka beliau berkata: wahai anakku, mereka berdusta ini berkata dengan lisannya. Dan yang diucapkan ini perkara yang masyhur bahwa ada seorang laki-laki yang kesurupan lalu dia berbicara dengan lisan yang tidak dipahami maknanya dan badannya dipukul dengan pukulan yang keras seandainya unta dipukul seperti itu niscaya akan merasakannya. Sedangkan orang yang kerasukan tidak merasakan pukulan atau ucapan yang dikatakannya, dan kadang-kadang orang yang kesurupan dapat menyeret yang tidak kesurupan dan menyeret karpet yang didudukinya serta dapat memindahkan alat-alat dari satu tempat ke tempat lain dan banyak perkara lain yang terjadi, yang barangsiapa menyaksikannya akan memahami benar bahwa yang berbicara dengan lisan manusia dan yang menggerakkan tubuhnya makhluk jenis lain bukan manusia. Tidak ada dari kalangan imam kaum muslimin yang mengingkati masuknya jin kedalam tubuh orang yang kerasukan dan yang lainnya. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dan mendakwakan bahwa syariat mendustakan hal itu maka sungguh dia telah mendustakan syariat karena tidak ada dalil syarie yang menafikan hal itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kebanyakan yang mendahulukan akal ketimbang dalil menafikan hal itu dan mengingkarinya, barangkali sebagian mengingkarinya karena sebagian orang berlebih-lebihan dalam mengobati manusia dalam bab ini dimana hampir semua yang sakit tidak dirujuk ke dokter tetapi dianggap orang yang kerasukan atau tersihir atau terkena penyakit ‘ain jadi hampir semua perkaranya tidak dirujuk kepenyakit anggota badan !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita harus berhati-hati dalam masalah ini, yakni tidak semua penyakit itu adalah disebabkan kerasukan, begitu juga tidak mengingkari adanya kerasukan sehingga semua penyakit dikembalikan kepada medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bishowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-7434681552983611614?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/7434681552983611614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/kesurupan-jin-itu-fakta-ataukah-fiktif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/7434681552983611614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/7434681552983611614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/kesurupan-jin-itu-fakta-ataukah-fiktif.html' title='Kesurupan Jin itu Fakta ataukah Fiktif ?'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-2702788383591320003</id><published>2010-03-08T20:19:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T20:20:26.109-08:00</updated><title type='text'>Innalillah ... Wanita Arab Semakin Bebas Saja!</title><content type='html'>Jum'at 19 Rabi'ul Awwal 1431 H - 05 Maret 2010 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak asasi kaum wanita di 15 negara dari 18 negara yang ada ditimur tengah telah mengalami kemajuan dalam kurun lima tahun kebelakang, apalagi di Kuwait, Al Jazair dan Jordania, menurut kajian Amerika yang dirilis beberapa hari yang lalu pada hari kaum wanita dunia pada tanggal 8 maret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisai " Freedom House " untuk membela kebebasan yang pernah diketuai oleh Elienoor istri mantan presiden Frankleen D rosevelt dalam keterangan yang dirilis minggu ini menganggap bahwa kondisi kaum wanita sangat menyedihkan ditiga negara kawasan teluk yaitu Irak, Yaman, dan bumi Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum wanita di Tunisia menikmati kebebasan yang paling besar dikawasan tersebut, disusul dengan wanita Maroko dan Aljazair, kemudian Lebanon. adapun kaum wanita Yaman diurutan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum wanita Kuwait telah memperoleh hak politiknya seperti yang dinikmati kaum pria dimana telah terpilih empat orang wanita sebagai anggota parlemen pada Mei 2009 untuk pertama kali dalam sejarah negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Aljazair reformasi yang dilakukan pada tahun 2005 membawa perbaikan bagi kemandirian wanita dalam lingkungan keluarga dan menghapuskan paksaan mentaati suaminya. Di Jordania telah dibentuk mahkamah khusus mempertimbangkan " kejahatan kehormatan ", yang merupakan negara kedua yang mengambil inisiatif ini setelah Tunisia. Dan kejahatan ini mengalami peningkatan terburuk di sejumlah besar negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kondisi kaum wanita di Irak, Yaman dan bumi Palestina bertambah buruk setelah mengalami  peperangan atau tindak kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diirak " kejahatan kehormatan " dan pemerkosaan serta penculikan mengalami peningkatan yang signifikan sejak lima tahun lalu, yang memaksa wanita untuk tetap tinggal dirumah dan melarang mereka mendapat kesempatan pendidikan dan pekerjaan, menurut kajian tersebut. padahal kaum wanita mengisi seperempat kursi parlemen irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara timur tengah kaum wanita hanya mewakili 28% dalam karir atau pegiat ekonomi, merupakan jumlah yang paling rendah didunia, padahal diwilayah tersebut jumlahnya mengalami peningkatan dibeberapa negara dimana tercatat nisbah 42% kaum wanita pekerja tahun 2007 dibanding 36% tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:alarabiya.net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-2702788383591320003?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/2702788383591320003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/innalillah-wanita-arab-semakin-bebas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2702788383591320003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2702788383591320003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/innalillah-wanita-arab-semakin-bebas.html' title='Innalillah ... Wanita Arab Semakin Bebas Saja!'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-8217770608741597017</id><published>2010-03-03T02:26:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T02:30:03.715-08:00</updated><title type='text'>Pandangan Muslimah terhadap Nikah Siri</title><content type='html'>Nikah siri terus jadi polemik. Konon katanya merugikan anak-anak dan perempuan. Bagaimana pandangan Islam, khususnya sikap para muslimah terhadap persoalan ini? Berikut wawancara HTI Press dengan Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Ir Febrianti Abbasuni, MM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya ada di balik polemik mengenai nikah siri yang diangkat oleh banyak media massa dua minggu terakhir. Setelah menjadi pembicaraan hangat, Detik.com memberitakan bahwa tanggal 19 Februari 2010 yang lalu Menteri Agama menyatakan bahwa RUU HMPA tidak ada. RUU tersebut dikatakan berisi sanksi pidana pelaku nikah siri, sehingga dikenal sebagai RUU Nikah Siri. Menurut Detik.com, pernyataan ini bertentangan dengan pernyataannya tanggal 16 Februari 2010, yang membenarkan bahwa RUU itu telah masuk Prolegnas. Pada hari yang sama, Direktur Bimas Islam Depag menyatakan RUU Nikah siri yang mengatur pencatatan pernikahan secara resmi sudah setahun berada di Setneg. Bagaimana pendapat ibu mengenai hal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak menafikkan adanya pihak lain yang berupaya mengalihkan perhatian publik dari skandal Bank Century, pihak yang paling berkepentingan memblow up polemik nikah siri tentu saja adalah LSM-LSM Liberal antek penjajah kapitalisme. Kita tahu mereka berupaya menjadikan HAM dan demokrasi kapitalisme sebagai kitab suci baru bagi kaum muslimin di Indonesia. Mereka mewajibkan pemahaman kaum muslimin terhadap Al Qur’an dan hadist tunduk pada pemahaman HAM dan demokrasi yang mereka dapatkan dari penjajah. Kita tahu mereka punya target melepaskan keterikatan kaum muslimin terhadap syariah dalam kehidupan berkeluarga, sekaligus menghancurkan ketundukan muslimah kepada Allah dengan mengajak muslimah mengagungkan ego keperempuanan mereka. Untuk mencapai targetnya, mereka melakukan upaya struktural maupun kultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara struktural mereka berupaya meliberalkan perundang-undangan terkait perempuan dan keluarga di Indonesia, antara lain melalui UU Perkawinan, UU Perlindungan Anak, UU HMPA, UU Kesehatan, UU Administrasi Kependudukan, UU Kewarganegaraan, dan lain-lain. Upaya struktural mereka yang pertama kali diketahui publik di tahun 2004 adalah pengajuan Counter Legal Draft yang nyata sarat nilai liberal terhadap Kompilasi Hukum Islam, mengatasnamakan Departemen Agama. Seiring kecaman keras dari tokoh-tokoh agama dan masyarakat luas saat itu, Menteri Agama menarik draft tersebut. Tentu saja mereka tidak berhenti berupaya, karena dana dari penjajah masih mengalir bagi mereka sampai saat ini. Hanya, sejak kejadian di tahun 2004 tersebut, langkah-langkah mereka jadi lebih tertutup, draft-draft yang mereka siapkan tidak mudah lagi didapatkan publik. Karenanya tidak aneh, draft RUU HMPA di Depag jadi kelihatan misterius seperti yang diberitakan detik.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kultural mereka berupaya menggugat dan menumbuhkan kebencian terhadap hukum-hukum Islam, dan pada saat yang sama menanamkan ketundukan terhadap HAM dan demokrasi kapitalisme melalui lembaga-lembaga pendidikan termasuk pesantren, forum-forum diskusi, pelatihan-pelatihan, dan lain-lain, termasuk melalui media massa. Agar mereka mendapatkan perhatian masyarakat, mereka selalu memanfaatkan media massa untuk memblow up berita yang menimbulkan pro dan kontra, dan pada saat itulah aktivis LSM Liberal ini ditampilkan media massa untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran liberal mereka. Ini juga yang terjadi dalam polemik nikah siri yang baru lalu. Satu tahun yang lalu hujatan terhadap nikah siri diangkat melalui berita nikah sirinya artis, tahun ini diangkat melalui issue RUU HMPA. Mereka sibuk mengajak menghujat nikah siri yang halal, sementara perzinahan mereka diamkan bahkan mereka dorong untuk difasilitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menghadapi LSM-LSM liberal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kejadian ini membuat kita semakin menyadari inilah keburukan demokrasi, kita dipaksa menghargai dan hidup berdampingan dengan pihak yang secara aktif berupaya merusak aqidah umat. Selama kita masih hidup dalam sistem demokrasi yang membiarkan nilai haq dan batil sama-sama hidup bebas, yang bisa kita lakukan adalah terus mewaspadai gerak mereka, menjelaskan kesalahan pemikiran mereka dan menjelaskan syariah kepada umat, begitu terus tidak boleh berhenti. Langkah lain yang tidak boleh ditinggalkan adalah mengganti sistem demokrasi dengan Khilafah yang menghargai dan menaungi perbedaan dalam koridor perbedaan yang dibolehkan Al Qur’an dan Hadist, sehingga LSM-LSM liberal antek penjajah tidak bisa hidup di tengah-tengah umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seharusnya mensikapi nikah siri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah siri adalah nikah yang memenuhi rukun pernikahan, sehingga merupakan pernikahan yang sah, namun belum dicatat oleh negara karena berbagai alasan. Pencatatan pernikahan tidak termasuk rukun pernikahan. Karena pernikahannya sah, kita semua dan juga negara harus mengakui pernikahan ini, sama seperti pernikahan sah lain yang sudah dicatat oleh negara. Semua hukum lain yang terkait seperti kewajiban nafkah, hak waris, dan yang lain jadi berlaku setelah pernikahan terjadi secara sah, baik pernikahan itu dicatat maupun tidak dicatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pencatatan pernikahan, walaupun hukumnya boleh, Rasulullah saw dan para shahabat tidak pernah melakukannya apalagi mewajibkannya, sementara pencatatan hutang dan wasiat saat itu sudah diperintahkan. Karena saat itu negara tidak mengandalkan dokumen tertulis untuk membuktikan adanya pernikahan, persaksian para saksi pernikahan bisa digunakan untuk membuktikan adanya pernikahan. Jadi, apabila misalnya seorang wanita mengadukan ke pengadilan suami atau mantan suami yang tidak memberi nafkah kepada anaknya, ia bisa membawa dua saksi yang mengetahui pernikahannya untuk membuktikan pernikahannya ke pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dalam konteks saat ini, apakah sebaiknya negara mengharuskan pencatatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya difahami dulu yang lebih mendasar. Ada hal yang tidak boleh berubah sepanjang masa bahwa negara bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan pengaturan kebutuhan hidup warga negaranya. Rasulullah saw bersabda: “Seorang Imam (kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan (rakyat); ia akan diminta pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya. (HR Bukhari Muslim). Jadi aturan diterapkan oleh negara bukan untuk mempersulit atau mengambil keuntungan dari rakyat, tapi untuk kemaslahatan dan kemudahan urusan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melindungi rakyat terkait status anak, hak nafkah, waris, dan lain-lain, negara wajib memudahkan urusan rakyatnya. Apakah dengan pencatatan atau yang lain, yang terpenting rakyat dimudahkan dalam urusannya. Kalau memang pencatatan dianggap memudahkan urusan rakyat karena justru lebih sulit mendatangkan saksi ke persidangan ketika ada masalah, maka negara harus memudahkan pencatatan. Semua pernikahan yang memenuhi rukun pernikahan harus dicatat tanpa memungut biaya apa pun dari rakyat. Jangan dipersulit. Kapan saja mereka mau mencatatkan pernikahannya, dengan mudah mereka mendapatkan dokumen tertulis mengenai pernikahannya. Tidak perlu diharuskan, kalau mereka merasakan dokumen itu memudahkan urusan mereka, dan mendapatkan dokumen itu tidak sulit, tentu mereka berbondong-bondong mencatatkan pernikahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan upaya mewajibkan pencatatan pernikahan dalam rangka melindungi perempuan dari efek buruk poligami atau dari trafficking perempuan dan anak-anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengatasi masalah dengan menimbulkan masalah. Mewajibkan pencatatan di saat negara tidak bisa menjamin kemudahan pencatatan, kemudian memberi sanksi kepada yang tidak mencatatkan pernikahan adalah tindakan menyulitkan rakyat, tindakan dzolim. ‘Aisyah RA berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah SAW berdoa di rumahku ini: Ya Allah, semoga orang (penguasa) yang menangani perkara umatku, lalu dia memberat-beratkan mereka, maka beratkanlah dia. [Ya Allah], semoga orang yang menangani perkara umatku, lalu dia memudahkan mereka, maka mudahkankanlah dia.” (HR. Imam Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pencegahan efek buruk poligami, nikah siri, trafficking, dan yang lain, jangan melalui pencatatan. Tetapi melalui pemberdayaan ekonomi keluarga, pencerdasan rakyat termasuk kaum perempuan, kualitas pelayanan Islami dari dan kemudahan akses ke kepolisian dan pengadilan apabila ada masalah dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian nikah siri tidak perlu jadi polemik, ya Ustazah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Dan memang, inilah keburukan demokrasi, kita dipaksa menghargai dan hidup berdampingan dengan pihak yang secara aktif berupaya merusak aqidah umat.&lt;br /&gt;sumber : www.hizbut-tahrir.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-8217770608741597017?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/8217770608741597017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/pandangan-muslimah-terhadap-nikah-siri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/8217770608741597017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/8217770608741597017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/pandangan-muslimah-terhadap-nikah-siri.html' title='Pandangan Muslimah terhadap Nikah Siri'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-7503278753989617885</id><published>2010-03-03T02:23:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T02:25:17.942-08:00</updated><title type='text'>Ismail Yusanto: Akhir Century Kompromi Politik, Bukan Kebenaran Substansial</title><content type='html'>Rapat Paripurna DPR mengenai skandal bailout (pengucuran dana talangan) Bank Century berakhir ricuh baik di luar maupun gedung DPR RI tadi siang. Banyak pihak yang tidak puas dengan rapat kali ini. Mengapa para pencari kebenaran selalu kecewa setiap kali melihat hasil akhir kerja pansus? Apakah kompromi politik biang keladinya? Bagaimana kedudukan kompromi politik dalam pandangan Islam? Untuk menjawab pertanyaan itu wartawan mediaumat.com Joko Prasetyo mewawancarai Jubir HTI Muhammad Ismail Yusanto, Selasa (2/3) di Jakarta. Berikut petikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Anda tentang kericuhan Rapat Paripurna DPR mengenai skandal Century siang tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kericuhan itu ada dua. Ada di dalam gedung dan luar gedung. Kericuhan di dalam dipicu oleh ketidakpuasan anggota DPR atas kepemimpinan Ketua DPR Marzukie Ali dalam memimpin rapat. Marzukie Ali dianggap menutup rapat sepihak, hasil pansus oleh Ketua Pansus Idrus Marham. Sedangkan Marzukie sendiri menganggap memang harus ditutup karena rapat hari ini hanya mendengarkan pembacaan Idrus Marham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara banyak anggota DPR berpendapat bahwa Marzukie tidak boleh menutup rapat secara sepihak karena masih banyak anggota DPR yang mengajukan intrupsi. Itulah menurut saya yang menyulut emosi anggota DPR, ditambah lagi semua mikropon anggota DPR tiba-tiba mati. Karena mati, mereka tidak bisa bicara. Nah, sebagian dari mereka akhirnya bangkit dari kursi merangsek mendatangi meja pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang di luar, pengunjuk rasa kan ada dua kelompok. Ada kelompok yang pro bailout ada yang anti bailout. Terutama yang anti bailout, mereka merasa tidak puas karena Idrus Marham tidak menyebutkan nama-nama individu yang bertanggung jawab. Padahal kan sebelumnya beberapa fraksi sudah menyatakan akan menyebutkan nama Boediono dan Sri Mulyani sebagai pihak yang bertanggung jawab. Namun hasil pansus yang dibacakan Idrus Marham tadi siang itu tidak menyebutkan nama. Itulah yang membuat massa di luar gedung tidak puas, dan terjadilah beberapa tindak anarkis dan bentrok dengan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak disebutkannya nama-nama orang yang bertanggung jawab itu merupakan hasil kompromi politik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah DPR akan menyebut nama atau tidak kita lihat kepastiannya besok. Rencananya kan besok akan mengadakan voting menyangkut bermasalah tidaknya bailout Bank Century tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita berharap dari sistem yang berlaku sekarang ini melahirkan kebijakan-kebijakan yang benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah. Karena keputusan politik itu diambil dari kompromi. Sehingga kebenaran yang substansial itu bisa ditolak oleh keputusan politik. Gampangnya begini. Saya boleh salah tetapi saya tidak boleh dipersalahkan di dalam mimbar politik. Jadi antara salah dan dipersalahkan itu dibedakan. Seharusnya kan yang salah ya dipersalahkan. Dan yang dipersalahkan seharusnya menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang kan yang salah tidak mau dipersalahkan oleh karena akan berujung dengan hilangnya jabatan. Nah, pihak yang salah ini tidak mau itu terjadi sehingga di titik inilah kompromi terjadi. Sehingga tidak akan menghasilkan kebenaran substansial. Sehingga bila kita mengharapkan kebenaran substansial akan lahir dari sistem seperti ini ya kita akan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem Islam apakah kebenaran substansial itu bisa didapatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti tidak ada kompromi politik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya begini. Dalam dunia politik, kompromi itu adalah aktivitas yang wajar. Namanya juga pertarungan politik pastilah masing-masing kubu membawa sebuah kepentingan. Hanya saja yang membedakan antara politik Islam dan politik sekuler adalah letak komprominya. Kalau politik sekuler kompromi itu letaknya di depan, kebenaran itu di belakang. Sedangkan politik Islam kebenaran depan, kompromi di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam politik Islam itu segala sesuatunya harus diukur pada tolak ukur yang benar dulu, dipastikan dahulu apakah suatu benda, perkara, dan perbuatan itu halal atau haram. Kemudian dilakukanlah kompromi, mengajak kubu lain untuk mengikuti yang jelas benarnya dan mengajak kubu lain untuk meninggalkan yang jelas salahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah kompromi politik dalam Islam itu dilakukan untuk tercapainya kesepakatan-kesepakatan politik dari berbagai kekuatan politik dengan yang menjunjung tinggi kebenaran dan tabu untuk mencederai kebenaran substansial itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekian lama politik sekuler diterapkan di negeri yang mayoritas Muslim ini selama itu pula rakyat memetik kekecewaan. Karena pansus-pansus itu memang tidak memegang teguh kebenaran substansial. Mereka terjebak ke dalam kompromi politik sekuler. Pada DPR periode 2004-2009 kan sampai dibentuk pansus 6 kali mengangkat enam perkara. Terakhir pansus BBM, semuanya kan seperti yang kita ketahui menginjak-injak kebenaran substansial atau dalam bahasa populernya “masuk angin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat harus sadar, sesungguhnya tidak akan didapatkan kebenaran substansial dari kompromi politik sekuler. Bila politik machiavelistik (menghalalkan segala cara) ini diteruskan suara rakyat itu hanya dijadikan alat legitimasi saja untuk kepentingan para elite politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya kalau berbicara kepentingan rakyat, ya berarti berbicara dan berusaha bagaimana agar uang sebesar 6,7 triliun itu bisa kembali dan yang bertanggung jawab dihukum, kan begitu kongkritnya. Sampai siang tadi 6,7 triliun itu mengalir ke mana tidak jelas, siapa yang bertanggung jawab tidak jelas dalam hasil pansus yang dibacakan Idrus Marham tersebut.[sumber : www.hizbut-tahrir.or.id]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-7503278753989617885?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/7503278753989617885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/ismail-yusanto-akhir-century-kompromi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/7503278753989617885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/7503278753989617885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/ismail-yusanto-akhir-century-kompromi.html' title='Ismail Yusanto: Akhir Century Kompromi Politik, Bukan Kebenaran Substansial'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-2713883400889369312</id><published>2010-03-02T02:01:00.001-08:00</published><updated>2010-03-02T02:01:39.464-08:00</updated><title type='text'>keistimewaan wanita</title><content type='html'>"Apabila seorang isteri menunaikan solat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan menghormati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, masuklah kamu ke dalam syurga melalui mana-mana pintu yang kamu sukai." – (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Keistimewaan Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Do'a wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : " Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita yang solehah ( baik ) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis Karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Barang siapa yang membawa hadiah ( barang, makanan dari pasar kerumah ) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW ) di dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga Saudara perempuan atau dua Saudara perempuan , lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dari Aisyah r.a. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka , maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu maka jawablah panggilan ibumu dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga . Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristigfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan rekannya ( serta menjaga sembahyang dan puasanya ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Aisyah r.a. berkata " aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda "suaminya". Siapa pulaberhak terhadap lelaki?" jawab Rasulullah SAW "Ibunya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya ( 10.000 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Apabila telah lahir ( anak ) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Apabila semalaman ( ibu ) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.&lt;br /&gt;2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.&lt;br /&gt;3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.&lt;br /&gt;4. Wanita menerima pusaka (warisan) kurang dari lelaki.&lt;br /&gt;5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.&lt;br /&gt;6. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak harus selalu taat pada isterinya.&lt;br /&gt;7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.&lt;br /&gt;8. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki, makanya Kaum Feminisme nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~PERBANDINGAN~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Benda yg mahal harganya tentu akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan..? Itulah bandingannya dengan seorang wanita Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk,malaikat. Matinya jika karena melahirkan adalah syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung boleh 4 org lelaki ini: Suaminya,ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja yang disukainya cukup dgn 4 syarat saja: Shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WALLAHU'ALAM BISH ASSOWAB...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-2713883400889369312?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/2713883400889369312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/keistimewaan-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2713883400889369312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2713883400889369312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/03/keistimewaan-wanita.html' title='keistimewaan wanita'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-2724252464573959481</id><published>2010-02-27T19:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T20:01:15.960-08:00</updated><title type='text'>Hukum Islam Tentang Nikah Siri</title><content type='html'>HTI-Press. Keinginan pemerintah untuk memberikan fatwa hukum yang tegas terhadap pernikahan siri, kini telah dituangkan dalam rancangan undang-undang tentang perkawinan.  Sebagaimana penjelasan Nasarudin Umar, Direktur Bimas Islam Depag, RUU ini akan memperketat pernikahan siri, kawin kontrak, dan poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan nikah siri, dalam RUU yang baru sampai di meja Setneg, pernikahan siri dianggap perbuatan ilegal, sehingga pelakunya akan dipidanakan dengan sanksi penjara maksimal 3 bulan dan denda 5 juta rupiah. Tidak hanya itu saja, sanksi juga berlaku bagi pihak yang mengawinkan atau yang dikawinkan secara nikah siri, poligami, maupun nikah kontrak. Setiap penghulu yang menikahkan seseorang yang bermasalah, misalnya masih terikat dalam perkawinan sebelumnya, akan dikenai sanksi pidana 1 tahun penjara. Pegawai Kantor Urusan Agama yang menikahkan mempelai tanpa syarat lengkap juga diancam denda Rp 6 juta dan 1 tahun penjara. [Surya Online, Sabtu, 28 Februari, 1009]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang juga berpendapat bahwa orang yang melakukan pernikahan siri, maka suami isteri tersebut tidak memiliki hubungan pewarisan. Artinya, jika suami meninggal dunia, maka isteri atau anak-anak keturunannya tidak memiliki hak untuk mewarisi harta suaminya. Ketentuan ini juga berlaku jika isteri yang meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana pandangan Islam terhadap nikah siri? Bolehkah orang yang melakukan nikah siri dipidanakan? Benarkah orang yang melakukan pernikahan siri tidak memiliki hubungan pewarisan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi dan Alasan Melakukan Pernikahan Siri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan siri sering diartikan oleh masyarakat umum dengan; Pertama; pernikahan tanpa wali. Pernikahan semacam ini dilakukan secara rahasia (siri) dikarenakan pihak wali perempuan tidak setuju; atau karena menganggap absah pernikahan tanpa wali; atau hanya karena ingin memuaskan nafsu syahwat belaka tanpa mengindahkan lagi ketentuan-ketentuan syariat; kedua, pernikahan yang sah secara agama namun tidak dicatatkan dalam lembaga pencatatan negara. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan sipil negara. Ada yang karena faktor biaya, alias tidak mampu membayar administrasi pencatatan; ada pula yang disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan yang melarang pegawai negeri nikah lebih dari satu; dan lain sebagainya. Ketiga, pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu; misalnya karena takut mendapatkan stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap tabu pernikahan siri; atau karena pertimbangan-pertimbangan rumit yang memaksa seseorang untuk merahasiakan pernikahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hukum syariat atas ketiga fakta tersebut adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Pernikahan Tanpa Wali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai fakta pertama, yakni pernikahan tanpa wali; sesungguhnya Islam telah melarang seorang wanita menikah tanpa wali. Ketentuan semacam ini didasarkan pada sebuah hadits yang dituturkan dari sahabat Abu Musa ra; bahwasanya Rasulullah saw bersabda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا نكاح إلا بولي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali.” [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy, lihat, Imam Asy Syaukani, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2648].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dalalah al-iqtidla’, kata ”laa” pada hadits menunjukkan pengertian ‘tidak sah’, bukan sekedar ’tidak sempurna’ sebagaimana pendapat sebagian ahli fikih. Makna semacam ini dipertegas dan diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل, فنكاحها باطل , فنكاحها باطل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya, maka pernikahannya batil; pernikahannya batil; pernikahannya batil”. [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2649].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurayrah ra juga meriwayatkan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تزوج المرأة المرأة لا تزوج نفسها فإن الزانية هي التي تزوج نفسها&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnya. Seorang wanita juga tidak berhak menikahkan dirinya sendiri. Sebab, sesungguhnya wanita pezina itu adalah (seorang wanita) yang menikahkan dirinya sendiri”. (HR Ibn Majah dan Ad Daruquthniy. Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 231 hadits ke 2649)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits-hadits di atas dapatlah disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali adalah pernikahan batil. Pelakunya telah melakukan maksiyat kepada Allah swt, dan berhak mendapatkan sanksi di dunia. Hanya saja, syariat belum menetapkan bentuk dan kadar sanksi bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan tanpa wali. Oleh karena itu, kasus pernikahan tanpa wali dimasukkan ke dalam bab ta’zir, dan keputusan mengenai bentuk dan kadar sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada seorang qadliy (hakim). Seorang hakim boleh menetapkan sanksi penjara, pengasingan, dan lain sebagainya kepada pelaku pernikahan tanpa wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah Tanpa Dicatatkan Pada Lembaga Pencatatan Sipil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun fakta pernikahan siri kedua, yakni pernikahan yang sah menurut ketentuan syariat namun tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil; sesungguhnya ada dua hukum yang harus dikaji secara berbeda; yakni (1) hukum pernikahannya; dan (2) hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari aspek pernikahannya, nikah siri tetap sah menurut ketentuan syariat, dan pelakunya tidak boleh dianggap melakukan tindak kemaksiyatan, sehingga berhak dijatuhi sanksi hukum. Pasalnya, suatu perbuatan baru dianggap kemaksiyatan dan berhak dijatuhi sanksi di dunia dan di akherat, ketika perbuatan tersebut terkategori ”mengerjakan yang haram” dan ”meninggalkan yang wajib”. Seseorang baru absah dinyatakan melakukan kemaksiyatan ketika ia telah mengerjakan perbuatan yang haram, atau meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula orang yang meninggalkan atau mengerjakan perbuatan-perbuatan yang berhukum sunnah, mubah, dan makruh, maka orang tersebut tidak boleh dinyatakan telah melakukan kemaksiyatan; sehingga berhak mendapatkan sanksi di dunia maupun di akherat. Untuk itu, seorang qadliy tidak boleh menjatuhkan sanksi kepada orang-orang yang meninggalkan perbuatan sunnah, dan mubah; atau mengerjakan perbuatan mubah atau makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang baru berhak dijatuhi sanksi hukum di dunia ketika orang tersebut; pertama, meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan sholat, jihad, dan lain sebagainya; kedua, mengerjakan tindak haram, seperti minum khamer dan mencaci Rasul saw, dan lain sebagainya; ketiga, melanggar aturan-aturan administrasi negara, seperti melanggar peraturan lalu lintas, perijinan mendirikan bangunan, dan aturan-aturan lain yang telah ditetapkan oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan dapat disimpulkan; pernikahan yang tidak dicatatkan di lembaga pencatatan negara tidak boleh dianggap sebagai tindakan kriminal sehingga pelakunya berhak mendapatkan dosa dan sanksi di dunia. Pasalnya, pernikahan yang ia lakukan telah memenuhi rukun-rukun pernikahan yang digariskan oleh Allah swt. Adapun rukun-rukun pernikahan adalah sebagai berikut; (1) wali, (2) dua orang saksi, dan (3) ijab qabul. Jika tiga hal ini telah dipenuhi, maka pernikahan seseorang dianggap sah secara syariat walaupun tidak dicatatkan dalam pencatatan sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berkaitan hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara, maka kasus ini dapat dirinci sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pada dasarnya, fungsi pencatatan pernikahan pada lembaga pencatatan sipil adalah agar seseorang memiliki alat bukti (bayyinah) untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar telah melakukan pernikahan dengan orang lain. Sebab, salah bukti yang dianggap absah sebagai bukti syar’iy (bayyinah syar’iyyah) adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara. Ketika pernikahan dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil, tentunya seseorang telah memiliki sebuah dokumen resmi yang bisa ia dijadikan sebagai alat bukti (bayyinah) di hadapan majelis peradilan, ketika ada sengketa yang berkaitan dengan pernikahan, maupun sengketa yang lahir akibat pernikahan, seperti waris, hak asuh anak, perceraian, nafkah, dan lain sebagainya. Hanya saja, dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara, bukanlah satu-satunya alat bukti syar’iy. Kesaksian dari saksi-saksi pernikahan atau orang-orang yang menyaksikan pernikahan, juga absah dan harus diakui oleh negara sebagai alat bukti syar’iy. Negara tidak boleh menetapkan bahwa satu-satunya alat bukti untuk membuktikan keabsahan pernikahan seseorang adalah dokumen tertulis. Pasalnya, syariat telah menetapkan keabsahan alat bukti lain selain dokumen tertulis, seperti kesaksian saksi, sumpah, pengakuan (iqrar), dan lain sebagainya. Berdasarkan penjelasan ini dapatlah disimpulkan bahwa, orang yang menikah siri tetap memiliki hubungan pewarisan yang sah, dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari pernikahan. Selain itu, kesaksian dari saksi-saksi yang menghadiri pernikahan siri tersebut sah dan harus diakui sebagai alat bukti syar’iy. Negara tidak boleh menolak kesaksian mereka hanya karena pernikahan tersebut tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil; atau tidak mengakui hubungan pewarisan, nasab, dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari pernikahan siri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pada era keemasan Islam, di mana sistem pencatatan telah berkembang dengan pesat dan maju, tidak pernah kita jumpai satupun pemerintahan Islam yang mempidanakan orang-orang yang melakukan pernikahan yang tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan resmi negara. Lebih dari itu, kebanyakan masyarakat pada saat itu, melakukan pernikahan tanpa dicatat di lembaga pencatatan sipil. Tidak bisa dinyatakan bahwa pada saat itu lembaga pencatatan belum berkembang, dan keadaan masyarakat saat itu belumnya sekompleks keadaan masyarakat sekarang. Pasalnya, para penguasa dan ulama-ulama kaum Muslim saat itu memahami bahwa hukum asal pencatatan pernikahan bukanlah wajib, akan tetapi mubah. Mereka juga memahami bahwa pembuktian syar’iy bukan hanya dokumen tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw sendiri melakukan pernikahan, namun kita tidak pernah menemukan riwayat bahwa melakukan pencatatan atas pernikahan beliau, atau beliau mewajibkan para shahabat untuk mencatatkan pernikahan mereka; walaupun perintah untuk menulis (mencatat) beberapa muamalah telah disebutkan di dalam al-Quran, misalnya firman Allah swt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلَّا تَرْتَابُوا إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah mu`amalahmu itu), kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.[TQS AL Baqarah (2):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dalam khazanah peradilan Islam, memang benar, negara berhak menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada orang yang melakukan tindakan mukhalafat. Pasalnya, negara (dalam hal ini seorang Khalifah dan orang yang diangkatnya) mempunyai hak untuk menetapkan aturan-aturan tertentu untuk mengatur urusan-urusan rakyat yang belum ditetapkan ketentuan dan tata cara pengaturannya oleh syariat; seperti urusan lalu lintas, pembangunan rumah, eksplorasi, dan lain sebagainya. Khalifah memiliki hak dan berwenang mengatur urusan-urusan semacam ini berdasarkan ijtihadnya. Aturan yang ditetapkan oleh khalifah atau qadliy dalam perkara-perkara semacam ini wajib ditaati dan dilaksanakan oleh rakyat. Siapa saja yang melanggar ketetapan khalifah dalam urusan-urusan tersebut, maka ia telah terjatuh dalam tindakan mukhalafat dan berhak mendapatkan sanksi mukhalafat. Misalnya, seorang khalifah berhak menetapkan jarak halaman rumah dan jalan-jalan umum, dan melarang masyarakat untuk membangun atau menanam di sampingnya pada jarak sekian meter. Jika seseorang melanggar ketentuan tersebut, khalifah boleh memberi sanksi kepadanya dengan denda, cambuk, penjara, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan takaran, timbangan, serta ukuran-ukuran khusus untuk pengaturan urusan jual beli dan perdagangan. Ia berhak untuk menjatuhkan sanksi bagi orang yang melanggar perintahnya dalam hal tersebut. Khalifah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan aturan-aturan tertentu untuk kafe-kafe, hotel-hotel, tempat penyewaan permainan, dan tempat-tempat umum lainnya; dan ia berhak memberi sanksi bagi orang yang melanggar aturan-aturan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dalam hal pengaturan urusan pernikahan. Khalifah boleh saja menetapkan aturan-aturan administrasi tertentu untuk mengatur urusan pernikahan; misalnya, aturan yang mengharuskan orang-orang yang menikah untuk mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan resmi negara, dan lain sebagainya. Aturan semacam ini wajib ditaati dan dilaksanakan oleh rakyat. Untuk itu, negara berhak memberikan sanksi bagi orang yang tidak mencatatkan pernikahannya ke lembaga pencatatan negara. Pasalnya, orang yang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan negara -- padahal negara telah menetapkan aturan tersebut—telah terjatuh pada tindakan mukhalafat. Bentuk dan kadar sanksi mukhalafat diserahkan sepenuhnya kepada khalifah dan orang yang diberinya kewenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi catatan di sini adalah, pihak yang secara syar’iy absah menjatuhkan sanksi mukhalafat hanyalah seorang khalifah yang dibai’at oleh kaum Muslim, dan orang yang ditunjuk oleh khalifah. Selain khalifah, atau orang-orang yang ditunjuknya, tidak memiliki hak dan kewenangan untuk menjatuhkan sanksi mukhalafat. Atas dasar itu, kepala negara yang tidak memiliki aqad bai’at dengan rakyat, maka kepala negara semacam ini tidak absah menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada rakyatnya. Sebab, seseorang baru berhak ditaati dan dianggap sebagai kepala negara jika rakyat telah membai’atnya dengan bai’at in’iqad dan taat. Adapun orang yang menjadi kepala negara tanpa melalui proses bai’at dari rakyat (in’iqad dan taat), maka ia bukanlah penguasa yang sah, dan rakyat tidak memiliki kewajiban untuk mentaati dan mendengarkan perintahnya. Lebih-lebih lagi jika para penguasa itu adalah para penguasa yang menerapkan sistem kufur alas demokrasi dan sekulerisme, maka rakyat justru tidak diperkenankan memberikan ketaatan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, jika pernikahan siri dilakukan karena faktor biaya; maka pada kasus semacam ini negara tidak boleh mempidanakan dan menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada pelakunya. Pasalnya, orang tersebut tidak mencatatkan pernikahannya dikarenakan ketidakmampuannya; sedangkan syariat tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Oleh karena itu, Negara tidak boleh mempidanakan orang tersebut, bahkan wajib memberikan pelayanan pencatatan gratis kepada orang-orang yang tidak mampu mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, pada dasarnya, Nabi saw telah mendorong umatnya untuk menyebarluaskan pernikahan dengan menyelenggarakan walimatul ‘ursy. Anjuran untuk melakukan walimah, walaupun tidak sampai berhukum wajib akan tetapi nabi sangat menganjurkan (sunnah muakkadah). Nabi saw bersabda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adakah walimah walaupun dengan seekor kambing”.[HR. Imam Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal-hal positif yang dapat diraih seseorang dari penyiaran pernikahan; di antaranya adalah ; (1) untuk mencegah munculnya fitnah di tengah-tengah masyarakat; (2) memudahkan masyarakat untuk memberikan kesaksiannya, jika kelak ada persoalan-persoalan yang menyangkut kedua mempelai; (3) memudahkan untuk mengidentifikasi apakah seseorang sudah menikah atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal semacam ini tentunya berbeda dengan pernikahan yang tidak disiarkan, atau dirahasiakan (siri). Selain akan menyebabkan munculnya fitnah; misalnya jika perempuan yang dinikahi siri hamil, maka akan muncul dugaan-dugaan negatif dari masyarakat terhadap perempuan tersebut; pernikahan siri juga akan menyulitkan pelakunya ketika dimintai persaksian mengenai pernikahannya. Jika ia tidak memiliki dokumen resmi, maka dalam semua kasus yang membutuhkan persaksian, ia harus menghadirkan saksi-saksi pernikahan sirinya; dan hal ini tentunya akan sangat menyulitkan dirinya. Atas dasar itu, anjuran untuk mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara menjadi relevan, demi mewujudkan kemudahan-kemudahan bagi suami isteri dan masyarakat serta untuk mencegah adanya fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya Terselubung Surat Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pencatatan pernikahan bisa memberikan implikasi-implikasi positif bagi masyarakat, hanya saja keberadaan surat nikah acapkali juga membuka ruang bagi munculnya praktek-praktek menyimpang di tengah masyarakat. Lebih-lebih lagi, pengetahuan masyarakat tentang aturan-aturan Islam dalam hal pernikahan, talak, dan hukum-hukum ijtimaa’iy sangatlah rendah, bahwa mayoritas tidak mengetahui sama sekali. Diantara praktek-praktek menyimpang dengan mengatasnamakan surat nikah adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ada seorang suami mentalak isterinya sebanyak tiga kali, namun tidak melaporkan kasus perceraiannya kepada pengadilan agama, sehingga keduanya masih memegang surat nikah. Ketika terjadi sengketa waris atau anak, atau sengketa-sengketa lain, salah satu pihak mengklaim masih memiliki ikatan pernikahan yang sah, dengan menyodorkan bukti surat nikah. Padahal, keduanya secara syar’iy benar-benar sudah tidak lagi menjadi suami isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, surat nikah kadang-kadang dijadikan alat untuk melegalkan perzinaan atau hubungan tidak syar’iy antara suami isteri yang sudah bercerai. Kasus ini terjadi ketika suami isteri telah bercerai, namun tidak melaporkan perceraiannya kepada pengadilan agama, sehingga masih memegang surat nikah. Ketika suami isteri itu merajut kembali hubungan suami isteri –padahal mereka sudah bercerai–, maka mereka akan terus merasa aman dengan perbuatan keji mereka dengan berlindung kepada surat nikah. Sewaktu-waktu jika ia tertangkap tangan sedang melakukan perbuatan keji, keduanya bisa berdalih bahwa mereka masih memiliki hubungan suami isteri dengan menunjukkan surat nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa bahaya terselubung di balik surat nikah. Oleh karena itu, penguasa tidak cukup menghimbau masyarakat untuk mencatatkan pernikahannya pada lembaga pencatatan sipil negara, akan tetapi juga berkewajiban mendidik masyarakat dengan hukum syariat –agar masyarakat semakin memahami hukum syariat–, dan mengawasi dengan ketat penggunaan dan peredaran surat nikah di tengah-tengah masyarakat, agar surat nikah tidak justru disalahgunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penguasa juga harus memecahkan persoalan perceraian yang tidak dilaporkan di pengadilan agama, agar status hubungan suami isteri yang telah bercerai menjadi jelas. Wallahu a’lam bi al-shawab. (Syamsuddin Ramadhan An Nawiy). &lt;br /&gt;sumber : www.hizbut-tahrir.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-2724252464573959481?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/2724252464573959481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/hukum-islam-tentang-nikah-siri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2724252464573959481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2724252464573959481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/hukum-islam-tentang-nikah-siri.html' title='Hukum Islam Tentang Nikah Siri'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-2639506757789776567</id><published>2010-02-27T19:29:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T19:40:51.407-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>"Sebaik2 hari adlh hari yg memberi tambahan kesabaran kepadamu, yg memberikan ilmu kpdmu, yg mencegah agar tak semakin tenggelam dalam dosa, yg membukakan pemahaman, n yg memberikan tekad yg kuat dalam dirimu. DR.Aidh Alqorni"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-2639506757789776567?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/2639506757789776567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/sebaik2-hari-adlh-hari-yg-memberi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2639506757789776567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2639506757789776567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/sebaik2-hari-adlh-hari-yg-memberi.html' title=''/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-5764912433859516265</id><published>2010-02-23T19:54:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T20:01:27.084-08:00</updated><title type='text'>Perempuan dan Pasangan Hidup, Sebuah Opini</title><content type='html'>Dialog Metro TV tadi pagi menghadirkan motivator kondang Mario Teguh dan Direktur Eksekutif Jurnal Perempuan, Mariana. Topiknya, seputar postingan Mario Teguh di situ jejaring sosial Twitter yang memicu kontroversi sehingga Mario sampai memutuskan untuk menutup akun Twitternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan yang kontroversial itu menyangkut wejangan Mario soal memilih calon pasangan hidup yang baik. Salah satu point wejangan yang ditulis Mario adalah "Wanita yang pantas untuk teman pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi istri" yang ternyata memicu polemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu sedahsyat apa polemik yang terjadi (karena akunnya keburu ditutup dan saya tidak bisa menelusuri tanggapan-tanggapan atas pernyataan tersebut). Tapi saya menduga, banyak kaum perempuan yang keberatan dengan point yang ditulis Mario itu ditambah melihat nara sumber pembanding yang dhadirkan dalam dialog Metro TV tadi pagi adalah aktivis perempuan dari Jurnal Perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi, sebagai perempuan, tidak keberatan apalagi tersinggung dengan pernyataan itu dan merasa tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan Mario Teguh itu. Jadi, kenapa harus diributkan? Kalau dugaan saya benar bahwa banyak kaum perempuan yang keberatan dengan pernyataan itu, adakah argumen yang masuk akal untuk menyalahkan pernyataan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya dari sisi manapun, sulit mengatakan bahwa kaum perempuan yang suka melakukan hal yang disebutkan Mario di atas adalah perempuan yang baik. Nilai-nilai moral dan sosial yang berlaku universal saja, rasanya sulit menerima jika keluar malam, begadang sampai pagi, merokok dan mabuk (apalagi dilakukan oleh seorang perempuan) dianggap sebagai sebuah kepantasan. Bahkan di negara Barat yang pergaulannya bebas sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang baik tentu paham mana yang pantas dan tidak pantas. Dan saya yakin, laki-laki manapun pasti berpikir dua kali untuk menjadikan perempuan seperti yang disebut Mario sebagai calon isteri, kecuali laki-laki yang bersangkutan punya kebiasaan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sekedar pendapat pribadi saja, tanpa bermaksud memandang rendah siapa pun atau membanggakan diri sebagai perempuan baik-baik. Pengalaman pernah meliput dunia hiburan memberi pemahaman pada saya, bahwa kehidupan (hiburan) malam hampir pasti dekat dengan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, saya salut dengan sikap Mario Teguh yang rendah hati mau minta maaf atas pernyataannya itu, meski menurut saya hal itu tidak perlu dilakukan seorang Mario Teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya ada hal penting yang saya catat dari dialog di Metro TV tadi pagi. Ini terkait dengan pernyataan Direktur Eksekutif Jurnal Perempuan, Mariana yang mengatakan bahwa Mario Teguh sudah mirip seorang ahli agama dan bukan motivator terkait pernyataan Mario di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, saya sempat tercengang mendengar tudingan itu dilontarkan seorang aktivis perempuan yang organisasinya selama ini dikenal sebagai pembela hak-hak asasi perempuan. Kalau Mariana memprotes Mario berdasarkan alasan bias gender, saya mungkin masih maklum. Biasalah, wacana feminisme. Tapi kalau sudah disangkutpautkan dengan agama, menurut saya sangat serius. Adakah agama yang merendahkan kaum perempuan sedemikian rupa, sehingga membolehkan kaum perempuannya keluyuran malem untuk tujuan bersenang-senang, apalagi merokok dan mabuk? Rasanya enggak ada yang agama yang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Mariana mengisyaratkan bahwa masalah mencari jodoh tidak ada sangkut pautnya dengan agama. Sebuah karakter sekularisme yang ingin menjauhkan agama dari aspek kehidupan manusia. Buat kaum Muslimin, tentu saja pernyataan Mariana tak berlaku. Karena agama adalah pertimbangan penting ketika seseorang mencari pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw. dalam sebuah hadisnya yang mengatakan, "Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang baik agamanya, maka engkau akan beruntung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah ra.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, saya cuma mengelus dada mendengar pernyataan Mariana dan membuat saya makin skeptis dengan wacara feminisme dan perjuangan membela hak asasi perempuan yang didengung-dengungkan para aktivis perempuan yang cenderung sekular ini. Buat mereka, atas nama hak asasi perempuan, perempuan yang suka keluar malam dan begadang sampai pagi adalah hal wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara mereka begitu lantang ketika ada kaum perempuan dari kelompok ini yang mereka anggap sudah dilanggar hak-haknya. Tapi ketika ada perempuan, muslimah yang dilanggar hak-haknya, seperti dilarang mengenakan jilbab di tempat kerjanya, suara para aktivis perempuan itu nyaris tak terdengar. Membela hak kaum perempuan seharusnya juga memuliakan kaum perempuan. Bukankah begitu? (Magdalena. K)&lt;br /&gt;sumber : www.eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-5764912433859516265?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/5764912433859516265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/perempuan-dan-pasangan-hidup-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/5764912433859516265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/5764912433859516265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/perempuan-dan-pasangan-hidup-sebuah.html' title='Perempuan dan Pasangan Hidup, Sebuah Opini'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-6562280608376398078</id><published>2010-02-23T19:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T19:52:03.378-08:00</updated><title type='text'>Daftar Negara Pengutang Terbesar di Dunia</title><content type='html'>Akibat krisis keuangan, banyak pemerintah yang membutuhkan bantuan keuangan untuk memulihkan ekonomi mereka. Salah satu imbasnya adalah mendongkrak jumlah utang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran defisit, utang pemerintah adalah hal yang normal di negara-negara barat. Namun, akibat krisis ekonomi, posisi utang sejumlah negara menjadi lebih buruk dibandingkan negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang luar negeri adalah kewajiban negara terhadap pihak asing, baik pokok maupun bunga oleh pemerintah dan institusi lainnya. Jumlah itu tak hanya mencakup utang pemerintah, tetapi juga utang yang dimiliki oleh swasta dan individu terhadap kreditor luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana imbas krisis keuangan global, terhadap posisi utang negara yang paling terkena dampak krisis, Amerika Serikat terhadap negara lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator yang biasa digunakan untuk membandingkan beban utang adalah jumlah utang terhadap produk domestik bruto (PDB). Ini untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan suatu negara untuk membayar kembali utang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari total utangnya, Amerika Serikat memang merupakan negara dengan nilai utang terbesar di dunia, yakni sebesar US$ 13,67 triliun. Namun, jika ditengok dari rasio utang terhadap PDB, Irlandia adalah negara dengan beban utang terbesar dibandingkan kemampuannya untuk membayar, yakni 1.352 persen. Jauh lebih besar pasak daripada tiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan ini, mengacu pada data Bank Dunia tentang 75 negara dengan kemampuan ekonomi terbesar yang memiliki beban utang tinggi dibandingkan rasio PDB. Laporan yang dimuat CNBC pekan lalu ini membandingkan 20 negara terbesar. Berikut ini perinciannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Irlandia&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 1.352%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $2,39 triliun (2009 Q3)&lt;br /&gt;2009 GDP : $177,3 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Inggris&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 427,6%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $9,26 triliun (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $2,17 triliun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Belanda&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 395,6%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $2,58 triliun (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $652 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Swiss&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 390%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $1,23 triliun (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $316,1 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Belgia&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 345,6%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $1,32 triliun (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $381,4 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Denmark&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 315,2%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $627,6 miliar (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $199,1 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Swedia&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 275%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $916,42 miliar (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $333,2 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Austria&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 268,9%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $869,13 miliar (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $323,2 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Prancis&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 247,2%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $5,22 triliun (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $2,11 triliun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Portugis&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 231,5%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $538,1 miliar (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $232,4 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Hong Kong&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 218,8%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $659,27 miliar (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $301,3 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Norwegia&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 208,9%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $577,80 miliar (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $276,5 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Finlandia&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 205,7%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $376,8 miliar (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $183,1 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Jerman&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 189,4%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $5,33 triliun (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $2,81 triliun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Spanyol&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 184,7%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $2,53 triliun (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $1,37 triliun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Mesir&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 175,3%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $594,60 miliar (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $339,2 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Italia&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 154,6%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $2,71 triliun (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $1,76 triliun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Hungaria&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 124,2%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $231,33 miliar (2009 Q2)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $186,3 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Australia&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 108,8%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $891,26 miliar (2009 Q2)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $819 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Amerika Serikat&lt;br /&gt;Rasio Utang (% PDB): 95,9%&lt;br /&gt;Utang luar negeri: $13,67 triliun (2009 Q3)&lt;br /&gt;PDB 2009 (prediksi): $14,25 triliun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : vivanews.com (23/2/2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-6562280608376398078?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/6562280608376398078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/daftar-negara-pengutang-terbesar-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6562280608376398078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6562280608376398078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/daftar-negara-pengutang-terbesar-di.html' title='Daftar Negara Pengutang Terbesar di Dunia'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-6517346729740122167</id><published>2010-02-23T19:40:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T19:45:11.819-08:00</updated><title type='text'>Perusahaan Pertambangan Pengemplang Pajak Terbesar</title><content type='html'>Setelah mengungkap 100 perusahaan penunggak pajak terbesar, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak kembali merilis sektor-sektor usaha yang mengemplang pajak paling gede. Pertambangan dan penggalian menempati urutan teratas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tunggakan sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp 2,92 triliun. Angka tersebut berasal dari lima perusahaan. Kemudian diikuti bidang usaha real estate, perusahaan, dan jasa perusahaan. Di sektor ini ada tujuh perusahaan yang menunggak pajak sebanyak Rp 2,44 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo menyatakan, pihaknya akan terus melakukan penagihan. “Tindakan penagihan dari wajib pajak yang belum lunas tersebut dilakukan  baik secara soft collection maupun hard collection,” katanya dalam jawaban tertulis yang dikirim kepada Komisi Keuangan (XI) DPR, kemarin (22/2/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu menagih tunggakan pajak, Tjiptardjo mengatakan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak akan dibantu kepolisian untuk proses keamanan, penangkapan, penahanan, serta bimbingan penyidikan. Akan tetapi, penyidikan tindak pidana perpajakan tetap dilakukan oleh Ditjen Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, Ditjen Pajak telah menerbitkan surat paksa untuk 37 wajib pajak. Lalu, penyitaan terhadap 13 wajib pajak, pemblokiran atas 10 wajib pajak, pencegahan terhadap 12 wajib pajak, dan gijzeling atau sandera badan alas satu wajib pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi XI DPR, Harry Azhar Aziz, mengungkapkan, pihaknya akan memanggil para penunggak pajak untuk meminta klarifikasi. “Sekaligus mendengar masukan dari mereka, apakah undang-undang perpajakan yang baru lebih baik atau malah membuka peluang pidana perpajakan,” ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu bilang, lembaganya sudah menggelar rapat koordinasi dengan Ditjen Pajak, Ahad (21/2/2010) lalu. “Semua permasalahan pajak terkait dengan BUMN sudah diselesaikan dan tidak ada lagi istilah tunggakan pajak di BUMN,” kata dia. (kompas.com, 23/2/2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-6517346729740122167?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/6517346729740122167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/perusahaan-pertambangan-pengemplang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6517346729740122167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6517346729740122167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/perusahaan-pertambangan-pengemplang.html' title='Perusahaan Pertambangan Pengemplang Pajak Terbesar'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-3697757465819938824</id><published>2010-02-04T17:24:00.001-08:00</published><updated>2010-02-04T17:35:06.488-08:00</updated><title type='text'>Kebakaran Tambang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2t1rRqGGeI/AAAAAAAAALs/nrWiV-YR46g/s1600-h/SDC10735.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2t1rRqGGeI/AAAAAAAAALs/nrWiV-YR46g/s320/SDC10735.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434566761687423458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2t0eMwRQfI/AAAAAAAAALk/xZfJ3HzyvUo/s1600-h/SDC10730.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2t0eMwRQfI/AAAAAAAAALk/xZfJ3HzyvUo/s320/SDC10730.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434565437521215986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2tzr5ohBlI/AAAAAAAAALc/p-QQ2YGgJ0U/s1600-h/SDC10726.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2tzr5ohBlI/AAAAAAAAALc/p-QQ2YGgJ0U/s320/SDC10726.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434564573394962002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-3697757465819938824?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/3697757465819938824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/kebakaran-tambang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3697757465819938824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3697757465819938824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/kebakaran-tambang.html' title='Kebakaran Tambang'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2t1rRqGGeI/AAAAAAAAALs/nrWiV-YR46g/s72-c/SDC10735.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-2997135612297125754</id><published>2010-02-04T17:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-04T17:08:33.995-08:00</updated><title type='text'>Pengaruh Media bagi prilaku anak-anak di sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2tvfQU93KI/AAAAAAAAALU/2358bAVziAk/s1600-h/ibu2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 130px; height: 88px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2tvfQU93KI/AAAAAAAAALU/2358bAVziAk/s320/ibu2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434559958102170786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamparan sawah hijau mengiringi langkahku pagi ini untuk bertemu dengan anak-anakku. Angin pagi yang dingin menerpa wajahku hingga menusuk ke sanubari tulang belulangku. Lokasi tempatku mengajar sangat jauh dari kampusku. Kalau naik angkot, harus menunggu beberapa menit dan angkot ke daerahku mengajar sangat jarang serta kondisi jalannya pun tak semulus di kota. Belum lagi kalau musim hujan. Kondisi kelas yang banjir membuat siswa harus membuka sepatu saat kegiatan belajar mengajar. Kondisi ini sangat jauh jika dibandingkan dengan kondisi sekolah di perkotaan.&lt;br /&gt;Ya….dalam situasi sibuknya perkuliahan menyelesaikan tugas akhir dan pekerjaan sampingan di laboratorium, ku sempatkan diri untuk meluangkan waktu memberikan ilmu. Kalau orang bilang bekerja, Aku tidak menganggap seperti itu. Mereka adalah anak-anakku yang harus ku didik. Anak-anak yang ku sayang.&lt;br /&gt;Awalnya ku mengajar, memang terasa berat. Entah mengapa seolah-olah di pundakku ada beban berat yang harus ku pikul sendiri. Kalau dibayangkan memang tugas seorang guru memang berat dan tanggung jawabnya pun besar. Ku coba lalui semua itu dengan keyakinan bahwa Allah akan menolongku, memberikan rahmatNya dalam setiap langkahku. Langkah perjuangan tak hanya materi Ilmu Sains saja tetapi Ilmu Hidup juga untuk bekal mereka nantinya. hari demi hari berlalu, Aku perhatikan setiap tingkah yang mereka perbuat. Ku kenali mereka satu persatu, wataknya, karakter, sikap dan kepribadian yang sudah melekat pada mereka. Lalu ku dekati, ku tanya apa mau mereka?...Masa puber??? Tentu…. umur segitu (SLTP) adalah masa-masa mereka banyak mencari. Apapun yang mereka lakukan dalam artian hanya ingin perhatian dan perlakuan lebih dari orang dewasa.&lt;br /&gt;Aku temukan akhirnya apa yang menjadi bebanku selama ini. Sikap merekalah yang menjadikan aku bingung. Apalagi lingkungan mereka yang jauh dari kehidupan Islam yang sesungguhnya. Lingkungan yang membuat mereka cuek, masa bodoh, dan tidak peduli baik terhadap diri sendiri dan orang lain. Ya mengubah prilaku tersebut sampai akhirnya mau menurut dengan aturan mainku juga tidak gampang. Egoku yang turun naikpun harus kustabilkan di depan mereka saat itu juga. Mengajar dengan marah, hal itu tidak akan merubah kondisi mereka. Justru akan membuat mereka belajar dalam kondisi tegang dan tidak nyaman. Kalau sudah begini biasanya butuh trik-trik tersendiri.&lt;br /&gt;Hidup bermakna…ya kutemukan saat itu juga. Hal lain yang menjadikan hidupku bermakna. Menjalankan perintah Allah tentunya. Mendapatkan Ilmu dan bagaimana membagikan ilmu itu kepada orang lain. Pengalaman mendidik anak-anak dan juga dekat dengan mereka. Mendengarkan segala keluh kesah mereka. Menjadi seorang Guru tidaklah Gampang dan juga tidak terlalu sulit. Asalkan tau bagaimana cara mengontrol mereka. Seorang guru juga mempunyai andil bagaimana membina sikap mereka. Walaupun peran orang tua merekalah yang utama. Tetapi tidak ubahnya peran masing-masing ada peran lain yang mempengaruhi mereka yaitu media. Sarana pertelevisian yang semakin marak dengan jauhnya bimbingan akhlak juga ikut andil. Bimbingan orang tua yang seharusnya mendidik tidak berjalan sebagaimana mestinya. Karena orang tua pun kebanyakan ikut terbawa arus ini dengan banyaknya sinetron-sinetron kesayangan mereka.&lt;br /&gt;Hal inilah yang menjadi salah satu beban guru di sekolah. Dengan tingkah anak-anak yang selalu ingin diperhatikan menjadikan mereka juga bersikap cuek dan masa bodoh. Tetapi seiring dengan waktu perubahan anak-anakku pun dimulai. Mereka harus mengikuti aturan mainku. Bermain sambil belajar dan tak lupa aku ajarkan bagaimana menyikapi sesuatu dimulai dari ketakwaan kepada Allah. Karena dasar pendidikan mereka yang sudah berbasis ISLAM memudahkanku untuk memberikan konsep ini. Tinggal beberapa langkah lagi. Semoga sepeninggalku nanti apa-apa yang aku berikan dapat menjadikan sebuah pegangan untuk bekal mereka kedepannya. Menjadi murid-murid sholeh yang benar-benar memperjuangkan ISLAm tidak hanya dari segi ilmu tapi juga penerapannya.&lt;br /&gt;Lucu dan senang…mungkin ini adalah cerita-cerita yang lucu saat aku mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang enak-enak menerangkan ada murid cowok yang tertidur di kelas 1, sambil manggut-manggut&lt;br /&gt;G : Loh……kok kamu tidur………? Kan Ibu lagi nerangin di depan, tidur jam berapa tadi malam?&lt;br /&gt;M : jam 10 Bu.&lt;br /&gt;G : kok tidur jam 10 udah ngantuk?&lt;br /&gt;M : saya tadi malam nonton Bu&lt;br /&gt;G : nonton apa?&lt;br /&gt;M : nonton inayah Bu&lt;br /&gt;Astagfirullah….. anak cowok kok tontonannya inayah, aku termangu sambil menasehati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu mengajar di kelas 2 ada anak cowok yang iseng padaku&lt;br /&gt;M : Ibu…Ibu….tulisana menih bagus pisan Bu&lt;br /&gt;G : (bercanda) ih kamu……tenang aja walau kamu muji Ibu, nilai matematika kamu tetap segitu kok&lt;br /&gt;Spontan anak-anak pada tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu aku dikelilingi oleh anak-anak cewek kelas 1, kalo udah begini serasa jadi putri salju ama kurcaci. Ada yang pegang tangan kananku ada yang pegang tangan kiriku….karena mereka masih penasaran mereka pun bertanya…&lt;br /&gt;M : Ibu…..Ibu……udah nikah blom Bu&lt;br /&gt;G : (senyum manis) ayo tebak udah, blom?&lt;br /&gt;M2 : udah….. liat aja Ibu pakai cincin.&lt;br /&gt;G : hmmmmm…. Ibu blom nikah…..emang knapa?&lt;br /&gt;M : Ibu…..Ibu….ikutan acara yg di tipi itu aja Bu….itu lo Bu Take Me Out…&lt;br /&gt;G : (waduh nich anak-anak pada gemesin)…..Ah Ibu g mau ikutan yang begituan…kamu ini ada-ada saja…ayo masuk kelas…… belajar…nanti dicariin lo ama gurunya&lt;br /&gt;M : itu Bu kita disuruh nyatet kok…jadi udah pada selese…&lt;br /&gt;G : (senyum manis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi anak Bandel (cowok) di kelas 2&lt;br /&gt;G : kok mukanya dicoret-coret…..ukiran apaan pula itu&lt;br /&gt;M : ih Ibu bagus loh ini Bu..&lt;br /&gt;G : bagus apanya..kan ganteng kamu jadi ilang&lt;br /&gt;M2 ; emang dia ganteng Bu&lt;br /&gt;G : enggak juga sih (tertawa manis), ya udah sana bersihin di toilet sampai bersih ya.&lt;br /&gt;M : Ya Bu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran absensi murid kelas 1&lt;br /&gt;G : suherti&lt;br /&gt;MM : ha….ha…..&lt;br /&gt;M : Ibu…Ibu…bukan suherti tapi suheri….&lt;br /&gt;G : o….maap..maap Ibu salah liat…mana suheri angkat tangan…&lt;br /&gt;   Ooo…suheri yang itu to….tapi tunggu sebentar..kok muka kamu mirip artis ya..itu lo tapi Ibu lupa namanya siapa&lt;br /&gt;MM : haa…ha….&lt;br /&gt;S : tersenyum malu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku paling senang saat mereka mengerjakan latihanku mereka selalu bersemangat, selalu bertanya kalau tidak mengerti, selalu menunjukkan wajah berseri mereka kalau mengerti apa yang aku terangkan. Apalagi  kalau mendikte angka, suara mereka terdengar hingga ujung kulon. &lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak cerita lucu yang lain, tidak hanya dari murid tetapi dari guru-guru yang lain. Ya….Begitulah anak-anak….mereka membuatku betah mengajar di sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-2997135612297125754?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/2997135612297125754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/pengaruh-media-bagi-prilaku-anak-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2997135612297125754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2997135612297125754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/pengaruh-media-bagi-prilaku-anak-anak.html' title='Pengaruh Media bagi prilaku anak-anak di sekolah'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2tvfQU93KI/AAAAAAAAALU/2358bAVziAk/s72-c/ibu2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-6256783219015594493</id><published>2010-02-03T00:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T00:29:14.172-08:00</updated><title type='text'>Nafais Tsamarat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2kyNxUGblI/AAAAAAAAALM/izMT7r_Acjk/s1600-h/Arabic9.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 292px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2kyNxUGblI/AAAAAAAAALM/izMT7r_Acjk/s320/Arabic9.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433929637556547154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nafais Tsamarat: KEBENCIAN ALLAH PADA HAMBA YANG SIBUK DENGAN PERKARA YANG TIADA GUNA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Fudhail bin Iyadh berkata, Anda meminta surga kepada-Nya, sementara Anda menghadap-Nya dengan membawa sesuatu yang Dia benci. Aku tidak melihat orang yang begitu minim memperhatikan dirinya, ketimbang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’ruf al-Karkhi berkata, tanda kebencian Allah Azza wa Jalla kepada hamba-Nya adalah ketika Dia melihatnya sibuk dengan perkara yang tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;– Imam an-Nawawi, Bustanu al-’Arifin, hal. 129. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Nafais Tsamarat: BEKALI DIRI DENGAN ILMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik perkara adalah membekali diri dengan ilmu. Jika seseorang merasa cukup dengan apa yang diketahuinya, maka dia telah diperbudak oleh pikiran (pandangan)-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dia pun begitu mengagungkan dirinya, sehingga menghalanginya untuk belajar kepada orang lain. Padahal, dengan saling belajar, akan tampak kesalahan (dan kekurangan)-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ibn Jauzi, Shaid al-Khathir, hal 62.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nafais Tsamarat: LETAKKANLAH KEMATIAN DI DEPAN MATA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LETAKKANLAH KEMATIAN DI DEPAN MATAMU! Wajib bagi orang yang berakal, menyiapkan bekal untuk perjalanannya. Karena dia tidak tahu kapan keputusan Tuhannya (kematian) akan megejutkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga tidak tahu, kapan akan dipanggil? Orang berakal adalah orang yang memberikan tiap kesempatan kepada haknya. Jika diserang oleh kematian, diapun tampak siap. Dan jika dia meraih impiannya, itu akan menambah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Ibn al-Jauzi, Shaid al-Khathir, hal. 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Nafais Tsamarat: SATUKAN KALBUMU KETIKA MEMBACA DAN MENDENGAR AL QUR'AN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin mendapatkan manfaat dari al-Quran, maka satukan kalbumu ketika membaca dan mendengarkannya. Tautkanlah pendengaranmu. Hadirkanlah kehadiran Dzat yang menyerunya, yaitu Allah SWT yang menitahkannya, karena al-Quran adalah seruan dari-Nya kepada Anda, melalui lisan Rasulullah SAW: (Sesungguhnya dalam hal itu ada peringatan bagi siapa saja yang mempunyai hati.. [Q.s. Qaf: 37])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Ibn al-Qayyim, al-Fawaid, hal. 2.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Nafais Tsamarat: HATI LAYAKNYA BADAN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati bisa sakit layaknya badan. Namun akan sembuh jika bertaubat dan bersemangat.&lt;br /&gt;Hati bisa galau layaknya kilauan cermin, dan bisa diredam dengan dzikir.&lt;br /&gt;Hati pun bisa telanjang seperti badan dan hiasannya adalah takwa.&lt;br /&gt;Hati pun bisa dahaga dan lapar, seperti badan, dan minumannya adalah makrifat (mengenal Allah), mencintai-Nya, tawakkal dan kembali kepada-Nya, serta mengabdi untuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ibn al-Qayyim, al-Fawaid, hal 64. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nafais Tsamarat: MENJAGA LISAN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Islam, Ibnu Taimiyah berkata: Aneh sekali, ketika orang mudah menjaga diri dari memakan makanan haram, berbuat zalim, mencuri, minum khamer, melihat perkara yang diharamkan, dsb; tetapi, dia sulit menjaga gerakan lisannya, sehingga Anda melihat orang yang beragama, zuhud dan ahli ibadah, tetapi ucapannya dimurkai Allah, dan dia tidak peduli..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak Anda lihat, orang wara’ dari perkara keji dan zalim, sementara lisannya lancang menebar kebohongan terhadap orang yang hidup dan mati, tapi dia tidak hirau terhadap apa yang diomongkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nafais Tsamarat: KEUTAMAAN SHOLAT DAN ISTIGFAR &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Shalat Dhuha akan mendatangkan rizki dan mencegah kefakiran“.&lt;br /&gt;Beliau juga “berpesan kepada Abu Hurairah: “Perintahkanlah keluargamu shalat, karena Allah akan mendatangkan rizkimu dr jalan yang tidak terduga”&lt;br /&gt;Juga berpesan: Siapa saja yang melanggengkan istighfar, Allah akan menjadikan kemudahan dalam setiap kesulitan, jalan keluar dalam setiap kesempitan dan memberinya rizki dengan tak terduga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jamaluddin, an-Nurain fi Ishlah ad-Darain, hal 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Nafais Tsamarat: JANGAN REMEHKAN SEDIKITPUN PEKERJAANMU &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan remehkan sedikitpun pekerjaanmu dengan mlaksanakannya esok. Segeralah kerjakan haria ini, meski itu kecil.&lt;br /&gt;Karena sekecil-kecil pekerjaan, jika terakumulasi akan menjadi banyak. Boleh jadi saat itu Anda dalam kondisi lemah, sehingga semuanya tidak terlaksana.&lt;br /&gt;Jangan remehkan sesuatu yang Anda harap bisa menambah neraca kebaikan Anda di Hari Kiamat. Jika Anda bisa, segera kerjakan sekarang, meski itu kecil. Jika tidak, boleh jadi banyak hal akan menghalangi Anda dan kalau perkara itu sudah terakumulasi, maka ia justru akan melemparkan Anda ke neraka (Ibn Hazem, al-Akhlaq wa as-Siyar, juz I, hal 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Nafais Tsamarat: Orang yang Berbahagia adalah Orang yang Sedikit dan Minim Sekali Aibnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La ‘alima an-naqishu naqshahu lakana kamilan, wa la yakhlu makhluq min ‘aibin. Fa as-sa’idu man qallat ‘uyubuhu wa daqqat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang serba kurang mengetahui kekurangannya, pasti dia akan menjadi sempurna, dan ternyata tak ada satu makhluk pun tanpa aib [cela]. Maka, orang yang berbahagia adalah orang yang sedikit dan minim sekali aibnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Ibn Hazem, al-Akhlaq wa as-Siyar, juz I, hal 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Nafais Tsamrah: Manusia Wajib Mengetahui Kebaikan dan Melaksanakan&lt;/span&gt;nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia wajib mengetahui kebaikan (ta’allum al-khair) dan melaksanakannya.&lt;br /&gt;Siapa saja yang mengumpulkan keduanya, dia telah memiliki dua kemuliaan sekaligus.&lt;br /&gt;Siapa saja yang mengetahui kebaikan, tapi tidak melaksanakannya, maka dia baik dalam pengetahuan, tapi buruk dalam perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti ini telah mencampurkan antara amal shalih dan keburukan.Meski dia lebih baik daripada orang yg tidak tahu dan tidak melakukan kebaikan.Orang seperti ini tidak memiliki sedikit pun kebaikan.&lt;br /&gt;Tapi dia masih mending ketimbang orang melarang orang lain mempelajari kebaikan dan menghalang-halangi melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Ibn Hazm, al-Akhlaq wa as-Siyar, juz I, hal 26.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Akhlak Para Sahabat : Tawadlu’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:Sahabat-sahabatku itu bagaikan bintang-bintang. Dengan (sahabat-sahabat) manapun kalian mengarahkan (pandangan)-nya, maka (keberadaannya) menjadi petunjuk bagi kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawadlu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah sampai kepada Abu Ubaidah bin al-Jarrah cerita orang-orang di Syam tentang dirinya. Mereka terpesona terhadap gelar amirul umara (panglima besar) yang disandangnya. Ia mengumpulkan mereka dan berbicara di depan mereka: “Wahai manusia, sesungguhnya aku seorang muslim dari suku Quraisy. Siapa saja diantara kalian yang berkulit merah atau pun yang berkulit hitam, yang lebih bertakwa kepada Allah daripada aku, maka aku ingin sekali dibimbing olehnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Amirul Mukminin Umar mengunjungi Syam, ia bertanya tentang saudaranya, mereka malah bertanya: “Siapa saudaramu itu?”. Ia menjawab: “Abu Ubaidah bin al-Jarrah”. Abu Ubaidah pun datang dan kemudian dirangkul Amirul Mukminin. Lalu Abu Ubaidah mengajaknya ke rumahnya. Di sana, Umar tidak mendapati perabotan apapun di dalam rumahnya kecuali pedang, perisai, dan pelana miliknya. Umar bertanya kepadanya sambil tersenyum: “Mengapa engkau tidak mengambil harta untuk kepentinganmu sendiri sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang?” Abu Ubaidah menjawab: “Wahai Amirul Mukminin, ini semua sudah cukup menjadikan aku bisa istirahat dan tidur sejenak.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-6256783219015594493?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/6256783219015594493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/nafais-tsamarat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6256783219015594493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6256783219015594493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/nafais-tsamarat.html' title='Nafais Tsamarat'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2kyNxUGblI/AAAAAAAAALM/izMT7r_Acjk/s72-c/Arabic9.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-8222255237166371246</id><published>2010-02-02T23:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T00:00:26.284-08:00</updated><title type='text'>Kerapuhan Sistem Finansial Kapitalis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2ksbm_albI/AAAAAAAAALE/elCROpu76CE/s1600-h/kapitalisme.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2ksbm_albI/AAAAAAAAALE/elCROpu76CE/s320/kapitalisme.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433923278233834930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : H. Dwi Condro Triono, SP., M.Ag**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas ekonomi senantiasa berputar dalam dua kelompok pasar. Pasar yang pertama disebut pasar barang, yang terdiri dari pasar barang dan jasa. Pasar yang kedua disebut pasar faktor produksi, yang terdiri dari pasar lahan, pasar tenaga kerja dan pasar keuangan. Keberadaan pasar faktor produksi tentu saja adalah untuk mendukung keberadaan pasar barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam perkembangan sistem ekonomi kapitalisme, ada pasar salah satu dari pasar faktor produksi yang mengalami perkembangan teramat pesat. Pasar tersebut tidak lain adalah pasar keuangan atau yang biasa dikenal dengan financial market. Pesatnya perkembangan pasar ini bahkan sampai mengakibatkan pasar ini terlepas dari induknya, kemudian menjadi pasar yang berkembang sendiri. Keberadaan pasar ini kemudian dikenal dengan pasar non riil, sebagai lawan dari pasar riil atau pasar barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan pasar keuangan ini berkembang dengan sangat luas dan sangat kompleks, sehingga menjadi sebuah pasar yang berjalan dengan sebuah mekanisme atau sistem yang teramat rumit. Sistem ini kemudian dikenal dengan sistem finansial/keuangan (financial system).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami keberadaan sistem ini memang tidak mudah. Namun, dapat kita mulai dengan pendekatan filosofi yang paling sederhana, yaitu dimulai dengan memahami hakikat dari pasar uang itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita memahami secara sekilas tentang seluk beluk dari pasar uang tersebut, barulah kita akan membahas secara agak lebih mendalam, mengapa sistem keuangan dalam sistem ekonomi kapitalisme tersebut sangatlah rapuh dan senantiasa menjadi sumber krisis ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENGERTIAN PASAR UANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami apa yang dimaksud dengan pasar uang, kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan pasar menurut teori ekonomi. Pasar menurut teori ekonomi pasar adalah segala hal yang mencakup berbagai pertemuan antara permintaan dan penawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi pasar tersebut, sekarang kita dapat memahami apa yang dimaksud dengan pasar uang. Jika dalam pasar secara umum mencakup semua transaksi, maka di dalam pasar uang, yang ditransaksikan adalah hak untuk menggunakan uang (untuk dibelanjakan barang dan jasa) untuk jangka waktu tertentu (Boediono, 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasar tersebut akan terjadi transaksi pinjam-meminjam dana yang menimbulkan hubungan hutang-piutang. Sedangkan “barang” yang ditransaksikan tidak lain adalah secarik kertas berupa “surat hutang”. Selanjutnya, orang yang meminjam uang disebut debitur, yaitu orang yang menjual surat utangnya kepada meminjamkan uang atau kreditur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dalam transaksi tersebut tentu akan menghasilkan “harga”. Apa yang dimaksud dari harga tersebut? “Harga” adalah harga penggunaan uang tersebut untuk jangka waktu tertentu. Harga tersebut dinyatakan dalam persen (%) per satuan waktu tertentu. Harga tersebut disebut dengan suku bunga (tingkat bunga). Bunga tersebut dapat dianggap sebagai “sewa” atas penggunaan uang tersebut dalam jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengertian pasar uang tersebut, maka kita dapat memahami hakikat dari uang menurut pandangan ekonomi kapitalisme. Uang yang beredar di tengah-tengah kita, yang biasa dikenal dengan uang tunai sesungguhnya adalah uang yang ditukar dengan surat hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang tunai tersebut sesungguhnya adalah pengertian dari uang dalam arti yang paling sempit, yaitu uang kartal atau currency (C). Sedangkan wujud uang yang lain, dalam pengertian yang lebih luas dikenal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M1 = C + DD (demand deposits/uang giral)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M2 = M1 + TD (time deposits) + SD (savings deposits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M3 = M2 + QM (quasi money)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L = total liquidity, mencakup semua alat-alat yang ‘likuid’ yang ada di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bila ditinjau dari perannya menciptakan uang yang beredar di tengah masyarakat, maka dikenal ada tiga pelaku utama, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Otorita Moneter, yaitu pihak yang mempunyai peran sebagai sumber awal dari terciptanya uang beredar yang merupakan sumber ‘penawaran’ (supply) uang kartal (C) untuk memenuhi ‘permintaan’ masyarakat dan sumber ‘penawaran’ yang dibutuhkan lembaga keuangan dalam bentuk cadangan bank (bank reserves (R).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lembaga keuangan (bank dll), yaitu pihak yang menjadi sumber penawaran uang giral (DD), deposito berjangka (TD), simpanan tabungan (SD) dan aktiva keuangan lain yang ‘diminta’ masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masyarakat adalah konsumen terakhir dari uang tercipta yang digunakan untuk memperlancar kegiatan produksi, konsumsi dan pertukaran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. KERAPUHAN SISTEM FINANSIAL KAPITALIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita memahami sekilas tentang pasar uang, tibalah saatnya bagi kita untuk melihat kerapuhan dari sistem pasar keuangan yang telah diciptakan oleh sistem ekonomi kapitalisme tersebut. Ada banyak faktor yang menyebabkan sistem keuangan tersebut menjadi sangat rapuh, sehingga senantiasa memunculkan problem bagi sistem ekonomi secara keseluruhan. Problem ekonomi yang senantiasa identik dengan sistem keuangan biasa dikenal dengan istilah inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak ada 5 faktor yang menyebabkan sistem keuangan ini sangat rapuh, sehingga selalu menimbulkan masalah dalam ekonomi, bahkan tidak jarang telah menjadi sumber utama terjadinya krisis-krisis besar ekonomi dunia. Kelima faktor tersebut yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keberadaan Seignorage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan yang diperoleh dari pencetakan mata uang dikenal dengan istilah seignorage (Hifzur-Rab, 2002; Karim, 2002). Keuntungan yang mudah didapat dari pencetakan mata uang inilah yang akan mendorong bagi pemerintah untuk mencetak mata uang tanpa kendali, sehingga bisa melampaui penerimaan anggaran pendapatan pemerintah. Kebijakan ini biasa dikenal dengan istilah anggaran defisit. Kebijakan anggaran defisit dari pemerintah biasanya akan ditutup dengan hutang atau dengan mencetak uang baru (Tambunan, 1996). Jika pencetakan uang baru ini terus dilakukan, hal ini tentu akan menyebabkan terjadinya inflasi yang berterusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keberadaan Sistem Cadangan Sebagian (Fractional Reserve System)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya ketentuan sistem cadangan sebagian (fractional reserve system), Bank Umum diberi kewenangan yang besar untuk melipatgandakan uang (Rothbard, 2007). Sistem cadangan sebagian memberikan kewenangan pada Bank Umum untuk menciptakan “uang baru” melalui hutang (kredit) melebihi uang riil yang disimpan. Jumlah “uang baru” yang dapat dilipatgandakan melalui hutang oleh bank akan mengikuti rumus umumnya, yaitu (Sukirno, 2000): PU = D (1/FR); dimana PU: Penggandaan Uang; D: Deposito; FR: Fractional Reserve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, jika jumlah cadangan yang disyaratkan dimiliki setiap bank adalah 10%, dengan jumlah deposit Rp. 10 milyar, bank akan dapat menggandakan jumlah deposit menjadi Rp.100 milyar. Adanya kewenangan dari seluruh bank umum untuk melakukan proses penggandaan uang ini jelas akan mudah menimbulkan inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keberadaan Suku Bunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan suku bunga yang bersifat pasti (fix rate) dengan tanpa mempertimbangkan resiko bisnis, ternyata telah menimbulkan dampak buruk yang luar biasa bagi perekonomian. Krisis ekonomi yang melanda dunia tahun 2008 silam dapat menjadi contoh nyata untuk melihat betapa buruknya penggunaan sistem bunga tetap ini. Krisis ekonomi dunia yang banyak dipicu oleh skandal subprime mortgage di AS, ternyata berawal dari “permainan” suku bunga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keberadaan Motif Spekulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan suku bunga selain akan berdampak buruk kepada perekonomian, ternyata juga akan menyebabkan kegunaan uang semakin jauh dari hakikat yang sebenarnya. Mata uang akhirnya lebih banyak digunakan sebagai alat komoditi yang dapat diperjualbelikan, dari digunakan sebagai alat tukar untuk keperluan sektor ekonomi yang riil. Perubahan kegunaan mata uang tersebut telah memperbesar terjadinya praktik-praktik spekulasi dan selanjutnya akan mengakibatkan terjadinya ekspansi permintaan mata uang (money demand) yang cepat untuk keperluan-keperluan yang tidak produktif (Siregar, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah menyebabkan uang tumbuh dengan cepat pada aktivitas di sektor tersebut. Hanya sekitar 5 % saja dari peredaran uang tersebut yang benar-benar untuk keperluan sektor riil. Uang dan derevasinya dapat tumbuh 800 kali lebih besar dibanding untuk keperluan di sektor riil. Fenomena inilah yang dapat menyebabkan terjadinya bubble economy, yang sewaktu-waktu dapat meledak dan menyebabkan terjadinya krisis ekonomi (Lestari, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keberadaan Sistem Nilai Tukar (Kurs) Mata Uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan mata uang yang berbeda-beda pada setiap negara akan menimbulkan adanya sistem nilai tukar mata uang (exchange rate) atau lebih dikenal dengan istilah kurs mata uang (Pass, Lowes &amp; Davies, 1994; Karim, 2002). Adanya perbedaan kurs mata uang inilah yang menyebabkan terjadinya volatilitas nilai tukar yang tinggi. Pengaruh kurs tersebut selanjutnya tentu akan berdampak pada kinerja perdagangan internasional. Sebab, setiap terjadi perubahan nilai mata uang, tentu akan mempengaruhi harga dan daya saing produk suatu negara di pasaran internasional (Dornbusch, Fischer &amp; Startz, 1998; Mishkin, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. SISTEM FINANSIAL ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sistem ekonomi Islam, disamping berisi tentang aturan-aturan ekonomi di sektor riil, tentu juga ada pengaturan dalam sistem keuangannya. Bangunan dasar dari sistem keuangan Islam adalah bahwa Islam mewajibkan bagi negara untuk mencetak mata uang yang terbuat dari emas dan perak. Namun demikian, disamping adanya kewajiban dalam pencetakan mata uang emas dan perak bagi negara tersebut, Islam juga memberikan ketentuan bagi negara untuk melakukan penjagaan terhadap mata uang tersebut agar penggunaannya senantiasa sesuai dengan aturan syara’, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hanya menggunakan mata uang sebagai alat tukar dan alat berjaga-jaga saja (tidak untuk aktivitas spekulasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wajib memungut zakat maal ke atas harta kekayaan (termasuk di dalamnya adalah mata uang yang disimpan), yang sudah sampai nishob dan haulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Larangan menimbun mata uang (kanzul maal), yaitu menyimpan uang tanpa ada hajat tertentu untuk pembelanjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Larangan mengambil riba nashiah (riba dalam utang-piutang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Larangan mengambil riba fadhl (riba dalam tukar-menukar atau jual beli pada barang tertentu yang telah ditetapkan oleh syara’, seperti: jual beli mata uang, saham dsb. secara tidak kontan dan tidak berada di tempat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Larangan jual beli yang mengandung unsur judi (maysir), yaitu: jual beli mata uang, saham dsb. yang mengandung unsur spekulasi dan dilakukan secara tidak kontan dan tidak berada di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Larangan jual beli barang dan jasa yang haram (tabdzir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Larangan menggunakan harta untuk berfoya-foya (tarif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Larangan untuk kikir (taqtir) dalam membelanjakan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah penjelasan sekilas tentang kerapuhan dari sistem finansial yang berasal dari sistem ekonomi kapitalisme, serta solusinya menurut sistem ekonomi Islam. Walaupun sangat singkat, semoga dapat memberi gambaran awal bagi ummat Islam dalam mengelola sistem keuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kajian ini tidak boleh berhenti sampai di sini. Semoga ummat Islam senantiasa terdorong untuk terus mengkaji dan menyosialisasikan sistem keuangan Islam tersebut, sehingga ummat dapat segera menjadi sadar dan mau segera kembali kepada sistem keuangan Islam khususnya, dan secara umum tentu juga akan berkenan untuk kembali pada pengaturan kehidupan Islam secara menyeluruh. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= = = = =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Makalah disampaikan dalam Kajian Tsaqofah Islam, Jum’at, 29 Januari 2010, di STEI Hamfara Jl Gurami no 31 Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia Chapter Kampus Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Pondok Pesantren Hamfara Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia, Dosen STEI Hamfara Yogyakarta, dan Kandidat Doktor Ekonomi Universitas Kebangsaan Malaysia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-8222255237166371246?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/8222255237166371246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/kerapuhan-sistem-finansial-kapitalis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/8222255237166371246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/8222255237166371246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/02/kerapuhan-sistem-finansial-kapitalis.html' title='Kerapuhan Sistem Finansial Kapitalis'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S2ksbm_albI/AAAAAAAAALE/elCROpu76CE/s72-c/kapitalisme.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-3689259909455081092</id><published>2010-01-11T00:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T00:24:40.320-08:00</updated><title type='text'>Hizbut Tahrir : Dakwah Islam Pemikiran, Politik, dan Tanpa Kekerasan</title><content type='html'>Islam adalah agama sempurna. Kesempurnaannya sebagai sebuah sIstem hidup dan sistem hukum meliputi segala perkara yang dihadapi oleh umat manusia. Firman Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu..” (TQS. An-Nahl [16]: 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti, perkara apapun ada hukumnya, dan problematika apa saja, atau apapun tantangan yang dihadapi kaum Muslim, akan dapat dipecahkan dan dijawab oleh Dinul Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keharusan mengikuti syariat Islam, terutama jejak langkah yang pernah ditempuh oleh Rasulullah saw, telah ditegaskan oleh firman Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Katakanlah, ‘Inilah jalan (dakwah)-ku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada (agama) Allah dengan hujjah (bukti) yang nyata..” (TQS. Yusuf [12]: 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan bahwa jalan Rasulullah saw telah benar-benar tegas dan nyata. Masalahnya tinggal, apakah kita hendak mengikuti jalan beliau saw atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sumber sekaligus tolok ukur untuk menentukan jalan yang ditempuh guna membangkitkan umat, menyadarkan umat, mendidik umat, menerapkan sistem hukum Islam secara total, dan membangun Daulah Islamiyah adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Langkah-langkah Rasulullah saw merupakan penerapan dan penjelasan yang bersifat ‘amaliy atas metoda yang harus ditempuh. Selain metoda yang dijalankan oleh Rasulullah saw adalah metoda batil dan tertolak. Tidak layak dijadikan tolok ukur dan dapat dipastikan hanya bermuara pada kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang mengelaborasi sirah Rasul saw saat berjuang menegakkan Islam hingga berhasil di Madinah akan menemukan tiga karakter dakwah Islam yang wajib diikuti. Ketiga karakter tersebut adalah pemikiran (fikriyah), politis (siyâsiyah) dan tanpa kekerasan (lâ mâaddiyah). Rasulullah saw tidak menggunakan kekerasan apapun sejak diutus sebagai Rasul di Makkah hingga mendapatkkan kekuasaan di Madinah. Beliau saw membatasi diri pada pergolakan pemikiran (shirâ’ul fikriy) dan perjuangan politik (kifâh siyâsiy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Masyarakat Islam Tanpa Kekerasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kaum Muslim menganggap bahwa metoda untuk melakukan perubahan masyarakat dengan jalan membangun Daulah Islamiyah yang akan menerapkan sistem syariat Islam secara total, adalah dengan jalan kekerasan (fisik). Salah satu argumentasi yang dilontarkan adalah hadits dari ‘Auf bin Malik al-Asyja’I yang berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ يَقُوْلُ:… وَشِراَرُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِيْنَ تُبْغَضُوْنَهُمْ وَيُبْغَضُوْنَكُمْ، قاَلَ: قُلْناَ ياَرَسُوْلَ اللهِ: أَفَلاَ نُناَبِذُهُمْ عِنْدَ ذلِكَ؟ قاَلَ: لاَ، ماَ أَقاَمُوْا فِيْكُمُ الصَّلاَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:…Sebaliknya, seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan merekapun membenci kalian…’ Kami bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah kami harus mengangkat senjata (pedang) ketika hal itu terjadi?’ Beliau bersabda, ‘Tidak, selama mereka menegakkan shalat.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan menegakkan shalat adalah menerapkan sistem hukum Islam. Menunjuk argumentasi ini, mereka berpandang­an bahwa tatkala seorang penguasa sudah tidak lagi peduli dengan penerapan sistem hukum Islam, malah diterapkan sistem hukum kufur –yang bertentangan dengan Islam-, maka dibolehkan mengangkat senjata (pedang) menghadapi penguasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita cermati, tahqiqul manath (fakta obyektif diterapkannya dalil tersebut) hadits diatas menyoroti penguasa (Khalifah) yang ada di dalam Dar al-Islam (Daulah Islamiyah), yang dibai’at sesuai dengan bai’at syar’iy. Daulah Islamiyah sendiri adalah institusi negara dan kepemimpinan umum kaum Muslim sedunia yang diperintah berdasarkan sistem hukum Islam, dan keamanannya berada sepenuhnya di tangan kaum Muslim. Apabila penguasa (Khalifah) melakukan kesalahan dalam menerapkan hukum Allah dengan jalan mengabaikannya, atau malah memerintah kaum Muslim dengan hukum-hukum kufur, maka kaum Muslim dibolehkan untuk memeranginya (melakukan perubahan secara fisik). Pada kondisi semacam inilah hadits diatas diterapkan. Yaitu di dalam format Daulah Islamiyah yang sebelumnya telah menerapkan sistem hukum Islam, kemudian terjadi penyelewengan hukum-hukum Islam. Ini adalah tahqiqul manath dari hadits tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut tidak berlaku di Dar al-Kufr, yaitu negara yang tidak menerapkan secara total syariat Islam sekalipun penduduknya muslim, dan/atau keamanannya tidak berada di tangan kaum Muslim. Penguasa di Dar al-Islam (Khalifah) tentu amat berbeda realitasnya dengan penguasa yang ada di Dar al-kufr. Para penguasa –meskipun mereka itu Muslim- yang ada saat ini adalah orang-orang yang tidak menjalankan sama sekali sistem hukum Islam, bahkan berpijak pada sistem hukum kufur. Mereka bukanlah Imam atau Khalifah bagi seluruh kaum Muslim sedunia. Bahkan mereka umumnya menolak institusi Khilafah atau Daulah Islamiyah. Keadaan semacam itu serupa dengan kondisi kota Makkah ketika Rasulullah saw dan para sahabatnya menjalankan dakwah, mendidik masyarakat, dan berupaya untuk menegakkan Daulah Islamiyah. Rasulullah saw saat itu hidup di Makkah yang merupakan Dar al-Kufur. Dan waktu itu Rasulullah saw bersama sahabatnya tidak menggunakan kekerasan/fisik dalam perjuangan mewujudkan syariat Islam di tengah-tengah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu peristiwapun selama Rasulullah saw menjalankan aktivitas dakwahnya di kota Makkah yang dapat dijadikan argumentasi untuk membolehkan penggunaan metoda fisik/kekerasan dalam menerapkan syariat Islam melalui terbentuknya Daulah Islamiyah. Memang, dalam menghadapi tindakan keras orang-orang Quraisy, sempat muncul keinginan para sahabat untuk menggunakan kekerasan/senjata. Mereka memohon kepada Rasulullah saw. agar mengizinkan hal itu. Tapi Rasulullah saw. mencegah keinginan mereka seraya bersabda (lihat Ahmad Mahmud, Dakwah Islam, terj. 121):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    «إِنِّيْ أُمِرْتُ بِالْعَفْوِ، فَلاَ تُقَاتِلُوا الْقَوْمَ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Aku diperintahkan untuk menjadi seorang pemaaf. Oleh karena itu, jangan memerangi kaum itu” (HR. Ibnu Abi Hatim, An Nasai, dan Al Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika Rasulullah saw. telah mendapatkan baiat dari orang-orang Anshar di Aqobah dan mereka meminta izin kepada rasul untuk memerangi orang-orang Quraisy di Mina, beliau saw. menjawab: “‘Kami belum diperintahkan untuk (aktivitas) itu, maka kembalilah kalian ke hewan-hewan tunggangan kalian. Dikatakan, ‘Maka, kamipun kembali ke peraduan kami, lalu tidur hingga tiba waktu subuh.” (Sirah Ibnu Hisyam bi Syarhi al-Wazir al-Maghribi, jilid I/305)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beliau dan kaum Muslim hijrah ke kota Madinah, dan mendirikan peradaban baru disana, sekaligus membangun Daulah Islamiyah, Allah Swt mengizinkan dan memerintahkan kaum Muslim untuk melakukan berbagai aktivitas fisik (militer) untuk melawan kekuatan kufur maupun untuk membuka daerah-daerah kufur agar tunduk di bawah kekuasaan Daulah Islamiyah (Darul Islam). Firman Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.” (TQS. Al-Hajj [22]: 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini diturunkan selepas beliau berhijrah ke Madinah dan menjadi kepala negara di sana, lalu beliau segera setelah itu mempersiapkan dan membangun kekuatan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, realitas menunjukan bahwa perubahan di tengah-tengah masyarakat tidak bisa dilakukan dengan jalan menghancurkan sarana ataupun simbol-simbol kekufuran, kemaksiyatan dan kejahiliyahan secara fisik. Sebab, pemahaman, pemikiran, dan ideologi yang nyata-nyata sesat dan kufur, yang ada di dalam benak sebagian besar masyarakat tidak dapat dihancurkan dengan kekuatan fisik, melainkan dengan mengubah pemikiran, perasaan dan keyakinan masyarakat dengan Islam hingga terwujudlah kehendak masyarakat untuk mengubah sistem hidup bobrok yang tengah berlangsung digantikan dengan syariat Islam. Bila rakyat telah menghendakinya, dan opini umum untuk menerapkan syariat Islam telah terbentuk niscaya tidak ada yang dapat menghalanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sebuah jamaah, partai politik Islam, harakah, dan sejenisnya tidak dibenarkan melakukan aktivitas fisik (kekerasan/militer) dalam upayanya untuk menegakkan Daulah Islamiyah yang akan menerapkan secara total seluruh sistem hukum Islam. Sebab, Rasulullah saw tidak mencontohkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transformasi Masyarakat Lewat Pemikiran Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Islam adalah setiap pemikiran yang digali dari Islam. Pemikiran Islam mencakup pemikiran tentang akidah dan pemikiran tentang syariat (sistem hukum). Perubahan pemikiran dengan Islam berarti mengubah akidah masyarakat menjadi akidah Islam, dan aturannya menjadi aturan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak diutus, Rasulullah saw melakukan perubahan pemikiran dalam diri bangsa Arab saat itu. Pemikiran Lâ ilâha illallâh yang beliau saw tanamkan mengubah mereka yang sebelumnya menyembah patung beralih pada penyembahan kepada Allah Swt semata. Rasulullah telah mengubah pandangan mereka tentang kehidupan, dari cara pandang yang dangkal menuju cara pandang yang mendalam lagi jernih yang merupakan cerminan dari akidah Islam. Pandangan mereka tidak sebatas dunia, melainkan justru menembus negeri akhirat. Rasulullah saw mengubah pemikiran masyarakat bahwa Allah Swt tidaklah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan-ikatan kepentingan, kesukuan, dan patriotisme berubah menjadi ikatan ideologis yang memandang semua kaum mukmin bersaudara laksana satu tubuh. Juga, melalui penanaman pemikiran akidah dan syariat Rasulullah berhasil mengubah tolok ukur aktivitas kehidupan masyarakat dari manfaat-egoisme ke tolok ukur halal-haram, dari hawa nafsu ke wahyu. Masyarakat Arab pra Islam yang sebelumnya membangun hubungan kenegaraan di atas kepentingan materi, kepongahan dan ketamakan menjadi tegak di atas asas penyebaran akidah dan syariat Islam dan mengembannya ke seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, pemikiran Islam yang ditanamkan Rasul tentang kehidupan setelah dunia telah mengubah persepsi tentang kebahagiaan pada diri umat, dari sekedar pemenuhan syahwat dengan segala kenikmatan dunia beralih kepada mencari ridha Allah Swt. Nampaklah kaum muslim binaan Nabi tidak takut akan kematian, dan berharap syahid di jalan Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, mereka memahami bahwa dunia ini hanyalah jalan menuju akhirat. Demikianlah, lewat pemikiran Islam baik berupa akidah maupun syariah, Rasullah saw berhasil membentuk pemahaman, tolok ukur dan keyakinan masyarakat ketika itu menjadi Islam hingga terwujudnya Daulah Islamiyah di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, banyak sekali nash-nash Al Quran maupun perbuatan Nabi yang menunjukkan adanya pergolakan pemikiran (shirâ’ul fikriy) untuk menentang ideologi, peraturan dan ide kufur. Juga, beliau menentang akidah yang rusak, ide-ide yang keliru dan pemahaman yang rancu. Beliau melakukannya dengan cara menjelaskan kepalsuan, kesalahan dan pertentangannya dengan Islam untuk memurnikan dan menyelamatkan masyarakat dari ide-ide tersebut, serta dari pengaruh dan dampak buruknya. Diantaranya, Rasulullah saw menyampaikan firman Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ&lt;br /&gt;    أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan neraka jahannam (TQS. Al Anbiya[21]:98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap orang-orang yang curang dalam takaran dan timbangan, Al Quran mengancamnya dengan menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ% الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ% وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apapbila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi (TQS. Al Muthaffifin[83]:1 – 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, Rasulullah saw mencontohkan senantiasa menanamkan pemikiran Islam dan melakukan pergolakan pemikiran terhadap perkara-perkara yang bertentangan dengan Islam. Hizbut Tahrir –sebagai wujud ketundukan kepada Rasulullah saw– memandang wajib melakukan perubahan masyarakat lewat pemikiran Islam yang disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini dilakukan dengan pengajian-pengajian di masjid, ceramah umum, dialog, diskusi publik, atau kajian di tempat pertemuan lain. Begitu pula dilakukan dengan menggunakan sarana media massa, buku, booklet, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesadaran umum di tengah masyarakat agar dapat berinteraksi dengan umat sekaligus menyatukannya dengan Islam. Melalui perubahan pemikiran tidak islami menjadi pemikiran Islam diharapkan terjadi perubahan masyarakat yang rusak di negeri-negeri kaum muslim sekarang ini menjadi masyarakat Islam. Disamping mengubah perasaan yang tidak islami di tengah anggota masyarakat yang ada menjadi perasaan yang islami sehingga ia akan ridla terhadap apa yang diridlai Allah dan Rasul-Nya, serta akan marah dan benci terhadap apa yang dimurkai dan dibenci Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan mendorong kaum muslim yang telah tercerahkan oleh pemikiran Islam untuk sama-sama mencerahkan dan membangkitkan umat dengan Islam, lalu mengubah hubungan yang tidak islami yang berlaku diantara mereka menjadi hubungan yang didasarkan pada Islam sesuai syariat Islam, dan mengembalikan pelaksanaan syariat Islam serta menyatukan kaum Muslim seluruh dunia dibawah naungan Khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transformasi Masyarakat Lewat Aktivitas Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, politik adalah memelihara urusan umat (As siyâsah hiya ri’âyatu syu`ûnil ummah). Sedangkan politik Islam berarti memelihara dan mengatur urusan masyarakat dengan hukum-hukum Islam dan dipecahkan sesuai dengan syariat Islam. Sirah Rasul saw dan banyak ayat Al Quran menunjukkan bahwa aktivitas dakwah beliau merupakan aktivitas yang bersifat politik. Beliau dalam segenap aktivitasnya senantiasa memperhatikan dan memelihara urusan masyarakat agar sesuai dengan hukum-hukum syara yang diturunkan Allah Swt. Diantara aktivitas politik yang beliau dan sahabatnya lakukan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mendidik masyarakat dengan tsaqofah Islam supaya mereka dapat menyatu dengan Islam, agar mereka terbebas dari akidah yang rusak, pemikiran yang salah, dan dari pemahaman yang keliru serta pengaruh ide-ide dan pandangan kufur. Setiap berjumpa dengan orang lain, Rasulullah selalu menawarkan Islam kepada mereka. Beliau saw mengirim para sahabat untuk mengajarkan Al Quran kepada orang-orang yang baru memeluk Islam. Beliau mengutus Khabab bin al-Art untuk mengajarkan Al Quran kepada Zainab bin al-Khathab dan Sa’id, suaminya. Begitu pula beliau menetapkan rumah Al Arqam bin Abil Arqam sebagai markas dakwah. Beliau membina mereka. Setiap sahabat pun terus menyebarkan dan membina orang yang menganut Islam. Demikianlah aktivitas pembinaan yang terus dilakukan Rasulullah.&lt;br /&gt;   2. Pergolakan pemikiran yang nampak dalam penentangannya terhadap pemikiran dan sistem kufur, pemikiran yang keliru, akidah yang rusak, dan pemahaman yang sesat dengan cara menjelaskan kerusakannya, menunjukkan kekeliruannya serta menjelaskan hukum Islam dalam masalah tersebut. Selain ayat-ayat yang sudah dipaparkan di atas, juga ada ayat-ayat yang menyerang kemusyrikan mereka, seperti firman Allah Swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          وَجَعَلُوا ِللهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يَصِفُونَ&lt;br /&gt;          “Mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sebagai sekutu bagi Allah, padahal Allah Yang menciptakan jin-jin itu. Mereka berbohong—dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan—tanpa mendasarkannya pada ilmu pengetahuan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka nisbatkan. (QS al-An‘âm [6]: 100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam bidang sosial, Allah Swt. antara lain berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          وَلاَ تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا&lt;br /&gt;          “Janganlah kalian memaksa budak-budak wanita kalian untuk melakukan pelacuran—sedangkan mereka sendiri menginginkan kesucian—dengan tujuan untuk meraih keuntungan duniawi. (QS an-Nûr [24]:33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sementara itu, dalam kaitannya dengan masalah ekonomi, Allah Swt. antara lain berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          وَمَا ءَاتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلاَ يَرْبُو عِنْدَ اللهِ&lt;br /&gt;          “Apa yang kalian berikan berupa riba untuk tujuan menambah harta-kekayaan manusia tidaklah menambah apa pun di sisi Allah”. (QS ar-Rûm [30]: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Penentangan terhadap penguasa yang menerapkan hukum kufur dan membongkar makar mereka. Allah SWT menyingkapkan persekongkolan ini kepada Rasulullah saw. dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ% َقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ% ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ% ثُمَّ نَظَرَ% ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ% ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ% فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلاَّ سِحْرٌ يُؤْثَرُ% إِنْ هَذَا إِلاَّ قَوْلُ الْبَشَرِ% سَأُصْلِيهِ سَقَرَ&lt;br /&gt;          “Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan. Celakalah dia, bagaimana dia menetapkan? Celakalah dia, bagaimanakah dia menetapkan? Kemudian dia memikirkan, lalu dia bermuka masam dan merengut. Dia lantas berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri. Selanjutnya dia berkata, “(Al-Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia.”Aku akan memasukkannya ke dalam neraka Saqar. (QS al-Mudatstsir [74]: 18-26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Para pemimpin Quraisy itu pun satu persatu dilucuti jati diri mereka oleh Al Quran (lihat Ahmad Mahmud, Dakwah Islam, hal 119-120). Tentang Abu Lahab, Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ&lt;br /&gt;          “Binasalah kedua tangan Abi Lahab…” (QS al-Lahab [111]: 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tentang penguasa Bani Makhzum, Walid bin Al Mughirah, Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا% وَجَعَلْتُ لَهُ مَالاً مَمْدُودًا&lt;br /&gt;          “Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak”. (QS Al Muddattsir [74]: 11-12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Terhadap Abu Jahal, Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          كَلاَّ لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعَنْ بِالنَّاصِيَةِ% نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ&lt;br /&gt;          “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, yaitu ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka” (QS al-’Alaq [96]: 15-16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, dalam konteks kekinian, aktivitas politik yang dilakukan dalam upaya penerapan syariat Islam adalah perjuangan dan berinteraksi dalam lapangan politik untuk membongkar rencana jahat negara-negara besar yang memiliki pengaruh dan dominasi di negeri-negeri muslim untuk membebaskan umat dari belenggu penjajahan dan dominasinya serta mencabut akar-akarnya baik di bidang pemikiran, kebudayaan, politik, maupun militer sekaligus mencabut perundangan mereka dari negeri-negeri kaum muslim. Juga, melakukan koreksi terhadap penguasa dengan mengungkap pengkhianatan mereka terhadap umat dan persekongkolan mereka dengan negara-negara kafir, melancarkan kritik dan kontrol kepada mereka. Hizbut Tahrir berupaya melakukan aktivitasnya sesuai dengan contoh Rasulullah saw. Karenanya, dakwah yang dilakukan bersifat pemikiran, politik dan tanpa kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menapaki Kekuasaan Melalui Thalabun Nushrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita memahami bahwasanya perjuangan untuk penerapan sistem hukum Islam –yang dilakukan suatu jamaah/harakah/kutlah dakwah- harus dilakukan secara totalitas dan tanpa melalui cara-cara fisik (kekerasan/militer), muncul pertanyaan, bagaimana caranya untuk sampai ke tingkat kekuasaan atau pemerintahan? Khususnya jika umat dalam keadaan beku dan dikungkung oleh kekuasaan yang menolak syariat Islam. Sebab, penerapan sistem hukum Islam secara total harus berada dalam format institusi negara (kekuasaan), yaitu Daulah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw telah memberikan kepada kita seluruh langkah yang memungkinkan untuk mencapai jenjang kekuasaan/pemerintahan. Langkah-langkah Rasulullah saw yang demikian intens dan dilakukan secara terus menerus hingga memperoleh keberhasilan, menunjukkan bahwa apa yang dijalani oleh beliau merupakan metoda (manhaj/thariqah), bukan sekedar cara (uslub). Dan setiap orang yang bergerak dalam aktivitas dakwah, yang menghendaki pada upaya penerapan sistem hukum Islam secara total melalui format Daulah Islamiyah, wajib memahami dan mengambil langkah-langkah Rasulullah saw ini. Metoda ini disebut dengan thalabun nushrah (seruan untuk memperoleh pertolongan/perlindungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalabun nushrah dilakukan Rasulullah saw. setelah gangguan terhadap beliau semakin keras, yaitu setelah wafatnya paman beliau saw. Abu Thalib. Beliau pergi ke kota Thaif untuk meminta pertolongan dan perlindungan dari Bani Tsaqif, dengan harapan mereka mau menerima seruan beliau. Ketika sampai di kota Thaif, beliau menemui sekelompok pemimpin dan orang-orang terkemuka dari Bani Tsaqif. Beliau mengajak mereka (untuk beriman) kepada Allah. Beliau juga menyatakan maksud kedatangannya untuk meminta perlindungan dan pembelaan mereka kepada Islam, agar mereka berdiri di pihak beliau dalam menghadapi siapapun dari kaumnya yang menentang beliau. Namun mereka menolak. Sekembali beliau ke kota Makkah -di saat-saat musim haji- beliau menemui kabilah-kabilah Arab yang hadir di kota Makkah. Beliau mengajak mereka untuk beriman kepada Allah dan menyampaikan kepada mereka bahwa beliau adalah Nabi yang diutus untuk mereka. Beliau meminta mereka untuk membenarkan sekaligus melindung beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini menjelaskan bahwa Rasulullah saw menempuh manhaj baru yang belum pernah beliau lakukan sebelumnya. Beliau mengkhususkan dakwah untuk mendapatkan perlindungan dari kelompok-kelompok yang memiliki kemampuan untuk memberikan perlindungan. Dengan kata lain beliau menambahkan aktivitas dakwah pada Islam, dengan dakwah untuk mendapatkan perlin­dungan terhadap dakwah Islam. Fokus dakwahnya ditujukan pada kelompok-kelompok yang kuat guna mendapatkan perlindungan. Beliau terus berusaha mewujudkan perlindungan untuk dakwahnya, sejak beliau kembali dari kota Thaif sampai perlindungan tersebut diperolehnya dari penduduk kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas untuk memperoleh perlindungan bagi dakwahnya ini merupakan rangkaian dari hukum-hukum syara yang menyangkut tata cara menyampaikan dakwah agar memperoleh perlindungan dari ancaman musuh-musuhnya. Sekaligus merupakan penjelasan mengenai tata cara mendirikan Daulah Islamiyah.&lt;br /&gt;Dari penelaahan terhadap sirah ketika beliau memulai manhaj baru ini didapatkan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Rasulullah saw tidak mencari pelindung/pertolongan kecuali setelah gangguan kepada beliau semakin keras, yaitu setelah paman beliau Abu Thalib meninggal. Rasulullah saw. pernah bersabda: “Orang-orang Quraisy tidak pernah melakukan apa yang aku benci sampai Abu Thalib meninggal” (Sirah Ibnu Hisyam bi Syarhi al-Wazir al-Maghribi, jilid I/282). Kerasnya gangguan itulah yang mendorong beliau untuk mencari jamaah/ kelompok yang mau masuk Islam dan melindungi dakwah.&lt;br /&gt;   2. Orang-orang kafir Makkah yang sebelumnya bersikap keras terhadap dakwah Rasulullah mengajak kepada Islam, bersikap lebih keras lagi ketika mengetahui Rasulullah memulai dakwah kepada jamaah/kelompok untuk melindungi dakwah beliau. Ibnu Hisyam berkata, Kemudian Rasulullah kembali ke Mekah. Sedangkan kaumnya menjadi lebih keras pada beliau dalam menentang dan meninggalkan agama beliau (ibidem, jilid I/285).&lt;br /&gt;   3. Para sahabat beliau berjumlah sedikit dan merupakan orang-orang yang lemah, sehingga mereka tidak mampu melindungi dakwah. Berkata Ibnu Hisyam, Kecuali sedikit (orang) yang lemah dari orang-orang yang beriman kepadanya (ibidem, jilid I/285). Mereka adalah orang-orang lemah dan tidak ada di antara mereka jamaah/kelompok yang mampu melindungi dakwah. Sekalipun ada diantara mereka pribadi-pribadi yang kuat secara individual, seperti Hamzah dan Umar.&lt;br /&gt;   4. Rasulullah saw mencari pertolongan (thalabun nushrah) kepada jamaah/kelompok yang kuat dan memiliki kemampuan untuk melindungi dakwah, bukan kepada individu, bukan pula pada jamaah/kelompok yang lemah. Kalaupun beliau meminta pertolongan/perlindungan kepada indivi­du-individu, individu tersebut dianggap representasi dari jamaah/kelompok. Beliau meminta pertolongan pada Bani Tsaqif, karena Bani Tsaqif adalah kabilah yang kuat. Disamping itu beliau juga meminta pertolongan kepada sekelom­pok orang dari kabilah Kilab, yang juga merupakan jamaah/kelompok yang kuat. Demikian pula dengan kepada bani Hanifah.&lt;br /&gt;      Beliau juga minta pertolongan pada Suwaid bin Shamit, yang merupakan tokoh terhormat dari kaumnya. Ibnu Hisyam berkata, Rasulullah berada di tempat-tempat istirahat para kabilah Arab (pada musim haji) kemudian beliau bersabda, Hai Bani Fulan Aku ini adalah Rasul Allah (yang diutus) kepada kalian…(ibidem, jilid I/285) dan seterusnya. Dan Ibnu Hisyam berkata lagi, Itulah yang dilakukan Rasulullah saw setiapkali menemui orang-orang (para kabilah arab). Ketika orang-orang berkumpul di saat musim haji, beliau mendatangi dan menyeru mereka untuk beriman kepada Allah dan kepada Islam, serta menawarkan diri beliau (untuk dilindungi) pada mereka dan menjelaskan (pada mereka) hal-hal yang beliau bawa dari Allah, berupa petunjuk dan rahmat. Dan apabila beliau mendengar seorang ternama dan terhormat datang ke Mekah, pasti beliau mendatanginya dan menyerunya kepada Allah, dan menawarkan Islam kepada mereka. Semua ini menunjukkan bahwa thalabun nushrah hanya diminta pada jamaah/kelompok yang kuat.&lt;br /&gt;   5. Bahwa Rasulullah saw meminta kepada jamaah/ kelompok yang kuat itu dua perkara secara bersamaan, yaitu pertama masuk Islam dan berpegang teguh padanya; kedua melindungi dakwah dan menolongnya. Ibnu Hisyam berkata, Rasulullah berada di tempat istirahat kabilah-kabilah Arab dan beliau bersabda pada mereka, Hai Bani Fulan sesungguhnya aku ini adalah Rasul Allah pada kalian, yang memerintahkan kalian agar kalian menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan meninggalkan apa yang kalian sembah selain Dia. Yaitu, beragam sembahan ini. Hendaklah kalian beriman kepadaku, membenarkan aku, dan melindungi aku sehingga aku (mampu) menyampaikan dari Allah apa-apa yang aku diutus dengannya (ibidem, jilid I/285).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka merupakan suatu keharusan untuk aktivitas thalabun nushrah dan mencari perlindungan terhadap dakwah memenuhi dua syarat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Hendaknya thalabun nushrah diminta dari sebuah jamaah, baik diminta dari jamaahnya secara langsung atau dari individu yang merupakan representasi dari jamaah tersebut.&lt;br /&gt;   2. Hendaknya jamaah/kelompok tersebut diduga kuat memiliki kemampuan untuk menolong dan melindungi dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain sepulangnya dari Thaif, Rasulullah saw menawarkan dirinya pada sekelompok orang dari kabilah Kilab yang disebut sebagai Bani Abdillah. Orang-orang ini dianggap sebagai kelompok kuat dalam sebuah negara. Ibnu Hisyam berkata dari nabi saw, Bahwa beliau mendatangi kabilah Kilab ditempat-tempat istirahat mereka, yang dikenal sebagai Bani Abdillah. Kemudian Rasulullah menyeru mereka agar beriman kepada Allah Swt dan menawarkan diri beliau pada mereka. Bahkan sampai berkata pada mereka, Ya Bani Abdillah, sesungguhnya Allah azza wajalla telah memberi kebaikan kepada nama bapak kalian (ibidem, jilid I/286).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw juga menawarkan dirinya kepada bani Amr bin Sha’sha’ah, dan meminta mereka untuk melindunginya dan berdiri di pihak beliau dalam menghadapi orang-orang Quraisy serta membawa beliau ke kampung halaman mereka. Mereka bersedia memberikan perlindungan dan pertolongannya dengan meminta syarat kepada Rasulullah saw. Tetapi beliau saw menolak dengan tegas syarat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berbicara dengan utusan yang datang dari Madinah ke kota Makkah yang merupakan sekutu Quraisy. Mereka dipimpin oleh Abu al-Haisar dan Anas bin Rafi’. Bersamanya ikut sekelompok orang dari Bani Asyhal, termasuk Iyas bin Mu’adz. Mereka merupakan representasi dari kabilah Khazraj yang merupakan jamaah yang kuat di Madinah. Kemudian Rasulullah berbicara dengan sekelompok pemuka Khazraj yang berjumlah 6 orang. Mereka mengambil tugas untuk meyakinkan kaumnya. Sehingga pertolongan/perlin­dungan (nushrah) didapatkan melalui mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan berikutnya terjadilah peristiwa bai’at aqabah yang pertama. Lalu dikirimkannya Mush’ab bin Umair ke kota Madinah untuk membina orang-orang yang telah memeluk Islam, menyebarluaskan risalah Islam di kota itu, meraih dukungan dari tokoh-tokoh kabilah, dan mempersiapkan pondasi masyarakat untuk membangun peradaban Islam dalam format Daulah Islamiyah. Pada tahun berikutnya datang tujuh puluh tiga laki-laki dan dua orang wanita dari kota Madinah. Mereka bersedia menyerahkan loyalitasnya hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, serta siap sedia untuk membela dan memperjuangkan risalah Islam dari incaran musuh-musuh Islam dan kaum Muslim.Peristiwa tersebut dikenal sebagai bai’at aqabah kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum genap setahun, Rasulullah saw dan sebagian besar kaum Muslim melaksanakan hijrah ke kota Madinah. Disanalah beliau saw secara de facto memperoleh kepemimpinan dan kekuasaan. Dengan demikian metoda thalabun nushroh yang sebelumnya beliau lakukan secara terus menerus terhadap berbagai kabilah kuat (seperti yang dilakukannya terhadap kabilah Tsaqif, kabilah Kindah, kabilah Hanifah, kabilah Amr bin Sha’sha’ah hingga kepada kabilah Khajraj dan Aus) telah berhasil diraih, dengan memperoleh perlindungan dan pertolongan dari penduduk Khajraj dan Aus yang berasal dari kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa thalabun nushrah mencakup setiap jamaah/kelompok yang diduga kuat (secara politis) memiliki kemampuan untuk menolong dakwah, baik berbentuk sebuah negara ataupun sebuah jamaah/kelompok dalam suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini nushroh bisa ditawarkan kepada suatu jamaah/kelompok yang berupa suatu negara. Yang penting negara itu merdeka dan tidak dalam dominasi kekuasaan orang-orang atau negara kafir. Atau sekelompok perwira militer (seperti panglima dan para kepala staf angkatan) yang mempunyai pengaruh. Atau seorang pemimpin yang mempunyai pengaruh disuatu negeri (seperti kepala negara dan perdana menteri). Atau sekelompok orang dari sebuah jamaah/kelompok yang kuat dari suatu kabilah atau partai politik terbesar, yang mampu mengemban tugas untuk mendapatkan pertolongan dari kaum atau jamaah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hal-hal yang bisa dipahami dari kajian terhadap sirah Rasulullah saw dan kajian terhadap realitas dakwah pada saat ini. Oleh karena itu, menjadi suatu keharusan untuk mengikuti manhaj beliau saw. dalam perjalanan dakwah, sebagai sebuah hukum yang berasal dari Rasulullah saw. Dan inilah manhaj/metoda yang dicontohkan oleh Rasulullah saw untuk menapaki kekuasaan tatkala masyarakat tengah dikungkung oleh sistem yang kufur, yaitu melalui jalan pemikiran, politik, dan tanpa kekerasan disertai thalabun nushrah dan dukungan umat. Allah SWT berjanji untuk menolong orang-orang mukmin yang berpegang teguh pada syariat-Nya. Dia SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَلَيَنْصُرَنَّ اللهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa (Qs. Al Hajj 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي&lt;br /&gt;    لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.(QS. An Nuur 55).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-3689259909455081092?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/3689259909455081092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/hizbut-tahrir-dakwah-islam-pemikiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3689259909455081092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3689259909455081092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/hizbut-tahrir-dakwah-islam-pemikiran.html' title='Hizbut Tahrir : Dakwah Islam Pemikiran, Politik, dan Tanpa Kekerasan'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-3285619809932481193</id><published>2010-01-11T00:05:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T00:06:28.092-08:00</updated><title type='text'>Penaklukan Kota Roma</title><content type='html'>Rasulullah saw. pernah ditanya, “Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel” (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْمَدِينَتَيْنِ تُفْتَحُ أَوَّلاً قُسْطَنْطِينِيَّةُ أَوْ رُومِيَّةُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَدِينَةُ هِرَقْلَ تُفْتَحُ أَوَّلاً يَعْنِي قُسْطَنْطِينِيَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah ditanya, “Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel” (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad mengeluarkan hadis tersebut di dalam Musnad-nya pada bab Musnad ‘Abdullâh bin Amru bin bin al-‘Âsh. Beliau meriwayatkan hadis ini berdasarkan penuturan secara berturut-turut dari Yahya bin Ishaq, dari Yahya bin Ayyub, dari Abu Qabil; yang didasarkan pada penuturan Abdullah bin Amru bin al-‘Ash dari Rasulullah saw. Al-Haytsami berkomentar, “Para perawi hadis ini sahih kecuali Abu Qabil dan ia tsiqqah.”1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat yang sama juga diriwayatkan oleh: Ibn Abi Syaibah dalam Mushannaf Ibn Abiy Syaybah; Imam ad-Darimi dalam Sunan ad-Dârimî, dari penuturan Utsman bin Muhammad, dari Yahya bin Ishaq; Ibn Abi ‘Ashim dalam Al-Awâ’il li bin Abi ‘Âshim, dari penuturan Abu Bakar, dari Yahya bin Ishaq; Ath-Thabrani dalam Al-Awâ’il li ath-Thabrani, dari penuturan Abdullah bin al-Husain al-Mashishi dari Yahya bin Ishaq; serta Abu ‘Amru ad-Dani dalam as-Sunan al-Wâridah fî al-Fitan, dari penuturan Abdurrahman bin Utsman, dari Qasim, dari Ibn Abi Khaytsamah, dari Yahya bin Ishaq. Dalam semua riwayat tersebut, selanjutnya Yahya bin Ishaq dari jalur yang sama dengan jalur di atas.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nu’aim bin Hamad al-Muruzi meriwayatkan hadis ini dalam Kitâb al-Fitan dari Ibn Wahbin dari Yahya bin Ayyub dari Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash.3 Abdul Ghani al-Maqdisi mengeluarkannya di dalam Kitâb al-‘Ilm. Ia berkata, “Hadis ini sanad-nya hasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hakim meriwayatkannya dari tiga jalur. Pertama: dari Muhammad bin Shalih bin Hani’, dari Muhammad bin Ismail, dari Ibn Wahbin, dari Yahya bin Ayyub dari Abu Qabil al-Ma’afiri dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash. Kedua: dari Abu Ja’far Muhammad bin Muhammad al-Baghdadi dari Hasyim bin Murtsid dari Said bin Afir dari Said bin Abi Ayyub dari Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash. Ketiga: dari Muhammad bin al-Muamal, dari al-Fadhl bin Muhammad asy-Sya’rani dari Nu’aim bin Hamad, dari Abdullah bin Wahbin, dari Yahya bin Ayyub dari Abu Qabil, dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash. Al-Hakim berkomentar, “Ini adalah hadis sahih menurut syarat Syaykhayn (Imam al-Bukhari dan Imam Muslim), tetapi keduanya tidak mengeluarkannya.”4Adz-Dzahabi menyepakati penilaian al-Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar al-Haytsami di atas, bahwa para perawi hadis ini adalah perawi sahih kecuali Abu Qabil yang ia nilai tsiqqah, mengisyaratkan bahwa ia menilai hadis ini hasan. Penilaian ini sesuai dengan penilaian Abdul Ghani al-Maqdisi. Adapun al-Hakim menilainya sahih dan disepakati oleh adz-Dzahabi. Syaikh Nashiruddin al-Albani juga menilainya sahih.5 Walhasil hadis ini bisa dijadikan hujjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini adalah hadis gharîb karena hanya diriwayatkan dari jalur Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin al-Ash. Hadis ini memberitahukan bahwa dua kota, yaitu Konstantinopel dan kota Rûmiyah akan ditaklukkan, dan di antara keduanya kota Konstantinopel yang akan ditaklukkan lebih dulu. Kota Rûmiyah itu seperti yang dijelaskan dalam Mu’jam Al-Buldân adalah kota Roma, sekarang adalah ibukota Italia.6 Penaklukan kedua kota ini adalah sesuatu yang pasti akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita gembira penaklukan kota Konstantinopel juga diriwayatkan dalam hadits lain. Berita gembira tersebut memacu kaum Muslim sejak masa para Sahabat untuk mendapatkan keutamaan dan kemuliaan sebagai orang yang berhasil mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh al-Albani mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penaklukan pertama telah berhasil direalisasikan melalui tangan Muhammad al-Fâtih al-‘Utsmani seperti yang sudah diketahui. Hal itu terealisasi setelah lebih dari delapan ratus tahun sejak berita gembiranya disampaikan oleh Rasulullah saw. Penaklukan kedua (yaitu penaklukan kota Roma, pen.) dengan izin Allah juga akan terealisasi. Sungguh, beritanya akan Anda ketahui dikemudian hari. Tidak diragukan bahwa realisasi penaklukan kedua itu menuntut kembalinya Khilafah Rasyidah ke tengah-tengah umat Muslim. Hal itu telah diberitakan oleh Rasulullah saw. dalam sabda Beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita dari Rasul itu tidak boleh menjadikan kita diam dan tidak turut terlibat aktif memperjuangkannya karena menganggap toh pasti akan tegak kembali. Apalagi menghalangi perjuangan penegakan Khilafah tentu jauh lebih buruk dan lebih tidak layak lagi keluar dari seorang Muslim. Sikap itu hanya layak keluar dari orang yang tidak percaya kepada Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita gembira tegaknya kembali Khilafah seharusnya memacu kita untuk mewujudkannya tanpa kenal lelah, seperti generasi terdahulu. Perjuangan itu pada akhirnya pasti akan berhasil dan Khilafah pasti tegak kembali sesuai dengan janji Allah dan Rasulullah saw. Wallâh a‘lam bi ash-shawâb. [Yahya Abdurrahman]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Lihat: Imam Ahmad (164-241 H), Musnad Ahmad, 2/176, Muassasah Qurthubah, Mesir, tt; Al-Haytsami (w. 807 H), Majma’ az-Zawâ’id wa Manba’u al-Fawâ’id, 6/219, Dar ar-rayan li ath-Turats-Dar al-Kitab al-‘Arabi, Kaero-Beirut, 1407&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Lihat: Ibn Abiy Syaibah, Mushannaf Ibn Abi Syaibah, ed. Kamal Yusuf al-Hawt, 4/419, Maktabah ar-Rusyd, Riyadh, cet. i. 1409; Imam ad-Darimi (181-255 H), Sunan ad-Darimi, 1/137, Dar al-Kitab al-‘Arabi, Beirut, cet. i. 1407; Ibn Abiy ‘Ashim, al-Awâ’il li Ibn Abi ‘âshim, 1/109; Ath-Thabrani, al-awâ’il li ath-Thabrani, 1/122; Abu Amru ad-Dani (371-444 H), as-Sunan al-Wâridah fî al-Fitan, ed. Dr. Dhiya’ullah bin Muhammad Idris al-Mubarkfuri, 6/1127, Dar al-‘âshimah, Riyadh, cet. i. 1416&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Lihat: Nu’aim bin Hamad al-Muruzi Abu Abdillah (w. 288 H), Kitâb al-Fitan, ed. Samir Amin az-Zuhri, 2/479, Maktabah at-Tawhid, Kaero, cet. i. 1412&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Lihat: Al-Hakim (321-405), Mustadrak ‘alâ Shahîhayn, ed. Mushthafa Abdul Qadir ‘Atha, 4/598, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, Beirut, cet. i. 1411/1990&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Lihat: Muhammad Nashiruddin al-Albani, Silsilah ash-Shahîhah, 1/33, Maktabah al-Ma’arif, Riyadh, tt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Lihat: Yaqut bin Abdillah al-Humawi, Mu’jam al-Buldân, 1/312, Dar al-Fikr, Beirut, tt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Majalah Al-Waie, Desember 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-3285619809932481193?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/3285619809932481193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/penaklukan-kota-roma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3285619809932481193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3285619809932481193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/penaklukan-kota-roma.html' title='Penaklukan Kota Roma'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-791905027151507058</id><published>2010-01-10T23:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T00:02:17.254-08:00</updated><title type='text'>Posisi Hizbut Tahrir di Tengah Umat Islam</title><content type='html'>Oleh : Prof. Dr. Hassan Ko Nakata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir adalah salah satu gerakan politik di antara kelompok-kelompok Islam yang tergabung dalam Islahi-Salafi-Sunni. Ajaran Islam itu sendiri mempunyai beberapa level. Level paling rendah secara umum dapat dipahami oleh seluruh kaum Muslim. Namun, level tertinggi merupakan segmentasi khusus yang hanya diajarkan oleh Hizbut Tahrir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gerakan Sunni, Hizbut Tahrir percaya bahwa kepemimpinan politik tidak didasarkan pada penunjukan yang ditetapkan di dalam wahyu (petunjuk langsung dari Allah) yang diterima oleh seorang imam ma‘shûm yang suci, namun berdasarkan pemilihan umat Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gerakan Sunni-Salafi, gerakan ini mengacu pada pemaknaan secara langsung dari ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi saw. tanpa mengacu pada mazhab-mazhab Sunni yang telah terlebih dulu ada (seperti Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gerakan Sunni-Salafi-Islahi, gerakan ini menolak segala bentuk gagasan sosial-politik yang berasal dari luar Islam—tetapi murni sebagaimana yang diajarkan oleh para Salaf Salih (para generasi salih terdahulu)—baik nilai-nilai tradisional dari masa pra-Islam yang bertentangan dengan Islam maupun konsep modern dari Barat, sebagai dasar ideologis dari perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek Sunni dari gerakan ini bisa dipahami bersama oleh seluruh kaum Muslim Sunni, kecuali oleh Muslim Syiah. Aspek Salafi dari gerakan ini diikuti oleh seluruh Muslim Salafi, namun tidak oleh Muslim yang mengikuti mazhab atau Muslim “tradisional”. Aspek Salafi dan Islahi dari gerakan ini dilakukan secara simultan oleh seluruh gerakan Salafi Islahi, namun tidak oleh kalangan non-politis dan pro-status quo dari golongan Muslim Salafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas 4 level (Islami, Sunni, Salafi, Islahi) ini ada satu seruan khas yang melekat pada Hizbut Tahrir, yaitu seruan Tahrîri (pembebasan), yang menjadi level tertinggi di antara berbagai level sebelumnya. Level seruan Tahrîri (pembebasan) ini merupakan inti dari doktrin Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap level dibangun berdasarkan level yang ada di bawahnya. Contoh: agar menjadi Sunni seseorang harus menjadi Muslim; agar menjadi Salafi seseorang harus menjadi Sunni; agar menjadi seorang Islahi, seseorang perlu menjadi Salafi; dan agar menjadi seorang Tahrîri, seseorang harus menjadi seorang Islahi terlebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sangat sulit bagi Muslim Syiah untuk menerima ideologi Hizbut Tahrir secara menyeluruh, ataupun menjadi bagian dari gerakan ini tanpa meninggalkan ajaran Syiah-nya. Mereka harus terlebih dulu menerima ajaran Sunni, lalu ajaran Salafi, kemudian ajaranan Islahi, dan terakhir adalah ajaran Tahrîri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, doktrin Khilafah—pemahaman yang melekat erat pada pandangan Hizbut Tahrir dan merupakan inti dari pandangan ini—tidak diperuntukan terbatas hanya pada kaum Islahi saja, namun juga untuk mereka yang ada pada level yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Khilafah Hizbut Tahrir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saya merangkum konsep Khilafah (negara penerus Rasulullah) dalam pemahaman Hizbut Tahrir, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Khilafah adalah satu-satunya sistem politik Islam yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Khilafah adalah pemerintahan berdasarkan hukum syariah (Islam) dan dijalankan melalui kepemimpinan yang dipilih oleh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Hanya ada satu Khilafah yang berdiri di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Menegakkan Khilafah adalah kewajiban seluruh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Cara untuk menegakkan Khilafah adalah dengan memberikan pemahaman tentang konsep ini kepada mereka yang berkuasa dan memberikan kewenangan kepadanya untuk menjalankan hukum syariah, ketika seluruh wilayah Muslim telah berubah menjadi Dar al-Harb dan seluruh peninggalan Kekhilafahan telah sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat saya, konsep ini bisa dipahami bersama, bahkan oleh seluruh lapisan Muslim Sunni tradisional.1 Sebab, konsep Khilafah Hizbut Tahrir tidak bertentangan dengan konsep Khilafah dari mazhab-mazhab Sunni. Hanya saja, doktrin Sunni tidak secara eksplisit atau hanya secara implisit saja mengemukakan sistem ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Universal Konsep Khilafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah saya utarakan sebelumnya, bahwa konsep Hizbut Tahrir memiliki 5 level, yaitu: (1) Islam, (2) Sunni, (3) Salafi, (4) Islahi, (5) Tahriri. Namun kenyataannya, konsep ini memiliki level lain, yang dapat kita kenali dengan sebutan “Risalah Ibrahim” dan “Risalah Nuh”.&lt;br /&gt;Risalah Ibrahim adalah ajaran yang dianut oleh kaum Yahudi, kaum Nasrani dan umat Islam. Risalah Nuh adalah pemahaman yang dianut oleh seluruh umat manusia di dunia ini yang percaya pada nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, kebebasan dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, Hizbut Tahrir mendapat sorotan tajam di dunia Barat karena perjuangannya untuk menegakan Khilafah. Karena propaganda anti-Islam yang menggambarkan perjuangan Hizbut Tahrir ini sebagai bentuk dari terorisme global yang sangat mengancam dunia Barat, maka persaingan antara dunia Barat dan Hizbut Tahrir menjadi tak terelakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, prinsip dari konsep Hizbut Tahrir, dalam hal ini adalah konsep Khilafah, berkaitan dengan Risalah Ibrahim dan Risalah Nuh. Karenanya, konsep ini sebenarnya dapat diterima bukan hanya oleh kalangan umat Islam, namun juga oleh kalangan Kristen; bahkan oleh mereka yang sekular sekalipun, selama penyampaian konsep ini dibahasakan dengan cara yang mudah dimengerti oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, mereka yang menerima konsep Khilafah Hizbut Tahrir tidak serta-merta membuat mereka wajib berkomitmen secara penuh ataupun menyetujui seluruh argumentasi syariah Hizbut Tahrir—yang berdasarkan al-Quran dan al-Hadis—untuk memperjuangkan Khilafah. Pasalnya, argumentasi syariah hanya berlaku untuk umat Islam dan tidak bagi mereka yang menganut Islam Syiah—mereka memiliki hadis dan usul fikih yang lain. Karena itu, argumentasi syariah Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah sepatutnya hanyalah ditujukan kepada Muslim Sunni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, pendapat saya, bahwa “Konsep Hizbut Tahrir bisa diterima oleh semua manusia termasuk di dalamnya kaum sekular” berarti bahwa pemerintahan yang menganut sistem Khilafah adalah pemerintahan yang masuk akal, dapat digambarkan dan diterima bahkan oleh kalangan sekular yang hidup di dalam wilayah hukum ini (karena mereka hampir tidak akan menemui kesulitan). Mereka bisa memilih sikap pasif terhadap Islam—dalam hal ini adalah tidak perlu berkomitmen pada konsep yang mendasari dan menjadi tujuan pendirian Khilafah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan Hizbut Tahrir di Antara Berbagai Gerakan Islam Kontemporer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kecuali Hizbut Tahrir, di tengah-tengah umat Islam sendiri tidak ada gerakan internasional sejati yang menentang secara terang-terangan sistem negara-bangsa (nation state), dan membela kewajiban untuk menegakkan kembali Khilafah sebagai satu-satunya sistem politik Islam yang sah. Jangankan kaum Muslim biasa, para aktivis yang tergabung dalam gerakan Islam itu sendiri kerap tidak peduli dengan perjuangan menegakkan kembali Khilafah beserta peran penting mendasarnya dalam membebaskan manusia. Mereka umumnya melakukan kompromi dengan sistem negara-bangsa (nation state); apakah karena mereka terpengaruh dan disesatkan oleh pemikiran keliru tentang logika politik Barat, atau karena mereka takut akan tekanan penguasa zalim di dalam negeri mereka sendiri, yang sedang mempertahankan statusnya karena kepatuhannya kepada penjaga sistem dari Barat, atau negara adikuasa Barat. Mereka berpikir, bahwa mereka akan memperoleh simpati ataupun pengakuan dari Barat jika mereka melakukannya. Namun, perlu dipahami bahwa semua itu ternyata hanyalah ilusi belaka. Faktanya, mereka akan kehilangan dukungan moral dari para pemeluk sejati agama-agama Ibrahim dan juga kehilangan dukungan dari para pemikir dari ajaran Nuh yang telah memahami karakter eksploitatif, penindas, dan anti kemanusiaan dari sistem negara-bangsa dengan teritorialnya tersebut. Jika hal ini terus berlangsung, mereka tidak hanya mengkhianati tujuan mulia dari pendirian Khilafah, namun juga akan kehilangan dukungan terhadap panggilan universalnya kepada para pemeluk agama sejati serta mereka yang menyadari hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, menurut hemat saya, dalam konteks Dunia Islam kontemporer, hanya Hizbut Tahrirlah yang bisa dikatakan sebagai “gerakan politik Islam” yang memperjuangkan terealisasinya Khilafah—yang merupakan panggilan universal; tidak hanya untuk umat Islam, tetapi lebih dari itu. Konsekuensinya, keberhasilan Hizbut Tahrir tentu tidak hanya bermanfaat bagi umat Islam, tetapi juga untuk seluruh umat manusia. Karena itu, peran dari Hizbut Tahrir manjadi berlipat ganda, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Mencerahkan umat Islam (khhususnya, Ahlussunnah) akan kewajiban mereka dalam mendirikan kembali Khilafah sesuai dengan hukum syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Menjelaskan misi Islam universal dari sistem Khilafah kepada dunia Barat dengan sudut pandang ilmu sosial negara Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Hizbut Tahrir di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali Indonesia, kebebasan berekspresi dan beraktivitas politik—berserikat dan berkumpul—di banyak negeri Muslim tidak dijamin oleh negara. Karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia memiliki posisi terbaik dalam mewujudkan misi ini. Bahkan berkat kebebasan ini, Hizbut Tahrir Indonesia telah berhasil mewujudkan berbagai karya intelektual, tidak hanya penerjemaahan teks-teks Arab yang dikeluarkan Hizbut Tahrir, namun juga telah menghasilkan berbagai artikel asli di dalam situs internet dan majalah terbitannya. Lebih lanjut, mereka juga berhasil melakukan peregenerasian anggotanya melalui berbagai kegiatan sosial-budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perlu digarisbawahi, karaktek yang sangat mencolok dari Hizbut Tahrir Indonesia adalah keberhasilannya dalam membangun jaringan kerja di antara berbagai organisasi Islam di Indonesia, seperti mendirikan Forum Umat Islam. Di dalamnya tergabung 31 organisasi yang antara lain, masing-masing sangat berbeda secara idelogis, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta mereka yang ikut menyelenggarakan Konferensi Internasional Khilafah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan kerja di antara kelompok Muslim yang dikelola oleh Hizbut Tahrir di Indonesia ini adalah sesuatu yang belum terealisasi di negeri Muslim lainnya, karena adanya tekanan dari pemerintahan yang anti Islam atau konflik di antara sesama Muslim itu sendiri. Indonesia adalah tempat yang memenuhi persyaratan untuk mendirikan kembali Khilafah, karena negeri ini adalah negeri Muslim terbesar di dunia dilihat dari segi populasinya. Terdapat harapan, bahwa Hizbut Tahrir Indonesia akan berhasil dalam mendirikan kembali Khilafah atau Darul Islam di kawasan Malayu (Indonesia Raya). Sebab, selain ada kesamaan ideologi Khilafah, juga terdapat kesamaan bahasa, budaya dan sejarah di Nusantara ini yang merupakan langkah pertama dalam menyatukan umat Islam dan penyebarluasan misi keislaman di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilafah tidak hanya dapat diterima oleh komunitas non-Muslim, namun juga sangat diinginkan oleh mereka yang percaya pada kesetaraan, keadilan, kebebasan dan kemanusiaan. Pasalnya, sistem ini memiliki pemerintahan “membumi” atau “bersifat keduniaan” yang menjamin otonomi komunitas beragama dalam konteks sosial yang sangat beragam. Sistem ini juga berfungsi sebagai sarana pembebasan untuk mengentaskan sistem negara-bangsa yang eksplotitatif, yang memenjarakan manusia dalam penjara “negara-bangsa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir adalah satu-satunya gerakan Islam yang memperjuangkan konsep Khilafah dan menentang secara terang-terangan sistem negara-bangsa. Karena itu, mereka memiliki kewajiban ganda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Mencerahkan umat Islam (khususnya, Ahlussunnah) akan kewajiban mereka dalam mendirikan kembali Khilafah sesuai dengan hukum syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Menjelaskan misi Islam universal dari sistem Khilafah dalam mempromosikan globalisasi sejati dan perannya sebagai pembebas dari sistem negara-bangsa yang eksplotitatif—yang memenjarakan manusia dalam kerangka negara-bangsa dengan teritorialnya—kepada dunia Barat dengan sudut pandang ilmu sosial Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, Indonesia adalah tempat terbaik untuk menjalankan misi Islam ini karena jaminan negara terhadap kebebasan beraktivitas politik. Berserikat dan berkumpul seperti ini tidak ditemukan di negeri Muslim yang lainnya. [Prof. Dr. Hassan Ko Nakata; Guru Besar Sekolah Teologi, Universitas Doshisha, Jepang]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;1 Bagaimanapun, hal ini tidak dapat diterima oleh kaum Muslim Syi’i, karena sistem kepemimpinannya (Imamah) berdasarkan konsep teologi yang berbeda secara mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publikasi: Majalah Al-Waie, September 2003&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-791905027151507058?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/791905027151507058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/posisi-hizbut-tahrir-di-tengah-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/791905027151507058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/791905027151507058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/posisi-hizbut-tahrir-di-tengah-umat.html' title='Posisi Hizbut Tahrir di Tengah Umat Islam'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-6575218875855994054</id><published>2010-01-10T23:27:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T23:40:01.527-08:00</updated><title type='text'>Wasiat terakhir Umar bin Khaththab</title><content type='html'>Umar ibnu Nufail Al Quraysi al adawi adalah khalifah kedua dan orang pertama yang diberi gelar Amirul Mukminin. Ia seorang sahabat yang memiliki kedudukan mulia, seorang pemberani dan tegas. Pada masa kekhalifahannyan banyak negeri dibebaskan (futuhat), sedangkan dalam hal bersikap adil , keadilan Umar menjadi peribahasa bagi orang-orang. Nabi menggelarinya dengan 'Al Faruq".&lt;br /&gt;Pada masa jahiliyah, ia termasuk salah seorang bangsawan dan pahlawan kaum Quraysi serta merupakan juru penengah diantara mereka. Umar memeluk Islam lima tahun sebelum hijrah ke Madinah dan terus ikut serta dalam peperangan Rasulullah SAW. Pada masa pemerintahannya Syam, Irak, mesir, Jazirah Arab, Quds dan Al Madain berhasil ia bebaskan. Umarlah orang pertama yang memberlakukan kalender hijriah bagi kaum muslimin, mendirikan baitul mal, membuat administrasi para dermawan dan prajurit perang (diwan). Di cincin Umar terukir kalimat "Wahai Umar, cukuplah kematian sebagai penasihatmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi khalifah sesudahnya, Umar berwasiat&lt;br /&gt;"Aku wasiatkan kepadamu untuk bertaqwa kepada Allah SWT yang tiada sekutu bagiNya. Aku wasiatkan kepadamu agar memperlakukan kaum Muhajirin yang terdahulu dg baik, yaitu menghormati mereka karena hijrah mereka. Aku wasiatkan engkau agar memperlakukan kaum Anshar dengan baik sambutlah kebaikan dan maafkanlah kesalahan mereka.&lt;br /&gt;Aku wasiatkan agar engkau memperlakukan penduduk setiap kota dengan baik karena mereka adalah penolong Islam, pemanas hati musuh dan pemungut cukai. Janganlah engkau memungut pajak mereka jika kalau karena kebaikan mereka untuk memberikannya. Aku wasiatkan agar engkau memperlakukan penduduk desa dengan baik karena mereka adalah asal bangsa Arab dan termasuk maddatul Islam. Hendaklah engkau mengambil yang berlebih dari harta benda orang kaya diantara mereka untuk (kemudian engkau serahkan kepada fakir miskin di kalangan mereka.&lt;br /&gt;Aku wasiatkan agar engkau memperlakukan ahlu dzimmah (kafir zimmi) dengan baik, membela mereka dari serangan musuh mereka dan jangan engkau membebani mereka dengan sesuatu di luar kemampuan mereka. Lakukan hal itu bila mereka menunaikan kewajiban kepada kaum muslimin baik secara suka rela maupun terpaksa.&lt;br /&gt;Aku wasiatkan kepadamu agar takut kepada Allah dalam menjaga hak manusia dan jangan takut kepada manusia dalam menjaga hak Allah SWT.&lt;br /&gt;Aku wasiatkan kepadamu agar berlaku adil kepada rakyat. Curahkanlah pikiran, tenaga dan waktumu untuk memenuhi kebutuhan mereka serta janganlah engkau lebih mengutamakan si kaya daripada si fakir. Semua itu adalah pemberi ketentraman bagi hatimu dan penghapus dosamu. Kebaikan akan menjadi balasan bagi perbuatanmu itu.&lt;br /&gt;Aku perintahkan engkau untuk bertindak tegas dalam masalah yang menyangkut perintah, batasan-batasan dan larangan2 Allah SWT baik kepada orang yang dekat maupun orang yang jauh denganmu. Jangan engkau kasihani seorangpun yang menyalahi perintah Allah karena jika itu terjadi maka engkau telah ikut melanggar kehormatan Allah, sama sepertinya. Bersikaplah sama rata pada semua orang dan jangan sampai celaan orang yang mencela menjauhkan engkau dari jalan Allah.&lt;br /&gt;Sesungguhnya engkau telah berada di salah satu kedudukan dunia dan akhirat. Bila dalam kehidupan duniamu engkau berusaha berpaling dan zuhud dari hal-hal yang dihalalkan oleh Allah kepadamu, berarti engkau telah mengerjakan iman dan ridha di dunia. Namun jika hawa nafsu dapat mengalahkanmu maka engkau telah mengerjakan yang dimurkai Allah.&lt;br /&gt;Aku wasiatkan kepadamu jangan engkau izinkan dirimu begitu pula selainmu untuk mendzalimi ahlu dzimmah.&lt;br /&gt;Aku wasiatkan kepadamu, menganjurkan dan menasihatimu untuk mencari keriadhaan Allah dan keberuntungan di akhirat. Aku memilih menunjukimu dengan hal-hal yang aku pakai untuk menunjuki diriku dan juga anakku. Sekiranya engkau melaksanakan nasihatku dan menjalankan perintahku maka engkau akan memperoleh bagian yang berlimpah dan keberuntungan yang memadai. Namun jika engkau menerima dan tidak peduli akan nasihatku dan juga tidak bermusyawarah dengan orang lain untuk masalah-masalah besar yang karenanya Allah akan ridha kepadamu, sungguh yang demikian adalah suatu aib dirimu. Padahal pendapatmu sendiri belum tentu benar karena hawa nafsumu ikut serta di sana&lt;br /&gt;Pemimpin segala dosa adalah iblis, ialah yang menyerukan kebinasaan. Iblislah yang telah menyesatkan dan menggiring generasi-generasi terdahulu ke dalam neraka. Akan menjadi yang paling buruk bila seseorang berlindung kepada musuh Allah, musuh yang menyeru untuk bermaksiat kepadaNya.&lt;br /&gt;Tunggangilah kebenaran dan ceburkan dirimu dalam kesusahpayahan menuju kebenaran. Jadilah engkau penasihat bagi dirimu. Demi Allah aku berharap ketika engkau berdoa semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada kaum muslimin, engkau juga menghormati yang tua, menyayangi anak kecil serta memuliakan ulama2 mereka.&lt;br /&gt;Janganlah engkau memukul mereka karena hal itu akan membuat mereka rendah dan terhina. Jangan memonopoli kharaj karena jika itu dilakukan sama saja dengan menyulut kemarahan mereka. Jangan menghalangi pemberian2 yang diperuntukkan bagi mereka karena hal itu akan menjadikan engkau menjatuhkan mereka ke dalam kemiskinan. Jangan mengumpulkan mereka untuk tujuan2 tertentu atau menghalangi mereka untuk kembali kepada keluarga mereka karena hal itu akan memutuskan keturunan mereka.&lt;br /&gt;Janganlah engkau membiarkan harta kekayaan mereka hanya berputar diantara orang-orang kaya saja. Buka pintu rumahmu untuk menerima pengaduan mereka agar yang kuat diantara mereka tidak memakan yang lemah. Inilah wasiatku dan aku persaksikan kepada Allah keselamatan bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Zuhair Mahmud Al Humawi 2003)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-6575218875855994054?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/6575218875855994054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/wasiat-terakhir-umar-bin-khaththab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6575218875855994054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/6575218875855994054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/wasiat-terakhir-umar-bin-khaththab.html' title='Wasiat terakhir Umar bin Khaththab'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-3299949612866723602</id><published>2010-01-10T22:39:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T23:25:01.318-08:00</updated><title type='text'>GUDEG JOGJA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S0rSMnrONtI/AAAAAAAAAK8/GD0ywtVe7pQ/s1600-h/gudeg-jogja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 231px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S0rSMnrONtI/AAAAAAAAAK8/GD0ywtVe7pQ/s320/gudeg-jogja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425379815371716306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; bahan : &lt;br /&gt;      1 kg nangka muda, sisir&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Bumbu yang dihakuskan&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      5 siung bawang merah&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      3 siung bawang putih&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      200 gr ketumbar&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      200 gr kemiri&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      5 helai daun salam&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      1 helai daun sereh&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      1 helai lengkuas&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      1/5 kg gula merah&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Garam secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat Gudeg Jogja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Semua bumbu yang ditumbuk halus, kemudian nangka muda dimasak dengan air samapi mendidih, masukkan bumbu tanpa tambahan santan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Tunggu hingga nangka empuk, untuk 1 kg nangka muda dibutuhkan waktu dua jam hingga empuk, bahkan sampai berubah warna merah.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Setelah nangka empuk dan merah, tiriskan dan kukus.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Siap dihidangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-3299949612866723602?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/3299949612866723602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/gudeg-jogja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3299949612866723602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3299949612866723602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/gudeg-jogja.html' title='GUDEG JOGJA'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S0rSMnrONtI/AAAAAAAAAK8/GD0ywtVe7pQ/s72-c/gudeg-jogja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-5657430744098178629</id><published>2010-01-10T22:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T22:19:10.809-08:00</updated><title type='text'>Tips busana muslim persyaratan pakaian wanita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S0rCptQK_jI/AAAAAAAAAK0/v4bE9RF8Vpk/s1600-h/4201_1056507741177_1480372260_30112172_1263183_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 173px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S0rCptQK_jI/AAAAAAAAAK0/v4bE9RF8Vpk/s320/4201_1056507741177_1480372260_30112172_1263183_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425362722899033650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda :“Termasuk golongan ahli neraka, wanita yang berpakaian, tapi (sebenarnya) telanjang “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah meskipun pakaian sudah menutup aurat dan longgar, tetap saja sama akibat terbukanya aurat masih bisa timbul/tembus pandang, beberapa persyaratan pakaian wanita menurut ajaran Islam antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menutup seluruh tubuh, kecuali muka dan kedua telapak tangan.&lt;br /&gt;2. Longar sehingga tidak menampakkan bentuk tubuh.&lt;br /&gt;3. Terbuat dari bahan yang cukup tebal, sehingga dapat menyembunyikan warna kulit yang ditutupinya dan sekaligus bentuk tubuhnya.&lt;br /&gt;4. Tidak mencolok, yang sama artinya dengan memamerkan diri, sehingga menarik perhatian orang.&lt;br /&gt;5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.&lt;br /&gt;6. Tidak menyerupai pakaian orang-orang (wanita) nonmuslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : Al ahzab 59 dan An nur 31&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-5657430744098178629?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/5657430744098178629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/tips-busana-muslim-persyaratan-pakaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/5657430744098178629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/5657430744098178629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/tips-busana-muslim-persyaratan-pakaian.html' title='Tips busana muslim persyaratan pakaian wanita'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S0rCptQK_jI/AAAAAAAAAK0/v4bE9RF8Vpk/s72-c/4201_1056507741177_1480372260_30112172_1263183_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-2627751808113852172</id><published>2010-01-10T21:14:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T22:14:18.880-08:00</updated><title type='text'>Tips Merawat Rambut Wanita Perempuan Berjilbab dan Berkerudung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S0rBdNl2o6I/AAAAAAAAAKs/thG8ZqoD5PA/s1600-h/muslimah1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S0rBdNl2o6I/AAAAAAAAAKs/thG8ZqoD5PA/s320/muslimah1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425361408729981858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak kaum wanita beragama Islam yang memutuskan untuk mengenakan busana Muslimah sehari-harinya (Jilbab : Al ahzab 59). Bagian terpenting dari busana Muslimah adalah jilbab, yang menutup tubuh, rambut, leher, telinga, dan kepala yang merupakan aurat yang harus ditutupi oleh wanita Muslim. Kendati demikian, bukan berarti rambut wanita berjilbab tidak dirawat, bahkan justru harus lebih diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, ada anggapan bahwa merawat rambut yang sehari-harinya ditutupi oleh jilbab memang agak susah. Hal ini disebabkan karena rambut yang tertutup jilbab jarang terkena udara. Rambut yang panjang pun harus dikuncir atau dikonde sepanjang hari, sehingga ada kemungkinan rambut patah. Selain itu, rambut juga lebih sering merasa lembab dan “kepanasan” sehingga bisa menimbulkan kerontokan dan mengundang ketombe. http://rumahislami.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jangan khawatir. Niat beribadah tidak harus terhambat hanya karena kekhawatiran-kekhawatiran yang bisa diatasi tersebut. Untuk mendapatkan rambut yang tetap sehat dan indah walaupun berkerudung, simak tips berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setelah keramas dan hendak beraktivitas, biarkan rambut benar-benar kering sebelum menutupnya dengan kerudung. Rambut yang masih basah akan jadi lembab di dalam kerudung. Akhirnya nanti rambut malah berbau apek. Kulit kepala yang lembab pun bisa memicu timbulnya ketombe dan gatal-gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pilihlah kerudung dari bahan yang mudah menyerap keringat. Contohnya seperti katun atau kaos. Bahan kain yang mudah menyerap keringat dan berpori-pori besar sangat berguna untuk memudahkan sirkulasi udara di kepala. Sutra dan satin lembut juga bagus untuk rambut karena membantu kelancaran sirkulasi udara rambut. Jika sudah memakai kerudung seperti ini, tak perlu khawatir rambut tidak bisa ‘bernapas’, karena toh sirkulasi udaranya sudah lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika Anda suka model kerudung modern yang berlapis-lapis, boleh-boleh saja Anda mengkreasikan model kerudung Anda dengan model seperti itu. Tapi ingat, jangan lebih dari empat helai. Semakin tebal kerudung Anda, akan makin sulit untuk rambut Anda bernapas. Hindari menggunakan lapisan kerudung dengan terlalu kencang. Tentunya pemakaian kerudung berlapis-lapis lebih baik digunakan di saat acara khusus saja seperti pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hindari warna gelap untuk kerudung di saat udara panas. Warna gelap mudah menyerap matahari. Jika aktivitas Anda lebih banyak di bawah sinar matahari lebih, baik pilih warna lembut, muda, pastel, atau putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Cobalah untuk tidak mengikat rambut Anda terlalu kencang. Menggunakan karet yang besar dan tebal juga lebih baik, daripada karet yang kecil dan tipis—apalagi karet gelang. Rambut yang diikat dengan ikatan yang sama setiap harinya berpotensi untuk patah di bagian yang terikat tersebut. Karena itu, variasikan jenis ikatan rambut Anda. Lakukan perubahan dengan menggunakan karet rambut atau jepit rambut berselang-seling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hindari menarik garis rambut di bagian yang itu-itu saja, misalnya belah tengah, belah kanan, atau belah kiri. Kerontokan rambut bisa dimulai dari belahan rambut yang tak pernah diganti. Usahakan rutin mengganti garis belahan rambut agar kebotakan tidak timbul dari sekitar daerah belahan rambut tersebut. http://rumahislami.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jika tidak sedang berkerudung, misalnya saat berada di rumah, lebih baik biarkan rambut terurai agar ia bisa ‘beristirahat’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Keramaslah dengan sampo ringan berbahan alami. Sekarang juga sudah ada sampo khusus untuk rambut berkerudung. Sebelum keramas, ada baiknya mencoba menggunakan ramuan tradisional, yaitu jeruk nipis. Olesi kulit kepala dengan jeruk nipis agar rambut terhindar dari ketombe dan kelembapan rambut tetap terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Keramaslah sebanyak Anda membutuhkannya. Frekuensi keramas tiap orang memang berbeda-beda, tergantung jenis rambut. Ada orang yang rambtnya cenderung berminyak sehingga ia harus keramas tiap hari. Ada juga yang rambutnya tetap terjaga kebersihannya dari kelebihan minyak, dan masih bisa bertahan 2-3 hari tanpa keramas. Setelah keramas gunakan conditioner atau hair treatment untuk menutrisi rambut Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mengenakan kerudung tidak berarti Anda boleh bebas tidak menyisir rambut. Salah besar. Usahakan untuk tetap menyisir rambut, paling tidak tiga kali dalam sehari. Menyisir rambut sama saja melakukan pemijatan skala ringan pada kulit kepala. Kulit kepala pun jadi rileks dan rambut terbebas dari kekusutan. Gunakan sisir bergigi jarang agar rambut tidak banyak yang menempel pada gigi sisir (atau sikat), dan ikut rontok karena tertarik saat menyisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Paling tidak sebulan sekali, lakukan creambath atau hair spa di salon langganan Anda. Sekarang sudah banyak salon-salon khusus wanita dan wanita Muslim, di mana kaum wanita berkerudung bisa bebas menikmati perawatan kecantikan tanpa khawatir dilihat staf salon lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berkerudung bukan berarti rambut tidak terawat. Islam mengajarkan untuk selalu menjaga segala sesuatu yang telah dititipkan kepada setiap muslim dan muslimah, tentunya termasuk mahkota rambut. Caranya tak terlalu sulit bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-2627751808113852172?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/2627751808113852172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/tips-merawat-rambut-wanita-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2627751808113852172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/2627751808113852172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2010/01/tips-merawat-rambut-wanita-perempuan.html' title='Tips Merawat Rambut Wanita Perempuan Berjilbab dan Berkerudung'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/S0rBdNl2o6I/AAAAAAAAAKs/thG8ZqoD5PA/s72-c/muslimah1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-3540609401641279326</id><published>2009-11-26T04:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-26T04:49:06.305-08:00</updated><title type='text'>~Demikianlah Seharusnya Cinta~</title><content type='html'>Abu Ayyub Al-Anshari, Allah mengharumkan namanya di Timur dan di Barat dan mengangkat derajatnya di atas makhluk-makhlukNya yang lain ketika Dia memilih rumah Abu Ayyub sebagai tempat menginap sementara bagi Nabi mulia yang baru berhijrah ke Madinah. Menginapnya Rasulullah di rumah Abu Ayyub merupakan kisah yang teramat indah untuk dikenang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak. Saat itu Nabi tiba di Madinah dengan dielu-elukan oleh seluruh penduduk. Semua mata memandanginya dengan penuh kerinduan seolah memandang sang kekasih hati. Mereka semua membuka pintu-pintu rumah, berharap Nabi mulia itu sudi menginap di tempat mereka.&lt;br /&gt;Tetapi Rasulullah ternyata tinggal di sebuah desa berjarak dua mil dari Madinah, yaitu desa Quba'. Disini beliau membuat masjid pertama yang dibangun di atas dasar taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau menunggangi ontanya keluar. Para pemimpin kota Yatsrib berusaha agar beliau mau berhenti. Masing-masing ingin mendapat kehormatan dijadikan tempat menginap oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka menghalang-halangi jalannya onta tunggangan beliau dan memohon-mohon, “Tinggallah di rumah saya beserta seluruh perlegkapan Anda, wahai Rasulullah. Kami akan menjamin keselamatan Anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata, “Biarkanlah onta ini berjalan sekehendaknya karena dia diperintah oleh Allah.”&lt;br /&gt;Onta itu terus berjalan diikuti tatapan mata para penyambut. Bila dia melewati satu rumah, maka pemiliknya merasa pupus harapan untuk bisa menjadi tuan rumah bagi Rasulullah. Sebaliknya pemilik rumah-rumah berikutnya menanti dengan harap-harap cemas akankah rumah mereka dipilih oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun si onta terus saja berjalan. Orang-orang pun mengikutinya dengan penasaran. Akhirnya sampailah dia disuatu tanah kosong di depan rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Di situlah dia berhenti dan duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Rasulullah tidak segera turun. Tak lama kemudian memang si onta bangkit dan berjalan kembali. Rasulullah melepaskan tali kendalinya. Belum jauh berjalan, dia berbalik dan duduk di tempat semula.&lt;br /&gt;Tak terkirakan kebahagiaan Abu Ayyub Al-Anshari. Dia segera mendekati Rasulullah dan menurunkan barang-barang bawaan beliau. Rasanya dunia seisinya terkumpul di rumahnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Abu Ayyub terdiri dari dua lantai. Dia bermaksud mengosongkan barang-barangnya di lantai atas agar bisa di tempati oleh Rasulullah. Namun Rasulullah memilih tinggal di lantai bawah sehingga Abu Ayyub menuruti saja kehendak beliau.&lt;br /&gt;Ketika malam, Rasulullah beranjak ke peraduannya, sementara Abu Ayyub dan istrinya naik ke lantai atas. Setelah menutup pintu, berkatalah Abu Ayyub, “Istriku, apa yang kita lakukan ini? Rasulullah berada di bawah dan kita di atasnya? Patutkah hal seperti ini? Kita berada di antara nabi dan wahyu yang akan turun kepada beliau!&lt;br /&gt;Semalaman kedua suami istri ini gelisah dan tak tahu yang harus dilakukan. Mereka menyingkir dari tengah-tengah ruangan yang diperkirakan Rasulullah tidur di bawahnya. Bila hendak pergi ke sisi ruangan yang lain, mereka berjalan menempel dinding karena tak ingin berjalan di atas Rasulullah.&lt;br /&gt;Pagi harinya Abu Ayyub berterus terang kepada Rasulllah, “Wahai Rasulullah, demi Allah semalam suntuk saya tidak dapat memejamkan mata, demikian pula dengan ummu Ayyub.”&lt;br /&gt;Nabi bertanya, “Apakah sebabnya, wahai Abu Ayyub?”&lt;br /&gt;“Saya teringat betapa saya berada di atas sedangkan Anda di bawah. Bila saya bergerak, maka debu-debu akan rontok dari atas dan mengganggu Anda. Di samping itu saya berada di antara wahyu dan Anda.”&lt;br /&gt;Rasulullah menenangkannya, “Tenanglah, Abu Ayyub. Sesungguhnya aku merasa lebih enak berada di bawah, karena nantinya tentu banyak tamu yang berdatangan.”&lt;br /&gt;Berkisahlah Abu Ayyub:&lt;br /&gt;Aku mengikuti pilihan Rasulullah. Tapi pada suatu malam yang amat dingin, kendi air minum kami terjatuh dan airnya membasahi lantai. Sedangkan satu-satunya benda yang bisa dipakai untuk mengelapnya hanya selimut yang kami pakai. Maka tanpa pikir panjang kami segera mengepel air tumpahan tersebut dengan selimut sebelum terlanjur menetes ke bawah dan mengenai Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya aku mendatangi Rasulullah seraya berkata, “Demi ayah bundaku, wahai Rasulullah, benar-benar saya tidak bisa tinggal di atas Anda.” Kuceritakan soal kendi yang pecah itu. Beliau akhirnya menerima alasanku dan bersedia pindah ke atas, sedangkan aku dan Ummu Ayyub turun ke lantai bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tinggal di rumah Abu Ayyub selama sekitar tujuh bulan, yaitu sampai masjid di atas tanah yang diduduki onta beliau selesai dibangun. Selanjutnya beliau dan para istrinya tinggal di bilik-bilik di sebelah masjid. Beliau menjadi tetangga Abu Ayyub, tetangga yang menyebabkannya memperoleh kemuliaan dan keutamaan.&lt;br /&gt;Abu Ayyub mencintai Rasulullah dengan cinta yang menyita segenap akal dan hatinya. Rasulullah juga mencintai Abu Ayyub dengan cinta yang menghapuskan dinding pemisah antara Abu Ayyub dan dirinya karena Rasulullah menganggap rumah Abu Ayyub seperti rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari: Sosok Para Sahabat Nabi, DR. Abdurrahman Ra'fat Al-Basya, Cetakan I, Oktober 1996, CV.Pustaka Matiq &amp; Grup CINTA RASULULLAH SAW&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-3540609401641279326?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/3540609401641279326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2009/11/demikianlah-seharusnya-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3540609401641279326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3540609401641279326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2009/11/demikianlah-seharusnya-cinta.html' title='~Demikianlah Seharusnya Cinta~'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-7934367911197765665</id><published>2009-11-17T01:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T01:22:46.170-08:00</updated><title type='text'>Tokoh : Syaikh Abdul Aziz Al Badri rahimahullah, Syahid Karena Mengkoreksi Penguasa Dzolim</title><content type='html'>Dari Buku: “Tokoh-tokoh Yang Berpengaruh Abad 20″, Herry Mohammad, dkk, GIP 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Biografi Syekh Abdul Aziz Al-Badri) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyampaikan kebenaran kepada para penguasa yang dzalim. Berdakwah lewat tulisan, lisan, dan perbuatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYEKH Abdul Aziz Al Badri (Lahir di kota Samira’, Irak, tahun 1929), terlahir dari lingkungan Islami yang berjuang untuk dakwah. Masa kecilnya diisi dengan tarbiyah Islamiyah yang intensif. Sejumlah ulama besar di Baghdad, seperti Syekh Amjad Az-Zahawi, Syekh Muhammad Fuad Al-Alusi, Syekh Abdul Qadir Al-Khatib pernah menjadi gurunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Aziz dikenal sebagai seorang ulama yang kritis terhadap para penguasa. Sebagai kritisi atas perilaku para penguasa, sudah menjadi ciri khas ulama yang satu ini. Seakan hendak mengikuti jejak Hamzah–paman Nabi saw–sebagai penghulu para syuhada, Syekh Abdul Aziz Al-Badri adalah ulama pemberani yang berdiri di hadapan penguasa, mengatakan yang haq, menasehati para pemimpin negeri agar taat terhadap hukum-hukum Allah SWT. Karena itu pula ia menjemput syahid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan dakwah adalah pilihan yang telah dimantapkan oleh Syekh Abdul Aziz Al Badri. Jalan dakwah tersebut dijalaninya dengan penuh semangat, keberanian dan teladan yang baik, sebagaimana para salafus saleh terdahulu. Kesibukan sehari-harinya selalu diwarnai dengan dakwah, memberikan nasihat, pengarahan dan khotbah, di masjid-masjid di Baghdad, dan lain-lain. Kepiawaiannya dalam berdakwah tak diragukan lagi. Ia adalah seorang orator ulung, berani dalam menyatakan yang haq, penuh semangat ketika mendakwahkan Islam dan selalu siap beradu argumentasi terhadap ide-ide destruktif di luar Islam. Abdul Aziz selalu siap menantang mereka di mana dan kapan saja, mematahkan argumentasi, menyingkap kebobrokan dan kepalsuan ide-ide serta strategi-strategi mereka, hingga mereka berpaling darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Hukmul Islam fil Isytirakiyah, Abdul Aziz menentang habis-habisan pendapat yang menyatakan adanya sosialisme dalam Islam. Dalam kata pengantar buku tersebut yang ditulis oleh Syekh Amjad Az-Zahawi, ditulis, “Ketika tersebar pendapat ada bentuk sosialisme tertentu dalam Islam, Syekh Abdul Aziz Al-Badri segera mengkaunter perkataan tersebut, dengan menjelaskan tidak ada sosialisme dalam Islam. Sosialisme justru bertentangan dengan hukum-hukum Islam yang mulia dan kaedah-kaedah Islam menolaknya. Dalam mengkaunter ide-ide menyimpang tersebut, Abdul Aziz Al Badri selalu menggunakan bahasa yang gamblang dan didukung oleh dalil-dalil qath’i sehingga tidak ada ruang untuk ragu-ragu, karena sesuai dengan nash-nash syariat yang qath’i. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Syekh Abdul Aziz Al Badri banyak dipengaruhi oleh pemikiran Syekh Taqiyuddin An Nabhany(pendiri Hizbut Tahrir) , terutama mengenai ide-ide kebangkitan umat, perbandingan ideologi dan fiqh daulah. Untuk menyerbarkan ide-idenya itulah ia menulis buku, di antaranya adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Islam bainal Ulama wal Hukkam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukmul Islam fil Isytirakiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Islam alal Isytirakiyah war Ra’sumaliyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Islam Dhaminul Hajat Al-Asasiyah li Kulli Fard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitabullah Al-Khalid Al-Qur`anul Karim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya Al-Islam bainal Ulama’ wal Hukkam, Syekh Abdl Aziz Al Badri menjelaskan perjalanan hidup ulama salaf, ulama aktivis, dan fuqaha mujahidin, yang menghadapi kedzaliman dan orang-orang dzalim, dalam memperjuangkan izzul Islam wal muslimin. Buku tersebut mengisahkan teladan-teladan dakwah yang rela berjuang dan berani menghadapi penguasa dzalim demi terucapnya kalimat haq. Disebutlah Said bin Al Musayyib, Said bin Jubir, Ja’far Ash-Shadiq, Abu Hanifah, Malik bin Anas, Ibnu Hanbal, Syafi’i, Al-Bukhari, Izz bin Abdus Salam, dan Ibnu Taimiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, buku tersebut juga menceritakan tentang jihadnya para ulama, seperti Abdullah bin Al-Mubarak, Ibnu Taimiyah, Asad bin Furat, dan lain-lain. Ia juga  membahas sikap ulama khalaf, seperti Ahmad As-Sirhindi, Ahmad bin Irfan Al-Hindi, Izzuddin Al-Qassam, Abdul Qadir Al-Jazairi, Muhammad Al-Mahdi, Ahmad As-Sanusi, Umar Al-Mukhtar, ulama aktivis, dan pejuang yang tulus lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Abdullah Al-Husaini dalam kata pengantar buku Syekh Abdul Aziz Al-Badri berjudul Al-Islam bainal Ulama wal Hukkam pada cetakan kedua yang diterbitkan oleh Darul Qalam Kuwait tahun 1986 menulis, “Pada perang 1967, Yahudi menyerbu Al-Quds, Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan, dan Sinai, selama enam hari atau bahkan enam jam. Syekh Al-Badri kelihatan marah sekali. Beliau mengirim telegram kepada pemimpin negara-negara Islam, membebankan pada mereka tanggung jawab terhadap Al-Quds, dan menuduh orang-orang yang menyetujui gencatan senjata sebagai penghianat. Ia juga membentuk delegasi nasional Islam yang berkeliling ke dunia Islam, untuk mendorong kekuatan dan massa Islam bangkit memikul tanggung jawab terhadap krisis ini dan menegaskan Islam bukan sebab kekalahan, karena di perang sama sekali tidak ada nama Islam. Delegasi ini mengunjungi India, Pakistan, Indonesia, Malaysia, Iran, dan Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah delegasi tersebut kembali ke Baghdad, Syekh Abdul Aziz Al-Badri menyelenggarakan konferensi pers untuk menjelaskan apa yang ia saksikan di dunia Islam, yaitu potensi yang tidak tergarap, padahal seharusnya dapat didayagunakan untuk membantu kasus Palestina. Ia tidak setuju krisis ini dikatakan krisis lokal dunia Arab saja, bukan krisis umum dunia Islam yang luas. Ia khawatir penyempitan area krisis ini terus berlanjut, sebab itu berarti kelak krisis Palestina menjadi persoalan internal bangsa Palestina saja.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian Al-Badri dalam menyampaikan kebenaran tidak pilih-pilih. Dalam setiap kesempatan, baik itu khutbah ataupun ceramah-ceramah ke-Islaman, Syekh Abdul Aziz Al-Badri selalu menyampaikan kalimat haq walaupun dihadapan penguasa. Abdul Karim Qasim, penguasa Baghdad pada saat itu, memerintah dengan ‘tangan besi’. Dia menobatkan dirinya sebagai “Penguasa Tunggal”. Tindakan ini langsung dikomentari oleh Al-Badri dengan menjuluki Abdul Karim Qasim sebagai ‘Orang kaku, kasar, dan terkenal kejahatannya’.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koreksi Syekh Abdul Aziz Al-Badri terhadap pemerintah mencapai puncaknya ketika Abdul Karim Qasim menetapkan hukuman mati kepada sebagian komandan pasukan yang ikhlas, seperti Nazhim Ath-Thabqajali, Rafa’at Haji Siri, dan lain-lain. Syekh Abdul Aziz Al-Badri pun menggerakkan massa dan memimpin demonstrasi besar yang jumlahnya diperkirakan mencapai empat puluh ribu demonstran. Semuanya menuntut lengsernya Abdul Karim Qasim. Syekh Abdul Aziz Al-Badri juga mengeluarkan fatwa memvonis kafir orang-orang komunis yang menjadi pembela dan pendukung Abdul Karim Qasim. Abdul Aziz Al-Badri menuntut memerangi dan menggagalkan rekayasa jahat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas tindakan tersebut, Abdul Karim Qasim akhirnya menetapkan status tahanan rumah kepada Syekh Abdul Aziz Al Badri selama setahun penuh dari 2 Desember 1959 sampai 7 Agustus 1960. Namun, perjuangan Al Badri tidak terhenti hanya karena tahanan rumah tersebut. Ketika hukuman ini dicabut, Abdul Aziz Al Badri tidak menghentikan khotbah-khotbahnya, memobilisasi massa untuk melawan Abdul Karim Qasim dan antek-anteknya. Atas tindakannya tersebut, kembali ia dijatuhi hukuman untuk kedua kalinya, dengan menetapkan status tahanan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau wafat karena kekejaman rezim Saddam Hussain , mengenai kekejaman saddam ini, Dr. Abbas Bakhtiar menulis : Diantara ratusan eksekusi dan pembunuhan , Saddam juga bertanggungjawab terhadap pembunuhan tokoh-tokoh agama dari Sunni seperti Sekh Abdul Aziz Al Badri , Al Shaikh Nadhum Al Asi, Al Sekh Al Shahrazori, Al Shekh Umar Shaqlawa, Al Shekh Rami Al Kirkukly, Al Shekh Mohamad Shafeeq Al Badri, Abdul Ghani Shindaladll ”( September 30, 2009 — titok priastomo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-7934367911197765665?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/7934367911197765665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2009/11/tokoh-syaikh-abdul-aziz-al-badri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/7934367911197765665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/7934367911197765665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2009/11/tokoh-syaikh-abdul-aziz-al-badri.html' title='Tokoh : Syaikh Abdul Aziz Al Badri rahimahullah, Syahid Karena Mengkoreksi Penguasa Dzolim'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-242189748815797191</id><published>2009-11-17T01:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T01:15:39.783-08:00</updated><title type='text'>Wanita di Persimpangan Jalan: Kepala Rumah Tangga Perempuan atau Ibu Rumah Tangga</title><content type='html'>Oleh. Dra. Rahma Qomariyah, M.Pd.I&lt;br /&gt;(Anggota DPP Muslimah HTI dan Ketua Lajnah Tsaqofiyah Muslimah HTI Pusat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1928 saat kongres pemuda para wanita juga ikut sehingga sumpah pemuda diucapkan oleh pemuda dan pemudi. Semangat perjuangan ini terus berkobar di kalangan organisasi perempuan, sehingga mereka mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[1]&lt;!--[endif]--&gt;. Kongres Perempuan Indonesia (KPI) di Yokyakarta tersebut merupakan tonggak awal pergerakan modern kaum perempuan di Indonesia. Hasil dari Kongres Perempuan Indonesia I adalah dua hal yang sanpat penting dilakukan oleh perempuan Indonesia yaitu: meningkatkan harkat perempuan, dan ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Disamping itu kongres ini melahirkan organisasi perempuan yaitu Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI)&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[2]&lt;!--[endif]--&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah puncak perjuangan wanita, dengan terselenggaranya kongres perempuan pertama tanggal 22 Desember 1928. Dan merupakan wujud peran serta perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan. Karenanya tanggal 22 desemser diperingati sebagai hari Ibu&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[3]&lt;!--[endif]--&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan tersebut antara lain: dengan memanjakan sang ratu rumah tangga, lomba, seminar, diskusi dan workshop. Pada hari istimewa itu para ibu rumah tangga diberi’cuti’ tidak melakukan pekerjaan rutinnya yaitu urusan rumah tangga, bahkan ganti bapak-bapak yang mengerjakan dan melayaninya. Tidak jarang dalam diskusi, seminar dan workshop sebagai peringatan hari ibu, digulirkannya kembali ide-ide feminisme yang menuntut pekerjaan rumah tangga merupakan kewajiban bersama suami-isteri. Sehingga muncul jabatan baru bagi wanita sebagai perempuan kepala keluarga dan bagi laki-laki sebagai bapak rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feminisme: Peran Wanita Sebagai Ibu Rumah Tangga bukan Kewajiban, tapi Bentukan Budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patriarkhi dipahami secara harfiyah yang berarti ”kekuasaan bapak”(role of the father) yaitu keluarga yang dipimpin dan dikuasai laki laki&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[4]&lt;!--[endif]--&gt;. Dampak budaya patriarkhi pada pembagian peran adalah sebagai berikut suami berperan di sektor publik, produktif, maskulin dan kewajiban mencari nafkah utama. Sementara peran isteri di sektor domestik, reproduksi, feminin dan seandainya mencari nafkah, maka sebagai pencari nafkah tambahan&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[5]&lt;!--[endif]--&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi sosial tentang gender menjadikan perempuan lebih memilih pekerjaan yang sifatnya melayani dan masih berkaitan dengan peran domestiknya di rumah tangga. Dengan demikian lapangan kerja juga mengalami segregasi atau pemilahan antara tugas laki-laki dan perempuan. Peran yang umum dipilih oleh perempuan pun menjadi guru, perawat, pekerja sosial, buruh sederhana, sekertaris dan lain sebagainya. Masyarakat juga lebih memandang laki-laki mampu menjadi insinyur, dokter, astronot dan lain-lain&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[6]&lt;!--[endif]--&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dan laki-laki adalah hasil dari sebuah relasi sosial. Jika kita mengubah relasi sosial, maka kita mengubah kategori perempuan dan laki-laki.Selanjutnya akan mempengaruhi beban kerja. Pada masyarakat patrilineal dan androsentris, beban gender laki-laki lebih dominan daripada anak perempuan. Dan setiap masyarakat akan dipengaruhi faktor kondisi obyektif geografis, yang kemudian ikut menentukan sistem sosial budaya yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya pemahaman bahwa peran gender diatas dapat dipertukarkan, baik bagi laki-laki maupun perempuan dan tidak dapat dikatakan sebagai sesuatu yang bersifat kodrati yang hanya melekat pada jenis kelamin tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Jurnal HARKAT, disebutkan bahwa mayoritas yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin wanita dalam rumah tangga karena salah dalam menafsirkan surat an Nisa’ ayat 34. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الرِّجالُ قَوّٰمونَ عَلَى النِّساءِ بِما فَضَّلَ اللَّهُ بَعضَهُم عَلىٰ بَعضٍ وَبِما أَنفَقوا مِن أَموٰلِهِم ۚ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِلغَيبِ بِما حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَالّٰتى تَخافونَ نُشوزَهُنَّ فَعِظوهُنَّ وَاهجُروهُنَّ فِى المَضاجِعِ وَاضرِبوهُنَّ ۖ فَإِن أَطَعنَكُم فَلا تَبغوا عَلَيهِنَّ سَبيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كانَ عَلِيًّا كَبيرًا ﴿٣٤﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[7]&lt;!--[endif]--&gt;[289] ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah memelihara (mereka)[290]&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[8]&lt;!--[endif]--&gt;. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291]&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[9]&lt;!--[endif]--&gt;, Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[10]&lt;!--[endif]--&gt;. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya penulis memaparkan pemahamannya tentang surat tersebut, merujuk pendapat Asghar Ali Engineer bahwa ayat tersebut bersifat deskriptif atau sosiologis.Bahwa turunnya ayat tentang laki-laki menjadi pemimpin wanita dalam rumah tangga, pada masyarakat yang pada saat itu kaum laki-laki memiliki kelebihan dari wanita berupa harta dan menafkahkan hartanya kepada keluarganya. Dan perintah itu sifatnya tidak wajib karena tidak berbentuk kata perintah atau ayatnya tidak berbunyi: ”Kaum laki-laki wajib/harus menjadi pemimpin bagi wanita”. Ayat yang tidak berbentuk perintah tidak bisa dianggap sebagai ayat yang normative/teologis dan preskriptif atau difahami sebagai perintah dan bisa dipakai sebagai pedoman&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[11]&lt;!--[endif]--&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya menurut penulis artikel ini bahwa UU Perkawinan yang mengatur Peran suami dan isteri sudah tidah cocok dan penetapan peran suami sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah menciptakan streotype&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[12]&lt;!--[endif]--&gt;. Misalnya undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 pasal 31 ayat 3 menyatakan bahwa ” Suami adalah Kepala Keluarga dan isteri adalah ibu rumah tangga . Dan pasal 34 ayat 1 menyatakan bahwa ”Suami wajib melindungi isterinya dan memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Rumah Tangga Perspektif Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai peraturan yang berkaitan dengan laki-laki dan perempuan, Alloh Dzat Pencipta manusia berikut kebutuhannya memberikan aturan yang adakalanya sama dan adakalanya berbeda. Terkait dengan kedudukan laki-laki dan perempuan sebagai manusia (insan), di dalam nash akan ditemukan adanya hak, kewajiban, peran dan fungsi yang sama antara laki-laki dan perempuan&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[13]&lt;!--[endif]--&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syari’at Islam memberikan kewajiban yang sama kepada laki-laki dan perempuan untuk menjalankan ibadah seperti shalat, shaum, haji dan zakat. Syari’at Islam telah memberikan hukum-hukum muamalat yang berhubungan dengan persoalan jual-beli, perburuhan, perwakilan, pertanggungjawaban berlaku sama untuk perempuan maupun laki-laki. Akan tetapi dilihat dari sisi kodratnya bahwa laki-laki adalah laki –laki dan perempuan adalah perempuan maka terdapat hukum yang berbeda seperti aurat perempuan, hukum tentang kehamilan, hukum tentang persusuan, wanita sebagai ibu dan pengatur rumah tangga dst, semuanya dibebankan pada perempuan bukan pada laki-laki. Sedangkan kepemimpinan yang mengandung kekuasaan pemerintahan, kepemimpinan keluarga, nafkah, jihad, batas aurat laki-laki dst, hukum-hukum ini dibebankan pada laki-laki tidak pada wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rumah tangga, Allah memberikan peran bagi suami adalah sebagai pemimpin rumah tangga dan wajib memimpin, melindungi dan memberi nafkah kepada anggota keluarganya. Sedangkan peran istri sebagai ibu dan pengatur rumah tangga yang bertanggug jawab mengatur rumah tangganya di bawah kepemimpinan suami&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[14]&lt;!--[endif]--&gt;. Sebagaimana firman Allah surat an Nisa’ ayat 34 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[15]&lt;!--[endif]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini jelas bahwa Allah menetapkan peran suami sebagai pemimpin rumah tangga bukan karena pertama, وَبِمَا أَنْفَقُوا (dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka)&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[16]&lt;!--[endif]--&gt;, sehingga saat isteri bekerja dan gajinya lebih besar, tidak menjadikan isteri sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Kedua, penetapan illat suatu hukum tidak ditetapkan secara aqli, akan tetapi ditetapkan secara syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu terdapat nash lain yang tidak terdapat kata وَبِمَا أَنْفَقُو, tapi nash tersebut menunjukkan bahwa peran suami sebagai pemimpin rumah tangga dan isteri sebagai pengatur rumah tangga di bawah kepemimpinan suami. Sabda Rasulullah Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهَا. (متفق عليه)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Dan wanita adalah penjaga tanggung jawab dalam rumah tangga suaminya dan anak-anaknya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran suami sebagai pemimpin keluarga juga ditunjukkan dengan banyaknya nash-nash yang mewajibkan keta’atan dan perizinan isteri kepada suami, karena keta’atan merupakan konsekwensi dari kepemimpinan&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[17]&lt;!--[endif]--&gt;. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتقي الله ولا تخا لفي زوجك &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah engaku bertakwa kepada Allah dan tidak melanggar perintah suamimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang perizinan Rasulullah pernah bersabda sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[18]&lt;!--[endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw bersabda: Tidak halal bagi seorang wanita berpuasa (puasa sunnah), sementara suaminya menyaksikannya, kecuali dengan izinya (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan suami-isteri perspektif Islam sangat harmonis, bagaikan dua sahabat (Shahabani) sebagaimana dikatakan Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam Nidzam Ijtima’i fil Islam, sehingga mampu mengantarkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Karena sekalipun kepemimpinan ada pada suami tidak menjadikan suami otoriter dan menzalimi isteri, karena relasi suami isteri bukan seperti komandan dengan prajurit atau terdakwa dengan polisi&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[19]&lt;!--[endif]--&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu pada saat beban isteri sangat banyak dan berat, sehingga isteri tidak kuat untuk mengerjakannya misalnya mengasuh balita 3-5 anak, masih harus mencuci, menyeterika, memasak dan lain lain. Maka bukan berarti dia harus tetap mengerjakan semua itu sampai sakit-sakitan, bahkan akhirnya sampai melalaikan kewajiban yang lain misalnya berdakwah. Akan tetapi pada saat itu, suami berkewajiban membantunya, untuk meringankan beban isteri. Bantuan itu baik dibantu dengan tangannya sendiri maupun dengan menggaji pembantu. Semuanya ini termasuk dalam cakupan pemberian nafkah secara ma’ruf. Sebagaimana firman Allah dal al Baqarah ayat 233:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 ’n?tãur ÏŠqä9öqpRùQ$# ¼ã&amp;s! £`ßgè%ø—Í‘ £`åkèEuqó¡Ï.ur Å$rã�÷èpRùQ$$Î/ 4 Ÿw ß#¯=s3è? ë§øÿtR žwÎ) $ygyèó™ãr 4 Ÿw §‘!$ŸÒè? 8ot$Î!ºur $ydÏ$s!uqÎ/ Ÿwur ×Šqä9öqtB ¼çm©9 ¾ÍnÏ$s!uqÎ/ 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kewajiban ayah memberi makan dan Pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hukum yang adil, menyelesaikan masalah serta memulyakan wanita, agar lebih jelas simaklah mekanisme hukum keluarga sebagai berikut: di dalam Islam perempuan tidak diwajibkan bekerja untuk mencari nafkah, bahkan harus dinafkahi seumur hidup dengan mekanisme perwalian dan terakhir yang bertanggung jawab adalah negara untuk memenuhi kebutuhannya. Adapun hukum bekerja bagi perempuan adalah mubah (boleh) baik di sektor yang membutuhkan intelektualitas dan profesionalisme kerja seperti rektor perguruan tinggi, kepala departemen kesehatan dan kepala rumah sakit sampai yang hanya membutuhkan tenaganya saja&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[20]&lt;!--[endif]--&gt;. Dan hasil kerjanya adalah milik perempuan itu sendiri, bukan milik keluarga, dan hanyalah sunnah&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[21]&lt;!--[endif]--&gt; untuk di shodaqohkan ke keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Islam memberi tanggung jawab menjaga kehamilan, menyusui, mengasuh anak dan mengatur rumah tangga pada seorang ibu. Dari sini terlihat bagaimana indahnya hukum Islam tersebut, wanita diberi banyak pilihan: Pilihan pertama, memilih bekerja atau tidak bekerja dan mencurahkan waktunya untuk membentuk putra-putrinya menjadi generasi khoiru ummah serta senantiasa memperbaiki kerusakan –kerusakan yang ada di masyarakat, beramar ma’ruf nahi munkar. Pilihan kedua, bekerja yang tidak menghabiskan waktunya di tempat kerja, dengan syarat wajib menyelesaikan tugas utamanya sebagai Ibu dan Pengatur rumah tangga .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita bayangkan betapa dzalimnya peraturan yang mewajibkan wanita bekerja (menanggung nafkah). Karena pada faktanya perempuan yang hamil tidak bisa kehamilan tersebut dititipkan suaminya (ditanggung berdua), dan tidak semua perempuan hamil normal tidak ada masalah, akan tetapi terdapat pada mayoritas perempuan pada saat mengandung kondisi tubuhnya lebih lemah dan banyak masalah dari yang ringan seperti pusing-pusing dan muntah-muntah sampai harus bed rest total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu tidak ada satupun manajemen perusahaan atau institusi yang mampu mencapai kesuksesan, pada saat pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) tidak beres dalam menetapkan job description masing-masing SDM. Misalnya dua orang karyawan sama-sama menjadi manajer operasional. Hal ini tentu akan berdampak pada kinerja yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula saat peran ( hak dan kewajiban ) dalam keluarga tidak jelas misalnya wanita dan pria masing-masing punya hak untuk menikahkan dirinya sendiri, sama-sama punya kewajiban mencari nafkah, sama-sama punya hak menceraikan dan sama-sama wajib beriddah. Semuanya itu tidak sesuai dengan fithroh manusia. Jika sudah demikian tidak akan menentramkan hati dan memuaskan akal, maka pada gilirannya akan terjadilah hancurnya sebuah keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[1]&lt;!--[endif]--&gt; Modul Pelatihan Kesetaraan dan keadilan gender bagi organisasi masyarakat keagamaan, Jakarta, Kemntrian Negara Pemberdayaan Perempuan, 2006, hlm 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[2]&lt;!--[endif]--&gt; Tim Penyusun KPP,Bunga Rampai-panduan dan bahan pembelajaran pelatihan pengarus utamaan gender dalam pembangunan nasional,KPP,2003,hlm 17-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[3]&lt;!--[endif]--&gt; Tim Penyusun KPP,Bunga Rampai-panduan dan bahan pembelajaran pelatihan pengarus utamaan gender dalam pembangunan nasional,KPP,2003,hlm 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[4]&lt;!--[endif]--&gt; Ibid, hlm. 58&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[5]&lt;!--[endif]--&gt; Ibid, 58-67&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[6]&lt;!--[endif]--&gt; Ibid, 67&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[7]&lt;!--[endif]--&gt; [289] Maksudnya: tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[8]&lt;!--[endif]--&gt; [290] Maksudnya: Allah Telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[9]&lt;!--[endif]--&gt;[291] Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[10]&lt;!--[endif]--&gt;[292] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila cara pertama Telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[11]&lt;!--[endif]--&gt; Nina Nurmila, “ Ketika Perempuan Mencari Nafkah” , Jurnal HARKAT- Media Komunikasi Gender, Jakarta, PSW UIN Syarif Hidayatullah ,Vol 2. No.2 April 2002, hlm.50-51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[12]&lt;!--[endif]--&gt; Ibid, 52-53&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[13]&lt;!--[endif]--&gt; Abdurrahman Al Baghdadi, Emansipasi Adakah Dalam Islam, Jakarta, Gema Insani Press,1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[14]&lt;!--[endif]--&gt; Taqiyuddin An Nabhani, Nidzam Ijtima’i, Beirut, Libanon, Darul Ummah, 2003, hlm.141-146&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[15]&lt;!--[endif]--&gt; TQS an-Nisa : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[16]&lt;!--[endif]--&gt; lihat surat annisa’ ayat 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[17]&lt;!--[endif]--&gt; Taqiyuddin An Nabhani, Nidzam Ijtima’i, Beirut, Libanon, Darul Ummah, 2003, hlm.143&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[18]&lt;!--[endif]--&gt; Hadis shaheh, diriwayatkan oleh Bukhari, hadis no. 4797&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[19]&lt;!--[endif]--&gt; Ibid, hlm. 141-146&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[20]&lt;!--[endif]--&gt; Abdurrahman Al Baghdadi, Emansipasi Adakah Dalam Islam, Jakarta, Gema Insani Press,1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;[21]&lt;!--[endif]--&gt; Sunnah adalah suatu amal jika dilakukan berpahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-242189748815797191?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/242189748815797191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2009/11/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/242189748815797191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/242189748815797191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2009/11/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala.html' title='Wanita di Persimpangan Jalan: Kepala Rumah Tangga Perempuan atau Ibu Rumah Tangga'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-3397586396843712203</id><published>2009-11-17T01:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T01:09:43.555-08:00</updated><title type='text'>SELAMATKAN INDONESIA DENGAN SYARIAH,  BERSIHKAN INDONESIA DARI SISTEM DAN BIROKRAT YANG KORUP!!</title><content type='html'>Diperdengarkannya rekaman berdurasi sekitar 4,5 jam pembicaraan telepon antara Anggodo (adik buron koruptor Anggoro) dengan dan atau tentang sejumlah pihak, baik dari kalangan kepolisian, kejaksaan, pengacara maupun instansi lain di depan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa 3 November lalu, menguak bukan saja tentang adanya rekayasa kriminalisasi KPK, khususnya terhadap dua pimpinannya, yakni Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, tapi juga menunjukkan dengan sangat gamblang betapa praktik korupsi sudah demikian merasuk ke relung jantung dan sumsum negeri ini, sekaligus juga menunjukkan betapa korupnya birokrat negeri ini. Sampai-sampai birokrat kepolisian dan kejaksaan yang semestinya menjadi benteng paling kokoh dalam penegakan hukum justru menjadi pihak yang paling telanjang mempermaikan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Hizbut Tahrir Indonesia menilai, kenyataan tadi hanyalah sekadar mengkonfirmasikan apa yang telah menjadi omongan banyak pihak tentang betapa parahnya korupsi di negeri ini. Ibarat gunung es, rekaman pembicaraan tadi hanyalah menunjukkan bagian kecil dari apa yang terjadi sesungguhnya, yakni adanya mega korupsi yang sangat luar biasa telah terjadi di negeri ini, baik dari segi jumlah uang yang dikorup, kecanggihan praktik sampai jumlah orang dan pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam kasus Anggodo, korupsi dalam bentuk penyuapan, melibatkan oknum kepolisian, kejaksaan dan pengacara. Dalam kasus yang lain, misalnya alih fungsi hutan, pemilihan pejabat BI dan kasus lainnya, melibatkan pejabat daerah atau pimpinan BI dan anggota DPR. Sementara, dalam kasus seperti BLBI yang telah merugikan negara ratusan triliun rupiah, melibatkan oknum pejabat BI, pejabat bank, pejabat tinggi pemerintahan, bahkan pada tahap lanjut juga melibatkan anggota DPR, kepolisian, kejaksaan, pengacara, kalangan pers dan lainnya. Dan korupsi bukan hanya terjadi di tingkat pusat tapi juga berlangsung di level lebih rendah, baik di tingkat provinsi, kota kabupaten juga di kecamatan bahkan kelurahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, korupsi di Indonesia sungguh telah menjadi persoalan yang amat akut. Ibarat penyakit, korupsi telah menyebar luas ke seantero negeri dengan jumlah yang dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat serta modus yang makin beragam. Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga, juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang penduduknya mayoritas muslim ini termasuk yang paling tinggi di dunia. Bahkan koran Singapura, The Strait Time, sekali waktu pernah menjuluki Indonesia sebagai the envelope country, karena segala hal bisa dibeli, entah itu lisensi, tender, wartawan, hakim, jaksa, polisi, petugas pajak atau yang lain. Pendek kata segala urusan semua bisa lancar bila ada “amplop”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi tentu saja sangat merugikan keuangan negara. Berapa kerugian negara akibat korupsi? Sangat besar. Mantan Ketua Bappenas, Kwik Kian Gie, menyebut lebih dari Rp 300 triliun dana baik dari penggelapan pajak, kebocoran APBN maupun penggelapan hasil sumberdaya alam, menguap masuk ke kantong para koruptor. Di samping itu, korupsi yang biasanya diiringi dengan kolusi, juga membuat keputusan yang diambil oleh pejabat negara menjadi tidak tepat sasaran. Heboh privatisasi sejumlah BUMN, lahirnya perundang-undangan aneh semacam UU Energi, juga UU SDA, UU Migas, UU Kelistrikan, impor gula dan beras dan sebagainya dituding banyak pihak sebagai kebijakan yang sangat kolutif karena di belakangnya ada praktik korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan di atas, maka Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1. &lt;!--[endif]--&gt;Korupsi tidak bisa tidak harus diberantas hingga ke akar-akarnya. Bila tidak, ia akan makin merusak perikehidupan bangsa dan negara baik dari sisi politik, ekonomi, sosial dan akhlaq. Beberapa langkah menurut syariat Islam yang harus ditempuh untuk memberantas korupsi adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;a. &lt;!--[endif]--&gt;Penetapan sistem penggajian yang layak. Aparat pemerintah harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Itu sulit berjalan dengan baik, bila gaji mereka tidak mencukupi. Para birokrat tetaplah manusia biasa yang mempunyai kebutuhan hidup serta kewajiban untuk mencukup nafkah keluarganya. Maka, agar bisa bekerja dengan tenang dan tidak mudah tergoda berbuat curang, kepada mereka harus diberikan gaji dan tunjangan hidup lain yang layak. Karena itu, harus ada upaya pengkajian menyeluruh terhadap sistem penggajian dan tunjangan di negeri ini. Memang, gaji besar tidak menjamin seseorang tidak korupsi, tapi setidaknya persoalan rendahnya gaji tidak lagi bisa menjadi pemicu korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;b. &lt;!--[endif]--&gt;Larangan menerima suap dan hadiah. Hadiah dan suap yang diberikan seseorang kepada aparat pemerintah pasti mengandung maksud tertentu, karena untuk apa memberi sesuatu bila tanpa maksud, yakni bagaimana agar aparat itu bertindak sesuai dengan harapan pemberi hadiah. Saat Abdullah bin Rawahah tengah menjalankan tugas dari Nabi untuk membagi dua hasil bumi Khaybar – separo untuk kaum Muslim dan sisanya untuk orang Yahudi – datang orang Yahudi kepadanya memberikan suap berupa perhiasan agar mau memberikan lebih dari separo untuk orang Yahudi. Tawaran ini ditolak keras oleh Abdullah bin Rawahah. Tentang suap Rasulullah berkata, “Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap” (HR. Abu Dawud). Tentang hadiah kepada aparat pemerintah, Rasul berkata, “Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur” (HR. Imam Ahmad). Suap dan hadiah akan berpengaruh buruk pada mental aparat pemerintah. Aparat bekerja tidak sebagaimana mestinya sampai dia menerima suap atau hadiah. Di bidang peradilan, hukum pun ditegakkan secara tidak adil atau cenderung memenangkan pihak yang mampu memberikan hadiah atau suap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;c. &lt;!--[endif]--&gt;Perhitungan kekayaan. Orang yang melakukan korupsi, tentu jumlah kekayaannya akan bertambah dengan cepat. Meski tidak selalu orang yang cepat kaya pasti karena telah melakukan korupsi. Bisa saja ia mendapatkan semua kekayaannya itu dari warisan, keberhasilan bisnis atau cara lain yang halal. Tapi perhitungan kekayaan dan pembuktian terbalik sebagaimana telah dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab menjadi cara yang tepat untuk mencegah korupsi. Semasa menjadi Khalifah, Umar menghitung kekayaan para pejabat di awal dan di akhir jabatannya. Bila terdapat kenaikan yang tidak wajar, yang bersangkutan diminta membuktikan bahwa kekayaan yang dimilikinya itu didapat dengan cara yang halal. Cara inilah yang sekarang dikenal dengan istilah pembuktian terbalik yang sebenarnya sangat efektif mencegah aparat berbuat curang. Tapi anehnya cara ini justru ditentang oleh para anggota DPR untuk dimasukkan dalam perundang-undangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;d. &lt;!--[endif]--&gt;Teladan pemimpin. Pemberantasan korupsi hanya akan berhasil bila para pemimpin, terutama pemimpin tertinggi sebuah negara terlebih dahulu harus bersih dari korupsi. Dengan ketakwaannya, seorang pemimpin bisa menjalankan tugasnya dengan penuh amanah. Dengan ketakwaannya pula, ia takut melakukan penyimpangan, karena meski ia bisa melakukan kolusi dengan pejabat lain untuk menutup kejahatannya, Allah SWT pasti melihat semuanya dan di akhirat pasti akan dimintai pertanggungan jawab. Di sinilah perlunya keteladanan dari para pemimpin itu. Dengan keteladanan pemimpin, tindak penyimpangan akan mudah terdeteksi sedari dini. Penyidikan dan penyelidikan tindak korupsi pun tidak sulit dilakukan. Tapi bila korupsi justru dilakukan oleh para pemimpin, praktek busuk ini tentu akan cenderung ditiru oleh bawahannya, hingga semua upaya apa pun dalam memberantas korupsi menjadi tidak ada artinya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;e. &lt;!--[endif]--&gt;Hukuman setimpal. Pada galibnya, orang akan takut menerima risiko yang akan mencelakakan dirinya, termasuk bila ditetapkan hukuman setimpal kepada para koruptor. Berfungsi sebagai pencegah (zawajir), hukuman setimpal atas koruptor diharapkan membuat orang jera dan kapok melakukan korupsi. Dalam Islam, koruptor dikenai hukuman ta’zir berupa tasyhir atau pewartaan (dulu dengan diarak keliling kota, sekarang mungkin bisa ditayangkan di televisi seperti yang pernah dilakukan), penyitaan harta dan hukuman kurungan, bahkan sampai hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;f. &lt;!--[endif]--&gt;Pengawasan masyarakat. Masyarakat dapat berperan menyuburkan atau menghilangkan korupsi. Masyarakat yang bermental instan akan cenderung menempuh jalan pintas dalam berurusan dengan aparat dengan tak segan memberi suap dan hadiah. Sementara masyarakat yang mulia akan turut mengawasi jalannya pemerintahan dan menolak aparat yang mengajaknya berbuat menyimpang. Dengan pengawasan masyarakat, korupsi menjadi sangat sulit dilakukan. Bila ditambah dengan teladan pemimpin, hukuman yang setimpal, larangan pemberian suap dan hadiah, pembuktian terbalik dan gaji yang mencukupi, insya Allah korupsi dapat diatasi dengan tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2. &lt;!--[endif]--&gt;Tapi korupsi sesungguhnya hanya merupakan buah dari sistem yang korup, yaitu sistem Kapitalisme, dengan akidah Sekularisme dan asas manfaatnya. Sistem ini mendorong orang menjadi berpandangan materialistik. Semua hal dihitung dan diletakkan dalam konteks materi, serta untung dan rugi. Tak heran, bila semua hal baik itu jabatan, kewenangan, ijin, lisensi, keputusan hukum, kebijakan pemberitaan, peraturan perundang-undangan dan sebagainya, juga mestinya harus bisa dibuat agar memberikan keuntungan materi. Dari sinilah sesungguhnya hasrat korupsi itu timbul. Karena itu, bila benar-benar ingin menghilangkan korupsi dari bumi Indonesia, maka selain harus dibersihkan dari birokrat yang korup, negeri ini juga harus dibersihkan dari sistem yang korup, yaitu sistem Sekuler – Kapitalistik ini. Sebagai gantinya adalah sistem syariah yang secara pasti senantiasa akan mengkaitkan semua derap hidup manusia di semua aspek kehidupan dengan keimanan kepada Allah SWT, dzat Maha Melihat dan Maha Mendengar. Disinilah relevansi yang utama dari seruan HTI: Selamatkan Indonesia Dengan Syariah. Bersihkan Indonesia dari Sistem dan Birokrat yang korup!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ismail Yusanto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3172663296244700189-3397586396843712203?l=izzahaliyyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/feeds/3397586396843712203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2009/11/selamatkan-indonesia-dengan-syariah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3397586396843712203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3172663296244700189/posts/default/3397586396843712203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzahaliyyah.blogspot.com/2009/11/selamatkan-indonesia-dengan-syariah.html' title='SELAMATKAN INDONESIA DENGAN SYARIAH,  BERSIHKAN INDONESIA DARI SISTEM DAN BIROKRAT YANG KORUP!!'/><author><name>IZZAH ALIYYAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04540022324372519116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_k7634gGTqEg/SpzTOTtldKI/AAAAAAAAAIE/SBLQr5dxK-0/S220/4974_1070472127548_1398478098_30164726_2463294_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3172663296244700189.post-7823948250675591820</id><published>2009-11-17T01:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T01:04:59.949-08:00</updated><title type='text'>i love U MOM...</title><content type='html'>Ibu……&lt;br /&gt; tiada kata seindah kata Ibu&lt;br /&gt;Begitupun dalam perannya menjagaku, membimbingku, merawatku&lt;br /&gt;semuanya indah dengan sentuhan hangat Ibu&lt;br /&gt;Begitu aku sakit, Ibulah orang pertama yang menolongku&lt;br /&gt;Begitu aku punya masalah, Ibulah orang pertama tempat curhatku&lt;br /&gt;Ibu pula yang membuat hatiku tenang dengan kata-kata lembut dari bibirnya&lt;br /&gt;“anakku sayang….tenang saja Allah pasti akan memberikan yang terbaik untukmu sayang&lt;br /&gt;Kegagalan hanya untuk saat ini &lt;br /&gt;ini adalah bagian dari pengorbananmu yang akan menjadi pahala jika kamu bersabar”&lt;br /&gt;Kata-kata itu yang menjadi penyemangatku&lt;br /&gt;menjadi penyadarku ketika aku lupa padaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apa yang sudah aku berikan untuk Ibu????&lt;br /&gt;Adakah Ibu bahagia mempunyai anak sepertiku???&lt;br /&gt;Sudahkah Ibu bisa tersenyum dengan apa yang sudah aku lakukan selama ini???&lt;br /&gt;lihatlah tubuh lelahnya yang semakin rapuh karena terus menjagaku &lt;br /&gt;Matanya sayu dalam kelembutan&lt;br /&gt;Hatinya yang terbungkus dengan Iman&lt;br /&gt;Kerasnya hidup di era kapitalis ini tak memudarkan semangatnya membesarkanku&lt;br /&gt;Semuanya serba sendiri…….&lt;br /&gt;Uang Sekolah….kesehatan….kebutuhan sehari-hariku terpenuhi oleh Ibu dan Ayah yang seharusnya ditanggung pemerintah&lt;br /&gt;Demi masuknya aku ke universitas favorit ia rela pinjam uang&lt;br /&gt;Ketok pintu, pinjam sana pinjam sini&lt;br /&gt;Adakah kita malu akan itu???&lt;br /&gt;Tak lihatkah engkau perjuangan mereka???&lt;br /&gt; Tapi Aku tak pernah mendengar keluhan darinya&lt;br /&gt;Dari raut wajahnya terlihat ketulusan dan keikhlasannya&lt;br /&gt;Senyum di wajahnya menandakan betapa ia bahagia&lt;br /&gt;Tapi apakah benar Ibu bahagia mempunyai anak sepertiku???&lt;br /&gt;Apakah prestasiku selama ini memang benar membahagiakan Ibu???&lt;br /&gt;Prestasi hanyalah kebahagiaan dunia&lt;br /&gt;Kebahagiaan akhirat Ibu dimanakah????&lt;br /&gt;Hanya satu pinta Ibu&lt;br /&gt;Jadilah “anak yang sholehah”&lt;br /&gt; Aku merasa banyak kekurangan dalam diriku untuk Ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesabarannya dia masih terus menatapku dari kejauhan&lt;br /&gt;Menungguku di dermaga takwa di hadapan Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;Tak pernah berhenti memberikan motivasi agar aku terus berjuang&lt;br /&gt;“Teruslah berkorban demi dienNya anakku”&lt;br /&gt;Karena Ibu pun tau yang aku lakukan untuk Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika beliau sakit pun tidak memberi  tahu aku&lt;br /&gt;Karena beliau tak ingin aku kawatir akan keadaannya&lt;br /&gt;Tapi Allah membukakan semuanya&lt;br /&gt;setiap beliau sakit ada  saja yang memberitahukan kepadaku&lt;br /&gt;Ibu aku akan selalu mendo’akanmu dalam setiap sujudku&lt;br /&gt;Tak akan aku lupa perjuanganmu menjagaku selama ini&lt;br /&gt;Ibu hanya satu kado terindah yang ingin ku berikan untuk Ibu&lt;br /&gt;Jannah ALLAH&lt;br /&gt;smoga kelak Allah mengabulkannya untuk Ibu&lt;br /&gt;Ibu….&lt;br /&gt;kapanpun dan dimanapun smoga Allah selalu menjaga Ibu&lt;br /&gt;meski kita terpisah dalam jarak&lt;br /&gt;tak memutuskan semangatku untuk Ibu&lt;br /&gt;aku pun sadar tak selamanya aku berada dalam dekapan Ibu&lt;br /&gt;ketika saat itu tiba&lt;br /&gt;Smoga aku pun tidak telat dalam memberikan kado itu buat Ibu&lt;br /&gt;Demi Allah yang mana jiwa manusia berada dalam gengamanNya&lt;br /&gt;Smoga dalam hidup, umurku menjadi berkah yang dapat menjadi tabungan pahala untukmu Ibu&lt;br /&gt;aku pun tidak mau melihat Ibu menangis kecewa &lt;br /&gt;Kecewa karena aku tidak bisa menjadi anak dambaan Ibu&lt;br /&gt;Aku bangga punya ibu seperti Ibuku yang selalu mengerti aku&lt;br /&gt;Aku pun harus lebih mengerti akan Ibuku&lt;br /&gt;Syukur ku panjatkan untukMu…. ya Rabb&lt;br /&gt;Engkau kelilingi aku dengan orang-orang terbaik&lt;br /&gt;Smoga mereka pun mendapatkan yang terbaik dariMu &lt;br /&gt;Amin…….&lt;br /&gt;satu kata I love U coz Allah Mom…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleuser
